Tampilkan postingan dengan label cikarang baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cikarang baru. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 November 2012

Masjid Jami Al-Mu’min Al-Azhar 12 Cikarang Baru

Masjid Jami Al-Mu'min Eks Komplek Al-Azhar 12 Cikarang Baru

Masjid Jami Al-Mu’min ini tadinya merupakan fasiltas dari Sekolah Al-Azhar 12 di Cikarang Baru. Sekolah Al-Azhar 12 Cikarang baru yang menyelenggarakan pendidikan Taman Kanak Kanak dan Sekolah Dasar Islam di Cikarang. Namun kemudian seiring dengan selesainya gedung baru yang lebih refresentatif dan bersebelahan dengan (bakal) Masjid Raya Al-Azhar Jababeka, seluruh aktivitas Sekolah Al-Azhar ini pindah ke gedung baru dan masjid ini kemudian diserahkan kepada masyarakat sekitar.

Masjid Jami Al-Mu'Min
Komplek Ruko Elit, TK/SD Al-Azhar 12
Cikarang Baru, Desa Simpangan
Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi 17556
Jawa Barat - Indonesia



Lokasi Masjid ini berdiri bersebelahan dengan gedung pusat layanan terpadu PLN Cikarang, tepat dibelakang Ruko Elit Jababeka. Bekas Gedung Sekolah Al-Azhar nya sendiri kini digunakan oleh SMP Presiden, Jalan akses ke Masjid ini berada diantara bekas gedung Sekolah Al-Azhar tersebut dengan Ruko Elit, ada jalan masuk yang sejak awal sudah di paving blok.

Masjidnya cukup besar, lengkap dengan fasilitas penunjangnya. Bangunan masjidnya dibangun dengan atap limas tanpa tiang tengah. Keseluruhan beban atap di tumpukan kepada tiang tiang keliling masjid. Konstruksi seperti ini menghasilkan ruang dalam masjid yang lebih lega. Langit langitnya pun dirancang tanpa plafon menghasilkan ruang yang benar benar terasa lega dan sejuk di tengah cuaca Cikarang yang terkenal panasnya.

Masjid Jami Al-Mu'min Eks Komplek Al-Azhar 12 Cikarang Baru
Lahan parkirnya luas, di dalam dan luar pagar masjid. Suasananya tenang jauh dari hiruk pikuk lalu lalang kendaraan, dan rindang pepohonan menaungi area parkir dan halaman masjid ini. di lokasi berdekatan dengan masjid ini ada Masjid Kemitraan Baitul Amanah yang berada di dalam komplek Polres Metro Bekasi Kabupaten, sementara gedung perkantoran pemerintah yang ada disana juga memiliki mushola masing masing termasuk Kantor Pajak Pratama Cikarang, begitupun dengan Asrama Mahasiswa Presiden University.***

--------------------------------

Baca juga Artikel Masjid Masjid Jababeka dan Cikarang Baru Lain-nya


Minggu, 19 Agustus 2012

Masjid Riyadussholihin – Graha Asri, Cikarang Baru

Masjid Riyadussholihin Graha Asri, Cikarang Baru (Kota Jababeka) kabupaten Bekasi. Bangunan aslinya dibangun oleh Islamic Relief.org Saudi Arabia. DKM berencana memperluas masjid ini. Proses awal telah dilaksanakan dengan pemasangan tiang beton di sisi belakang masjid.

Masjid Riyadussholihin berada di dalam komplek perumahan Sektor Graha Asri, Cikarang Baru (Kota Jababeka) kabupaten Bekasi. Bangunan masjid ini dibangun sejak tahun 2005 lalu dengan dana dari Islamicrelief.org Saudi Arabia.

Lokasi dan Alamat Masjid Riyadussholihin

Masjid Riyadussholihin
Blok R3 Graha Asri, Cikarang Baru (Kota Jababeka)
Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur
Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat
Indonesia.


Proses pembangunan masjid ini terbilang cukup cepat sejak dari gagasan awal hingga berdirinya bangunan Masjid. Berawal dari keinginan warga Graha Asri yang tinggal di blok Q, R dan S di tahun 2005, kemudian urun rembuk dilakukan beberapa kali antara perwakilan warga dan tokoh masayarakat setempat dipimpin oleh Ust. Mursalin dan Bp. Agus Martono selaku ketua RW 01 ketika itu menelurkan gagasan untuk segera membangun masjid.

Proses awal dimulai dengan pembentukan panitia pembangunan masjid, lalu mendata warga muslim di masing masing RT, pengumpulan fotokopi KTP dan tanda tangan jemaah dilanjutkan dengan pengajuan izin penggunaan lahan Fasos/Fasum ke pengembang dan dilanjutkan dengan penggalangan dana swadaya jemaah.

Masjid Riyadussholihin Graha Asri :: Foto atas adalah suasana Idul Fitri 1433H, foto bawah adalah suasana Sholat Tarawih di malam Ramadhan 
Seperti kata pepatah melayu “Pucuk dicinta ulam pun”, seorang pengawas lapangan pembangunan Masjid dari Islamic Relief menginformasikan bahwa sudah tersedia dana bagi pembangunan masjid di lokasi yang lain namun kemudian dibatalkan karena masalah teknis, dan dana tersebut dapat dialihkan ke proyek pembangunan masjid yang sedang direncanakan di Blok R3 Graha Asri.

Serangkaian proposal termasuk rancangan masjid harus segera disiapkan. Adalah Ust. Ahmad Dumeri Ibnu Kurdi (imam masjid Al-Muhajirin Jalan Kancil – Cikarang Baru) yang berkenan meminjamkan dokumen pembangunan masjid tersebut untuk dijiplak dan ditiru demi kelancaran rencana pembangunan masjid Riyadussholihin ini.

Masjid Riyadussholihin bakda sholat Idul Fitri dan Tarawih di Malam Ramadhan
Tak berselang lama, Islamic Relief memberikan approval pendanaan dengan pola penyiapan seluruh material bangunan tanpa mengucurkan dana tunai. Proses pembangunan pun dimulai, tukang beneran dibantu gotong royong warga setempat membuat proses pembangunan terlaksana lebih cepat.

Terkait tentang pemilihan nama masjid ini, yang dipilih oleh Ust. Mursalin sesuai keinginan warga yang mengharapkan nama masjid nya tidak dengan nama berwalan AL yang sudah sangat umum. Tercetuslah kemudian nama Riyadhussholihin sebagai nama masjid ini.

Begini ramainya tarawih di masjid ini, satu ruas jalan terpaksa ditutup untuk menampung jema'ah.
Hal menarik lainnya adalah selama proses pembangunan masjid ini yang dilaksanakan secara bergotong royong, turut ambil bagian seorang warga non muslim yang rumahnya berhadap hadapan langsung dengan masjid.

Lima tahun berlalu kini DKM Masjid Riyadussholihin berencana untuk melakukan ekpansi besar besaran terhadap masjid ini. ukurannya saat ini memang tidak sanggup untuk menampung jemaah sejak pertama masjid ini selesai dibangun terutama di sholat Jum’at dan dua hari raya. Apalagi selama bulan suci Ramadhan, mau tidak mau sebagian besar jemaah sholat di luar masjid hingga harus menutup satu ruas jalan di depan masjid.

Di dalam masjid ::: Jemaah yang menyesaki masjid di hari Idul Fitri 1433H, Ust. Taufikurrahman sedang menyampaikan khutbahnya, dan mari bersalam salaman.
Satu bagian di sisi timur masjid sudah terpancang tiang beton dari rencana perluasan masjid, namun karena keterbatasan dana proses pembangunan belum dapat dilanjutkan. Sebagai gantinya di lokasi tersebut dipasang tenda permanen oleh pengurus DKM sebagai area tambahan bagi jemaah.

Sesuai dengan paparan dari Ust. Mursalin (Ketua DKM) saat ini baru tersedia dana jemaah sekitar Rp. 130 jutaan dari rencana anggaran sebesar Rp. 700 juta lebih dari keseluruhan dana yang diperlukan untuk proses ekspansi bangunan masjid ini, masih membutuhkan dana yang cukup besar untuk menutup seluruh kebutuhan tersebut. Namun demikian DKM telah berencana untuk memulai lagi proses pembangunan di ahir tahun ini. Insya Allah.*** 

--------------------------------

Baca juga Artikel Masjid Masjid Jababeka dan Cikarang Baru Lain-nya


Sabtu, 18 Agustus 2012

Masjid Al-Kautsar Pinangsia, Graha Asri – Cikarang Baru

Masjid Al-Kautsar - Pinangsia, Graha Asri, Cikarang Baru

Masjid Al-Kautsar merupakan salah satu masjid di komplek perumahan Cikarang Baru (Jababeka) sector Graha Asri yang dibangun dari kucuran dana negara negara Timur Tengah. Masjid ini berada di dalam cluster Lavender, Graha Asri. Letaknya yang berada tepat di belakang deretan Ruko Pinangsia – Graha Asri membuatnya lebih sering disebut sebagai masjid Pinangsia.

Rangkaian Foto Ekterior Masjid Al-Kautsar
Masjid Al-Kautsar
Jl. Ciherang Timur II, Perum Graha Asri Lavender
Cikarang Baru, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara
Kabupaten Bekasi, Jawa Barat – Indonesia
Koordinat Geografi :  6°16'39.45"S 107°10'59.34"E


Lokasi masid ini berikut komplek perumahan Graha Asri  tempatnya berdiri masih belum eksis, baru bagian timur dari keseluruhan komplek perumahan Graha Asri – Cikarang Baru yang sudah tampak berdiri bersama tanah lapang yang baru dalam persiapan pembangunan.

Interior Masjid Al-Kautsar
Dibangun di atas lahan fasos komplek perumahan tempatnya bediri masjid Al-Kautsar dibangun dengan rancangan masjid berkubah tunggal tanpa menara. Dua sisinya sudah dilengkapi dengan teras cukup lega dengan dana swadaya jemaah tak lama setelah bangunan utama selesai dibangun.

Suasana Sholat Tarawih di Masjid Al-Kautsar
--------------------------------

Baca juga Artikel Masjid Masjid Jababeka dan Cikarang Baru Lain-nya


Sabtu, 16 Juni 2012

Masjid Tropikana Cikarang Baru

Masjid Tropikana di Tropikana Residence, Cikarang Baru

Masjid Tropikana merupakan satu dari dua Masjid di Cikarang Baru yang tidak memiliki nama dari bahasa Arab. Masjid yang lain adalah Masjid Mekar Indah. Masjid Tropikana di namai sesuai dengan lokasi tempatnya berdiri di cluster Tropikana Residence Perumahan Cikarang Baru, kota Jababeka, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Masuk ke cluster Tropikana Residence setelah melewati pos satuan pengamanan, beberapa meter dari sana akan bertemu dengan bundaran dan dari arah bundaran ke sebelah kiri sudah terlihat masjid ini diantara pohon pohon palem yang ditanam di median jalan.

Masjid Tropikana
Tropikana Residence, Cikarang Baru, Jababeka,
Desa Sertajaya, Kecamatan Cikarang Timur
Kabupaten Bekasi, Jawa Barat
Indonesia


Berdiri ditengah lahan fasos/fasum yang disediakan pengembang, masjid ini mengambil posisi di tengah tengah lahan yang memanjang utara – selatan. Lahan di sebelah utara bangunan masjid di gunakan sebagai taman bermain dan taman sedangkan lahan disisi selatannya di cor sebagian untuk lapangan olahraga sisanya sebagai lahan terbuka.

Di sekitar tahun 2005-2006 ketika masih bekerja di kawasan Industri Jababeka, dan beberapa kali singgah ke masjid ini untuk sholat Jum’at, kala itu masjid ini sedang dalam tahap finishing. Menyelesaikan beberapa bagian serambi masjid. Soal pendanaan sepertinya bukan masalah bagi jemaah masjid ini, mengingat lokasinya memang berdiri di kawasan pemukiman elit Cikarang Baru.

Serambi depan (sisi timur) :: bagian kanan atas foto telihat celah diantara dua lapis tembok dalam  bangunan utama masjid, menjadi ventilasi udara yang cukup efektif. hanya saja rancangan serambi seperti ini tidak ramah terhadap hujan berangin, karena akan tempias.
Jemaah Jum’atnya penuh sesak dan itu sudah biasa di semua masjid, namun cukup menyenangkan ketika beberapa kali berkesempatan singgah ke masjid ini untuk sholat subuh, jemaahnyapun cukup ramai. Di hari Ahad ba’da sholat Subuh dilanjutkan dengan Ta’lim di ikuti oleh jemaah sholat subuh.

pintu timur dari sebelah dalam.
ruangan masjid terang benderang
dari cahaya alami yang menerobos
masuk dari jendela
Dari sisi arsitektural, masjid Tropikana cukup berhasil memadukan arsitektural masjid tradisional Indonesia dengan arsitektural modern. Pengaruh budaya timur tengah dan Asia Tengah juga cukup terasa. Namun satu hal yang paling menarik adalah keberhasilan merancang dinding masjid yang memberikan bukaan tersembunyi yang cukup luas untuk sirkulasi udara.

Bukaan tersembunyi yang saya maksud berupa dinding masjid bagian atas yang dibuat tak sejajar dengan sisi dinding dibawahnya menghasilkan celah lebar diantara keduanya. Celah tersebut hanya dapat dilihat bila kita memperhatikan dengan seksama ke bagian atas dinding masjid dari serambi. Celah ini yang berfungsi sebagai ventilasi udara, menghasilkan sirkulasi udara segar gratis ke dalam ruangan.

Tiga sisi masjid (utara, selatan dan timur) dilengkapi dengan teras terbuka. Disisi timurnya dibangun gerbang serambi bergaya bangunan masjid Asia Tengah. Lengkungan lengkungan lancip mewarnai fasad ke tiga sisi serambi dalam sentuhan Timur Tengah. Pilar pilar penujang struktur lengkungan ini tidak berbentuk pilar pilar kokoh melainkan hanya sebuah pilar yang sama tebal dengan sisi lengkungannya.

Gerbang Serambi di sisi timur Masjid Tropikana, gerbang seperti ini merupakan tradisi khas muslim  Asia Tengah, kini banyak di aplikasikan pada masjid masjid baru negara negara pecahan Soviet termasuk Rusia sendiri. Masjid Ar-Rahma di Kota Kiev, Ukraina yang sedang diramaikan Eruo 2012 itupun menggunakan pola seperti ini. hanya saja gerbang pada masjid Tropikana ini dibangun minimalis tanpa ukiran seperti di negara asalnya.
Sisi bagian bawah serambi dibentuk sedemikian rupa menyerupai susunan batu alam. Aslinya bukanlah batu alam sesungguhnya tapi plester semen tebal yang kemudian digurat membentuk susunan batu alam lalu di cat warna hitam. Hampir keseluruhan fasad masjid ini hingga ke dinding bagian dalamnya di cat dengan warna warna lembut.

Tak ada daun pintu atau daun jendela di masjid ini. Pintunya senantiasa terbuka dalam arti sebenarnya karena memang tidak ada daun pintu. Keseluruhan jendelanya menggunakan kaca tempered dipasang langsung ke kusen pintu dari kayu dilengkapi dengan teralis berpola segi delapan.

Mihrab dan Mimbar
Masuk ke Masjid ini, suasana tenang langsung terasa, mengingat letaknya yang memang jauh dari jalan raya dan pusat keramaian. Penataan tata cahaya dan sirkulasi alami nya memberikan suasana nyaman di dalam masjid meski tak ada satupun perangkat penyejuk udara di dalam masjid ini. Ditambah lagi dengan rimbunan pepohonan disekitarnya menambah suasana tenang di dalam nya.

Dari kejauhan yang tampak adalah sebuah bangunan besar berbentuk segi empat beratap tunggal berbentuk atap joglo, bahkan tak ada lafaz Allah atau Muhammad atau lambang bulan sabit di ujung atap tunggalnya. Satu satunya cirri bahwa bangunan ini adalah masjid adalah lengkungan lengkungan di serambinya. Dan tentu saja nyaringnya suara azan dari pengeras suara yang dipasang di atap masjid.

Nuansa minimalis modern sangat terasa di dalam masjid ini. Perpaduan antara rancangan yang rinci dengan hasil kerja para pekerja yang teliti dan telaten menghasilkan bangunan masjid yang apik hingga ke detil detil-nya. Ruang mihrabnya tidak terlalu besar. Di dinding mihrab di hias dengan susunan batu alam sungguhan yang ditata rapi di bagian tembok, di atas batu alam ini di letakkan lafaz Allah dengan lampu backlight. Pada saat cahaya temaram sinar backlight nya membuat lafaz Allah ini seakan mengambang di permukaan batu alam di belakangnya.

dari pintu utara ke arah pintu selatan
Di hari biasa bagian dalam masjid ini dipasang partisi. Bagian depan untuk jemaah pria dan bagian belakang untuk jemaah wanita. Sebagi partisi movable, rangkaian partisi ini dapat dipindah tempat kapan saja diperlukan termasuk saat penyelenggaraan sholat Jum’at dan even lain nya yang membutuhkan keseluruhan ruang masjid tanpa partisi.

Dan satu hal lagi, bila ingin sholat berjemaah di masjid ini sebaiknya datang sebelum azan, atau bersegera ke masjid saat azan dikumandangkan, karena iqomah dikumandangkan sebagai tanda sholat berjemaah segera di didirikan hanya jeda beberapa menit setelah azan. tidak ada sholawatan sebagai pengisi “waktu tunggu” bagi datangnya jemaah seperti pada beberapa masjid masjid kita yang lain. So, selamat menunaikan sholat berjamaah.

dari balik kaca jendela timur lurus ke arah mihrab
Taman di disi Selatan Masjid dengan arena bermain anak anak
Sisi Utara Masjid Tropikana
Sisi timurnya yang teduh
Fasad Masjid sisi selatan
dari arah bundaran di tengah komplek Tropikana Residence

--------------------------------

Baca juga Artikel Masjid Masjid Jababeka dan Cikarang Baru Lain-nya


Rabu, 05 Oktober 2011

Masjid Al-Jihad, Graha Pemda, Cikarang Baru

Bangunan baru setelah renovasi

Lokasi Masjid Al-Jihad Graha Pemda

Perumahan Cikarang Baru, Jababeka
Sektor Graha Asri,  Sub sector Graha Pemda
Desa Simpangan, kecamatan Cikarang Utara
Kabupaten Bekasi, Jawa Barat




Tentang Masjid Al-Jihad

Dalam rekaman foto udara tanggal 20 Juli 2003 di aplikasi google earth bangunan masjid ini masih dalam bentuk dan ukuran yang lama. Pada awalnya bangunan masjid ini memang berupa bangunan masjid kecil beratap limas bersusun. Di dalam masjid berdiri 4 sokoguru penyanggah struktur atap yang masih menggunakan struktur kayu. Berdiri di lahan fasos/fasos sub sektor graha pemda.

Tanpa menara sehingga pengeras suara diletakkan di bagian atap tertinggi

Tadinya lahan di sisi utara masjid ini masih berupa lahan kosong  sedangkan disisi selatannya memang sejak awal sudah berdiri gedung mejelis taklim. Saat ini di sisi utara sudah dibangun Sekolah Dasar Negeri Simpangan 03. Bangunan masjid nya sendiri sudah menjelma menjadi bangunan masjid yang jauh lebih besar dan lebih megah dari bangunan sebelumnya. 

Proses pembangunan masjid yang kini berdiri sudah dimulai sedikit demi sedikit sejak tahun 2005-2006. Seluruh dana pembangunan berasal dari swadaya jemaah.  Ketika dalam proses pembangunan masjid lama tetap difungsikan, bahkan sampai ketika rangka atap sudah terpasangpun masjid lama masih dipakai menghasilkan pemandangan yang cukup unik karena ada bangunan masjid di dalam masjid yang sedang dalam proses pengerjaan.

Dari balik jendela kaca

Di tahun 2005-2006 itu juga setiap kali ke masjid ini selalu saja langsung ingat dengan penderitaan rakyat Palestina yang dijajah habis habisan oleh Israel. Kok bisa ?. iya ! bila kita mendongak ke atas, akan langsung terlihat plafon bagian tengah masjid di hias dengan ornamen bintang segi enam. Kita tahu bintang segi enam atau bintang David itu sejak lama sudah dijadikan lambang Negara Israel. Agak miris juga dalam hati, bila terpikir bahwa lambang Negara yang notabene setiap hari membantai rakyat Palestina itu justru terpampang di plafon masjid.

Alhamdulillah, Sejak sekitar setahun lalu, hasilnya sudah terlihat dan kini masjid Al-Jihad sudah menjelma menjadi masjid yang jauh lebih besar dan megah dibandingkan masjid sebelumnya. Arsitektur asli Indonesia dengan atap limas masih dipertahankan meski tanpa empat sokoguru penyanggah atap digantikan dengan tiang tunggal yang berdiri di tengah ruangan masjid., dan ornamen bintang segi enam itupun sudah tak ada lagi. 

Di dalam masjid

Pengajian rutin diselenggarakan di masjid ini tiap malam ahad, sedangkan pengajian bakda subuh diselenggarakan setiap hari Sabtu, lengkap dengan hidangan sarapan pagi bagi seluruh jemaah yang hadir disediakan oleh DKM di terasnya yang cukup lega itu.

Peringatan hari hari besar Islam tentu saja turut menyemarakan masjid ini termasuk peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad S.A.W. Hari Raya Anak Yatim dan perayaan perayaan hari besar Islam lainnya.  Melengkapi syiar islam di Graha Pemda di sisi barat masjid ini juga sudah berdiri Lembaga Pendidikan Islam Daarul Hijrah yang dikelola oleh Ustadz Syarifudin Djatnika. Ustadz muda ini adalah salah satu pengisi acara tetap di Radio Gema Annisa Cikarang. 

Foto Foto Masjid Al-Jihad, Graha Pemda

Teras depan
Pintu utama masjid Al-Jihad
Jemaah sholat Tarawih berjamaah di bulan Romadhon 1432H

-----------------------ooOOOoo-----------------------

Baca Juga Artikel Masjid Masjid Di Cikarang Lain nya