Jumat, 27 April 2012

Mushola Al-Wathoniah, Pegaulan - Cikarang Selatan

Mushola Al-Wathoniah di pertigaan pegaulan di seberang gerbang perumahan
Taman Sentosa Cikarang
Yang sering melintas di ruas jalan antara Lippo Cikarang – Jababeka atau sebaliknya, pastinya cukup familiar dengan bangunan mushola yang satu ini, karena memang letaknya berada di sisi ruas jalan tersebut.

Mushola Al-Wathoniah
Jalan Raya Cikarang – Cibarusah (depan gerbang Taman Sentosa)
Kampung Pegaulan, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan
Kabupaten Bekasi 17550. Jawa Barat, Indonesia


View Mushola Al-Wathoniah Pegaulan in a larger map

Magriban di Mushola Al-Wathoniah

Setidak nya dua kali sehari lewat di depan mushola satu ini di setiap hari kerja dan baru magrib kali ini ketemu namanya. ::: Mushola Al-Wathoniah ::: begitu namanya, kutemukan bukan di papan nama karena memang tak ada papan namanya, nama itu kutemukan di selembar surat permintaan bantuan Peringatan Hari Besar Islam yang ditempel di papan pengumuman berukuran kecil di teras depan-nya.

Layaknya mushola, ukurannya juga tidak terlalu besar, lebih kurang 7 x 7 meter ditambah terasnya di sisi timur dan selatan. Lahan tempatnya berdiripun juga tidak terlalu besar mungkin hanya sekitar 10 x 10 meter. Tapi, lokasi tempat-nya berdiri itu lho, lokasi muahhal hal hal.

dan malam pun mulai turun
Gerbang perumahan Taman Sentosa Cikarang tepat berada di seberang mushola ini. Lahan disepanjang jalan tempat mushola ini berdiri juga sudah dan akan terus di jejali kawasan pertokoan, pusat niaga dan bisnis. Sederet dengan nya sudah berjejer panjang kawasan pertokoan.

Beberapa waktu lalu, bangunan ruko yang tepat bersebelahan disamping mushola ini di robohkan dan diratakan dengan tanah, saya dan beberapa teman yang sering melintas disana sempat mengira hal itu untuk perluasan mushola, eh ternyata salah brow.

Singgah ke sini di waktu magrib, fotonya pun ikutan magrib deh
Rukonya memang dirobohkan, tapi bukan untuk perluasan mushola melainkan untuk dibangun ulang menjadi ruko yang lebih tinggi bin megah weleh weleh weleh. Tembok selatannya bahkan benar benar mepet ke bangunan mushola membuatnya semakin terlihat mungil.

Jalan raya di depan mushola Al-Wathoniah ini memang ruas jalan langganan macet, sulit untuk menemukan ruas jalan ini dalam suasana lenggang kecuali di dua hari raya, saat setengah atau bahkan lebih warga Cikarang rame rame pulang kampung.

Ba'da magrib 
Kemacetan di jam bubar kantor pulalah yang sering kali membawaku mampir kesini, bergabung dengan jemaah jemaah warga setempat dan jemaah singgah yang terjebak diperjalanan dari Lippo Cikarang dan sekitarnya menuju ke arah Jababeka, bersama sama tumpek plek menyesaki mushola mungil ini.

Alhamdulillah di waktu magrib, mushola ini selalu saja ramai jemaah. Jemaah yang datang kemudian lalu melakukan sholat berjamaah di mushola ini pun kadang kadang sudah hampir memenuhi seluruh ruangan. Hanya saja karena ukurannya yang mungil, lahannya juga sempit, tak ada ruang parkir untuk kendaraan roda empat, hanya tersisa sedikit ruang di dalam pagar mushola untuk parkir beberapa kendaraan roda dua.

jemaah magrib gelombang berikutnya
Di sisi selatan mushola ini ada jalan sempit masuk ke pemukiman warga, di dalam sana ada pesantren Nurul Iman dan beberapa pabrik. Kendaraan berat yang beroperasi di sana lalu lalang disamping mushola ini dan tak jarang berkontribusi kepada penyebab kemacetan di lokasi itu.

Sebenarnya, tak jauh dari mushola ini, ada masjid Jamie Al-Muttaqiin masih di Pegaulan yang ukurannya jauhh lebih lega, tapi lokasinya berada di sisi jalan yang berbeda, dijalur ke arah Lippo bukan ke Jababeka. untuk mencapai masjid harus berputar arah di kolong jembatan tol Cikarang, kemacetan parah menuju kesana bisa bisa sudah keburu Isya baru nyampe kesana.

satu dari menara menara mungil Mushola Al-Wathoniah
Arsitektural Mushola Al-Wathoniah

Meski kecil dan imut imut, rancang bangun mushola ini tampil cukup menawan. Dibangun dalam gaya India dan Timur Tengah. Lengkungan lengkungan di selasar dan kubah tunggal di bagian tengah atap merupakan ciri universal sebuah masjid bergaya Timur Tengah. Sedangkan menara menara kecil berbentuk silinder sempurna di atap masjid itu merupakan ciri bangunan bangunan dinasti Islam Mughal di India.

Toilet dan tempat wudhu ada disisi selatan atau di sebelah kiri ketika melintasi pintu pagar mushola. Pasokan air sangat mencukupi. Kebersihan mushola ini juga sangat terjaga. Jadi, untuk anda yang juga sedang terjebak di daerah itu di waktu magrib tiba di hari kerja, sholat magribnya bisa mampir ke Mushola ini. “Kagak ada alasan buat di qodo’”, begitu kata Cikgu. ::: Wassalam
  
Ba'da Magrib
Pilar dan fasad masjid dibawah siraman cahaya lampu jalan
bulan sabit nun jauh di atas sana