Sabtu, 18 Agustus 2012

Masjid Riyadussholihin – Graha Asri, Cikarang Baru

Masjid Riyadussholihin Graha Asri, Cikarang Baru (Kota Jababeka) kabupaten Bekasi. Bangunan aslinya dibangun oleh Islamic Relief.org Saudi Arabia. DKM berencana memperluas masjid ini. Proses awal telah dilaksanakan dengan pemasangan tiang beton di sisi belakang masjid.

Masjid Riyadussholihin berada di dalam komplek perumahan Sektor Graha Asri, Cikarang Baru (Kota Jababeka) kabupaten Bekasi. Bangunan masjid ini dibangun sejak tahun 2005 lalu dengan dana dari Islamicrelief.org Saudi Arabia.

Lokasi dan Alamat Masjid Riyadussholihin

Masjid Riyadussholihin
Blok R3 Graha Asri, Cikarang Baru (Kota Jababeka)
Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur
Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat
Indonesia.


Proses pembangunan masjid ini terbilang cukup cepat sejak dari gagasan awal hingga berdirinya bangunan Masjid. Berawal dari keinginan warga Graha Asri yang tinggal di blok Q, R dan S di tahun 2005, kemudian urun rembuk dilakukan beberapa kali antara perwakilan warga dan tokoh masayarakat setempat dipimpin oleh Ust. Mursalin dan Bp. Agus Martono selaku ketua RW 01 ketika itu menelurkan gagasan untuk segera membangun masjid.

Proses awal dimulai dengan pembentukan panitia pembangunan masjid, lalu mendata warga muslim di masing masing RT, pengumpulan fotokopi KTP dan tanda tangan jemaah dilanjutkan dengan pengajuan izin penggunaan lahan Fasos/Fasum ke pengembang dan dilanjutkan dengan penggalangan dana swadaya jemaah.

Masjid Riyadussholihin Graha Asri :: Foto atas adalah suasana Idul Fitri 1433H, foto bawah adalah suasana Sholat Tarawih di malam Ramadhan 
Seperti kata pepatah melayu “Pucuk dicinta ulam pun”, seorang pengawas lapangan pembangunan Masjid dari Islamic Relief menginformasikan bahwa sudah tersedia dana bagi pembangunan masjid di lokasi yang lain namun kemudian dibatalkan karena masalah teknis, dan dana tersebut dapat dialihkan ke proyek pembangunan masjid yang sedang direncanakan di Blok R3 Graha Asri.

Serangkaian proposal termasuk rancangan masjid harus segera disiapkan. Adalah Ust. Ahmad Dumeri Ibnu Kurdi (imam masjid Al-Muhajirin Jalan Kancil – Cikarang Baru) yang berkenan meminjamkan dokumen pembangunan masjid tersebut untuk dijiplak dan ditiru demi kelancaran rencana pembangunan masjid Riyadussholihin ini.

Masjid Riyadussholihin bakda sholat Idul Fitri dan Tarawih di Malam Ramadhan
Tak berselang lama, Islamic Relief memberikan approval pendanaan dengan pola penyiapan seluruh material bangunan tanpa mengucurkan dana tunai. Proses pembangunan pun dimulai, tukang beneran dibantu gotong royong warga setempat membuat proses pembangunan terlaksana lebih cepat.

Terkait tentang pemilihan nama masjid ini, yang dipilih oleh Ust. Mursalin sesuai keinginan warga yang mengharapkan nama masjid nya tidak dengan nama berwalan AL yang sudah sangat umum. Tercetuslah kemudian nama Riyadhussholihin sebagai nama masjid ini.

Begini ramainya tarawih di masjid ini, satu ruas jalan terpaksa ditutup untuk menampung jema'ah.
Hal menarik lainnya adalah selama proses pembangunan masjid ini yang dilaksanakan secara bergotong royong, turut ambil bagian seorang warga non muslim yang rumahnya berhadap hadapan langsung dengan masjid.

Lima tahun berlalu kini DKM Masjid Riyadussholihin berencana untuk melakukan ekpansi besar besaran terhadap masjid ini. ukurannya saat ini memang tidak sanggup untuk menampung jemaah sejak pertama masjid ini selesai dibangun terutama di sholat Jum’at dan dua hari raya. Apalagi selama bulan suci Ramadhan, mau tidak mau sebagian besar jemaah sholat di luar masjid hingga harus menutup satu ruas jalan di depan masjid.

Di dalam masjid ::: Jemaah yang menyesaki masjid di hari Idul Fitri 1433H, Ust. Taufikurrahman sedang menyampaikan khutbahnya, dan mari bersalam salaman.
Satu bagian di sisi timur masjid sudah terpancang tiang beton dari rencana perluasan masjid, namun karena keterbatasan dana proses pembangunan belum dapat dilanjutkan. Sebagai gantinya di lokasi tersebut dipasang tenda permanen oleh pengurus DKM sebagai area tambahan bagi jemaah.

Sesuai dengan paparan dari Ust. Mursalin (Ketua DKM) saat ini baru tersedia dana jemaah sekitar Rp. 130 jutaan dari rencana anggaran sebesar Rp. 700 juta lebih dari keseluruhan dana yang diperlukan untuk proses ekspansi bangunan masjid ini, masih membutuhkan dana yang cukup besar untuk menutup seluruh kebutuhan tersebut. Namun demikian DKM telah berencana untuk memulai lagi proses pembangunan di ahir tahun ini. Insya Allah.*** 

--------------------------------

Baca juga Artikel Masjid Masjid Jababeka dan Cikarang Baru Lain-nya