Sabtu, 25 Juli 2020

Masjid SayidulShuhada' Jabal Uhud

Masjid SayyidulSyuhada berlatar belakang Jabal Uhud yang kemerah merahan.

Masjid SayyidulShuhada adalah masjid yang dibangun oleh pemerintah Arab Saudi di kaki gunung Uhud (Jabal Uhud) Madinah Al-Munawwaroh. Pembangunan masjid ini dilakukan selepas musim haji tahun 2012[i] dan selesai pada tahun 2015[ii]  dengan tujuan utama sebagai tempat sholat bagi para pengunjung salah satu situs paling bersejarah dalam sejarah Islam tersebut.

Sebelumnya belum ada masjid besar yang cukup refresentatif untuk dapat menampung para pengunjung yang cukup ramai di lokasi tersebut, para pengunjung ke Jabal Uhud akan bersegera meninggalkan tempat tersebut menjelang waktu sholat Zuhur  untuk dapat menunaikan sholat berjamaah di Masjid Nabawi.

Masjid SayidulShuhada' Jabal Uhud
Nusaybah Ibn Kab, Sayyid al-Shuhada, Medina 42321, Arab Saudi


Lokasi Jabal Uhud memang tidak terlalu jauh dari lokasi ini dengan berkendaraan. Sehingga sebelum masjid ini dibangun, Jabbal Uhud hanya ramai pengunjung di pagi hari hingga menjelang waktu zuhur. Dengan dibangunnya masjid ini, para pengunjung dapat menunaikan sholat zuhur berjamaah di masjid baru tersebut tanpa harus buru buru meninggalkan lokasi.

Arti Penting Jabal Uhud

Jabal Uhud atau secara harfiah dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai Gunung Uhud, memiliki arti yang teramat penting dalam sejarah Islam. Gunung ini menjadi saksi salah satu peperangan dasyat antara kaum Muslimin menghadapi Kafir Quraish Mekah yang menyerbu Madinah. Perang Uhud terjadi pada tanggal 15 Syawal 3H, atau sekitar bulan Maret 625M.

Masjid SayidulSyuhada Jabal Uhud dari atas Bukit Pemanah, tampak di kejauhan di sebelah kiri bangunan Masjid dalam pagar berbentuk persegi panjang adalah hamparan Makam para Syuhada perang Uhud.
Dalam hitungan matematika, perang Uhud bukanlah perang yang seimbang, mengingat jumlah pasukan kaum muslim hanya 700 orang sedangkan pasukan Kafir Quraish Mekah mencapai 3000 orang. Namun dengan strategi perang yang cerdas pada permulaan perang kaum muslimin mampu menguasai medan perang dan membuat pasukan musuh lari tunggang langgang meninggalkan medan perang.

Dan saat itu pasukan pemanah yang ditugasi secara terus menerus menghujani pasukan musuk dengan anak panah, meninggalkan pos nya dari atas bukit karena tergiur dengan harta benda yang ditinggalkan pasukan musuh. Kondisi pun berbalik manakala unit pasukan musuh yang lainnya menyerang dari arah berlawanan. 

BUKIT PEMANAH Adalah bukit batu kecil yang tampak disebelah kiri masjid di dalam foto. Dalam sejarahnya 50 orang pasukan pemanah diperintahkan oleh Rosulullah untuk mengambil tempat di atas bukit tersebut dan terus menghujani pasukan musuh dengan anak panah.
Perang Uhud meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi kaum muslimin, 70 orang dari pasukan kaum muslimin syahid di kancah perang ini termasuk paman Rosulullah, Hamzah Bin Abdul Mutholib.

Kesan mendalam dari perang Uhud ini bahkan disebutkan dalam Al-Qur’an (surah Ali-Imron ayat 151, 152, 153) dan begitu banyak hadist yang meriwayatkan tentang perang tersebut dan tentang Jabal Uhud nya sendiri.

Landscape View Jabal Uhud dari atas Bukit Pemanah.

Gunung Yang Menyendiri

Gunung Uhud adalah gunung batu bewarna kemerah merahan yang panjangnya sekitar 7 km, lokasinya sekitar 5 km disebelah utara Masjid Nabawi. Memiliki tiga puncak dan bagian paling tinggi dari Gunung Uhud ini sekitar 1.050 meter dari permukaan laut, dan tidak seperti gunung gunung atau bukit bukit lainnya di Madinah yang sambung menyambung dengan gunung atau bukit lain nya, gunung Uhud ini berdiri sendiri sehingga penduduk Madinah menyebutnya sebagai Jabal Uhud (gunung atau Bukit yang menyendiri).

Lokasi perang Uhud berada di lembah di sisi selatan gunung Uhud, saat ini kawasan ini sudah menjadi kawasan hunian penduduk yang cukup padat. Adapun kawasan bersejarah tempat terjadinya perang Uhud kini berada di satu komplek yang bila di dilihat dari udara berbentuk oval dikelilingi oleh jalan raya yang cukup lebar.

Pemakaman para Syuhada perang Uhud kini berada di pagar keliling, pengunjung hanya bisa berziarah dari luar pagar.  Ditempat ini, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga memasang banner dalam ukuran besar tentang tata cara berziarah sesuai dengan tuntunan sunah Rosulullah S.A.W dalam berbagai bahasa.

Masjid dan Makam Syuhada Perang Uhud

Di dalam komplek ziarah Jabal Uhud terdapat Makam 70 Syuhada Uhud termasuk makam paman Rosulullah, Hamzah bin Abdul Mutholib. Komplek makam ini kini dipagar keliling cukup tinggi sehingga para peziarah hanya bisa melihat ke dalam dari balik pagar.

Di dalam pagar komplek makam yang terlihat hanya hamparan tanah kosong tanpa nisan ataupun gundukan tanah seperti di pemakaman Baqi.Lokasi pemakaman Syuhada Uhud ini berada di tengah tengah komplek dengan ukuran hamper seluas lapangan sepak bola, membujur utara selatan.

DI DALAM KOMPLEK MAKAM SYUHADA PERANG UHUD. Tempat ini memberikan pelajaran teramat berharga bagi siapa saja yang datang berziarah, bahwa tak secuil pun dari isi dunia ini yang akan kita bawa saat kita mati, bahkan kubur pun tak ada penandanya.

Masjid SayyidulShuhada Uhud berada di sebelah timur komplek makam para syuhada. Masjid ini cukup besar, luasnya hampir dua kali lipat dari luas pemakaman para syuhada Uhud. Masjid megah dengan gaya modern dan sentuhan Arabia yang sangat kental, dengan fasilitas lengkap.berdenah persegi panjang juga membujur utara selatan.

Masjid SayyidulSyuhada Jabal Uhud dibangun dengan menara kembar dan satu kubah di bagian atapnya. Dua menara kembarnya dibangun mengapit bangunan masjid di sisi tengah, sedangkan kubah tunggalnya dibangun di atas ruang sholat utama dekat dengan area mihrab di sisi selatan bangunan. Kiblat sholat di kota Madinah menghadap ke selatan, karena Ka’bah di kota Mekah berada di selatan kota Madinah.

Masjid Sayidul Syuhada dibalik Bukit Pemanah berlatar belakang Jabal Uhud.

Di dalam komplek ini juga terdapat beberapa bangunan sekolah yang diberi nama Sekolah Hamzah Bin Abdul Mutholib, pasar dan lahan parkir kendaraan yang cukup luas disebelah barat bukit pemanah serta di sebelah timur dan selatan Masjid SayyidulSyuhada.

Bukit Pemanah

Di sebelah selatan pemakaman Syuhada dan Masjid SayyidulSyuhada terdapat sebuah bukit batu yang tidak terlalu tinggi, disebut sebagai Bukit Pemanah atau Jabal Rumma, Jabal Rumat atau Jabal Rumah. Disebut demikian karena memang pada peristiwa perang Uhud, di atas bukit inilah 50 orang pasukan pemanah diperintahkan oleh Rosulullah untuk mengambil tempat disana dan terus menerus menghujani pasukan kafir Quraish dengan lemparan anak panah.

Masjid Sayidul Syuhada dari arah area parkir sisi barat.

Saat memasuki komplek pemakaman Syuhada Uhud, dari dalam kendaraan para peziarah akan langsung dapat melihat bukit pemanah ini dengan latar belakang menara Masjid SayyidulSyuhada. Tingginya hanya sekitar sepuluh meter dari permukaan tanah dan cukup mudah untuk di daki, sehingga begitu banyak peziarah yang menyempatkan diri untuk naik ke bukit ini.

Dari atas bukit pemanah kita dapat leluasa melihat ke sekeliling, termasuk melihat gunung Uhud secara utuh. Masjid SayyidulSyuhada, komplek makam para Syuhada Perang Uhud di sebelah utaranya dan panorama disekitarnya. Dari atas bukit Pemanah ini kita juga dapat melihat hamparan kebun kebun qurma di kaki gunung Uhud yang tampak menghijau dari kejauhan.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hindari komentar yang berbau SARA