Tampilkan postingan dengan label Masjid di Sukaresmi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masjid di Sukaresmi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 April 2012

Mushola Al-Wathoniah, Pegaulan - Cikarang Selatan

Mushola Al-Wathoniah di pertigaan pegaulan di seberang gerbang perumahan
Taman Sentosa Cikarang
Yang sering melintas di ruas jalan antara Lippo Cikarang – Jababeka atau sebaliknya, pastinya cukup familiar dengan bangunan mushola yang satu ini, karena memang letaknya berada di sisi ruas jalan tersebut.

Mushola Al-Wathoniah
Jalan Raya Cikarang – Cibarusah (depan gerbang Taman Sentosa)
Kampung Pegaulan, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan
Kabupaten Bekasi 17550. Jawa Barat, Indonesia



Magriban di Mushola Al-Wathoniah

Setidak nya dua kali sehari lewat di depan mushola satu ini di setiap hari kerja dan baru magrib kali ini ketemu namanya. ::: Mushola Al-Wathoniah ::: begitu namanya, kutemukan bukan di papan nama karena memang tak ada papan namanya, nama itu kutemukan di selembar surat permintaan bantuan Peringatan Hari Besar Islam yang ditempel di papan pengumuman berukuran kecil di teras depan-nya.

Layaknya mushola, ukurannya juga tidak terlalu besar, lebih kurang 7 x 7 meter ditambah terasnya di sisi timur dan selatan. Lahan tempatnya berdiripun juga tidak terlalu besar mungkin hanya sekitar 10 x 10 meter. Tapi, lokasi tempat-nya berdiri itu lho, lokasi muahhal hal hal.

dan malam pun mulai turun
Gerbang perumahan Taman Sentosa Cikarang tepat berada di seberang mushola ini. Lahan disepanjang jalan tempat mushola ini berdiri juga sudah dan akan terus di jejali kawasan pertokoan, pusat niaga dan bisnis. Sederet dengan nya sudah berjejer panjang kawasan pertokoan.

Beberapa waktu lalu, bangunan ruko yang tepat bersebelahan disamping mushola ini di robohkan dan diratakan dengan tanah, saya dan beberapa teman yang sering melintas disana sempat mengira hal itu untuk perluasan mushola, eh ternyata salah brow.

Singgah ke sini di waktu magrib, fotonya pun ikutan magrib deh
Rukonya memang dirobohkan, tapi bukan untuk perluasan mushola melainkan untuk dibangun ulang menjadi ruko yang lebih tinggi bin megah weleh weleh weleh. Tembok selatannya bahkan benar benar mepet ke bangunan mushola membuatnya semakin terlihat mungil.

Jalan raya di depan mushola Al-Wathoniah ini memang ruas jalan langganan macet, sulit untuk menemukan ruas jalan ini dalam suasana lenggang kecuali di dua hari raya, saat setengah atau bahkan lebih warga Cikarang rame rame pulang kampung.

Ba'da magrib 
Kemacetan di jam bubar kantor pulalah yang sering kali membawaku mampir kesini, bergabung dengan jemaah jemaah warga setempat dan jemaah singgah yang terjebak diperjalanan dari Lippo Cikarang dan sekitarnya menuju ke arah Jababeka, bersama sama tumpek plek menyesaki mushola mungil ini.

Alhamdulillah di waktu magrib, mushola ini selalu saja ramai jemaah. Jemaah yang datang kemudian lalu melakukan sholat berjamaah di mushola ini pun kadang kadang sudah hampir memenuhi seluruh ruangan. Hanya saja karena ukurannya yang mungil, lahannya juga sempit, tak ada ruang parkir untuk kendaraan roda empat, hanya tersisa sedikit ruang di dalam pagar mushola untuk parkir beberapa kendaraan roda dua.

jemaah magrib gelombang berikutnya
Di sisi selatan mushola ini ada jalan sempit masuk ke pemukiman warga, di dalam sana ada pesantren Nurul Iman dan beberapa pabrik. Kendaraan berat yang beroperasi di sana lalu lalang disamping mushola ini dan tak jarang berkontribusi kepada penyebab kemacetan di lokasi itu.

Sebenarnya, tak jauh dari mushola ini, ada masjid Jamie Al-Muttaqiin masih di Pegaulan yang ukurannya jauhh lebih lega, tapi lokasinya berada di sisi jalan yang berbeda, dijalur ke arah Lippo bukan ke Jababeka. untuk mencapai masjid harus berputar arah di kolong jembatan tol Cikarang, kemacetan parah menuju kesana bisa bisa sudah keburu Isya baru nyampe kesana.

satu dari menara menara mungil Mushola Al-Wathoniah

Arsitektural Mushola Al-Wathoniah

Meski kecil dan imut imut, rancang bangun mushola ini tampil cukup menawan. Dibangun dalam gaya India dan Timur Tengah. Lengkungan lengkungan di selasar dan kubah tunggal di bagian tengah atap merupakan ciri universal sebuah masjid bergaya Timur Tengah. Sedangkan menara menara kecil berbentuk silinder sempurna di atap masjid itu merupakan ciri bangunan bangunan dinasti Islam Mughal di India.

Toilet dan tempat wudhu ada disisi selatan atau di sebelah kiri ketika melintasi pintu pagar mushola. Pasokan air sangat mencukupi. Kebersihan mushola ini juga sangat terjaga. Jadi, untuk anda yang juga sedang terjebak di daerah itu di waktu magrib tiba di hari kerja, sholat magribnya bisa mampir ke Mushola ini. “Kagak ada alasan buat di qodo’”, begitu kata Cikgu. ::: Wassalam
  
Ba'da Magrib
Pilar dan fasad masjid dibawah siraman cahaya lampu jalan
bulan sabit nun jauh di atas sana

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara
------------------------------------------------------------------


Baca juga Artikel Masjid di Sukaresmi Lain-nya

Minggu, 15 April 2012

Masjid Jami’ Al-Muttaqiin Pegaulan, Cikarang

Masjid Jami Al-Muttaqiin Pegaulan, Cikarang Selatan

Al-Muttaqiin, orang orang yang bertaqwa, indah bukan nama masjidnya. Masjid besar dan megah ini berada di ruas jalan super sibuk Cikarang antara kawasan industri Jababeka dan Lippo Cikarang. Kemacetan parah sudah menjadi pemandangan rutin di ruas jalan di depan masjid ini di jam jam sibuk. Parahnya lagi kadang kala di bukan jam sibuk pun kemacetan tetap mewarnai ruas jalan ini.

Tak ada halaman di Masjid Jami Al-Muttaqiin posisinya persis di tepian ruas jalan Cikarang – Cibarusah. Tidak ada tempat yang cukup untuk parkir kendaraan roda empat selain di tepi jalan. Bangunan masjid ini juga sudah terkepung oleh bangunan disekelilingnya.

Lokasi Masjid Jami’ Al-Muttaqiin

Masjid Jami' Al-Muttaqiin - Pegaulan
Jl. Raya Cikarang - Cibarusah, Kp. Pagaulan
Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan
Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Indonesia




Masjid Jami Al-Muttaqiin dibangun dua lantai dengan konstruksi beton bertulang, di dalam masjid ini terasa adem, tenang meski sedikit berisik oleh suara lalu lintas kendaraan. Dinding beton masjid yang massif ditambah dengan penggunaan pintu kaca rapat cukup membantu meredam bisingnya jalan raya.

Sisi Mihrab dari luar

Letak Masjid berada disisi timur jalan raya, sisi kiblat dan mihrab masjid hanya dipisahkan oleh trotoar dengan jalan raya. wajar bila kemudian dinding masjid ini dibuat masif dengan bahan beton, jendela jendela kaca dan pintunya pun dibuat demikian rapat untuk mengurangi kebisingan dari lalu lalang kendaran bermotor.

Nama Masjid di bagian depan

Mihrab masjid sisi luar menghadap ke jalan raya menggunakan langgam eropa dengan dua pilar bundar berukuran besar. Lengkungannya dihias dengan kaligrafi Al-Qur'an. Untuk penerangan alami disisi atas mihrab dilengkapi dengan ventilasi cahaya menggunakan glas es segi empat disusun mengikuti lengkungan diatasnya. Nama masjid di pasang pada lengkungan beton disisi atas, cukup nyentrik.

Interior Masjid di lantai dasar

Hamparan sajadah warna merah menyala menyebarkan suasana cerah di dalam masjid. bangunan masjid dua lantai ini dilengkapi area void disisi depan, jelas menunjukkan bahwa lantai dua masjid ini juga difungsikan sebagai area sholat. Mihrab masjid yang terlihat menonjol dari luar disi dalamnya tampak terang benderang dari cahaya alami yang meneros masuk dari ventilasi.


Interior masji di lantai dua

Area lantai dua Masjid Jami' Al-Muttaqiin dengan deretan pilar beton bundar. kesemua pilar beton ini dicat sedemikian rupa menyerupai batu pualam, untuk memberikan kesan alami. sementara lantainya menggunakan bahan keramik. di hari Jum'at area ini sangat terasa manfaatnya untuk menampung jemaah Sholat Jum'at dari masyarakat muslim sekitar masjid.


pernak pernik interior

Lampu gantung, Mihrab dan Mimbar dan hamparan sajadah panjang memang sudah menjadi ciri khas interior masjid. mimbar di masjid ini tidak berbentuk tangga tapi menggunakan mimbar berpodium ukuran kecil terbuat dari kayu berukir.

Demo buruh Cikarang

27 Januari 2012 lalu, Masjid Jami' Al-Muttaqiin Pegaulan ini menjadi saksi bisu ketika ribuan buruh dari berbagai serikat buruh bergabung ke dalam aksi Buruh Bekasi Bergerak (BBB) melakukan demo dengan longmarch dari kawasan Industri Jababeka ke Kawasan Lippo Cikarang menuntut penetapan UMK berdasarkan SK Gubernur Jabar dan meminta PTUN Bandung menolak gugatan Apindo. demonstrsai BBB tersebut berakibat pada lumpuhnya Cikarang hingga ke Jakarta sejak pagi hari hingga dini hari.

-----------------------ooOOOoo-----------------------


Jumat, 08 April 2011

Masjid Jami Al-Istiqomatul Munawwaroh, Kampung Leweung Malang

Masjid Jami' Al-Istiqomatul Munawaroh. Menjelang magrib.

Lokasi Masjid Jami Al-Istiqomatul Munawwaroh

Masjid ini berada di kampung yang sama dengan masjid Jami’ Sirojul Huda yang sudah di posting sebelumnya di blog ini. Namun berbeda dengan masjid Sirojul Huda yang terletak di tepian jalan utama, masjid Al-Istiqomatul Munawwaroh sedikit masuk ke dalam gang, berada di tusuk sate gang masjid, sehingga bangunan masjid ini dapat dilihat dari jalan raya di muara gang masjid.



Secara administratif masjid ini masuk dalam wilayah kampung Leweung Malang, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, kabupaten Bekasi, propinsi Jawa Barat. Bila dari arah pintu tol cikarang barat / lemah abang,belok ke kanan ke arah Lippo Cikarang. Beberapa meter melewati perempatan Lippo Cikarang ke arah Cibarusah masjid ini berada dalam gang pertama setelah perempatan di sebelah kanan jalan, muara gang ini berada persis di posisi U-turn, jalan raya Cibarusah.

Masjid Jami' Al-Istiqomatul Munawwaroh
Jl. Raya Cikarang Cibarusah No.16, Sukaresmi
Cikarang Selatan, Kab. Bekasi, Jawa Barat 17530



Leweung, dalam bahasa Sunda bermakna hutan, dan Malang berarti Melintang. Leweung Malang secara harpiah berarti Hutan yang melintang. Namun jangan berpikir bahwa masjid ini berada di tengah hutan. Leweung malang yang menjadi nama kampung ini tinggallah sebuah nama belaka.

Bahkan kata kampung sendiri sudah tak lagi cocok dengan kawasan yang sudah menjadi kawasan konsentrasi pemukiman penduduk diantara dua kawasan Industri besar di Cikarang Selatan ini. Tak ada sepotong hutanpun lagi di kampung ini.

Ketika waktu magrib tiba di Masjid Al-Istiqomatul Munawwaroh
Satu hal yang sangat menyenangkan singgah sholat di masjid ini. Jemaah sholatnya begitu ramai. Ukuran masjid ini lumayan besar. Di dua sholat wajib ; magrib dan isya jemaah (laki laki) nya memenuhi hingga ¾ dari ruangan utama masjid. jemaah nya pun dari berbagai usia mulai dari anak anak hingga jemaah yang sudah punya anak dan cucu cucu.

Arsitektural Masjid

Ruangan utama masjid keseluruhannya ditutup dengan karpet. Ke tiga sisi masjid dilengkapi dengan masing dua pintu. Jadi secara keseluruhan masjid ini memiliki enam pintu utama. Sejatinya bangunan utama masjid ini merupakan masjid berarsitektur asli Indonesia dengan atap limas bersusun. Namun kemudian ditambahkan bangunan tambahan di tiga sisi masjid.

Jejeran pilar beton di teras depan Masjid yang merupakan area tambahan bagi jemaah

Bangunan tambahan teras di sisi depan (timur) dan sisi kiri (selatan) masjid ini cukup luas.  Teras depan masjid ditopang oleh dua deretan pilar beton. Sementara bangunan sisi kiri (selatan) sebagian kecilnya diberi partisi sebagai tempat sholat khusus jemaah wanita.

Tempat wudhu dan toilet juga terletak di sisi kiri (selatan) masjid bagian belakang. Tempat wudhu bagi jemaah pria dan wanita ditempatkan terpisah. Tidak ada penanda tentang tahun pembangunan masjid ini. Namun dari fisiknya sepertinya masjid ini sudah cukup tua.

Jendela dan Pintu masjid ini menggunakan bentuk sederhana dengan kaca nako yang populer di era 70-80an
Pintu dan jendela masjid ini tidak terlalu tinggi. Sepertinya memang dibangun sesuai dengan gaya arsitektur ketika masjid dibangun, dibuat dalam ukuran normal pintu pintu rumah penduduk disekitar masjid. satu hal yang cukup menarik perhatian adalah dinding depan masjid (sisi mihrab), dinding dibagian ini telihat dua kali lebih tebal dibandingkan dengan tembok disisi yang lain.

Letaknya yang sedikit masuk ke dalam gang membuat suasana cukup tenang, jauh dari hingar bingar lalu lintas kendaraan. Sekeliling tembok bagian dalam sebelah atas di hias dengan kaligrafi sederhana 99 nama nama Alloh. Sedangkan di tembok bagian bawah di beri kaligrafi sederhana dari kayu tulisah shap dalam hurup arab sebagai penanda gari shap jemaah. Meski penanda ini tinggal hiasan saja karena keseluruhan lantai masjid sudah di lengkapi dengan karpet sajadah.

Interior Masjid. dalam suasana setelah sholat magrib
Empat tiang utama masjid ini berbentuk segi empat berdiri kokoh di bagian tengah masjid menyanggah struktur atap. Namun bentuk atap limas nya tidak terlihat dari dalam karena plafon masjid memang tidak dipasang mengikuti kontur atap. Dibagian bawah atap limas tertinggi dipasang jendela jendela kaca berukuran kecil sebagai jalan masuk sinar matahari di siang hari.

Aktivitas Masjid

Masjid yang cukup besar ditambah lagi dengan terasnya yang lega ini terasa sempit bila hari jum’at tiba. Jemaah yang membludak tidak saja memenuhi halaman masjid tapi bahkan meluber hingga ke satu satunya jalan akses ke masjid ini. Sebagian jemaah bahkan sholat di teras teras rumah penduduk di sekitar masjid.

ruang mihrab masjid ini begitu kokoh dengan dua lapis tembok.
Sudah tradisi di masjid ini, disetiap malam Jum’at bakda magrib di adakan acara yasinan dan zikir berjamaah dipimpin oleh imam masjid. acara ini digelar hingga waktu sholat Isya tiba. Tak hanya itu masjid ini juga rajin mengadakan acara santunan bagi anak anak yatim warga sekitar, foto foto aktivitas tersebut dipajang di tembok depan masjid. berjejer dengan dispenser air minum yang memang disediakan gratis bagi jemaah.

Selain ini itu di sisi utara bangunan masjid berdiri gedung Madrasah diniyah yang juga dikelola oleh masjid jami’ ini. Pengelolaan keuangan masjid yang kepengurusannya kini dibawah komando Ustadz Mazduki beserta jajarannya, juga begitu transaparan. Laporan neraca keuangan dipajang di papan pengumuman di dekat tembok depan masjid, tak hanya itu, potokopi buku tabungan masjid pun turut dipasang disana.

Jejeran pilar depan dilihat dari depan masjid.
Transparansi seperti ini mungkin terlihat kecil tapi sangat berarti dan bermanfaat. Selain sebagai catatan dan arsip pengelola masjid tapi juga turut memacu semangat jemaah untuk berkontribusi memakmurkan masjid tanpa harus bertanya tanya atau bahkan bersu’uzon atas donasi yang mereka berikan. (Cikarang, 07 April 2011).


Foto foto Masjid Jami' Al-Istiqomatul Munawwaroh


Meski beratap limas bersusun, masjid ini juga dilengkapi dengan
kubah bentuk bawang dari bahan alumunium.
salah satu dari dua akses ke dalam masjid di bagian depan

Papan pengumuman masjid, dan disebelahnya adalah rangkaian foto foto kegiatan masjid.
ini adalah salah satu dari dua pintu depan masjid. pintu yang ada dalam foto ini ada pintu yang terletak di sebelah kanan.
Masjid Al-Istiqomatul Munawwaroh dilihat adari arah jalan raya cikarang-cibarusah.

Updated : 10-Des-2015


--------------------------------

Data Base Artikel Masjid Masjid Cikarang Selatan




Minggu, 27 Maret 2011

Sejenak Selepas Sholat Jum'at di Masjid EJIP

Apa yang anda lakukan selepas sholat Jum’at ? pastinya beragam donk.
Foto foto berikut moment sejenak selepas sholat Jum’at di Masjid Al-Istiqomah Kawasan Industri EJIP Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.


Khusuk berdoa. Dinatara jemaah yang tiduran, ngaso sejenak sebelum kembali beraktivitas, masih ada yang khusuk berdoa bermunajad kepada Alloh Subhanahuwata'ala.
Perlahan Sepi. Ruangan masjid berangsur kosong, jemaah sholat jum'at satu persatu pergi kembali ke aktivitas masing masing
Seperti sudah di singgung di posting sebelum-nya, masjid Al-Istiqomah di kawasan EJIP ini selalu ramai oleh para pedagang di pekarangan nya hanya setiap hari Jum'at.

Tenda besar yang pasang di pekarangan Masjid pun sunyi dalam sekejap begitu sholat Jum'at usai. tersisa beberapa jemaah yang memanfaatkan sisa waktu istirahat

Artikel Masjid Al-Istiqomah baca disini


Kamis, 13 Januari 2011

Masjid Jami Sirojul Huda – Leweung Malang

Masjid Jami' Sirojul Huda ba'da asyar.

Alamat Masjid

Jalan raya Cikarang – Cibarusah
Kampung Leweung Malang, Desa Sukaresmi
Kecamatan Cikarang Selatan
Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Lokasi Masjid

Lokasi masjid ini tak jauh dari pintu gerbang kawasan industri EJIP Cikarang Selatan di ruas jalan ke arah Cibarusah.  Dari depan pasar central Lippo Cikarang dapat terlihat dengan jelas menara dan kubah masjid ini di arah utara.




Pertama kali singgah ke masjid ini, Waktu Magrib di bulan Mei 2007 lalu bersama seorang teman, sepulang dari job interview. Kala itu masjid ini belum seindah sekarang. Struktur bangunan sudah terbentuk tapi masih jauh dari sempurna, halaman masjid masih dari tanah, becek sehabis hujan. Lantai dua sudah terbentuk tapi masih berlantai semen kasar. Lantai dasar nya sudah berkeramik tapi tembok dan lain nya masih belum dirapikan.

Tempat wudhu masih berupa bangunan kayu, sepertinya bekas rumah sederhana atau bangunan sejenis yang kemudian di alih fungsi menjadi salah satu bangunan penunjang masjid. Keran air wudhu dipasangkan ke tembok bersama sama dengan pipa pipa air. 

Mihrab dan mimbar Masjid Jami' Sirojul Huda.
Toilet nya berada di belakang masjid terpisah dari masjid dan bangunan tempat wudhu. Hingga kini toilet tersebut masih difungsikan meski sudah sangat jauh berbeda dengan kondisi tahun 2007. 

Sampai tahun 2008 dipojok kiri pekarangan masjid masih ada bangunan kecil terbuka tempat menyimpan hiasan makam yang di jual di pinggiran jalan di depan masjid. Lantai dua masjid sudah di keramik meski kadang bila sholat jum’at tiba, lantainya masih belum selesai dibersihkan dari debu dan puing pekerja yang merapikan interior masjid. Pagar lantai dua yang memberikan ruang terbuka ke lantai satu masih di ikatkan ke empat sokoguru masjid ditambatkan dengan bambu besar.

Mezanin di lantai dua.
Foto yang dipasang disini diambil ahir Desember lalu. Meski memakan waktu yang cukup lama membangun masjid ini, namun hasilnya cukup membanggakan. Interior masjid terlihat sangat kokoh dengan empat soko guru segi empat di bagian tengah masjid menyanggah struktur lantai dua langsung ke kubah utama masjid. Deretan tiang beton disekitarnya menambah kesan kekokohan masjid ini.

Lantai dua dilengkapi dengan mezanin untuk menambah daya tampung masjid. Ornamen bagian atas mihrab dibuat cukup detil dalam warna emas berlatar biru. Pencahayaan ruang mihrab di siang hari cukup terang dengan satu kaca bukaan yang ditutup dengan kaca bermozaik dengan lafaz Allah.

Ornamen di fasad depan.
Masjid ini juga dilengkapi dengan empat menara kecil di setiap sudut atap nya. Masing masing menara kecil ini dilengkapi dengan kubah. Ke empat empatnya tidak dilengkapi dengan struktur tersendiri tapi menyatu dengan atap, dari bagian dalam masjid terlihat bulatan kosong langsung ke kubah menara. Cahaya dari jendela jendela kecil di tiap menara ini menerobos masuk ke dalam masjid menambah penerangan di siang hari.

Lantai dua dan mezanin tidak dilengkapi dengan jendela terbuka, semua jendela di tutup dengan kaca, untuk keamanan juga tentunya. Sementara untuk ventilasi udara di atasi dengan dinding kerawang dengan ornamen geometris. Keseluruhan lantai ditutup dengan granit memberikan sedikit kesejukan di panasnya udara Cikarang.

Dari mezanin lantai dua.
Halaman masjid kini sudah di tutup dengan paving blok, tak ada lagi becek meski hujan deras. Sudah ada lagi bangunan di halaman masjid, hanya ada beduk yang diletakkan disana lengkap dengan atapnya.

Khutbah berbahasa Arab

Pernah sekali waktu ketika sholat jum’at di masjid ini sempat terbengong bengong. Dalam hati sempat bertanya tanya ‘kenapa panjang sekali mukadimah khutbah dari khatib hari ini?” ternyata beliau tidak sedang membacakan mukadimah khutbah, karena ternyata keseluruhan isi khutbahnya disampaikan dalam bahasa Arab, dari awal hingga selesai. 

lafadz ALLAH di sisi mihrab.
Cukup baik guna mempertahankan tradisi dan menginduksi jemaah untuk belajar bahasa Arab, tapi menjadi tak efektif untuk menyampaikan isi khutbah karena jemaah sepertinya tak satupun yang mengerti apalagi fasih berbahasa Arab.

Pesantren Sirojul Huda

Di bagian belakang masjid ini berdiri Pondok pesantren Sirojul Huda dibawah asuhan Ustadz Jalal. Ustadz yang juga sering menyampaikan khutbah jum’at di masjid ini. Santri pesantren ini juga turut menyemarakkan masjid. Masjid Sirojul Huda dibangun di atas tanah wakaf. Biaya pembangunan masjid berasal dari sumbangan para jemaah, seperti kebanyakan masjid masjid di tanah air lain nya. Di halaman bagian timur masjid berjejer makam mereka yang pastinya memiliki andil atas pendirian masjid ini.

Foto foto Masjid Sirojul Huda

foto foto berikut diabadikan di dua waktu berbeda, ba'da Ashar dan ba'da Isya.

Masjid Jami Sirojul Huda.
Masjid Jami Sirojul Huda ba'da Isya.
Masjid Jami Sirojul Huda dari seberang jalan.
Masjid Jami Sirojul Huda ba'da isya dari seberang jalan.
Ornamen fasad depan Masjid Sirojul Huda.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------