Rabu, 12 Januari 2011

Masjid Jami Sirojul Huda – Leweung Malang

Masjid Sirojul Huda ba'da Asyar

Alamat Masjid

Jalan raya Cikarang – Cibarusah
Kampung Leweung Malang, Desa Sukaresmi
Kecamatan Cikarang Selatan
Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Lokasi Masjid

Lokasi masjid ini tak jauh dari pintu gerbang kawasan industri EJIP Cikarang Selatan di ruas jalan ke arah Cibarusah.  Dari depan pasar central Lippo Cikarang dapat terlihat dengan jelas menara dan kubah masjid ini di arah utara.




Pertama kali singgah ke masjid ini, Waktu Magrib di bulan Mei 2007 lalu bersama seorang teman, sepulang dari job interview. Kala itu masjid ini belum seindah sekarang. Struktur bangunan sudah terbentuk tapi masih jauh dari sempurna, halaman masjid masih dari tanah, becek sehabis hujan. Lantai dua sudah terbentuk tapi masih berlantai semen kasar. Lantai dasar nya sudah berkeramik tapi tembok dan lain nya masih belum dirapikan.

Mimbar & Mihrab
Tempat wudhu masih berupa bangunan kayu, sepertinya bekas rumah sederhana atau bangunan sejenis yang kemudian di alih fungsi menjadi salah satu bangunan penunjang masjid. Keran air wudhu dipasangkan ke tembok bersama sama dengan pipa pipa air. Toilet nya berada di belakang masjid terpisah dari masjid dan bangunan tempat wudhu. Hingga kini toilet tersebut masih difungsikan meski sudah sangat jauh berbeda dengan kondisi tahun 2007. 

Sampai tahun 2008 dipojok kiri pekarangan masjid masih ada bangunan kecil terbuka tempat menyimpan hiasan makam yang di jual di pinggiran jalan di depan masjid. Lantai dua masjid sudah di keramik meski kadang bila sholat jum’at tiba, lantainya masih belum selesai dibersihkan dari debu dan puing pekerja yang merapikan interior masjid. Pagar lantai dua yang memberikan ruang terbuka ke lantai satu masih di ikatkan ke empat sokoguru masjid ditambatkan dengan bambu besar.

Mezanin di lantai 2
Foto yang dipasang disini diambil ahir Desember lalu. Meski memakan waktu yang cukup lama membangun masjid ini, namun hasilnya cukup membanggakan. Interior masjid terlihat sangat kokoh dengan empat soko guru segi empat di bagian tengah masjid menyanggah struktur lantai dua langsung ke kubah utama masjid. Deretan tiang beton disekitarnya menambah kesan kekokohan masjid ini.

Lantai dua dilengkapi dengan mezanin untuk menambah daya tampung masjid. Ornamen bagian atas mihrab dibuat cukup detil dalam warna emas berlatar biru. Pencahayaan ruang mihrab di siang hari cukup terang dengan satu kaca bukaan yang ditutup dengan kaca bermozaik dengan lafaz Allah.

Ornamen fasad depan
Masjid ini juga dilengkapi dengan empat menara kecil di setiap sudut atap nya. Masing masing menara kecil ini dilengkapi dengan kubah. Ke empat empatnya tidak dilengkapi dengan struktur tersendiri tapi menyatu dengan atap, dari bagian dalam masjid terlihat bulatan kosong langsung ke kubah menara. Cahaya dari jendela jendela kecil di tiap menara ini menerobos masuk ke dalam masjid menambah penerangan di siang hari.

Lantai dua dan mezanin tidak dilengkapi dengan jendela terbuka, semua jendela di tutup dengan kaca, untuk keamanan juga tentunya. Sementara untuk ventilasi udara di atasi dengan dinding kerawang dengan ornamen geometris. Keseluruhan lantai ditutup dengan granit memberikan sedikit kesejukan di panasnya udara Cikarang.

dari mezanin lantai-2
Halaman masjid kini sudah di tutup dengan paving blok, tak ada lagi becek meski hujan deras. Sudah ada lagi bangunan di halaman masjid, hanya ada beduk yang diletakkan disana lengkap dengan atapnya.

Khutbah berbahasa Arab

Pernah sekali waktu ketika sholat jum’at di masjid ini sempat terbengong bengong. Dalam hati sempat bertanya tanya ‘kenapa panjang sekali mukadimah khutbah dari khatib hari ini?” ternyata beliau tidak sedang membacakan mukadimah khutbah, karena ternyata keseluruhan isi khutbahnya disampaikan dalam bahasa Arab, dari awal hingga selesai. 

Cukup baik guna mempertahankan tradisi dan menginduksi jemaah untuk belajar bahasa Arab, tapi menjadi tak efektif untuk menyampaikan isi khutbah karena jemaah sepertinya tak satupun yang mengerti apalagi fasih berbahasa Arab.

Lafaz Allah, kaca mozaik mihrab
Pesantren Sirojul Huda

Di bagian belakang masjid ini berdiri Pondok pesantren Sirojul Huda dibawah asuhan Ustadz Jalal. Ustadz yang juga sering menyampaikan khutbah jum’at di masjid ini. Santri pesantren ini juga turut menyemarakkan masjid. Masjid Sirojul Huda dibangun di atas tanah wakaf. Biaya pembangunan masjid berasal dari sumbangan para jemaah, seperti kebanyakan masjid masjid di tanah air lain nya. Di halaman bagian timur masjid berjejer makam mereka yang pastinya memiliki andil atas pendirian masjid ini.

Foto foto Masjid Sirojul Huda

foto foto berikut diabadikan di dua waktu berbeda, ba'da Ashar dan ba'da Isya.