Sabtu, 28 Maret 2020

Masjid Quba vs Masjid Dhirar

Masjid Quba.

Membahas tentang Masjid Quba di Madinah rasanya kurang lengkap bila tidak sekaligus membahas tentang Masjid Dhirar (dibaca Diror) yang notabene sengaja dibangun oleh para pembangunnya sebagai tandingan bagi masjid Quba, sebagai salah satu tujuannya. Dua masjid ini terkait dengan ayat yang sama di dalam Al-Qur’an, yakni di surah At-Taubah QS 9:107-108.

“Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudaratan (pada orang-orang mukmin) dan karena kekafiran(nya), dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah, ‘Kami tidak menghendaki selain kebaikan.’ Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). (QS 9:107)

Janganlah kamu shalat dalam masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (QS 9:108)

Dua masjid ini mendapatkan derajat yang bertolak belakang dari Allah Subhanahuwata’ala. Allah ‘memuji’ masjid Quba dan orang orang yang sholat di dalamnya serta ‘melaknat’ masjid Dhirar dan para pembangunnya dan Allah bersaksi atas kedustaan mereka dalam sumpahnya kepada Rosulullah ﷺ.

Masjid Quba.

Abu Amir Ar-Rahib dan Masjid Dhirar

Sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, di kota Madinah ada seorang lelaki dari kabilah Khazraj yang dikenal dengan nama Abu Amir Ar-Rahib. Sejak masa Jahiliah dia telah masuk agama Nasrani dan telah membaca ilmu ahli kitab. Ia melakukan ibadahnya di masa Jahiliah, dan ia mempunyai kedudukan yang sangat terhormat di kabilah Khazraj.

Ketika Nabi Muhammad ﷺ tiba di Madinah untuk berhijrah, lalu orang-orang muslim berkumpul bersamanya, dan kalimah Islam menjadi tinggi serta Allah memenangkannya dalam Perang Badar, maka Abu Amir Ar-Rahib mulai bersikap oposisi, memusuhi Nabi Muhammad ﷺ secara terang-terangan.

Pada mulanya Rosulullah ﷺ telah menyerunya untuk menyembah Allah [sebelum ia melarikan diri] dan membacakan Al-Qur’an kepadanya, tetapi ia tetap tidak mau masuk Islam, dan membangkang. Maka Rosulullah ﷺ mendoakan kecelakaan bagi Abu Amir Ar-Rahib, semoga dia mati dalam keadaan jauh dari tempat tinggalnya dan terusir. Dikemudian hari do’a Rosulullah ﷺ itu dikabulkan Allah.

Detil salah satu menara Masjid Quba
Abu Amir Ar-Rahib kemudian melarikan diri dari Madinah setelah gagal mempengaruhi kaum muslimin Madinah untuk memerangi Rosulullah ﷺ, ia kemudian bergabung dengan orang-orang kafir Mekah dari kalangan kaum musyrik Quraisy dan membujuk mereka untuk memerangi Rosulullah ﷺ.

Maka bergabunglah bersamanya orang-orang dari kalangan Arab Badui yang setuju dengan pendapatnya, lalu mereka datang pada tahun terjadinya Perang Uhud. Dalam perang tersebut Abu Amir Ar-Rahib berhasil mencelakai Rosulullah ﷺ yang sempat terperosok ke dalam lubang lubang yang dibuat oleh Abu Amir Ar-Rahib

Setelah perang Uhud dan kedudukan kaum muslimin Madinah semakin kokoh, Abu Amir Ar-Rahib semakin marah dan dia pergi menemui Kaisar Romawi, Hiraklius, untuk meminta bantuan memerangi Nabi Muhammad ﷺ. Kaisar Romawi memberikan janji dan harapan kepadanya, lalu ia bermukim di kerajaan Romawi.

Diantara kepakan sayap merpati.

Peran Abu Amir Ar-Rahib di Masjid Dhirar

Dari Romawi Abu Amir Ar-Rahib menulis surat kepada segolongan kaumnya dari kalangan Anshar Madinah yang tergabung dalam golongan orang-orang munafik lagi masih ragu kepada Islam. Dia menjanjikan dan memberikan harapan kepada mereka, bahwa kelak dia akan datang kepada mereka dengan membawa pasukan Romawi untuk memerangi Rosulullah ﷺ dan mengalahkannya.

Abu Amir Ar-Rahib menganjurkan orang-orangnya untuk membuat suatu benteng yang kelak akan dipakai untuk berlindung sekaligus akan menjadi tempat pengintaian baginya kelak di masa depan bila ia datang kepada mereka. Maka orang-orang Abu Amir Ar-Rahib di Madinah mulai membangun sebuah masjid yang letaknya berdekatan dengan Masjid Quba.

Masjid tersebut baru selesai di saat Sebelum Nabi Muhammad ﷺ hendak pergi ke medan perang Tabuk. Lalu para pembangunnya datang menghadap Rosulullah ﷺ dan memohon agar beliau sudi melakukan shalat di masjid mereka. Tujuan mereka adalah untuk memperoleh bukti melalui sholatnya Nabi Muhammad ﷺ di masjid tersebut, sehingga kedudukan masjid itu diakui dan dikuatkan.

Areal terbuka di tengah tengah bangunan Masjid Quba.
Mereka mengemukakan alasan, bahwa sesungguhnya mereka membangun masjid ini hanyalah untuk orang-orang yang lemah dari kalangan mereka dan orang-orang yang berhalangan di malam yang sangat dingin. Saat itu Nabi Muhammad ﷺ menjawab permintaan mereka melalui sabdanya: Sesungguhnya kami sedang dalam perjalanan. Tetapi jika kami kembali, insya Allah.

Turunnya wahyu tentang Masjid Quba dan Masjid Dhirar

Ketika Nabi Muhammad ﷺ akan kembali ke Madinah dari medan Tabuk, beliau dan rombogan beristirahat di Zu Awan, sebuah kampung yang jaraknya setengah hari dari Madinah. Sebelumnya di tempat yang sama para pembangun Masjid Dhirar pernah datang kepada Rosulullah ﷺ yang saat itu sedang bersiap-siap menuju ke medan Tabuk.

Di tempat itu, Malaikat Jibril a.s. turun dengan membawa berita tentang Masjid Dhirar dan niat para pembangunnya yang hendak menyebarkan kekufuran dan memecah belah persatuan umat Islam. Mereka hendak menyaingi masjid kaum muslim, yaitu Masjid Quba yang sejak semula dibangun dengan landasan takwa.

WC, kamar mandi dan toilet di Masjid Quba.

Dimusnahkannya Masjid Dhirar

Setelah menerima wahyu itu, lalu Rosulullah ﷺ memanggil Malik ibnu Dukhsyum (saudara lelaki Bani Salim ibnu Auf) dan Ma’an ibnu Addi atau saudara lelakinya (yaitu Amir ibnu Addi yang juga saudara lelaki Al-Ajian). Lalu beliau Rosulullah ﷺ bersabda:

Berangkatlah kamu berdua ke masjid ini yang pemiliknya zalim, dan robohkanlah serta bakarlah masjidnya.

Maka keduanya berangkat dengan langkah-langkah cepat, hingga datang ke daerah Bani Salim ibnu Auf yang merupakan golongan Malik ibnu Dukhsyum. Lalu Malik berkata kepada Ma’an, “Tunggulah aku, aku akan membuatkan api untukmu dari keluargaku.” Lalu Malik masuk menemui keluarganya dan mengambil daun kurma, lalu menyalakan api dengannya.

Setelah itu keduanya berangkat dengan cepat hingga datang ke masjid itu dan memasukinya. Di dalam masjid terdapat orang-orangnya, maka keduanya membakar masjid itu dan merobohkannya, sedangkan orang-orang yang tadi ada di dalamnya bubar keluar berpencar-pencar.

Masjid Quba.
Disebutkan bahwa orang-orang yang membangunnya terdiri atas dua belas orang lelaki, yaitu Khaddam ibnu Khalid dari kalangan Bani Ubaid ibnu Zaid, salah seorang dari Bani Amr ibnu Auf yang dari rumahnya dimulai pembangunan Masjid ini, lalu Sa’labah ibnu Hatib dari Bani Ubaid, Mawali ibnu Umayyah ibnu Yazid, Mut’ib ibnu Qusyair dari kalangan Bani Dabi’ah ibnu Zaid, Abu Habibah ibnu Al-Az’ar dari kalangan Bani Dabi’ah ibnu Zaid.

Ibad ibnu Hanif (saudara Sahl ibnu Hanif) dari kalangan Bani Amr ibnu Auf, Hari sah ibnu Amir dan kedua anak nya (yaitu Majma’ ibnu Harisah dan Zaid ibnu Hari sah), juga Nabtal Al-Haris mereka dari kalangan Bani Dabi’ah, Mukharrij yang dari kalangan Bani Dabi’ah, Yajad ibnu Imran dari kalangan Bani Dabi’ah, dan Wadi’ah ibnu Sabit serta Mawali ibnu Umayyah golongan Abu Lubabah ibnu Abdul Munzir. [Diringkas dari Tafsir Ibnu Katsir surah At-Taubah ayat 107-108].

Ahir Kisah

Ahir kisah dari Masjid Dhirar ini setelah dibakar dan dihancurkan, konon tempatnya berdiri kemudian dijadikan tempat pembuangan sampah oleh penduduk setempat, sedangkan Abu Amir Ar-Rahib menerima takdirnya, dia mati di halaman istana kaisar Romawi di tahun ke 9 atau ke 10 Hijriah, dalam keadaan jauh dari tempat tinggalnya dan terusir, persis sebagaimana do’a Rosulullah ﷺ.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hindari komentar yang berbau SARA