Selasa, 07 Oktober 2014

Masjid Jami’ Baiturrahman Jambansari, Butuh Bantuan

Masjid Jami' Baiturrahman Jambansari, membutuhkan bantuan donasi untuk mempercepat penyelesaian pembangunannya.
Kampung Jambansari merupakan salah satu Kampung di wilayah Desa Sukalaksana, kecamatan Banyuresmi kabupaten Garut, Jawa Barat. Sebuah kampung asri nan alami di kabupaten Garut, lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota menghadirkan suasana sejuk, tenang dan alami jauh dari hiruk pikuk keramaian kota. Kecamatan Banyuresmi termpat masjid ini berdiri terkenal dengan Danau Situ Bagendit objek wisata alam yang terkait dengan legenda Bagenda Endit si janda muda kaya raya yang tamak.

Masjid Jami Baiturrahman
Kampung Jambansari RT 03 RW 03. Desa Sukalaksana, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44191
Ketua DKM : Memed Hidayat (+6285793367422)
Sekretaris : Sulaiman Afif (+6281320036855, +6285794643008)

Bangunan masjid ini pertama kali dibangun pada tahun 1991 untuk memenuhi kebutuhan warga masyarakat sekitar Kampung Jambansari, di motori oleh seorang Ustdz O. Saefuddin. Pada awalnya berdiri Masjid Baiturrahman ini hanya berukuran 8 meter persegi. Namun seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk kampung Jambansari, maka pada tahun 2005 Masjid tersebut direnovasi dan diperbesar ukuranya menjadi 12 m X 15 m hingga saat ini dan dapat menampung hingga ± 250 Jama’ah. Lahan masjid ini berstatus
Lahan Wakaf Mutlaq seluas 315 m2.

Bagian dalam masjid
Masjid yang berdiri di bawah naungan Organisasi Keagamaan Muhammadiyah ini hingga saat ini kondisi pembangunanya belum tuntas dikarnakan keterbatasan Sumber Daya Ekonomi Ummat yang Lemah dan hanya mengandalkan Infaq dan Shodakoh warga sekitar, yang notabene warga masyarakat di perkampungan yang mayoritas Penduduknya berprofesi Buruh, baik itu Buruh Tani, Kuli Bangunan dan warga masyarakat yang berpenghasilan tidak tetap.

Faktor wilayah dan Geogerafis Kampung Jambansari yang berada di pedalaman Kampung-kampung umumnya yang berada di daerah Pedesaan menyebabkan terbengkalainya Program Pembangunan Sarana dan prasarana Fisik masjid bagi 116 kepala keluarga di RT03/RW03 Kampung Jambansari ini.

sisi kiri dan kanan masjid Baiturrahman Jambansari

Aktivitas Masjid

Aktivitas Keagamaan dan Dakwah yang diselenggarakan di Masjid Baiturrahman ini meliputi Fungsi sebagai tempat shalat Jum’at, Pengajian Umum Mingguan ( selasa sore), Kajian Tafsir Malam Jumat, dan Kajian Hadits setiap Minggu sore yang di asuh oleh Ustadz. H. Mahmuddin seorang Tokoh Sepuh di Lingkungan Jamiyyah. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Garut.

Butuh Bantuan 

Dalam surat elektroniknya, Bapak Sulaiman Afif selaku sekretaris panitia pembangunan masjid Jami’ Baiturrahman ini menjelaskan bahwa panitia membutuhkan bantuan donasi untuk menyegerakan penyelesaian pembangunan masjid ini serta untuk melengkapi sarana dan prasarana yang penunjang yang dibutuhkan termasuk penyelesaian pembangunan tempat wudhu dan lain lain. Bagi pembaca yang berkenan untuk membantu dapat disalurkan melaui rekening Bank Mandiri Jl. CIledug No. 128 Garut a/n Sulaiman Afif nomor rekening 131-00-0798654-2 swift code BMRIIDJA.

area berwudhu dan toilet yang belum selesai

note : foto foto diambil dari proposal pembangunan masjid.

Jumat, 19 September 2014

Masjid Al-Jihad Tegal Badak, Serang Baru

Masjid Al-Jihad Tegal Badak dari google street view
Pertama kali singgah ke masjid ini bertepatan dengan waktu magrib, ketika dalam perjalanan sore yang kemalaman berdua dengan putra ku, sekitar kira kira 2 tahunan yang lalu. Listrik sudah menerangi masjid ini meski pasokan airnya sedikit bermasalah. Warga yang tinggal di sekitar masjid ini memang tidak terlalu banyak jadi wajar bila Jemaah sholat magribnya pun tidak terlalu banyak ditambah dengan kami berdua.

Lokasi masjid

Masjid Al-Jihad yang satu ini berada di dalam Kampung Tegal Badak, desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Bagi yang tinggal di wilayah cikarang dapat memulai perjalanan kesana dari kantor Pemkab Bekasi di Deltamas menuju ke kawasan industri terpadu Indonesia china (KITIC) lalu berputar arah untuk masuk ruas jalan ke-arah cicau.


Dipertigaan pertama, ambil jalan lurus ke arah pasir kupang, jangan belok ke kanan karena itu akan membawa anda ke cicau. Masuk ke jalan itu, pastikan disebelah kanan anda ada instalasi listrik tegangan tinggi milik PLN dengan segerombolan tower tower listrik bertegangan tinggi. Dan disebelah kiri anda adalah komplek kawasan industry KITIC dengan tembok pembatasnya membentang sepanjang perjalanan hingga ke masjid Al-Jihad yang akan kita tuju ini.

Belum Bernama

Bakda sholat magrib, di teras masjid ini saya sempat sedikit membuka obrolan dengan seorang Bapak yang rumahnya berseberangan dengan masjid ini, sekedar bertanya apa nama masjid ini, karena saya memang tidak menemukan papan nama di depan masjid ini. Tapi justru si Bapak bilang “apa ya, gak ada namanya”.

Muncul di Google Street View


Di awal tahun 2014 lalu ketika kembali melintas di tempat ini saya menemukan satu papan kecil ditempel di depan masjid ini bertuliskan nama “Masjid Al-Jihad Tegal Badak”. Dan ternyata saya bukan satu satunya yang melintas dan iseng motret motret disana karena ternyata google pun sudah meng-update data mereka dan memasukkan wilayah tersebut di dalam cakupan google street view mereka.

Agresif sekali mbah google ini, sampai sampai saya pun sempat terpana saat pertama kali menyadari masjid yang dulunya serasa begitu jauuuh di ujung kampung kini sudah nongol di street view nya mbah google, dan bisa di akses oleh mahluk seisi bumi. Jadi saya pun bisa berkunjung ke masjid ini dan sekitarnya hanya dengan tujung telunjuk membuka aplikasi google map dan jalan jalan virtual pun dimulai. 

Papan nama. Meski kecil tapi bermakna lho.


Kamis, 07 Agustus 2014

Masjid Jamie An-Nur Majingklak

Masjid Jamie An-Nur Majingklak, Desa Pamotan, Kecamatan Kali Pucang, Kabupaten Pangandaran, Propinsi Jawa Barat.
Dimanakah Majingklak ?

Majingklak adalah nama yang dipakai untuk menyebut satu daerah di pesisir selatan Jawa tepatnya di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Kabupaten pangandaran sendiri dulunya disebut sebagai daerah Ciamis selatan, merupakan kabupaten pemekaran dari kabupaten Ciamis. Nama Majingklak tidak digunakan sebagai nama desa ataupun kecamatan, kini di abadikan sebagai nama pelabuhan penyebarang di desa Pamotan, kecamatan Kalipucang, kabupaten pangandaran, dibawah pengelolaan Balai Pengelolaan Pelabuhan Laut Angkutan Sungai, Danau, dan Penyebrangan Sub Unit Pelabuhan Penyebrangan Majingklak.

Dari arah kantor pelabuhan Majingklak
Secara geografis, majingklak berada ditepian muara sungai Citanduy menghadap ke Segara Anakan. Karena sungai citanduy merupakan perbatasan antara Propinsi Jawa barat dan Jawa tengah menjadikan Majingklak sebagai wilayah jawa barat paling timur di bagian selatan. Pelabuhan penyeberangan Majingklak melayani rute Penyeberangan menyeberangi Segara anakan dari Majingklak – Desa Klaces, kecamatan kampung laut di pulau Nusa Kambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

area parkirnya cukup luas
Akibat parahnya pendangkalan yang terjadi di muara sungai citanduy dan segara anakan, pelabuhan penyeberangan Majingklak tidak lagi melayani penyeberangan dengan kapal besar, hanya perahu motor compreng berkapasitas paling besar sekitar 15 orang saja yang dapat melayari rute penyeberangan disana dan itupun harus mengambil rute memutar untuk memilih perairan yang cukup dalam untuk dapat dilalui.


View Masjid Jamie An-Nur Majingklak in a larger map

Masjid Jamie An-Nur Majingklak

Masjid Jamie An-Nur Majingklak bediri megah di tengah desa Pamotan, kecamatan Kalipucang, kabupaten Pangandaran, propinsi Jawa Barat. Lokasinya berdiri tak seberapa jauh dari bibir sungai citanduy dan kubah kubahnya itu terlihat sampai jauh hingga ke segara anakan. Masjid yang dibangun permanen berbahan beton ini dibalut warna kuning diluar maupun di dalam.

kubahnya menyembul diantara atap rumah penduduk, dilihat dari arah demaga Majingklak
Bangunan masjid ini tidak dilengkapi dengan bangunan menara yang terpisah dari bangunan utama. Dua bentuk seperti menara dibangun di atap masjid di sisi kiri dan kanan lengkap dengan kubah dari bahan alumunium di puncaknya. Masjid ini juga tidak dilengkapi dengan kubah utama dalam ukuran besar, namun dibangun bentuk yang sama dengan dua bentuk menara lainnya dengan ukuran yang lebih tinggi.

dua dari tiga kubahnya
Keseluruhan atap masjid merupakan atap cor yang juga memberikan tempat untuk dibuatnya teras di tiga sisi masjid. Di bagian tengah masjid ada empat pilar turut menopang atap masjid. Menara tengah yang berdiri tepat di titik tengah atap masjid memberikan bukaan bagi masuknya cahaya matahari ke dalam ruangan masjid di siang hari.

Kekurangan air bersih

Majingklak dari arah Segara Anakan, tampak dermaganya dan kubah masjid Jamie An-nur dari kejauhan.
Kawasan pelabuhan Majingklak dan sekitarnya ini memang kesulitan air bersih, penduduk setempat harus membeli air bersih untuk semua kebutuhan harian mereka. Penduduk setempat sempat bercerita bahwa mereka sempat membuat sumur bor di lahan masjid untuk keperluan Jemaah tapi air nya asin meski sudah di bor hingga kedalaman 45 meter dan membentur batuan hingga pengeboran dihentikan. 

bagian dalam Masjid Jamie An-Nur, Majingklak
Namun demikian masjid An-Nur Majingklak dan kawasan pelabuhan Majingklak ini memang sangat tenang jauh dari hiruk pikuk, meski suhu udara cukup tinggi. Patut disinggahi bagi para pemancing untuk mencoba tarikan ikan di segara anakan, ataupun bagi para traveler yang ingin menikmati wisata pulau Segara Anakan, Kampung Laut dan aneka sajian wisata di pulau Nusa Kambangan. 


Senin, 26 Agustus 2013

Masjid Al-Manshurin Karangendah

Masjid Al-Manshurin Desa Karangendah, Gelumbang.
Masjid Al-Manshurin berada di Desa Karangendah, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan.  Desa Karangendah berada sekitar 15 menit perjalanan ke selatan dari kelurahan Gelumbang ke arah selatan atau sekitar 25-30 menit ke arah utara dari kota Prabumulih.


View Masjid Al-Manshurin in a larger map

Batalyon Kavaleri (Yonkav) 5 Serbu bermarkas di Desa ini. Karena-nya untuk memudahkan menyebutkan alamat tempat tinggal penduduk disana secara spesifik, masyarakat Gelumbang seringkali membaginya dalam dua wilayah yakni Karangendah komplek untuk menyebut alamat mereka yang tinggal di dalam komplek Yonkav 5 dan Karangendah Dusun untuk menyebut alamat mereka yang tinggal di luar wilayah komplek Yonkav 5.

Papan Nama Masjid Al-Manshurin, Masjidnya tak terlihat ? Masuk dulu beberapa meter ke sana ya.
Tempatnya berdiri berada di dalam gang kecil disamping sebuah mini market, dan warung makanan Mie Ayam Wonosobo dan Bakso Mawar Jaya. Dari arah Prabumulih lokasi gangnya berada di sebelah kiri jalan, papan namanya berdiri berjejeran dengan papan nama warung Mie Ayam dan Bakso tadi. Data di google maps yang belum update menyulitkan saya untuk menunjukkan secara pasti lokasi masjid ini dipeta untuk anda.

Masjid Al-Manshurin desa Karangendah.
Bangunan masjidnya sederhana saja meski telah dibangun permanen dengan dinding tembok bata beratap limas bersusun. Pagarnya dibuat dari bilah papan yang ditata rapi mengelilingi bagian terasnya. Masjid ini juga sudah dilengkapi dengan toilet dan area berwudhu dengan pasokan air dari sumur pompa.***

Baca juga


Jumat, 23 Agustus 2013

[Foto] Interior Masjid Jami’ Al-Ma’mur Kalijaya

Malanjutkan posting foto sebelumnya berikut foto interior Masjid Jamie Al-Ma'mur Kalijaya. diabadikan diwaktu yang sama beberapa jam sebelum sholat Jum'at, di hari Jum'at terahir sebelum Idul Fitri 1434H yang lalu.

Tawaran menarik yang digembok
Khusu' sendiri di pagi hari.
Dhuha yang sepi
mezanin di lantai dua
Pintu utama lantai dua yang lantainya sudah bersih dan mengkilap untuk persiapan sholat jum'at.
ruang utama lantai dua dari arah pintu masuk.
Lantai dua dari arah pintu balkoni.
Menuju ke Balkoni.
Pilar utama di ruang utama.
Mihrab dan Mimbar
Pengesahan Kepengurusan. Piagam pembangunan masjid nya mana ya pak Nazir ?
Atas Mihrab.
Mimbar, tak lupa dengan tongkat khatibnya.
dari lantai dua.
juga dari lantai dua.

[Foto] Masjid Jami’ Al-Ma’mur Kalijaya

Foto foto berikut diambil di hari Jum’at terahir jelang lebaran Idul Fitri 1434H yang lalu di Masjid Jami’ Al-Ma’mur Kalijaya di Cikarang Kaum yang kini masuk dalam wilayah kecamatan Cikarang Barat, kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Masjid ini sudah pernah di ulas dalam posting dalam blog ini, silahkan klik link nya untuk membaca informasi lebih tentang masjid ini.

Pilar gapura. Masjid Jamie Al-Ma'mur Kalijaya ini memiliki gapura yang cukup unik dengan bentuk yang juga layaknya sebuah masjid mini.
Mau bala-nya tertolak dan Panjang Umur ?
Gapura. puncak gapura seperti disebut di foto sebelumnya
Kubah Utama dari area balkon di lantai dua.
Kubah Kiri. Masjid Jamie Al-Ma'mur Kalijaya dilengkapi dua Kubah yang ini adalah salah satunya
Kubah kanan ukurannya lebih besar dan lebih tinggi

Senin, 19 Agustus 2013

Masjid Arrahman Lembak, Sumatera Selatan

Masjid Arrahman Lembak
Lembak adalah nama desa sekaligus nama kecamatan di dalam wilayah kabupaten Muara Enim, provinsi Sumatera Selatan. Dulunya wilayah desa dan kecamatan ini merupakan bagian dari Kecamatan Gelumbang sebelum kemudian dimekarkan menjadi Kecamatan Perwakilan Lembak dan kemudian ditingkatkan kembali menjadi wilayah kecamatan Lembak yang mandiri sebagai wilayah kecamatan, lepas dari kecamatan Gelumbang selaku kecamatan induk.

Masjid Arrahman Lembak
Desa Lembak, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim
Provinsi Sumatera Selatan - Indonesia


View Masjid Arrahman Lembak in a larger map

Kecamatan Lembak mengambil nama dari nama Desa Lembak selaku ibukota kecamatan. Lokasinya berbatasan langsung dengan kota Prabumulih yang sebelumnya juga merupakan bekas wilayah kabupaten Muara Enim sebelum menjadi kota Mandiri di tahun 2001 yang lalu. Seperti halnya penduduk asli di kecamatan Gelumbang, penduduk asli kecamatan Lembak juga merupakan masyarakat suku Belida yang menggunakan Bahasa Belida atau dalam dialek aslinya disebut “Besa Blide” dalam komunikasi sehari hari.

Bersebelahan dengan SD Negeri 2 Lembak.
Sekedar informasi tambahan, bahwa kecamatan Cambai yang merupakan salah satu kecamatan di kota Prabumulih-pun merupakan masyarakat suku Belida yang menggunakan Bahasa Belida dalam keseharian mereka dan dahulunya-pun merupakan bagian dari kecamatan Gelumbang sebelum kemudian menjadi kecamatan mandiri dan dikemudian hari masuk ke dalam wilayah kota Prabumulih.

Menara dan Gerbang Masjid Arrahman Lembak.
Masjid Arrahman di Desa Lembak ini merupakan masjid yang dibangun oleh Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila (YAMP) bentukan mendiang Presiden Soeharto. Konon dulunya masjid ini seyogyanya akan dibangun di Desa Gelumbang selaku ibukota kecamatan, ketika Lembak masih menjadi bagian Kecamatan Gelumbang, namun berhubung di Desa Gelumbang (kini menjadi Kelurahan Gelumbang) sudah berdiri masjid Jami’ Babussalam, maka pembangunan masjid YAMP dilaksanakan di Desa Lembak.

Menara Masjid Arrahmah Lembak diantara rimbun pepohonan
Masjid Arrahman menjadi masjid ke 18 dari 30 masjid yang dibangun di wilayah provinsi Sumatera Selatan. Dalam situs YAMP alamat masjid ini masih disebutkan dengan alamat “Desa Lembak, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.” Sebuah bangunan menara tunggal kini sedah berdiri megah disamping masjid ini. Seperti kita tahu bahwa semua masjid yang dibangun oleh YAMP selalu menggunakan arsitektur masjid asli Indonesia berupa masjid dengan atap limas bersusun tiga tanpa menara. 

Foto foto yang ada saya ambil sambil lalu saat melintas di wilayah tersebut. Bila anda memiliki foto dengan sudut pandang lebih baik dan punya cerita dan informasi tentang masjid ini, dan ingin berbagi akan kami terima dengan senang hati. Anda dapat menuliskannya di bagian komentar atau mengirimkan kepada kami melalui email di hendrag3371@gmail.com