Minggu, 01 Mei 2016

Masjid Agung Darul Muttaqin Batang, Jateng

Bangunan masjid Darul Muttaqin Batang, berbentuk bangunan masjid tradisional Nusantara dengan atap limas, bukan dengan kubah besar seperti masjid masjid modern. Bentuk tradisional yang khas seperti ini semakin hari semakin tergusur diganti dengan bangunan masjid modern.

Batang, adalah nama kecamatan sekaligus Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Wilayah Kabupaten Batang  berada di tepian pantai utara pulau Jawa, dilalui oleh jalur darat bersejarah “Anyer – Panarukan” yang dibangun dengan tenaga kerja paksa di jaman penjajahan Belanda saat Hindia Belanda dibawah kekuasaan Gubernur Jenderal Daendels (1808). Pusat pemerintahan Kabupaten Batang berada di kecamatan Batang lengkap dengan bangunan Masjid Agung nya yang bernama Masjid Agung Darul Muttaqin. 

Alamat Masjid Agung Darul Muttaqin

Jl. Ahmad Yani, Kelurahan Kauman, Kec. Batang
Kabupaten Batang, Jawa Tengah – Indonesia


Masjid Agung Darul Muttaqin Batang terletak di sisi barat alun alun, di jantung Kota Batang. Posisinya yang begitu strategis menjadi sebab selalu ramai nya masjid ini dikunjungi oleh jamaah baik yang berasal dari sekitar Kota Batang maupun juga para musafir luar kota. Sebelum menjadi Masjid Agung, dahulunya masjid ini bernama Masjid Jami’ Kota Batang, sebelum Batang menjadi kabupaten lagi, terpisah dari Kabupaten Pekalongan.

Arsitektur Masjid Agung Darul Muttaqin Batang

Bangunan masjid dengan perpaduan arsitektur modern di bagian serambi dan bangunan asli di bagian utama masjid ditambah dengan menara tunggal. Masjid ini sudah direnovasi menjadi bangunan berlantai dua, mampu menampung hinngga 2000-3000 jemaah sekaligus. Bangunan tambahan masjid hampir seluruhnya dibalut dengan keramik dan marmer.

Tiga atap limas di bangunan utama dan di dua menara lama nya
Menara tunggal di depan masjid setinggi 29 meter, konon angka dua-nya melambangkan Allah & Nabi Muhammad S.A.W sedangkan angka 9-nya melambangkan Wali Songo, penyebar Islam di tanah Jawa. Badan Menara berbentuk segi enam, melambangkan Rukun Iman. Ruangan dibagian bawah Menara dimanfaatkan untuk kantor pengurus masjid dan perpustakaan.

Bangunan asli Masjid ini berbentuk bangunan tradisional beratap limas bersusun, khas bangunan masjid asli Indonesia. Ruang utama masjid, telah mengalami renovasi, namun masih tetap nampak keasliannya. Sebagian besar ornament dalam ruangan dari kayu. Struktur atap bangunannya ditopang 12 tiang yang dipercantik dengan ukiran ukiran kayu, dan seluruh ornamen kayu di dalam ruangan ini di lapis plitur dan pernis. Serambi masjid telah mengalami perombakan menyeluruh sehingga terkesan lebih modern. Saat singgah  kesana, ruang utama masjid ini sedang dalam proses perbaikan.

@nite time (foto dari T-San T531F)
Tarikh pembangunan Masjid

Terkait dengan tarikh pembangunan masjid, pada mimbar kayu Masjid Agung Darul Muttaqin Batang terdapat ukiran angka 1242 H (1821 M), dan di ruang imam ada pula ukiran angka 1247 H (1826 M). Bisa jadi angka tahun tersebut adalah tahun renovasi atau perluasan masjid, mengingat bahwa kabupaten Batang sendiri sudah berdiri sejak abad ke 17 meski kemudian dilebur kedalam kabupaten Pekalongan tahun 1936 di masa kolonial Belanda dan di masa kemerdekaan kemudian dibentuk lagi sebagai kabupaten mandiri di tahun 1965.

Sejarah mencatat pada tahun 1850-an di Batang pernah hidup seorang ulama besar bernama KH. Ahmad Rifai yang merupakan pendiri gerakan Rifaiyyah yang terkenal menjadi penentang kolonialisme Belanda waktu itu. Dalam sejarahnya, KH. Ahmad Rifai pernah ‘diadili’ Belanda karena ajaran-ajarannya dianggap menentang pemerintah kolonial.

Di bagian belakang Masjid Agung Darul Muttaqin Batang terdapat sebuah makam orang yang menjadi muadzin di Masjid Agung Darul Muttaqin Batang. Muadzin tersebut tewas tertembak oleh peluru penjajah sehingga untuk menghormatinya jenazah dimakamkan di bagian belakang Masjid Agung Darul Muttaqin Batang.

Pendopo masjid di malam hari

Aktivitas Masjid Agung Darul Muttaqin Batang

Aktivitas pendidikan di Masjid Agung Batang ini telah mendirikan dan menjalankan tiga lembaga pendidikan yaitu RA/TK Al Karomah, TPQ Al Karomah, dan SMP Islam Batang. Selain tiga lembaga tersebut, di belakang Masjid Agung Darul Muttaqin Batang juga terdapat sebuah madrasah aliyah, madrasah ibtidiyyah, dan madrasah diniyyah yang menjadi keluarga besar" Masjid Agung Darul Muttaqin Batang meskipun dalam naungan lembaga/yayasan lain.

Ada istilah KABELMAS (Kampus Belakang Masjid) yang melekat dengan fasilitas pendidikan di Masjid Agung ini, karena di belakang Masjid Agung Darul Muttaqin Batang terdapat kompleks pendidikan mulai dari tingkat TK sampai SLTA. Pengajian rutin di masjid ini diselenggarakan setiap malam rabu dan sudah menjadi tradisi selama hampir 20 tahun. Ta’mir masjid juga mengelola lembaga keuangan BMT dan panti asuhan.

di dalam masjid @malam hari
Kegiatan remaja dan pemuda Islam di Masjid Agung Darul Muttaqin Batang terwadahi dalam organisasi Ikatan Pemuda dan Remaja Islam Masjid Agung Batang (IPRIMA). Beberapa kegiatan telah dilakukan oleh IPRIMA untuk menyemarakkan hari-hari besar Islam misalnya Gema Muharram yang diselenggarakan untuk menyambut Tahun Baru Hijriyah dan Festival Tong-Tong Prek untuk menyemarakkan bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Tradisi Masjid Agung Batang

Di Batang ada tradisi kliwonan, semacam pasar malam yang diadakan setiap malam Jumat Kliwon yang sudah mentradisi secara turun temurun. Di Masjid Agung Darul Muttaqin Batang ada sebuah sumur yang airnya dipercaya bisa menjadi media pengobatan penyakit dan tolak bala (atas izin Allah tentunya).  [foto @nite time by Teguh Santoso T531F].***

-------------------ooo000ooo ------------------

Baca Juga Masjid Masjid di Jateng Lainnya


Selasa, 26 April 2016

Masjid Nurul Anwar Blok M Plaza, Jakarta

Masjid Nurul Anwal di Lantai 5 Plaza Blok M
Belanja di Mall tidak berarti bingung mencari tempat sholat. Bangunan Mall di tanah air rata rata sudah dilengkapi dengan Masjid atau setidaknya ruang mushola sempit meski kadang kadang letaknya tersembunyi di ruang basement. Namun beberapa pusat perbelanjaan telah melengkapi diri dengan masjid seperti di pusat perbelajaan blok M di kebayoran baru Jakarta ini.

Lokasi Masjid Nurul Anwar
Blok M Plaza - Lt. 5, Jakarta, Jakarta, Indonesia


Masjid Nurul Anwar berada di lantai 5 blok M Plaza. Masjid yang cukup nyaman meski berada di pusat perbelanjaan. Kehadiran masjid ini memberikan kelengkapan fasiltas yang cukup nyaman bagi muslim yang sedang berkunjung ke sana tanpa harus bingung untuk mencari tempat untuk sholat.

di masjid ini juga dilaksanakan sholat jum’at berjama’ah. Terutama bagi para karyawan dan para tenant dan pengunjung yang kebetulan sedang berada disana di waktu sholat jum’at tiba. So tidak ada alasan tidak sholat saat berada disana karena tidak adanya tempat yang memadai. ***

Area untuk jemaah wanita
Mimbar Khatib
Bedug pun ada
Wudhu di lantai 5a, 

----------------
ZZZ----------------

Baca Juga


Minggu, 24 April 2016

Masjid Jami Nurul Iman Lebak Kantin - Kota Bogor

Bagian depan masjid yang unik
Jalan Lebak Kantin No.37
Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah
Kota Bogor, Jawa Barat
Koordinat : -6.590819, 106.798169


Fasad depan masjid ini mirip bangunan gereja atau seperti bangunan rumah biasa, mungkin dari dulunya seperti itu kemudian dibangun lebih mewah dengan menyisakan bagian depan ini yang difungsikan sebagai tempat tangga akses ke lantai dua, namun yang pasti masih tersisa utuh dari bangunan lamanya adalah menaranya yang masih berdiri sendirian dengan bentuk dan warna aslinya, mungkin memang sengaja di konservasi.

Bangunan menara disamping masjid, sisa dari bangunan lama.
Bangunan masjid ini masih gres alias masih baru, megah dan berlantai dua. masih ada proses pekerjaan merapikan pagar keliling bangunan diatas pagar lama. Sedangkan keseluruhan pembangunan fisik masjidnya sudah selesai keseluruhan. Masjid berlantai dua dengan area sholat utama di lantai dasar. Mimbar yang berdiri di dalam ruang mihrab masjid ini tidak terlihat baru bisa jadi merupakan salah satu peninggalan dari bangunan lamanya. [foto kontribusi dari M. Jabbar OV. T531F]***
Mihrab dan Mimbar
Mimbar khutbah, sepertinya peninggalan dari masjid yang lama sebelum renovasi

Dunding dan jendela

-------------------ooo000ooo-------------------

Baca Juga Masjid di Bogor Lain nya



Rabu, 20 April 2016

Masjid Raya Kota Bogor

Masjid Raya Kota Bogor Saat ini
Masjid Raya kota Bogor berada di Jl Raya Pajajaran No 10, Kota Bogor, sekitar 400 meter dari Terminal Baranangsiang arah ke kiri di pertigaan jika keluar dari jalan tol Jagorawi, letaknya yang berada di pusat keramaian kota Bogor menjadikan masjid ini sangat strategis. Masjid ini awalnya dibangun pada tahun 1970 dan baru selesai tahun 1979. Pada awanya masjid ini dibangun dengan atap limasan khas Indonesia namun kemudian dilakukan revitalisasi yang dilakukan tahun 2006 dan baru diresmikan pada tanggal 16 Januari 2013 menghabiskan dana sekitar 22 milyar rupiah.

Lokasi Masjid Raya Kota Bogor
Jl. Raya Pajajaran No. 10, Kecamatan Bogor Timur
Kota Bogor, Jawa Barat



Revitalisasi telah merubah total bentuk bangunan masjid ini dari semula beratap limas menjadi bangunan masjid berarsitektur modern dengan kubah besar yang diapit dua kubah kecil. Ruangan utama Masjid Raya Bogor yang cukup mewah dan lumayan lega, pintu pintu masjid dari kaca masjid kusen aluminium. Tembok dinding kiri kanan dan atas mihrab dilapis bahan semen fiber-glass, berhias kaligrafi petikan ayat Al-Quran serta ornamen lengkung dan garis. Di atas lubang mihrab terdapat kaligrafi kalimat “Allah” dan “Muhammad”.

Masjid Raya Kota Bogor dilengkapi dengan Gedung Pusat Pengembangan dan Pengkajian Islam di sisi kanan masjid dan perpustakaan umum di sekitar serambi masjid. Bagian dalam kubah utama Masjid Raya Bogor yang cukup indah dengan lampu kristal gantung berada tepat di tengahnya. Keseluruhan bangunan masjid ini memiliki luas sekitar 4.057 m2 ini ruang utamanya yang cukup luas, ditambah dengan balkon di sisi kiri kanan atas dengan penopang keemasan menambah kapasitas masjid.

Masjid Raya Kota Bogor sebelum revitalisasi
Setelah revitalisasi, Masjid ini dilengkapi dengan menara tunggal yang letaknya terpisah lumayan jauh dari bangunan utama masjid dihubungkan dengan koridor cukup panjang antara masjid dan bangunan menaranya. Bagian dasar menara berbentuk segi empat tiga tingkat, dengan tingkat ketiga berukuran lebih kecil. Ornamen bulan bintang diletakkan di ujung menara masjid ini. Di suasana cuaca cerah masjid ini memiliki pemandangan yang indah dengan latar belakang gunung salak yang menjulang.*** di sisi kiri kanan atas dengan penopang keemasan menambah kapasitas masjid.


Setelah revitalisasi Masjid Raya Bogor dilengkapi dengan menara tunggal yang letaknya terpisah lumayan jauh dari bangunan utama masjid dihubungkan dengan koridor cukup panjang antara masjid dan bangunan menaranya. Bagian dasar menara berbentuk segi empat tiga tingkat, dengan tingkat ketiga berukuran lebih kecil. Ornamen bulan bintang diletakkan di ujung menara masjid ini. Di suasana cuaca cerah masjid ini memiliki pemandangan yang indah dengan latar belakang gunung salak yang menjulang. [foto oleh : M. Jabbar O.V T531F].***

Ekterior Masjid Raya Kota Bogor

Ba'da sholat Jum'at
dan ini akses utama ke masjid

Interior Masjid Raya Bogor

Lampu gantung ukuran besar menggantung dibawah kubah
Sisi kiblat masjid raya kota bogor 
Mezanin di sisi kanan dalam masjid
Pintu utama
---------------ooo000ooo---------------

Senin, 18 April 2016

Masjid Darul Iman At-Tauhid Cibeureum - Cikutra

Megah di cahaya temaram
Masjid Darul Iman ini dibangun sejak tahun 2013 yang lalu oleh salah seorang tokoh masyarakat setempat. Rekaman foto proses pembangunan masjid ini sudah kamu posting di laman ini juga 3 tahun lalu berjudul Masjid Jamie Darul Iman Pulo Kapuk – Under Construction. Kini bangunan masjid ini sudah berdiri megah lengkap dengan sarana pendukungnya.

Sore hari sebubar jam kantor, sempat singgah ke masjid ini bertepatan dengan waktunya sholat magrib. Akses ke masjid ini tersedia dua pintu di sisi selatannya. Kalaman parkir luas nya ada di sisi timur  dan sedikit di sisi baratnya. Keseluruhan bangunan masjid sudah dipagar keliling. Tempat wudhu dibangun di sisi utara.

Dan malam pun turun menyelimuti siang

Masjid Jamie Darul Iman At-Tauhid
Kampung Cibeureum RT. 02/RW 04 Desa Mekar Mukti
Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi
Jawa Barat – Indonesia

Titik Koordinat :  6°17'34.50"S 107° 9'27.63"E


Masjid Darul Iman dibangun dalam arsitektur arabia yang kental meski tanpa Menara. Sebuah kubah tunggal berukuran besar bertengger di atap bangunan masjid terlihat dari jarak yang cukup jauh. pilar pilar penyangga dengan lengkungan lengkungan bercorak seperti masjid bersejarah cordova menghias sekeliling bangunan masjid. Tidak ada jendela di masjid ini namun dinding masjid di tiga sisinya dipasang ventilasi dengan ornamen yang cukup menawan.

Dinding bagian luar maupun bagian dalam dihias dengan ukuran stako berbentuk geometris ditambah dengan hiasan kaca patri menambah keindahan bangunan masjid ini. Di dalam masjid berdiri kokoh empat pilar berukuran besar menyanggah struktur atap. di bawah kubahnya menggantung lampu hias yang juga berukuran besar.

Mihrab, Mimbar dan sisi depan bagian dalam masjid 
Cukup unik bagian dinding sisi depan masjid ini, bila biasanya masjid masjid besar tidak menghias atau menghadirkan nuansa “sepi’ dari ornament pada bagian depan di dalam masjid, tapi di dalam masjid ini sisi depan nya justru dipenuhi dengan ornament stako berpola geometris dan susunan pilar pilar kecil berpasangan dengan lengkungan, meskipun demikian pemilihan warnanya cukup bijak sehingga tidak terlalu menyolok.

Untuk urusan jemaah anak anak, sebelum sholat berjaah dimulai ada beberapa jemaah dewasa yang mengatur anak anak, mengingatkan untuk tidak bercanda, bermain atau berlarian saat pelaksanaan sholat. Ada jemaah yang masbuk karena memastikan ketertiban jemaah anak anak sore itu saat mampir untuk sholat magrib di masjid megah ini.***

Kubah Masjid
Pilar dan lengkungan
Pintu sisi selatan
Ornamen kaca patri dan ventilasi sebagai pengganti jendela.
Teras selatan, menghadap ke barat
Beduk besar di teras timur. Bukan sekedar pelengkap tapi benar benar dipakai alias dipukul sebelum berkumandangnya azan
Teras timur ke arah tempat wudhu

 Interior Masjid

Bagian dalam masjid di pandang dari pintu timur
Dari celah ventilasi
Dinding berventilasi di sisi utara
Lampu gantung besar
Salah satu ornamen di sisi kiblat masjid
Mihrab dan mimbar
salah satu dari empat pilar di dalam masjid 

----------ZZZ----------

Baca Juga Masjid Masjid di Cikarang Utara Lainnya



Masjid Al-Ikhlas Semarang

Masjid Al-Ikhlas dari arah gerbang

Lokasi dan Alamat Masjid Al-Ikhlas

Jl. Dr. Cipto No.11, Kebonagung, Semarang Timur
Kota Semarang, Jawa Tengah
Telepon: (024) 3586213
Koordinat : 6°58'18"S 110°26'1"E


Street View


Masjid yang letaknya tidak jauh dari perempatan lampu lalu lintas Patimura-Citarum dan masuk dalam wilayah kelurahan Kebonagung kecamatan Semarang Timur. Masjid ini berlantai 2, lantai dasar digunakan sebagai aula atau ruang serbaguna sedangkan lantai 1 digunakan sebagai ruang sholat dan ditambah lantai mezanin untuk sholat jamaah wanita.

Denah masjid ini berbentuk bintang segi delapan. Interior dihiasi dengan kaligrafi pada dinding bagian atas serta bagian mihrabnya. Dinding interior didominasi warna hijau dan putih memberikan kesan teduh, sedangkan kombinasi warna coklat dan krem melengkapi eksterior masjid ini. Halaman masjid cukup luas untuk parkir 15 mobil atau lebih.

Tangga menuju ke lantai utama
Pada tahun 2010, HM Yunus, seorang Jemaah masjid yang bertetangga dengan masjid ini menyedekahkan hartanya untuk memugar masjid itu, mulai dari bagian atap hingga lantainya, hingga pembenahan manajemen masjid. Ditahun yang sama masjid Al-Ikhlas mengungang Ustadz Yusuf Mansur, pendiri PPPA Daarul Quran. Berikutnya hadir juga di sana, Asaatidz PPPA Daqu seperti Syech Ali, Kyai Kosasih, dan Ustadz Ahmad Jameel untuk bertabligh di Masjid ini. masih di tahun yang sama masjid Al-Ikhlas mengadakan aksi  Peduli Merapi. Pada November tahun 2010, Tim Masjid Al Ikhlas untuk menyampaikan bantuan bagi warga korban erupsi Merapi hingga di Desa Cangkringan. [foto kontribusi Teguh Santoso T531F].***

Papan Nama Masjid Al-Ikhlas
Di dalam Masjid Al-Ikhlas


-------------------ooo000ooo ------------------

Baca Juga



Kamis, 14 April 2016

Masjid As Syafir Lokawisata Baturraden

Lokasi masjid As-Syafir ini berseberangan dengan area parkir kendaraan pengunjung lokawisata Baturraden
Masjid As Syafir berada di tengah kawasan Lokawisata Baturraden, berseberangan dengan area parkir kendaraan dan tak jauh dari pintu masuk sekaligus penjualan tiket masuk ke kawasan Lokawisata Baturraden. tidak ada akses dari dalam kawasan ke masjid begitupun sebaliknya, sehingga wisatawan yang sudah masuk ke dalam kawasan dan ingin sholat ke masjid ini, harus keluar dulu dari kawasan lokawisata.

Alamat Masjid As Syafir

Masjid As Syafir
Lokawisata Baturraden
Desa Karangmangu, Kecamatan Baturraden
Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
Koordinat : -7.312918, 109.228975

Gmaps


Street View


Tentang Lokawisata Baturraden

Lokawisata Baturraden  terletak di sebelah selatan Gunung Slamet memiliki udara sejuk dan cenderung bertambah dingin di malam hari. Selain memiliki panorama alam yang cantik, Baturaden juga memiliki legenda rakyat Lutung Kasarung dan Raden Kamandaka yang terkenal dan menjadi asal muasal nama tempat tersebut, yakni Batur-Raden yang secara harfiah berarti Temannya Raden.

Baturraden terletak di sebelah utara kota Purwokerto tepat di lereng sebelah selatan Gunung Slamet. Baturraden karena letaknya di lereng gunung menjadikan kawasan ini memiliki hawa yang sejuk dan cenderung dingin terutama di malam hari. Baturraden juga merupakan daerah wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal, terutama pada hari minggu dan hari libur nasional.

Bangunan Masjid As-Syafir terlihat jelas dari depan gerbang masuk (tiketing) lokawisata Baturraden.
Baturraden dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Jarak dari kota Purwokerto sekitar 15 km dan dapat ditempuh dalam waktu 15 menit dengan lalu lintas yang tidak terlalu padat. Apabila ingin menggunakan kendaraan umum wisatawan dapat naik angkutan kota dari terminal di Purwokerto dan turun di terminal lokawisata Baturraden. Jika ingin lebih praktis wisatawan dapat menggunakan taksi. Jika memutuskan untuk menggunakan kendaraan pribadi, sebaiknya hati-hati karena jalan yang menanjak dengan kemiringan sekitar 30 derajat.

Selain akses yang mudah, area wisata ini juga menyediakan hotel dan aneka penginapan yang memadai. Di samping, bagi pecinta alam terbuka disediakan camping ground yang nyaman dan aman. Dan tanpa perlu khawatir akan kesulitan memperoleh makanan, karena di area ini cukup banyak pedagang yang menjajakan kuliner khas Baturraden yakni sate kelinci.

Baturraden, dari kata Batur (teman) dan Raden, bukan Batu-Raden.
Atap limas masjid As-Syafir Baturraden