Minggu, 14 Januari 2018

Foto Exterior Masjid Agung At-Tin Jakarta Timur - Bagian 2

Menara sudut barat daya Masjid Agung At-Tin
mengintip ujung menara
Dari balik lubang ventilasi
Menara utama Masjid Agung At-Tin yang dibangun terpisah dari bangunan masjid dan lebih tinggi dari empat menara lainnya yang dibangun di ke empat sudut bangunan masjid.
Bulan sabitnya yang sangat khas Usmani
Rumput yang luar biasa, mampu tumbuh di tempat begitu tinggi.
Menara barat daya
Menara sisi timur laut.

Baca artikel tentang Masjid Agung At-Tin di Posting Sebelumnya.
  

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga



Sabtu, 13 Januari 2018

Foto Exterior Masjid Agung At-Tin Jakarta Timur - Bagian 1

gaya masjid usmani jelas terlihat di masjid Agung At-Tin ini, namun tampa meninggalkan bentuk dasar arsitektur asli nusantara yang berundak undak, atap bertingkat.
Gaya masjid Usmani ditandai dengan kubah besar di atap bangunan masjid dan menara menara yang menjulang. namun di masjid ini Prof. Noe'man membangun menaranya dengan denah segi empat tidak bundar dan lancip sebagaimana pakem menara masjid Usmani.
Bentuk bentuk anak panah yang menghadap ke langit seperti ini kemudian banyak di adopsi pada rancangan rancangan masjid yang dibangun setelah masjid ini.
Setidaknya ada tiga sentuhan gaya arsitektur pada bagian ini; gaya Usmani pada bagian kubah besarnya, gaya Maroko pada batang menaranya yang berdenah segi empat dan Gaya Asli Nusantara pada bentuknya yang berundak undak.
Pelataran depan ini sebelum nya berupa halaman rumput dengan garis garis shaf dari batu
Megah dan kokoh ditambah dengan sentuhan kaligrafi dan kaca patri.
upaya mempertahankan bentuk atap limas dan betumpuk terlihat dari bagian ini
dari sudut ini dapat dilihat susunan atapnya yang dibangun bertingkat tingkat 
Ornamen di sisi dinding paling atas seperti ini banyak digunakan di kawasan Afrika Utara hingga semenanjung Arabia

Baca artikel tentang Masjid Agung At-Tin di Posting Sebelumnya.



------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga



Minggu, 07 Januari 2018

Foto Kaca Patri Masjid Agung At-Tin Jakarta Timur

Seni Kaca Patri di Masjid Agung At-Tin

Tidak jelas benar kapan dan dari mana kaca patri bermula, namun seni kaca warna warni ini masuk ke Indonesia di masa penjajahan Belanda yang membawa jendela jendela kaca patri dari Eropa untuk kepentingan tempat tempat ibadah mereka.

Saat ini kaca patri sudah berkembang sedemikian rupa, baik untuk memperindah tempat ibadah, gedung pemerintah bahkan bangunan hunian. Kaca patri juga digunakan di berbagai bangunan masjid modern di tanah air, salah satunya di Masjid Agung At-Tin di kawasan Taman Mini Indonesia Indah. berikut beberapa fotonya, selamat menikmati.

Baca artikel tentang Masjid Agung At-Tin di Posting Sebelumnya.
Beranda lantai dua
Di bagian fasad depan Masjid Agung At-Tin tepat di tangga akses ke lantai dua
Di bagian fasad depan Masjid Agung At-Tin tepat di tangga akses ke lantai dua
Menghias badian atap beranda
Di lantai dasar
menikmati pantulannya
Refleksi
Di bagian menara
Di bagian menara
Di bagian menara
Di atas selasar
Lampu hias di beranda
Lampu hias di beranda
Selasar Masjid Agung At-Tin
  
------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga




Sabtu, 06 Januari 2018

Masjid Agung At-Tin TMII Jakrta Timur

Masjid Agung At-Tin

Masjid At-Tin adalah satu di antara dua masjid megah di kawasan TMII. Masjid lainnya adalah Masjid Diponegoro (TMII). Mulai dibangun pada bulan April 1997 dan dibuka secara resmi pada tanggal 26 November 1999. Masjid Agung At-Tin dibangun di atas lahan seluas 70 ribu meter persegi dan dirancang untuk dapat menampung hingga lebih dari 10 ribu jemaah dengan rincian 9000 jemaah di dalam masjid dan 1850 jemaah di selasar dan plaza.

Sejak pertama berdiri masjid ini di identikkan dengan mendiang ibu Negara Republik Indonesia Ibu Tien Soeharto, maklumlah karena memang nama masjid ini sama dengan nama populer beliau, meski demikian situs resmi Masjid Agung At-Tin dalam artikelnya sama sekali tidak menyangkutpautkan nama masjid ini dengan nama Ibu Tien Soeharto. Meski memang berdirinya Masjid Agung At-Tin berikut Taman Mini Indonesia Indah tak bisa dilepaskan dari peran dan jasa beliau selama mendampingi Pak Harto sebagai presiden RI ke-2. Pengelolaan masjid ini juga berada di bawah Yayasan Ibu Tien Soeharto.

Masjid Agung At Tin
RW.3, Pinang Ranti, Makasar
Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13560



Nama At-Tin

Merujuk kepada situs resmi Masjid Agung At-Tin Nama At-Tin diambil dari salah satu surah dalam Al-Quran yang merupakan wahyu ke-27 yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, atau surah ke-95 dalam urutan penulisan Al-Qur‘an. Nama surah itu adalah At-Tin yang berarti sejenis buah yang sangat manis, lezat, dan penuh gizi. Buah ini dipercayai mempunyai manfaat yang banyak, baik sebelum matang maupun sesudahnya.

Selain diinspirasi dari surah Al-Qur‘an, pemberian nama At-Tin sebenarnya juga merupakan upaya untuk mengenang jasa-jasa istri mantan Presiden Soeharto yang bernama Ibu Tien atau lengkapnya Hj. Fatimah Siti Hartinah Soeharto. Memang, pendirian Masjid At-Tin sejak awal merupakan usaha anak-cucu Presiden Soeharto untuk mengenang ibunda/nenek mereka. Pendirian masjid ini terlaksana berkat bantuan Yayasan Ibu Tien Soeharto yang merupakan yayasan milik anak-keturunan Ibu Tien Soeharto. Oleh karenanya, nama At-Tin tentu dimaksudkan sebagai doa dan perwujudan rasa cinta yang tulus dari anak/cucu kepada ibunda/nenek mereka.

Pelataran depan Masjid Agung At-Tin, Dulunya halaman ini berupa halaman rumput dengan garis garis shaf darri susunan batu, namun kemudian diganti dengan keramik seperti sekarang ini.

Arsitektur Masjid Agung At-Tin

Masjid Agung At-Tin dirancanag oleh pasangan arsitek anak dan Ayah yakni Fauzan Noe‘man dan Ahmad Noe‘man. Fauzan Noe'man merupakan anak dari Ahmad Noe'man. Rancangan yang memang sangat unik dengan perpaduan berbagai seni bina bangunan masjid dunia dan Nusantara. Hasilnya adalah sebuah bangunan masjid megah modern yang begitu indah.

Struktur utama bangunan Masjid Agung At-Tin dibangun layaknya sebuah masjid Usmaniah (Turki) berupa bangunan masjid megah Eropa dengan kubah tunggal berukuran raksasa di atap masjid lengkap dengan empat menara tinggi di empat penjurunya ditambah dengan satu menara tunggal yang lebih tinggi terpisah dari bangunan utama. Namun sentuhan khas Indonesia yang biasanya dicirikan dengan atap masjid berbentuk limas atau joglo justru dimunculkan pada bentuk ornamen di seluruh diding masjid.

Kubah utama Masjid Agung At-Tin dan Kubah salah satu dari empat menara sudut Masjid Agung At-Tin.

Ornamen berbentuk atap limas itu sekaligus membentuk anak panah yang menghadap ke langit. Rancangan yang demikian ini dikemudian hari menjadi trend baru masjid masjid yang dibangun berbagai daerah di tanah air, sebut saja salah satunya adalah Masjid Al-Jihad Karawang yang turut mengadopsi bentuk yang sama dalam pembangunan kembali masjid Al-Jihad yang kini berdiri di pusat kota Karawang menggantikan bangunan lamanya di lokasi yang sama.

Bentuk yang sama tidak saja mendominasi ekterior bangunan utama tapi juga tampil di bagian dalam masjid yang menjadi ornament utama sisi kiblat masjid ini. Hanya saja bila pada ekteriornya bentuk tersebut dalam baluran warna terang, di dalam masjid bentuk tersebut di modifikasi ke dalam warna yang lebih gelap menggunakan lempengan lempengan keramik, plus mozaik dan kaligrafi. Bentuk anak panah pada bagian ekterior juga dihias dengan ukiran kerrawang atau ukiran tembus sebagai ventilasi udara dan cahaya plus hiasan kaca patri yang begitu indah.

Interior Masjid Agung At-Tin, Lega tanpa tiang tiang penyanggah atap.

Mencoloknya lekukan, konstruksi, dan ornamen yang berbentuk anak panah pada tiap bagian masjid ini memberikan gambaran bahwa rancang bangun Masjid Agung At-Tin didesain se-minimal mungkin untuk mengekspos elemen estetis terputus dengan mengedepankan gerakan geometris yang terus bersambung seperti yang tergambar dalam sudut masing-masing anak panah yang saling berhubungan. Bentuk anak panah ini memiliki makna agar umat manusia tidak pernah berhenti mensyukuri nikmat Allah—seperti terlukis dalam bentuk anak panah—mulai dari titik awal hingga titik akhir.

Interior masjid ini juga tidak menggunakan lampu gantung tunggal dalam ukuran besar yang menggantung di bawah kubah utamanya, atau menggunakan serangkaian lampu gantung yang menjuntai dari kubah utamanya seperti beberapa masjid utama Turki Usmani. Lampu gantungnya dirancang independen masing masing menjuntai berjejer di bawah kubah utama. Kubah nya dilengkapi dengan celah cahaya matahari, serangkaian lempengan logam yang menggantung dalam susunan yang rumit diletakkan dibawah kubah utama memantulkan cahaya matahari yang masuk menghasilnya bentuk yang unik.

Mihrab dan mimbar Masjid Agung At-Tin

Masjid Agung At-Tin juga dilengkapi dengan plaza luas di sisi depannya yang di apit oleh bangunan selasar yang mengelilingi plaza terhubung langsung dengan bangunan utama, mengingatkan kita pada bentuk Inner Courtyard pada bangunan masjid di dunia arab hingga Afrika. Sederet pepohonan palma ditanam di area plaza ini meneduhi pelataran yang memang disiapkan sebagai area sholat terbuka dan telah dilengkapi dengan garis shaf permanen.Di halaman luas Masjid Agung At-Tin ini juga dilengkapi dengan air mancur yang pada sisi luarnya dilengkapi dengan keran keran air untuk berwudhu terutamanya untuk jemaah pria. Masjid Agung At-Tin juga dilengkapi dengan taman.

Fasilitas

Ruang sholat masjid Agung At-Tin ditempatkan di lantai satu. Untuk mencapai ruangan ini jemaah harus melalui jejeran anak tangga dari pintu utama. Dari arah pintu utama, pengunjung dengan mudah dapat menuju ke arah lantai dasar yang digunakan untuk ruang serbaguna, tempat wudu (pria/wanita), ruang mushaf, ruang rapat kecil, perpustakaan, ruang audiovisual, dan ruang internet. Selain ruang-ruang tertutup ini, area lantai dasar masjid ini dikelilingi teras terbuka di mana para pengunjung dapat dengan leluasa melihat ke arah taman.

Beranda depan Masjid Agung At-Tin

Lantai dasar masjid ini dikelilingi oleh tangga-tangga sebagai jalan menuju ke arah lantai satu. Melalui pintu utama, para pengunjung dapat menggunakan dua tangga utama dan sebuah eskalator pada sisi kanan menuju lantai satu. Alternatif lainnya, pengunjung juga dapat menggunakan empat tangga lain yang terdapat di sudut kanan kiri masjid serta satu tangga di bagian belakang masjid.

Masjid Agung At-Tin juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti warung makan, ruang rekreasi/TV, ruang internet, perpustakaan, rumah dinas Imam Besar, mess muazin, rumah penjaga, ruang kegiatan, ruang kelas, dan lahan parkir yang dapat menampung 100 sepeda motor, 8 bus, dan 350 mobil. Di samping fasilitas-fasilitas pendukung, masjid ini juga sering menyelenggarakan kegiatan seperti diskusi tema khutbah sebelum salat jumat, kuliah Ahad Duha berbentuk cermah dan diskusi, pengajian tafsir Al-qur‘an (Tafsir Jalalain) setiap Minggu pagi (08.00—11.00 WIB), pengajian karyawan, seminar keagaman, tablig akbar, dan peringatan hari besar Islam, hingga pengobatan gratis dan khitanan massal. (taken from bujangmasjid.blogspot.co.id).***

Nikmati foto foto Masjid Agung At-Tin di posting berikutnya.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga



Sabtu, 30 Desember 2017

Masjid Hidayatullah Jakarta Selatan

Masjid Hidayatullah

Masjid Hidayatullah di kawasan setiabudi, Jakarta Selatan ini merupakan salah satu masjid tua di Jakarta dan memiliki keunikan tersendiri baik dari sejarah maupun arsitekturnya. Masjid Hidayatullah dibangun dengan sentuhan gaya bangunan klenteng terlihat dari bentuk atap bangunan masjid dan atap bangunan menaranya.
.
Interior masjid ini juga sangat menawan dengan banyaknya ukiran ukiran pada material kayu yang digunakan sebagai struktur bangunan ini. Sempat terancam digusur oleh pesatnya pembangunan gedung pencakar langit di kawasan bisnis yang kini telah mengepungnya, masjid Hidayatullah bertahan melewati zaman.
.
Masjid Hidayatullah
Jl. Karet Depan, RT.007/RW.04, Karet Semanggi, Setiabudi
Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12930



Pertama kali dibangun pada tahun 1747 di atas lahan wakaf dari pengusaha Batik bernama Mohamad Yusuf yang tinggal didaerah Karet, lahan seluas tiga ribu meter persegi untuk masjid tersebut beliau dapat dari seorang Belanda bernama Safir Hands.
.
Tak ada informasi tentang keberadaan makam Muhammad Yusuf, yang mewakafkan lahan untuk pembangunan masjid ini. Tidak jelas juga apakah memang tidak diketahui dengan jelas keberadaannya atau juga bisa jadi para pengurus masjid dan warga setempat memang menyimpan rapat rapat tentang keberadaan makam beliau guna menghindari dikultuskannya makam hamba Alloh yang sholeh tersebut dari tindakan kemusryikan para peziarah yang masih belum memahami esensi ziarah sesuai syariat. (baca selengkapnya di bujangmasjid.blogspot.co.id)

Masjid Hidayatullah
Menara unik Masjid Hidayatullah

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Minggu, 24 Desember 2017

Masjid Baitul Mughni Jakarta

Masjid Baitul Mughni

Masjid Baitul Mughni berdiri megah di tepian jalan Gatot Subroto, Jakarta, gambar masjid ini seakan akan tercetak pada diding kaca gedung Menara Global yang terletak di sebelahnya. Posisinya yang tak terlalu jauh dengan perempatan Kuningan membuatnya sering disebut Masjid Kuningan.

Masjid Baitul Mughni, Jakarta, menempati areal 6.000-an meter persegi di lokasi amat strategis di Kavling 26 Jalan Gatot Subroto, Kuningan, Jakarta Selatan. Selain terdapat masjid tiga tingkat di komplek masjid ini juga berdiri megah dua gedung Sekolah Islam Al-Mughni, masing-masing lima lantai, Pusat Kajian Hadis, dan Al-Mughni Islamic Center.
.
Masjid Baitul Mughni
Jl Jend Gatot Subroto Kav 26 Karet Semanggi
Setiabudi Jakarta Selatan DKI Jakarta



Masjid Baitul Mughni merupakan wakaf dari Guru Mughni, ulama kondang Betawi tahun 1940-an, masjid tiga lantai ini kii dikepung pusat perkantoran dan sentra bisnis segitiga emas Jakarta: Gatot Subroto, Sudirman-Thamrin, dan Rasuna Said. Menara Jamsostek, Gedung Telkom, Hotel Kartika Chandra, Wisma Argo Manunggal, serta pusat bisnis Mega Kuningan mengelilingi kompleks Al-Mughni.
.
Sejarah Masjid Baitul Mughni dimulai sejak tahun 1901. Ketika itu Guru Mughni baru pulang dari tanah Suci, kembali ke Batavia. Ia membeli lahan dan langsung mendirikan sebuah masjid kecil berukuran 13 x 13 meter yang pada awal pendiriannya belum memilki nama. Bahan bangunannya terdiri dari batu bata pada bagian dindingnya, lantainya berubin warna merah dengan beratapkan genteng. (selengkapnya di bujangmasjid.blogspot.co.id)

Masjid Baitul Mughni
Masjid Baitul Mughni dikejauhan terhimpit diantara gedung gedung jangkung disekelilingnya

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Sabtu, 23 Desember 2017

Masjid Jami’ Raudhatul Jannah

Masjid Jami; Roudhatul Jannah ini berada di dalam komplek perumahan Greenland Ressidence – Cluster river Park Blok AA Bukit Cimanggu City, Kota Bogor, Jawa Barat. Bangunan masjid yang cukup besar full AC dan dilengkapi dengan beberepa faslitas pendukung.

Interior masjid ini cukup unik, karena tampak bangunan masjid lama berada yang berukuran kecil berlantai dua berada di sisi depan (sisi mihrab) dibiarkan utuh di dalam bangunan baru yang berukuran lebih besar tanpa lantai dua. Hasilnya adalah ruangan yang terasa lega dengan atap yang tinggi.

Masjid Jami’ Raudhatul Jannah
Greenland Residence – Cluster River Park Blok AA
Bukit Cimanggu City, Bogor 16165



Sebagai sebuah masjid di dalam komplek perumahan, masjid ini cukup makmur Jemaah dan aktivitas. Teknologi kekinian juga digunakan di masjid ini, seperti penggunaan layar televisi LED yang memuat informasi jadwal aktivitas masjid menggantikan papan tulis manual.

Pengaturan tata suaranya sangat baik. Seperti contohnya suara khatib sholat jum’at terdengar jelas di seluruh ruangan tanpa harus dengan volume tinggi memekakkan telinga. Seluruh bagian dalam masjid ini di tutup dengan hamparan karpet sajadah merah empuk.***

Exterior Masjid Roudhatul Jannah

Sisi mihrab masjid yang menghadap ke jalan
Jalan di depan masjid
Gedung penunjang aktivitas Masjid Roudhatul Jannah
Pintu selatan
Teras masjid di sisi selatan

Interior Masjid Roudhatul Jannah

Bangunan lama berukuran kecil berlantai dua yang kini berada di dalam masjid
Mihrab dan mimbar
Papan informasinya yang menggunakan TV LED 


------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga