Minggu, 15 Januari 2017

Masjid Jami’ Nashrullah Medang Asem

Indah dan unik di tepian kanal irigasi, Masjid Jami' Nashrullah Desa Medangasem

Masjid Jami’ Nashrullah ini salah satu masjid di kabupaten Karawang yang memiliki atap yang sangat khas. Selain majid ini masih ada beberapa masjid masjid lainnya di Kabupaten Karawang dengan rancangan atap unik seperti ini, salah satunya adalah Masjid Jami’ Nurul Ikhsan Segaran Kecamatan Batujaya yang juga berada di tepian kali yang sama.

Masjid Jami’ Nashrullah
Kampung Bubulak, Desa Medang Asem
Kecamatan Jaya Kerta Kabupaten Karawang
Jawa Barat, Indonesia



seperti juga atapnya yang khas, kehidupan sosial budaya masayakat disini juga khas. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani sawah yang sangat tergantung kepada pasokan air dari kanal irigasi yang melintas di wilayah ini dari bendungan jatiluluhur hingga bermuara ke laut utara Jawa.

Aliran air di kanal irigasi inipun menjadi bagian dari kehidupan masyarakat disana. Untuk keperluan Mandi, mencuci dan sebagainya sangat tergantung pada aliran kali irigasi tersebut. dibeberapa lokasi memang disedikan undakan undakan tanga akses menuju ke kali termasuk di depan masjid Jami’ Nashrullah ini, sehingga sudah menjadi pemandangan umum di pagi dan sore hari ada aktivitas warga yang sedang mandi atau mencuci, di kali di depan masjid ini.***


Sabtu, 14 Januari 2017

Masjid YAMP Al-Hidayah Teluk Ampel

Senja jatuh di masjid Al-Hidayah

Masjid Jami’ Al-Hidayah merupakan salah satu bangunan masjid yang dibangun oleh Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila (YAMP) pada era Presiden Suharto. Masjid ini merupakan salah satu masjid YAMP di wilayah Kabupaten Karawang, tepatnya berada di kampung Teluk Ampel, Desa Karyamakmur, kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang, Propinsi Jawa Barat. Lokasinya tidak berada di tepian jalan raya Batujaya namun agak sedikit masuk beberapa meter dari jalan utama. namun terlihat dengan jelas dari kejauhan.

Masjid YAMP Al-Hidayah
Teluk Ampel, Desa Karyamakmur, Kecamatan Batujaya
Kabupaten Karawang, Jawa Barat



Seperti masjid masjid YAMP lainnya, bangunan masjid Jami’ AL-Hidayah inipun dibangun dengan arsitektur asli Indonesia seperti rupa bentuk Masjid Agung Demak. Atap limas bersusun tiga ditambah dengan teras di ketiga sisi luarnya. Dan di bagian dalam masjid tidak dilengkapi dengan sokoguru penyanggah atap memberikan ruang yang tekesan lebih lega.

Prasasti pembangunan masjid ini diletakkan di tembok bagian dalam sebelah utara dan ditandatangani langsung oleh mendiang presiden Suharto, meski plakat di masjid ini tidak dilengkapi dengan tanggal pembangunan. Sore hari menjelang magrib di dalam masjid ada seorang pengurus masjid yang sedang khusu’ melantunkan ayat ayat suci Al-Qur’an sembari menunggu tibanya waktu magrib dan Jemaah satu persatu berdatangan.*** 

Foto Foto Masjid YAMP Al-Hidayah Teluk Ampel

Di tepian jalan masuk ke kampung Teluk Ampel
Plakat peresmian masjid oleh Pak Harto
Di dalam masjid
Struktur Organisasi Pengurus Masjid Jami' Al-Hidayah


Minggu, 08 Januari 2017

Masjid “Aliando” Karawang

Masjid Jami' An-Nur, Jalan Lingkar Tanjung Pura, Karawang

Masjid megah yang berdiri sendirian diantara hamparan sawah di tepian sisi utara ruas jalan lingkar Tanjungpura ini bernama Masjid Jami An-Nur, namun kebanyakan orang justru menyebutnya Masjid Aliando karena memang dibangun oleh artis sinetron remaja Aliando Syarief dan keluarganya. Masjid Jami’ An-Nur ini diresmikan penggunaannya pada tanggal 22 Juni 2014 dihadiri oleh pihak keluarga Aliando Syarief, tokoh dan masayarakat setempat serta para fans.

Lokasinya memang berada diantara pesawahan dan lahan kosong di tepian ruas jalan lingkar Tanjung Pura, menjadikannya tempat satu satunya masjid dan tempat yang dapat disinggahi saat tiba waktu sholat ketika sedang berada di sekitar ruas jalan tersebut. Ruas jalan lingkar Tanjung Pura memang belum terlalu lama dibuka, wajar bila di kawasan ini masih sepi bangunan apalagi hunian, dan hal itu pula yang menjadi alasan mengapa masjid tersebut di bangun disana.

Masjid An-Nur
Jl. Lingkar Tanjungpura, Tanjungmekar
Karawang Barat., Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41316



Sekilas Masjid ini dibangun layaknya sebuah balairung istana lengkap dengan dua ‘singgasana’ yang salah satunya berfungsi sebagai mimbar khatib, tidak ada mihrab di masjid ini. Interiornya di-dominasi dengan beragam ornamen hias bewarna emas termasuk kotak amal, dan perabot perabot lainnya. hamparan karpet merah menutup seluruh permukaan lantai ruang dalam masjid ini. konsep terbuka sangat jelas diterapkan pada bangunan ini dengan aplikasi partisi kaca sebagai dinding masjid yang tingginya tidak full sampai ke atap memberikan sirkulasi udara yang baik dari sisi terbuka di atas partisi kaca. sementara untuk penerangan sangat irit dengan memanfaat sinar matahari di siang hari.

Secara umum, bangunan masjid An-Nur ini berdenah segi empat beratap beton dengan empat kubah berukuran kecil di ke-empat penjuru atapnya. Langgam Eropa sangat terasa pada penggunaan jejeran pilar pilar beton berukuran besar di tiga sisi bangunan-nya, di teras sisi timur masjid, ada satu perangkat beduk yang disebut sebut sebagai beduk terbesar di dunia.***

Interior Masjid An-Nur
Tidak ada ruang mihrab di masjid ini, pada tempat yang biasanya merupakan ruang mihrab dipasang ornamen bewarna emas seperti pada foto di atas.
langit langit masjid di dominasi warna putih dengan sentuhan warna emas, ornamen bintang segi delapan dan lampu lampu gantung kristal.
Beduk di masjid An-Nur, disebut sebut sebagai beduk terbesar di dunia
Masjid Jami An-Nur tahun 2013 saat sedang dalam proses pembangunan




Sabtu, 07 Januari 2017

Majid Jamie Al-Ulya Tanjung Mekar Karawang

Masjid Jamie Al-Ulya. Tanjung Mekar, Karawang

Masjid Jamie Jamie Al-Ulya berada di ruas jalan Rangga Gede Desa Tanjung Mekar, Kabupaten Karawang. Ruas Jalan Rangga Gede ini membentang dari bundaran di bawah jembatan laying Karawang hingga ke Jembatan Citarum di pasar Bojongsari di tepian kali Citarum di sisi wilayah kabupaten Bekasi.

Selain masjid Jamie Al-Ulya, di ruas jalan ini juga terdapat beberapa masjid lainnya meski sudah berbeda wilayah Desa, yakni Masjid Al-Hidayah yang begitu mewah dan masih gress dan Masjid Jami Al-Furqon yang berada disebelah kantor Lurah Tanjung Pura. Namun berbeda dengan dua masjid tersebut, masjid Jamie Al-Ulya ini berukuran lebih besar dan memiliki halaman yang cukup luas.

Masjid Al-Ulya
Jl. Rangga Gede, Telukmungkal RT.006 RW.012
Desa Tanjungmekar, Kec. Karawang Barat
Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41316, Indonesia



Merujuk kepada data di simaskemenag, masjid Jamie Al-Ulya ini dibangun tahun 1967 diatas tanah ber-Sertifikat Hak Milik seluas 2000 meter persegi dan luas bangunan 256 meter persegi. Bangunan masjid Al-Ulya berada di sisi selatan Jalan Raya Rangga Gede, halaman masjid berada di sisi timur dan selatan masjid sedangkan bangunan masjidnya rapat ke sisi lahan bagian barat dan utara. Sampai tulisan ini dimuat belum ada perubahan atau renovasi terhap bangunan masjid ini.***

Bangunan masjid nya satu lantai dengan atap yang sudah di cor. Ada tangga permanen dari beton di sisi utaranya untuk akses ke atap masjid, sepertinya lantai cor masjid ini juga digunakan sebagai tempat sholat pada waktu waktu tertentu. Area tempat wudhu ada sisi selatan, begitupun area parkir untuk motor yang sudah diberikan atap asbes lengkap dengan papan amaran kepada pemilik sepeda motor agar berhati hati.

Interior Masjid Jamie AL-Ulya

Pertama kali singgah ke masjid ini di bulan Desember tahun 2013 yang lalu untuk sholat magrib, ketika melintas di depan masjid bertepatan dengan berkumandangnya azan magrib. Jemaah magribnya cukup ramai termasuk anak anak. 

Melihat banyaknya anak anak di masjid mengingatkan kepada pesan dari Sultan Muhammad Al-Fatih sang penakluk Konstantinopel sekaligus pendiri Kekhalifahan Usmaniyah di Istambul, untuk senantiasa menanamkan kecintaan kepada masjid terhadap anak anak sejak usia dini dan itu tentu saja sejalan dengan wasiat Rosulullah SAW, sebagai pengingat bagi semua pengurus DKM untuk menjadikan masjid sebagai masjid yang ramah untuk anak anak.***.
 
Masjid Al-Ulya Ba'da Magrib
Area parkir motor masjid Al-Ulya
Amaran di area parkir motor


-------------------
                     
Artikel Masjid di Karawang Barat Lainnya

Masjid Al-Jihad Karangpawitan         

Minggu, 01 Januari 2017

Masjid Al-Muhajirin Desa Suka Pindah

Masjid Al-Muhajirin

Nama desa tempat masjid ini berdiri cukup menarik perhatian, Desa Sukapindah, begitu namanya. Desa ini berada di dalam wilayah kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, provinsi Sumatera Selatan, dan lokasinya berada di tepian jalan lintas timur Sumatera, Sejauh ini kami belum menemukan literature yang menjelaskan tentang nama desa yang unik ini.

Masjid Al-Muhajirin Sukapindah
Jalan Lintas timur Sumatera, desa Suka Pindah
Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir
Sumatera Selatan, Indonesia



Cocok dengan nama Desanya, Masjid ini diberi nama Masjid Al-Muhajirin alias kaum pendatang. Bisa jadi memang kaum muslimin yang membangun masjid ini adalah kaum suka pindah yang kemudian dating ke desa tersebut dan kemudian menetap disana, entahlah. Mungkin diantara pembaca ada yang faham tentang itu. Ketika melintas disana Juli 2016 yang lalu masjid ini masih dalam tahap renovasi, terbaca jelas dari spanduk yang dipasang di depan masjid ini dan bangunannya pun tampak memang sedang dalam proses pembangunan.****

---------------------------------------

Masjid di Ogan Ilir Lain-nya


Sabtu, 31 Desember 2016

Masjid Agung Nurussa’adah Tanjung Raja

Masjid Agung Nurussa'adah Tanjung Raja

Masjid Agung Nurussa’adah merupakan salah satu masjid di Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan yang berada di tepian ruan jalan lintas timur Sumatera. Masjid megah dengan rancangan Masjid Modern berkubah tunggal di atapnya dengan dominasi warna hijau diseluruh bangunannya. Satu menara berbentuk sederhana berdiri di halaman samping terpisah dari bangunan utama.

Meski menyandang nama Masjid Agung, masijid ini bukanlah masjid Agung Kabupaten Ogan Ilir, dan Tanjung Raja juga bukan ibukota kabupaten bagi Kabupaten Ogan Ilir yang merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Ogan Komering Ilir. Masjid Agung Kabupaten Ogan Ilir berada di komplek perkantoran Pemerintahan kabupaten di Inderalaya.

Masjid Agung Nurussa’adah
Jalan lintas timur Sumatera, Desa Tanjung Raja Barat
Kec. Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Indonesia
Koordinat: -3.330976, 104.770554



merujuk kepada data kemenag, Masjid Nurussa’adah ini berstatus sebagai Masjid Jami’, dibangun tahun 1997 dengan luas bangunan 400 meter persegi berdiri di atas tanah wakaf seluas 1500 meter persegi. Dengan pekarangan yang cukup lega, masjid Agung Nurussa’adah ini cukup nyaman dijadikan persinggaha diperjalanan mudik, bagi para pemudik yang melintasai jalan lintas timur Sumatera, ataupun sekedar singgah untuk menunaikan sholat sholat saat melintas di Tanjung Raja.***

Menara masjid diantara rumah penduduk

---------------------------------------

Masjid di Ogan Ilir Lain-nya



Senin, 26 Desember 2016

Masjid Roudhotus Solihin Tanjung Raja

Dari jembatan Tanjung Raja, Masjid Roudhatus Solihin Tanjung Raja terlihat megah di kejauhan ditengah tengah pemukiman penduduk kota Tanjung Raja.

Masjid Roudhatus Sholihin merupakan masjid yang berada di Desa Tanjung Raja, kecamatan Tanjung Raja, kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Masjid ini terlihat dengan jelas dari arah jembatan Tanjung Raja apabila anda sedang melintas di atas jembatan Tanjung tersebut dari arah kota Palembang ke arah Kota Kayu Agung.

Lokasi Masjid ini sebenarnya berada tepat di belakang Komplek kantor kecamatan Tanjung Raja, ada ruas jalan Kolonel H. Hasmuni Has disamping kantor camat menuju arah sungai Ogan, dan Jalan tersebut berahir di depan masjid ini. lokasi masjid ini berdiri memang berada di pusat kota Tanjung Raja, selain kantor kecamatan, di lokasi ini berjejer beberapa kantor pemerintahan dan pasar serta terminal Tanjung Raja.

Masjid Roudhatus Sholihin
Jl. Kolonel H. Hasmuni Has, Desa Tanjung Raja Utara
Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir
Sumatera Selatan, Indonesia



Arsitektur masjid Roudatus Solihin ini memiliki kemiripan yang sangat kental dengan Masjid Agung Nurussa’adah Tanjung Raja dan Masjid Al-Abror di Sakatiga Seberang, kecamatan Inderalaya. Bila masjid tradisional nusantara memiliki ciri bangun atapnya yang berupa atap limas bersusun tiga, masjid ini juga memiliki atap bertingkat meskipun berupa atap beton dan di atap tertingginya dilengkapi dengan kubah bundar dari beton terlihat megah dari seberang Sungai Ogan yang membelah kota Tanjung Raja.

Kecamatan Tanjung Raja pada mulanya meliputi Kecamatan Rantau Alai, Rantau Panjang, Sungai Pinang, dan beberapa desa yang sekarang menjadi wilayah Kecamatan Indralaya Selatan. Letak nya yang strategis di jalur lintas timur Sumatera menjadikan wilayahnya sebagai Kota Transit.

diantara atap rumah rumah penduduk

Salah satu yang menjadikan ikon kecil kota ini adalah Pindang Pegagan-nya yang terkenal lezat dan sedap. Penduduk kecamatan Tanjung Raja mayoritas bekerja sebagai petani, dan sebagian kecil sebagai PNS serta penduduk di wilayah ini bersuku bangsa Pegagan, Kayuagung, dan jawa, sedangkan bahasa yang digunakan oleh masyarakat sehari-hari adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Palembang, Bahasa Pegagan, dan Kayuagung.

Kecamatan Tanjung Raja merupakan salah satu kota terbesar selain Indralaya dari segi aspek sosial, budaya, perekonomian, penduduk, dan kota kecil yang mandiri, maju, dan sejahtera masyarakatnya. Dan apabila nantinya Indralaya menjadi Kota Madya di lingkungan Provinsi Sumatera Selatan, Tanjung Raja mungkin akan sebagai ibukota penggantinya.***