Kamis, 10 Januari 2013

Masjid Al-Hidayah, Lembah Hijau – Lippo Cikarang

Masjid Al-Hidayah Lembah Hijau - Lippo Cikarang.
Lembah Hijau adalah salah satu nama komplek perumahan di kawasan yang dikelola oleh Lippo Cikarang. Di komplek perumahan satu ini masjid nya memang sedikti unik dalam hal pemilihan lokasi. Tempat dimana masjid ini berdiri berada diantara komplek Lembah Hijau dan kawasan Industri. Boleh jadi dulu pada saat pemilihan lokasi ini turut mempertimbangkan kepentingan muslim/muslimah yang berkerja di kawasan tersebut.

Masjid Al-Hidayah dari arah Lembah Hijau
Masjid ini berdiri di lahan ujung bangunan pabrik yang elevasinya lebih tinggi dari kawasan lembah Hijau, karenanya dari arah lemah hijau, untuk menuju masjid ini harus menaiki jejeran anak tangga yang lumayan tinggi, tapi tidak perlu mendaki tangga bila menuju kesini dari arah berlawanan atau dari arah kawasan pabrik yang ada disana. Disebelah masjid ini berdiri Sekolah Islam Al-Hidayah.

Masjid Alhidayah Lembah Hijau
Jl. Karet II No.4, Cibatu, Cikarang Sel., Bekasi, Jawa Barat 17530




Merujuk kepada situs milik sekolah tersebut, disebutkan bahwa “Al-Hidayah Islamic School (AHIS) dikelola dan dikembangkan oleh Yayasan Al-Hidayah Lembah Hijau, yang merupakan wadah bagi jamaah Masjid Al-Hidayah untuk mengembangkan Pendidikan dan Dakwah Islam, khususnya di wilayah Lippo CIkarang. Demi terwujudnya masyarakat madani yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam”.

Masjid Al-Hidayah Lembah Hijau dari arah pintu gerbang yang berada di kawasan industri
Maknanya tentu saja bahwa sekolah tersebut merupakan bagian dari Masjid Al-Hidayah ini, dan baik sekolah maupun Masjid berada dibawah pengelolaan Yayasan Al-Hidayah Lembah Hijau. Saat ini sekolah Islam Al-Hidayah ini menyelenggarakan pendidikan tingkat Taman Kanak Kanak sejak tahun 2007 lalu dan Sekolah  Dasar Islam Terpadu.

puncak atap Masjid Al-Hidaya Lembah Hijau
Arsitektur masjid ini  cukup unik terutama pada bagian atapnya yang tak biasa itu. tak ada kubah ataupun atap bersusun tiga. Hanya berbentuk segi empat dan diasalah diletakkan pengeras suara untuk menyuarakan azan, karena bangunannya juga tidak dilengkapi dengan menara.

Puncak atap Masjid Al-Hidayah
Bagian puncak atapnya yang tak biasa ini memang unik dan tak biasa. Bagian itu memang memiliki fungsi yang sama dengan celah yang tercipta diantara tunpukan atap pada masjid dengan atap bersusun seperti yang banyak kita temui. celah celah ini yang menjadi celah masuknya udara dan cahaya matahari sebagai penerangan alami ke dalam masjid.

Interior Masjid Al-Hidayah
interir masjidnya sederhana saja, minimalis dengan banyak bukaan. Ketiga sisi-nya dibiarkan terbuka, memberikan ruang bagi udara luar masuk ke dalam ruangan masjid. Dihari Jum'at penurus masjid memasang tenda di halaman samping dan halaman yang mengarah ke Lembah Hijau untuk menampung jemaah yang membludak. Dan Biasanya  di hari Jum'at, pengurus masjid juga menyediakan air minum dalam kemasan gratis bagi jemaah. 

Toilet dan tempat wudhu

Melihat fisik bangunannya sepertinya bangunan masjid ini sudah dipersiapkan sejak awal untuk dibangun bertingkat. Pada bagian kiri dan kanan bangunan ini sudah disiapkan tangga permanen untuk menuju ke lantai atas.
Papan nama masjid dari arah Lembah Hijau
Bangunan masjid yang dirancang terbuka
------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara
------------------------------------------------------------------

Baca juga Artikel Masjid Masjid Lippo Cikarang Dan EJIP Lain-nya


Minggu, 06 Januari 2013

Masjid Al-Hidayah - Kasuari, Cikarang Baru

Masjid Al-Hidayah di Jalan Kasuari Vi, Cikarang Baru
Masjid Al-Hidayah adalah salah satu dari sekian banyak masjid yang berada di dalam komplek perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Kabupaten Bekasi. Masjid ini berada di kawasan Jalan Kasuari  tak jauh dari (bekas) Pasimal alias Pasar Siang Malam. Di samping Pasimal sendiri berdiri kokoh Masjid Nurul Islam yang baru selesai di renovasi tahun lalu. Di komplek perumahan di seberang Masjid Nurul Islam juga berdiri Masjid Darussalam di Jalan Kedasih IV. Secara administratif, lokasi masjid ini berdiri masuk ke dalam wilayah desa Mekarmukti, kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Masjid Al-Hidayah ini berdiri di jalan Kasuari VI Cikarang Baru. Bila anda masuk ke dalam kawasan industry Jababeka II, setelah melewati patung kuda di bundaran plaza JB, baik lurus ataupun berbelok disanan anda akan menjumpai pabrik PT. Mattel di Jababeka II, lurus sampai menemukan Rumah Sakit Harapan Internasional di perempatan, setelah Rumah Sakit ada jejeran Ruko Roxi. Ruas jalan Kasuari VI berada di sisi kiri jalan utama persis diantara Ruko Roxi dan Pasimal. Masuk ke jalan tersebut, Masjid Al-Hidayah ada disebelah kiri jalan diantara jejeran rumah penduduk.

Masjid Al Hidayah
Mekarmukti, Kec. Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat 17530





Masjid Al-hidayah dibangun berlantai dua, lantai atas ini lebih tepat disebut sebagai mezanin atau Balkoni yang dibangun di atas ruang utama, sebagai area sholat khusus jemaah wanita. Area tersebut disanggah dengan beberapa tiang beton. Area sholat utama berada di lantai dasar untuk jemaah pria. Keseluruhan ruang dalam masjid ini dibangun cukup tinggi, bagian atasnya tidakl diberi plafon dan dibiarkan terbuka dengan dirapikan pada sisi dalam atapnya.

Masjid Al-Hidayah dikelola oleh Yayasan Al-Hidayah yang dibentuk oleh warga muslim setempat. Yayasan ini tidak hanya mengelola masjid tapi juga sudah membentuk lembaga Amil Zakat dengan nama Pondol Z@k@t. selain itu di samping masjid juga sudah berdiri dan beroperasi gedung sekolah Islam untuk anak anak.

Bangunan utama masjidnya sendiri dibangun dengan tap limas bersusun tiga sama seperti beberapa masjid di dalam komplek Perumahan Cikarang Baru lainnya. Dinding ruang utamanya di dominasi oleh jendela jendela kaca ukuran besar untuk memberikan pencahayaan alami ke dalam masjid. sedangkan bagian terasnya di hias dengan bukaan bentuk bentuk kubah.

Karena lokasinya yang berada di dalam komplek perumahan, tidak seperti Masjid Nurul Islam yang berada di sisi jalan raya. Suasana di Masjid Al-Hidayah relative lebih tenang dan hening. Nyaman untuk sholat atau singgah sejenak untuk sekedar melepas lelah.

Exterior Masjid

 

Interior Masjid

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara
------------------------------------------------------------------

Masjid di Lokasi Yang Berdekatan


Minggu, 30 Desember 2012

Magriban di Masjid Agung Karawang

Masjid Agung Karawang

Beberapa orang yang sempat ditanya, bahkan orang Karawang sekalipun, ketika ditanya dimana letak Masjid Agung Karawang ?, kebanyakan orang menunjuk Masjid Al-Jihad di seberang lapang karangpawitan, sebagian orang juga menganggap Lapang Karangpawitan sebagai alun alun Karawang.

 

Maklumlah karena memang dari lokasinya sendiri, Masjid Al-Jihad lebih dekat ke Pusat pemerintahan Kabupaten Karawang, di lokasi masjid ini juga telah dibangun Islamic Center berikut asrama haji-nya Kabupaten Karawang.

 

Sore hingga malam hari disekitar Masjid Agung Karawang ini begitu ramai oleh para pedagang, beberapa diantara mereka bahkan berjualan di area trotoar pas di depan masjid.

Ditambah lagi kenyataan bahwa lapang Karangpawitan masih berfungsi sebagai lapangan terbuka tempat warga Karawang menjalankan berbagai aktivitas, dengan berbagai fungsi layaknya sebuah alun alun kota. Sebenarnya Masjid Agung Karawang berada di Kawasan Teluk Jambe, begitupula dengan alun alun kota Karawang.

 

Hanya saja komplek pemerintahan Kabupaten Karawang sudah sejak lama dipindahkan dari lokasi ini ke lokasinya yang sekarang. Alun alun yang berada di depan masjid Agung pun kini sudah dipagar keliling dan ditengahnya dibangun sebuah monumen. Meski begitu fungsi sebagai Masjid Agung masih dipegang oleh Masjid Agung di Teluk Jambe ini.

 

Lokasi Masjid Agung Karawang

 

Jalan Brigadir Jenderal Polisi Nasuha
Telukjambe, Karawang, Indonesia


 

Suasana sore hari di sekitar Masjid Agung Karawang ini cukup menarik, terutama bagi para pecinta kuliner. Para pedagang aneka makanan berjejer mengitari alun alun di depan masjid agung ini. mulai dari makanan ringan hingga makanan berat berupa ayam kampung goreng dan panggang, soto, baso, es kelapa muda sampai ke penjaja buah rambutan yang lagi musim.

 

Uniknya, khusus untuk makanan berat, apapun menunya nasi yang disajikan sudah dibungkus dalam daun pisang, mirip lontong tapi tanpa isi. Daun pisang yang dijadikan pembungkus nasi itu memberikan aroma yang khas. Sore hari kami tiba disana menjelang matahari terbenam, sambil nunggu beduk magrib ikutan lesehan dulu di salah satu warung ayam kampung bakar yang posisinya pas di depan gerbang masjid Agung ini.

 

sisi depan Masjid Agung Karawang, di bagian depan masjid ini memiliki halaman yang cukup luas yang sudah di lapis dengan keramik lantai. halaman ini juga difungsikan sebagai area sholat saat jemaah membludak. di hari biasa biasanya dijadikan area bermain anak anak kecil.

hmm nyami, ayam kampung bakar memang berbeda dengan ayam negeri, dagingnya memang lebih sedikit karena ukurannya lebih kecil, tapi rasanya sama sekali berbeda dengan ayam boiler yang memang sengaja dipelihara dan dibesarkan sebagai ayam pedaging, sementara ayam kampung biasanya dibiarkan bebas berkeliaran di alam terbuka.

 

Magriban Nyook

 

Menjelang magrib, lantunan ayat suci mulai disuarakan dari pengeras suara ke luar masjid terdengar sampai jauh, dua menit menjelang azan suara lantunan itu berhenti dan pengurus masjid mengumumkan bahwa waktu magrib dua menit lagi, agar para jemaah segera bersiap siap. Dua menit kemudian suara azan terdengar nyaring dari menara masjid.

 

dari arah area parkir

Halaman parkir masjid ini memang tidak terlalu besar, sebagian besar di isi oleh sepeda motor sementara kendaraan roda empat parkir di luar pagar di ruas jalan yang membentang antara masjid dan alun alun. Tempat wudhu terbuka untuk jemaah laki laki disediakan di sebelah kanan masjid.

 

Tempat wudhu utama dibangun di sebelah kiri masjid dibelakang kantor DKM dan IRMA. Area tempat wudhu utama ini dibagi dua. Sebagian khusus untuk jemaah ahwat (wanita) sebagian lagi untuk jemaah ihwan (laki laki ), masing masing lengkap dengan toiletnya. Istriku sedikit mengeluhkan aliran air keran di area wudhu wanita yang katanya mengalir malas malasan alias debitnya kecil.

 

Halaman depan Masjid Agung Karawang

Di hari biasa masjid dua lantai ini hanya dipakai di lantai dasarnya saja termasuk area untuk jemaah wanita. Area jemaah wanita disediakan di sudut kiri belakang lengkap dengan pembatas. Jemaah sholat laki laki diwaktu magrib kali ini cukup ramai, mencapai kira kira hampir setengah ruang sholat utama. Selama sholat diselenggarakan suara bacaan imam tidak diperdengarkan keluar masjid.

 

Masjid Pertama di Jawa Barat dan Banten

 

Menilik sejarahnya, Masjid Agung Karawang ini merupakan masjid pertama di propinsi Jawa Barat dan Banten, meski bangunan masjid yang kini berdiri sama sekali baru, tak ada yang tersisa dari bangunan masjid pertama yang dibangun di tempat ini.

 

Suasana di dalam Masjid Agung Karawang bakda Magrib. suasana di dalam masjid ini sesungguhnya kurang begitu terang dan agak kurang memadai untuk membaca Al-Qur'an dengan penerangan yang ada. cahaya lampu gantung ditengah ruangan masjid ini begitu dominan mengingat lampu penerangan lainnya dipasang cukup tinggi dibawah atap masjid.

Sejarah Masjid Agung Karawang tak lepas dari sejarah masuknya Islam ke Jawa Barat atas jasa Sheikh Quro, yang bernama asli Sheikh Hasanuddin. Beliau tiba di Karawang saat Karawang menjadi pelabuhan penting di kerajaan Tarumanegara hingga era kerajaan Padjajaran. Sebagaimana dijelaskan dengan rinci dalam artikel Masjid Agung Karawang di blog bujangmasjid, rombongan Syeh Quro dengan 2 perahunya datang dari Champa (Kini Vietnam) dan mendirikan pesantren dan Mushola pada tahun 1418 M pada saat kunjungan yang ke dua di pulau Jawa dan memulai menyebarkan Islam.

 

Bermula dari Mushola yang dibangun Sheikh Quro itulah yang dikemudian hari berkembang menjadi masjid, sampai kemudian Nyi Subang Karancang atau Nyi Subang Larang yang merupakan salah satu murid beliau dipersunting oleh Prabu Siliwangi yang tak lain adalah Kakek dari Sunan Gunung Jati. Beberapa sumber lain menyebut bahwa Nyi Subang Larang adalah putrid dari Sheikh Quro. Pernikah merekapun dilaksanakan di Mushola yang  didirikan oleh Sheik Quro tersebut.


foto kiri bawah adalah area berwudhu terbuka bagi jemaah laki laki yang berada disebelah kanan masjid. dari area parkir belok ke kanan.
Dari sejarah tersebut dapat disimpulkan bahwa Masjid Agung Karawang ini telah Eksis jauh sebelum berdirinya Masjid Agung Sang Ciptarasa di komplek Istana Kesepuhan Cirebon dan Masjid Agung Banten di Banten Lama, provinsi Banten. Karena seperti diketahui bahwa Masjid Agung Sang Ciptarasa dibangun oleh Sunan Gunung Jati yang merupakan cucu dari Prabu Siliwangi, Masjid Agung Banten Banten dibangun oleh Putra dari Sunan Gunung Jati alias cicit dari Prabu Siliwangi.

Namun bila ingin berkunjung ke Masjid Agung Karawang, jangan sampai kecewa bila tak menemukan sebuah masjid tua disana ya. Karena memang masjid yang kini berdiri bukanlah bangunan asli dari masa Sheikh Quro melainkan hasil dari serangkaian pembangunan oleh para Bupati yang pernah berkuasa di Kabupaten Karawang, sementara bangunan asli dari masa Sheikh Quro ataupun masa sesudah beliau sama sekali sudah tidak ada bekasnya lagi.***

Klik disini untuk membaca sejarah lengkap Masjid Agung Karawang di bujangmasjid.

---------

Baca Juga Artikel Masjid Masjid di Karawang Lainnya


Minggu, 09 Desember 2012

Masjid Al-Muhajirin, Situ Rawa Bedeng

Masjid Al-Muhajirin, Kampung Bedeng, Desa Medal Krisna, tak jauh dari Situ Rawa Bedeng. (lihat di panoramio)

Kampung Bedeng berada di dalam wilayah Desa Medal Krisna, Kecamatan Bojongmangu, kabupaten Bekasi. Di dalam kampung ini ada sebuah situ (danau kecil) yang begitu tenang. Bernama Situ Rawa Bedeng. Situ yang menjadi sumber pengairan namun kadang kala mengering di saat musim kemarau. Situ seluas 7.7 hektar ini dibawah pengawasan Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Bekasi.

Sumber padi. Nasi yang kita nikmati di meja makan bisa jadi berasal dari sini. (lihat di panoramio)

Untuk mencapai danau kecil ini memang butuh kamauan lebih karena memang letaknya cukup jauh dari pusat keramaian Cikarang. Danau ini dapat di capai dari kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Bekasi di Deltamas menuju ke selatan melewati jalan Tegal Badak Raya menuju pertigaan Instalasi Saluran Udara Tegangan Tinggi (Sutet), dari pertigaan itu ambil jalan lurus (bukan ke kanan) menuju Jalan Pasir Kupang ke Desa Nagasari di Kecamatan Serang Baru. 

Medal Krisna. Ruas jalan yang harus kita lalui berada di pinggiran sawah yang membetang hijau ini. teduh, tenang dan memanjakan mata.  (lihat di panoramio)
Selepas dari Instalasi Sutet ini anda akan merasakan suasana mirip di kawasan Tepi Barat Palestina. Pagar tembok tinggi yang mengelillingi kawasan Industri Indonesia China di sebelah kiri sepanjang jalan menuju desa Nagasari seakan tak putus putus saking panjangnya dengan kelokan kelokan mengikuti kontur tanah yang berbukit bukit serta kelokan jalan.

Bukan iklan bebek matic : situ Rawa Bedeng terlihat indah dan tenang, lumayan buat ngadem mata dan telinga dari kebisingan dan hiruk pikuk.  (lihat di panoramio)
Sepanjang ruas jalan ini terasa cukup adem dengan hembusan angin, maklum lokasinya memang berada dikawasan perbukitan yang terbuka alias gundul. Desa Nagasari dapat langsung dikenali dari kejauhan dari menara Masjid Al-Mualamah di ponpes dengan nama yang sama. Menara masjid bewarna hijau kuning ini berdiri megah di belakang jejeran pasar di pertigaan Jalan Pasir Kupang. Nagasari juga dapat dicapai dari arah jalan Cibenda – Cibutul Limalang – Cibarusah.

Irigasi. Air dari situ Rawa Bedeng ini juga dimanfaatkan untuk pengairan areal pesawahan yang membentang luas di sekitar area tersebut.  (lihat di panoramio)
Dari pertigaan pasir kupang, ambil jalan ke kiri lalu menyeberangi jembatan pasir kupang, tak jauh dari sana ada pertigaan, belok ke kanan menuju ke Medal Krisna. Ikuti saja ruas jalan tersebut. Tak usah khawatir nyasar, jalanannya sudah di beton meski masuk keluar kampung, melewati bentangan sawah yang luas, jalanan naik turun dan berkelok, situ Rawa Bedeng akan anda temui disisi kanan jalan berhadap hadapan dengan gedung SDN Medal Krisna 01. Selamat menikmati suasananya ya.

Masjid Al-Muhajirin Kampung Bedeng.  (lihat di panoramio)
Kembali ke Masjid. Masjid Al-Muhajirin Kampung Bedeng ini letaknya di sebelah kiri jalan sekitar dua ratus meter sebelum mencapai gedung SDN Medal Krisna 01. Bangunan masjid tua berarsitektur asli Indonesia dengan atap limas bersusun yang khas. Cocok untuk disinggahi sebelum atau sesudah ke situ Rawa Bedeng. Masjid ini adalah masjid yang paling dekat dengan situ Rawa Bedeng.

Masjid Al-Muhajirin
Kampung Bedeng RT. 04/03
Desa Medal Krisna, Kecamatan Bojongmangu
Kabupaten Bekasi, Jawa Barat - Indonesia.
            Koordinat Geografi : 6°25'55.77"S 107° 9'53.46"E


So, bagi anda yang senang berkeliling kampung rute perjalanan satu ini dapat dijadikan alternative. Meski memang harus memilih kendaraan yang tepat untuk dipakai. Walaupun ruas jalananya sebagian besar sudah berupa jalan cor, tapi sebaiknya tidak menggunakan kendaraan roda empat dengan ground clearance rendah. Sepeda motor ataupun sepeda gunung bagi yang suka biking jarak jauh juga layak di coba deh.

Ditengah kampung. Masjid Al-Muhajirin ini berada ditengah tengah pemukiman warga kampung Bedeng di desa Medal Krisna. 
Untuk jalur pulang ke Cikarang, dapat ditempuh dengan kembali menyusuri jalan tadi waktu berangkat atau melanjutkan perjalanan menikmati suasana. Tinggal pilih untuk melanjutkan perjalanan ke Desa Bojong Mangu atau ke Situ yang lebih luas dan lebih indah yakni situ Abidin, terserah anda, senyasar nyasarnya mengikuti jalanan di daerah ini, tenang saja anda tak kan nyasar sampai ke Timbuktu. Heheheheh.

SDN Medal Krisna 01  (lihat di panoramio)

Clue nya adalah, tinggal Tanya ke warga setempat, “arah jalan ke Cibarusah Kota”, ingat ya jangan sampai nanya “arah ke Karawang”, jauuh banget brow. Mereka akan dengan ramah menunjukkan jalan untuk anda. Tak perlu khawatir bila anda tak pandai berbahasa Sunda, karena mereka juga fasih berbahasa Sunda-Betawi. Selamat jalan jalan menikmati suasana kampung tanah air.***

Rumah tradisional khas tanah Jawa taj jauh dari Situ Rawa Bedeng.  (lihat di panoramio)
bonus tontonan. Mau Bergabung ?. Mangga atuh lah.

Baca Juga :


Masjid Jami' Al-Mustaqim Sindang Jaya

Masjid Jamie Al-Mustaqim Sindang Jaya Desa Karang Asih, Cikarang Utara.

Masjid bergaya campuran Indonesia dan Arabia ini dapat terlihat dengan jelas kubah biru nya itu dari jalan raya Ki Hajar Dewantara yang membentang dari pertigaan Pilar hingga ke Sukatani. Lokasi komplek masjid ini berada berseberangan dengan SMPN 01 Cikarang Utara.

Lokasinya berdiri memang berada di dalam komplek pemukiman warga. Agak sedikit masuk dari jalan raya. Gerbang menuju ke komplek masjid ini berada tak terlalu jauh dari pertigaan Pilar tempat berdirinya Masjid Jami Nurul Islam Pilar

Masjid Jami' Al-Mustaqim
Jl. Sindang Jaya Rt.03/08 Desa Karang Asih 17530
Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi
Jawa Barat - Indonesia.


Di komplek masjid ini berdiri Yayasan Tarbiyatul Islamiyah Al-Mustaqim yang menyelenggarakan pendidikan tingkat Raudhatul Athfal (RA - Taman Kanak Kanak), Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) dan Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (DTA).

Masjid Jamie Al-Mustaqim Sindang Jaya.
Bangunan masjidnya cukup besar, bahkan sedikit lebih besar dari Masjid Jami Nurul Islam Pilar. Kubah biru nya itu berdiri diatas atap limas bersusun khas Indonesia. Bangunan utamanya juga dilengkapi dengan serambi dengan jejeran pilar pilar bundar menghias bagian ini. 

Masjid Jamie Al-Mustaqim dilihat dari arah jalan raya Ki Hajar Dewan Dara di depan SMPN 01 Cikarang Utara.
Di jam jam sekolah, komplek masjid ini sangat ramai dengan hiruk pikuk anak anak Taman Kanak Kanak Islam yang berada satu komplek dan dikelola oleh masjid ini. lokasinya yang berada ditengah pemukiman dan cukup jauh dari jalan raya utama memberikan keamanan tersendiri bagi murid murid yang bersekolah disini. ***

--------------------------------

Baca juga Artikel Masjid Masjid Cikarang Utara Lain nya