Selasa, 08 Mei 2012

Masjid Al-Muhajirin Karang Baru – Cikarang Utara


Masjid Jami' Al-Muhajirin, Karang Baru, Cikarang Utara (lihat di Panoramio)

Alamat dan Lokasi Masjid Al-Muhajirin

Masjid Al-Muhajirin
Jl. Kesejahteraan No. 61 RT. 06/01
Desa Karang Baru, Kecamatan Cikarang Utara
Kabupaten Bekasi, Jawa Barat
Indonesia


Lihat Masjid Al-Muhajirin Karang Harja di peta yang lebih besar

Untuk mencapai masjid ini tidak begitu sulit. Jalan Kesejahteraan itu tak jauh dari terminal baru Cikarang. Dari Sentra Grosir Cikarang (SGC Mall) ke arah terminal, ambil ruas jalan sisi kanan, setelah jembatan ada gang ke kanan sebelum belok ke Cikarang kaum. Gang itu adalah jalan kesejahteraan. Masuk dalam gang ini, bila berkendaraan roda empat harus extra hati hati karena jalannya yang sempit dan harus extra hari hati juga tentunya karena anda berkendara di kawasan pemukiman padat penduduk.

Masjid Jami' Al-Muhajirin Karang Baru dari atap pasar baru Cikarang.
Kubah tunggal Masjid Al-Muhajirin ini riap riap di kejauhan terlihat dari pelataran parkir lantai tiga Ramayana pasar baru Cikarang, menyembul diantara atap atap rumah penduduk dan bangunan bangunan lainnya. Sebuah masjid tua dalam pemukiman padat penduduk dan lokasinya benar benar berada di tepian kali Cikarang.

Lebih dekat ke menara itu. (lihat di Panoramio)
Bila diperhatikan dari jauh seakan akan kubah tersebut merupakan sebuah kubah menara, tapi ketika di dekati sesungguhnya bukanlah kubah di atap menara masjid tapi sebuah kubah yang diletakkan di atap masjid yang ditinggikan. Memang bentuk atap masjid yang tak biasa, menjadikan masjid kecil dalam kampung satu ini cukup unik dan menarik.

Dua muka Masjid Jami' Al-Muhajirin,
Karang Baru, Cikarang Utara
 

(lihat di Panoramio)
Bisa disebut bahwa masjid satu ini merupakan masjid dengan dua wajah arsitektur. Karena memang memadukan dua unsur arsitektur yang sama sekali berbeda dalam satu bentuk bangunan masjid. Arsitektural asli Indonesia dengan arsitektural Timur Tengah. Bangunan utama masjid ini terdiri dari dua bangunan yang disatukan jadi satu kesatuan.

Bangunan di sisi depan (sisi timur) yang menghadap ke jalan raya dibangun dengan atap bangunan khas Indonesia berupa masjid beratap limas bertumpang dua, sedangkan bangunan disisi belakang (sisi mihrab, sebelah barat) menggunakan atap beton lalu bagian tengah nya ditinggikan seperti menara lengkap dengan kubah di ujungnya. Kubah itu yang terlihat begitu mencolok dari kejauhan.

Atap tinggi menyerupai menara ini dilengkapi denganjendela jendela kaca berlengkung untuk memberikan ruang bagi masuknya cahaya alami ke dalam masjid. Dan untuk menambah keindahan serta untuk pencahayaan di malam hari ditempat itu juga dipasang lampu gantung ukuran besar.

Sisi depan Masjid Jami' Al-Muhajirin
Karang Baru, Cikarang Utara.
Masjid Al-Muhajirin juga di lengkapi dengan tempat berwudhu di sisi kanan dan kirinya. Di sisi kiri masjid ada jalan kecil menuju ke area berwudhu dan toilet serta akses ke pintu samping. Yang merupakan akses ke dua ke dalam masjid selain akses pintu utama di beranda depan yang menghadap ke jalan raya.

Di beranda masjid ini digantung papan nama masjid ini dalam aksara Arab, dengan logo besar seperti logo Muhammadiyah, tapi tidak ada tulisan Muhammadiyahnya. Atau mungkin logo organisasi Islam lainnya kah, sejujurnya saya kesulitan membaca dan memahami logo tersebut, ada yang bisa bantu ?.

jendela dan pintu masjid ini dirancang cukup klasik. Dengan lengkungan di atasnya lalu dipasang kisi kisi dari kayu kayu bundar yang dibubut. Sedangkan dinding sisi depan di berandanya di lapis dengan keramik warna putih. Beranda masjid ini memang cukup sederhana menghadap ke pekarangan kecil di depan masjid, karena memang masjid ini terletak di tengah tengah pemukiman yang padat penduduk.

paduan yang menarik : lampu gantung
dan cahaya matahari yang menerobos
masuk ke dalam ruangan masjid.
Masuk ke dalam masjid, lagi lagi kita akan disuguhi dua corak yang berbeda. Sisi barat (sisi mihrab) masjid, di bawah atap tinggi nya itu, dilapis dengan lantai dan dinding keramik berwarna coklat cerah. Sedangkan sisi depan (sisi selatan, dibawah atap limasnya) dilapis dengan keramik warna putih cerah.

Cahaya matahari menerobos masuk ke dalam masjid dari jendela jendela kaca berukuran kecil yang mengelilingi atap tinggi masjid ini disela sela lampu gantungnya. Sedangkan di ruang sisi timur cahaya masuk dari jendela, karena tidak ada kisi kisi atau jendela kecil di bawah atap limasnya.

Ditilik dari kondisi bangunannya saat ini, sepertinya bagian tertua masjid ini adalah bangunan di sisi timur yang beratap limas, sedangkan bangunan beton disisi baratnya yang dilengkapi dengan atap tinggi menyerupai menara itu sepertinya dibangun kemudian. 

Pertanyaan itu terjawab dari foto udara di Google Maps 20 Juli 2003 di atas yang masih menampilkan bangunan masjid Al-Muhajirin berupa bangunan segi empat dengan atap limas saja. artinya memang bangunan beratap tinggi seperti menara itu dibangun kemudian, setelah tahun 2003.

Masjid jami' Al-Muhajirin diantara rumah rumah penduduk di desa Karang Baru (Lihat di Panoramio)
Secara keseluruhan, kebersihan masjid ini cukup terawat, meskipun perawatan besar sudah dan harus segera dilaksanakan untuk memoles masjid tua ini agar tampak lebih rapi, cerah dan lebih indah.

Interior sederhana Masjid Jami' Al-Muhajirin bagian bangunan baru disisi depan,
bagian bangunan lama disisi belakang.
Qoyimul (pengurus) Masjid Al-Muhajirin Karang Baru yang diketuai oleh Wahidin Absurrahman S.Sos, S.Pd ini secara rutin menyelenggarakan ta’lim bulanan yang biasanya diselenggarakan pada malam hari ba’da sholat Isya. Dengan mengundang uztadh dari berbagai daerah dan ibukota. (Cikarang 6 Mei 2012)

Muhrab dan mimbar Masjid Al-Muhajirin
Pintu utama masjid Al-Muhajirin ke arah jalan raya
Papan nama Masjid Jami' Al-Muhajirin. Saya kurang familiar dengan logo seperti logo
Matahari Muhammadiyah itu. Ada yang tahu ?. (Lihat di Panoramio)
--------------------------------

Baca juga Artikel Masjid Masjid Cikarang Utara Lain nya