Sabtu, 03 September 2011

Masjid An Nur Komplek Ponpes Albarkah II, Lemah Abang


Masjid An-Nur, Komplek Pondok pesantren Albarkah II, Lemah Abang.

Lemang Abang dulunya merupakan nama kecamatan di dalam lingkup wilayah kabupaten Bekasi. Menjadi salah satu basis pejuangan kemerdekaan, wilayah ini dilewati oleh jalur pantura penghubung Bekasi dan Karawang, rute perjalanan para pejuang kemerdekaan dalam salah satu syair CHairil Anwar “Kerawang-Bekasi”. Jalur Kereta Api juga melewati wilayah ini dengan stasiun Lemah Abang-nya.

Namun kini Lemah Abang tak lebih sekedar nama stasiun kereta di Cikarang, setelah kecamatan Lemah Abang kemudian di hapus dan di mekarkan menjadi lima kecamatan, masing masing Kecamatan Cikarang Utara, Cikarang Selatan, Cikarang Timur, Cikarang Barat dan Cikarang Pusat. Lemah Abang sendiri masuk dalam wilayah kecamatan CIkarang Utara.

Tak jauh dari stasiun Kereta Api Lemah Abang ini berdiri sebuah Pondok Pesantren yang sudah eksis sejak jaman perjuangan, yang dibangun dan di kelola oleh ulama CIkarang. Di dalam komplek ini berdiri megah sebuah masjid bernama masjid An Nur yang akan kita bahas dalam artikel singgah ke masjid kali ini. Sebenarnya masjid ini adalah salah satu dari dua Masjid yang dimiliki oleh Ponpes Albarkah. Masjid yang satu lagi juga bernama Masjid An Nur namun berukuran lebih kecil di komplek komplek Albarkah I yang terpisah tak seberapa jauh dari komplek Albarkah II yang kini sedang kita bahas.

Lokasi Masjid An Nur

Seperti disebutkan tadi, Masjid An Nur ini berada dalam komplek Pondok Pesantren Albarkah II. Dapat dicapai dari stasiun kereta api Lemah abang ke arah pasar Cikarang (ke arah Barat). Komplek ponpes AlBarkah ini berada di tepian ruas jalan Pantura yang menghubungkan ruas Cikarang – Karawang. Masjid ini terlihat dengan jelas dari jalan raya dan gerbangnya pun senantiasa terbuka bagi siapa saja yang hendak singgah untuk sholat disana.


View Masjid An Nur in a larger map

Arsitektural Masjid An Nur.

Masjid An Nur ini cukup megah dan luas. Mengingat ponpes Al-Barkan sendiri mengelola pendidikan dari tingkatan taman kanak kanak hingga Lanjutan atas. Wajar bila kemudian masjid nya pun cukup besar untuk menampung santrinya yang cukup banyak. Belum lagi ditambah dengan warga sekitar komplek ponpes yang sama sama menggunakan masjid ini untuk keperluan peribadatan termasuk sholat jum’at, sholat dua hari raya dan hari hari besar Islam lain nya.

Masjid ini dibangun dalam gaya modern dengan tidak menghilangkan arsitektural masjid Indonesia. Empat sokoguru berdiri kokoh di tengah masjid menopang struktur atap. Ke tiga sisi masjid dilengkapi dengan jendela jendela kaca berukuran besar. Di tiga sisi masjid juga dilengkapi dengan teras, plus lantai mezanin yang belum seluruhnya sempurna pembangunannya.

Dua tangga menuju ke lantai mezanin dibangun di sisi kiri dan kanan masjid di bagian luar. Ke dua tangga ini dibangun di dalam bangunan berkubah ditambah dengan empat kubah kecil diseklilingnya. Keseluruhan lantai masjid dari dalam bangunan utama hingga ke teras masjid ditutup dengan keramik bewarna cerah berukuran besar.

Saat ini (awal September 2011/ Syawal 1432H) pengurus sedang melakukan pembangunan pagar depan masjid plus melapisi halaman depan tersebut dengan keramik yang juga berukuran besar bewarna senada dengan lantai keramik teras dan dalam masjid. Pengurus juga membuka kesempatan bagi muslimin manapun untuk turut membantu pembangunan dan masjid ini.

Tempat wudhu tersedia di sisi utara masjid. Salah satu tempat wudhu untuk pria sengaja di bangun disamping kolam ikan yang bahkan sudah dilengkapi dengan air mancur dan saung di atasnya. Sementara tempat wudhu bagi wanita ditempatkan dalam bangunan terpisah juga di sisi utara masjid bersebelahan dengan tempat penitipan alas kaki dan helm. Lahan ponpes ini cukup luas, dan lahan parkir yang tersediapun sangat memadai. Khusus untuk parkir sepeda motor lantainya sudah diperkeras dengan semen. Sedangkan untuk parkir kendaraan roda empat dapat parkir di halaman tengah ponpes dibawah rindang pepohonan.

Ponpes ini biasanya juga dijadikan sebagai salah satu check point bagi para pemudik dalam pejalanan kembali ke Jakarta dan sekitarnya setelah berlebaran di kampung halaman masing masing.  Lahan dan lokasinya yang strategis memang kerap kali dijadikan lokasi check point arus balik pemudik oleh beberapa institusi pemerintah.

Saat kami singgah ke masjid ini untuk sholat jum’at, masjid ini penuh sesak hingga ke teras luar dan lantai mezanin, meski sedang dalam suasana libur lebaram dan para santri sebagian besar sedang mudik ke kampung halaman masing masing. Alhamdulillah.

Interior Masjid An Nur, Komplek pondok pesantren Albarkah II
Dari balik teralis lantai mezanin
Pintu Selatan 
Masjid An Nur, Komplek Albarkah II sebelum ditambah bangunan gerbang & pagar