Rabu, 03 Februari 2016

Masjid Nurul Yakin Sigam, Gelumbang

MASJID MASJID DI TANAH BELIDA

BERLANGGAM JAWA. Kebanyakan masjid di wilayah Sumater bagian Selatan memang beratap joglo bersusun, Hanya saja atap joglo masjid satu ini sedikit beda dengan bagian atap teratasnya dibuat lebih tinggi untuk menempatkan jendela jendela kaca ukuran besar.

Alamat Masjid Nurul Yakin

Dusun 3 Desa Sigam, Kecamatan Gelumbang
Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan
Indonesia


Berawal dari Hutan Kayal

Daerah tempat dimana kini Masjid Nurul Yakin ini berdiri dulunya disebut ‘Hutan Kayal’ Tak Jauh dari persimpangan Kereta Api yang disebut Peruweh dan belum ada pemukim tetap disana selain huma dan kebun warga masyarakat Gelumbang yang kala itu masih suka berladang berpindah pindah. Sekitar tahun 1980-1990 daerah ini dibuka untuk lahan transmigrasi dan secara administrasi kemudian dibagi menjadi beberapa dusun dan dimasukkan ke dalam wilayah Desa Sigam.

Sejak saat ini nama Kayal untuk daerah inipun berangsur angsur mulai tidak populer. Sebagian orang juga menyebut daerah ini sebagai kampung Jawa karena memang mayoritas warganya ber-etnis Jawa. Ditambah lagi kebiasaan warga pribumi disana yang menyamaratakan siapapun yang berasal dari pulau Jawa akan disebut sebagai orang Jawa tanpa peduli dari suku / etnis yang mana.

dari samping
Sebagaimana telah disebutkan di artikel Masjid Sigam sebelumnya, bahwa desa Sigam sendiri aslinya tidak berada ditepian Jalan lintas Sumatera tapi cukup jauh masuk ke dalam. Justru kawasan Dusun 3 Sigam ini yang lebih baru yang berada di tepian jalan lintas tengah Sumatera yang menghubungkan kota Prabumulih dan kota Palembang.

Sama seperti daerah daerah di kecamatan Gelumbang dan Exs Wilayah kecamatan Gelumbang lain nya mata pencaharian penduduk di Desa Sigam temasuk di Dusun 3 ini rata rata adalah petani karet, dulunya selama menunggu pohon karet tumbuh besar hingga mencapai usia layak panen di tahun ke 4 atau ke-5, mereka memanfaatkan lahan diantara pohon yang masih kecil untuk ditanami palwija dan buah buahan berumur singkat termasuk tanaman semangka, cabe dan lain sebagainya.

Papan Nama Masjid

Di masa itu kerap kali terjadi, manakala masa panen cabe tiba, harga cabe di pasaran jatuh sampai ke level terendah dan petani lebih memilih membiarkan cabe mereka membusuk di pohon karena harga jual nya bahkan tidak cukup untuk menutup upah buruh petik.  kondisi yang cukup memprihatinkan tentunya. Tahun lalu saat singgah ke sana kampung ini sudah hijau royo royo oleh rindangnya pohon pohon karet.

Tentang Masjid Nurul Yakin

Masjid Nurul Yakin dibangun dengan dana swadaya masyarakat dengan arsitektur gaya Jawa yang sangat kental. Bentuk atap limasnya memang sedikit berbeda dengan atap atap limas masjid masjid yang lebih tua di wilayah sekitarnya. Dinding penopang atap teratasnya dibuat cukup tinggi untuk memungkinkan dipasangnya jendela jendela kaca ukuran besar sebagai sumber cahaya alami disiang hari. Area depan masjid ditambahkan pendopo dengan rancangan yang serupa dengan bangunan utamanya meski tidak dengan atap bersusun.***

----------ZZZ----------

Baca Juga Artikel Masjid Masjid di Tanah Belida Lainnya


Selasa, 02 Februari 2016

Masjid Nurul Huda Tanjung Tiga Belida Darat

MASJID MASJID DI TANAH BELIDA

SAFARI RAMADHAN. Acara safari Ramadhan Camat dengan MUI Belida Darat di masjid Nurul Huda desa Tanjung Tiga 13 Juli 2015 (Foto dari Maladi Musa S.Sos - camat Belida Darat).

Alamat Masjid Nurul Huda

Desa Tanjung Tiga, Kecamatan Belida Darat (d/h Lembak)
Kab. Muara Enim, Sumatera Selatan


Desa Tanjung Tiga merupakan salah satu Desa di Kecamatan Belida Darat Kabupaten Muara Enim di Propinsi Sumatera Selatan. Kecamatan Belida Darat merupakan kecamatan hasil pemekaran dari Kecamatan Lembak yang baru diresmikan pada tanggal 8 Oktober 2012 yang lalu. Wajah desa ini sama dengan desa desa lainnya di Sumatera Selatan. Sebagian besar rumah rumah penduduk masih bergaya asli Sumatera Selatan, berupa rumah panggung dari kayu, suasana yang tidak akan ditemukan di tanah Jawa. Jalanan menuju desa ini cukup baik berupa jalan cor semen. Desa Tanjung Tiga merupakan salah satu desa di Kecamatan Lembak dengan potensi menghasilkan minyak kini dilakukan oleh operator KSO PEP Formasi Sumatera Energi. [i]

Senin, 01 Februari 2016

Masjid Nurul Yaqin Sialingan Belida Darat

MASJID MASJID DI TANAH BELIDA

Masjid Nurul Yaqin Desa Sialingan tahun 2009 (foto dari panoramio)

Masjid Nurul Yaqin

Desa Sialingan Kec.Belida darat (d/h Kec. Lembak)
Muara Enim, Sumsel
-3.498252, 104.376928


Sialingan adalah Desa kecil ditepian sungai manau di Kecamatan Belida Darat Kabupaten Muara Enim, Propinsi Sumatera Selatan. Dulunya desa ini bagian dari Kecamatan Gelumbang yang berpusat di Kelurahan Gelumbang, kemudian saat terjadi pemekaran wilayah dan dibentuknya kecamatan Lembak, Desa Sialingan masuk ke dalam wilayah Kecamatan Lembak.

Sebagai tindak lanjut dari perda kabupaten Muara Enim No.1 Tahun 2012 tanggal 20 Juli 2012, maka pada tanggal 8 Oktober 2012 Bupati Muara Enim Ir.H Muzakir Sai Sohar meresmikan pembentukan kecamatan baru bernama Kecamatan Belida Darat yang merupakan pemekaran dari wilayah Kecamatan Lembak ditambah dengan sebagian wilayah kecamatan Gelumbang,. Sejak saat itu Desa Sialingan masuk ke dalam wilayah Kecamatan Belida Darat yang beribukota di desa Tanjung Bunut.[i]

Safari Romadhon tahun 2015 camat Belida Darat dan jajarannya di masjid Nurul Yaqin Sialingan (foto dari Maladi Musa S.Sos - Camat Belida Darat)
Sampai saat tulisan ini di posting, Google maps masih mencantumkan Desa Sialingan sebagai bagian dari kecamatan Lembak. Desa Sialingan sempat menjadi salah satu area pengeboran Pertamina sebelum kemudian ditutup karena dianggap sudah tidak ekomis lagi, sebagian lahan di desa ini masih milik Pertamina. Seperti halnya di wilayah exs Kecamatan Gelumbang lainnya, penduduk desa Sialingan ini ber-etnis Belida dan semuanya beragama Islam.

Masjid Nurul Yaqin adalah masjid masjid satu satunya disana. karena memang belum membutuhkan tambahan masjid baru untuk menampung jamaahnya. Tahun 2012 masjid Nurul Yaqin direnovasi dan diperluas[ii] menjadi masjid berlantai dua yang lebih besar dan mampu menampung lebih banyak jamaah. ***

Foto suasana idul fitri tahun 2012 di Masjid Nurul Yaqin Desa Sialingan, Jemaah membludak hingga memenuhi lahan disamping masjid (dari sialingan.blogspot.co.id)
Foto suasana idul fitri tahun 2012 di Masjid Nurul Yaqin Desa Sialingan (dari sialingan.blogspot.co.id)
Interior masjid Nurul Yaqin Sialingan Romadhon 2015 (foto dari Maladi Musa S.Sos - Camat Belida Darat)

Kamis, 28 Januari 2016

Masjid Darussalam Payabakal Gelumbang

MASJID MASJID DI TANAH BELIDA

Tahun 2013 Sedang renovasi. Foto ini adalah koleksi foto tahun 2013 yang baru sempat di posting 

Payabakal adalah salah satu desa di Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim Propinsi Sumatera Selatan. Penduduk desa Payabakal ber-etnis Belida, dalam Bahasa sehari hari nama desa ini biasa disebut dengan PayabEkal. Paya memiliki makna yang sama dengan Rawang yang berarti rawa rawa, Bakal atau BEkal (hurup E nya dilafalkan seperti hurup E pada kata Ember) bermakna Cikal Bakal. Entahlah kenapa desa ini dinamai demikian, mungkin dulunya disanalah peradaban bermula, karena di jaman dulu sebelum ada moda transportasi darat karena memang belum ada sarana jalan yang memadai, lalu lintas manusia dan barang semata mata mengandalkan moda angkutan sungai.  Dari sungai ke rawa rawa dari rawa rawa naik ke daratan.

Sort Story about Payabakal

Jarak antara Desa Payabakal ke Kelurahan Gelumbang sebagai ibukota kecamatan tidaklah terlalu jauh.  Hingga tahun 1990-an anak anak di desa ini yang sudah lulus SD harus melanjutkan sekolah ke kelurahan Gelumbang karena belum tersedianya SMP di desa mereka, sebagian dari anak anak tersebut pulang pergi dari kampung mereka sebagian lagi indekos di rumah rumah penduduk di Kelurahan Gelumbang. Anda bisa bayangkan anak anak yang baru lulus SD sudah harus pisah dari orang tua demi melanjutkan pendidikan, atau harus menggenjot sepeda sejak subuh buta untuk berangkat sekolah. Di masa itu meski jaraknya tidak terlalu jauh namun karena begitu buruknya kondisi jalan raya dan tidak tersedianya moda angkutan umum membuat mereka harus berangkat naik sepeda sejak dini dari rumah mereka agar tidak terlambat tiba disekolah.  Dan kondisi jalan akan jauh lebih buruk lagi bila hujan tiba apatah lagi bisa musim hujan.

Hanya melintas. Belum sempat singgah.
Anak anak Desa Payabakal di masa itu termasuk lebih beruntung dibandingkan dengan anak anak dari desa yang lebih terpencil dari ibukota kecamatan, tidak ada pilihan bagi mereka untuk melanjutkan sekolah selain harus indekos. Wilayah kecamatan Gelumbang dimasa itu luasnya berkali kali lipat dari saat ini dengan hanya satu gedung SMP, seberapa luaskah wilayah kecamatan-nya ?, anda bisa membayangkan bila satu kecamatan Gelumbang itu kini sudah dimekarkan menjadi 6 kecamatan atau setara dengan ukuran luas rata rata satu kabupaten Di pulau Jawa.

Sebagian besar penduduk desa Payabakal bermata pencaharian sebagai petani karet, penduduk desa ini dan desa desa lainnya (termasuk desa Sigam yang masjid nya sudah sajikan diposting sebelumnya) sempat menikmati manisnya “duit getah” atau uang hasil penjualan getah karet ketika pasaran karet dunia sedang booming sehingga harga karet meroket, dimasa itu tak sulit bagi sebagian orang tua untuk membelikan sepeda motor baru untuk anak anak mereka sekolah sehingga tidak perlu lagi menggenjot sepeda sejak pagi buta. Namun ketika harga karet merosot dan terus melorot, roda perekonomian-pun kembali lesu.

Merombak menara

Masjid Darussalam Payabakal

Saya belum sempat singgah ke Masjid ini, foto foto yang saya tampilkan adalah foto foto tahun 2013 yang lalu ketika melintas disana sambil menikmati suasana sore malalui jalanannya yang tak lagi berlumpur seperti masa yang dulu, sekalian menapak tilas masa lalu. Pastinya saat ini bangunan masjidnya sudah berubah, paling tidak renovasi pada menaranya semestinya sudah selesai dan sudah tampil lebih indah. Siapapun diantara anda yang membaca tulisan ini dan memiliki update terbaru tentang masjid ini dan sudi untuk berbagi, kami persilahkan untuk berbagi di kolom komentar atau ber-email ke bujanglanang@gmail.com.  

Masjid Darussalam Payabakal di Google Map


Foto satelit Desa Payabakal sudah muncul di google maps tahun 2016 seperti terlihat di atas. Tampak desa Payabakal yang tidak terlalu luas masih hijau royo royo kebun karet disekitarnya. Posisi Masjid Darussalam (tanda balon merah) ada disisi jalan utama yang menghubungkan Desa Payabakal dengan Kelurahan Gelumbang di sebelah timur dan Desa Kartamulia disebelah barat.

Nih ujung menaranya yang sedang dirombak
Tembok nama hasil KKN mahasiwa mahasiswi Universitas Sriwijaya.
  
----------ZZZ----------

Baca Juga

Masjid Masjid di Ruas Jalan Antara Lemah Abang – Lippo Cikarang


Jalan raya Lemah Abang
Desa Simpangan, Kec. Cikarang Utara
Kab. Bekasi, Jawa Barat 17530, Indonesia

Musholla Al-Ikhlas Kp. Cibeber
Jalan raya Lemah Abang, Kp. Cibeber
Desa Simpangan, Kec. Cikarang Utara
Kab. Bekasi, Jawa Barat 17530, Indonesia

Jl. Raya Lemahabang No.26, Kp. CIbeber
Desa Simpangan, Kec. Cikarang Utara
Kab. Bekasi, Jawa Barat 17530, Indonesia

Komplek Mapolresta Bekasi di Cikarang Baru
Jl. Ki Hajar Dewantara, Cikarang Utara
Kab. Bekasi, Jawa Barat 17530, Indonesia

Jl. Raya Lemahabang Kp. Cibeber, Desa Mekarmukti
Kec. Cikarang Utara, Kab. Bekasi, Jawa Barat

Jl. Raya Lemahabang Kp. Cibeber, Desa Mekarmukti
Kec. Cikarang Utara, Kab. Bekasi, Jawa Barat

Jalan Raya Industri, Desa Pasir Gombong
Kec. Cikarang Utara, Kab. Bekasi, Jawa Barat

Jalan Raya Industri, Desa Pasirsari
Kec. Cikarang Selatan, Kab. Bekasi, Jawa Barat

Komplek Makorem, No., Jl. Niaga Raya No.1
Desa Pasirsari, Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat

Jalan Industri Tegal Gede, Desa Pasirsari
Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi 17550, Provinsi Jawa Barat

Masjid Jami Nurussa’adah
Jalan Industri Tegal Gede, Desa Pasirsari
Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi 17550, Provinsi Jawa Barat

Masjid Pertamina Tegalgede
komplek pertamina Tegalgede Jalan Industri Tegal Gede
Desa Pasirsari, Kec. Cikarang Selatan, Kab. Bekasi 17550, Jawa Barat

Kampung pasir Konci, Desa Pasir Konci, Desa  Pasirsari
sebelah SPBU jembatan tol sebelum pertigaan gemalapik.

No., Jl. Raya Cikarang Cibarusah No.21, Kp. Pegaulan, Desa Sukaresmi
Kec. Cikarang Sel., Bekasi, Jawa Barat 17530, Indonesia

No., Jl. Raya Cikarang Cibarusah No.21, Kp. Pegaulan, Desa Sukaresmi
Kec. Cikarang Sel., Bekasi, Jawa Barat 17530, Indonesia


Rabu, 27 Januari 2016

Masjid dan Mushola di Perumahan Gramapuri Persada Cibitung


Berikut ini masjid dan mushola yang ada di komplek Perumahan Gramapuri Persada Cibitung yang sudah ada datanya. Silahkan ditambah di kolom komentar bila ada informasi lainnya atau kirim email ke bujanglanang@gmail.com

Komplek perumahan Gramapuri Persada dapat dicapai dari ruas jalan Kyai Asnawi, pertigaan ruas jalan ini berada tak jauh dari Masjid Jami’ Al-Ma’mur Kalijaya.  Ataupun dari ruas jalan Kyai Haji Fudholi, disebelah pasar lama Cikarang. Ruas Jalan yang tak terlalu lebar tapi cukup untuk dua mobil berpapasan.


Blok J, Perumahan Grama Puri Persada
Desa Sukajaya 17520 
Kecamatan Cibitung
Kabupaten Bekasi
Jawa Barat



Masjid Hamzah Bin Abdul Mutholib
Blok E, Perumahan Grama Puri Persada
Desa Sukajaya 17520 
Kecamatan Cibitung
Kabupaten Bekasi
Jawa Barat



Mushola Al-Ikhlas
Blok H, Perumahan Grama Puri Persada
Desa Sukajaya 17520 
Kecamatan Cibitung
Kabupaten Bekasi
Jawa Barat



Mushola Al-Barokah
Blok K, Perumahan Grama Puri Persada
Desa Sukajaya 17520 
Kecamatan Cibitung
Kabupaten Bekasi
Jawa Barat


Masjid Jami’ Al-Ikhlash Blok Asem- Cikarang Utara

Megah ditengah kampung Blok Asem

Rawa Lintah, Blok Asem, Desa Mekarmukti
Kec. Cikarang Utara, Kab. Bekasi
Jawa Barat

Jangan tanya saya kenapa nama kampung tempat masjid ini berdiri bernama kampung asem ya, karena saya juga belum sempat ngobrol dengan warga setempat tentang hal itu. Mungkin saja dulu disini banyak pohon asem nya, bisa jadi toh. Yang pasti masjid satu ini cukup besar dan megah meski letaknya di tengah tengah kampung. masjid dua lantai dengan jejeran tangga lebar di depannya.

Pembangun masjid ini memang sedikit rumit karena kontur tanahnya yang tidak rata, namun justru menghasilkan rancangan yang tidak biasa, yakni bangunan masjid berlantai dua dengan jejejeran anak anak tangga yang memanjang di bagian depannya untuk menyiasati perbedaan muka tanah yang cukup tinggi, terlihat apik meski dibuat karena memang apa boleh buat haru seperti itu.

  

Papan Nama Masjid. Entah kenapa hingga harus dipasang dua.
tanpa menara, maka pengeras suaranya dipasang di bawah atap masjid
Dari arah barat. Jalanan diisini tidak terlalu luas sehingga harus benar benar hati hati bila membawa kendaraan roda empat apalagi saat berpapasan, salah satu harus mengalah.
-----------ZZZ---------------

Data Base Artikel Masjid Masjid Cikarang Utara
Masjid Besar AlmukarromahMasjid Jamie Al Hidayah WalahirMasjid Jami’ Nurul Hidayah CibeberMasjid Jami' Nurul Ikhlash Pilar BaratWajah Baru Masjid Jami’ Nurul Ikhlas Pilar Barat │Mushola Al-Ridho Pilar Barat │Masjid Jami' Nurul Islam Pilar │Renovasi Masjid Jami’ Nurul Islam PilarMasjid Jamie Al-Falah Pasir GombongMasjid Al-Alif Mall Sentra Grosir CikarangMasjid An Nur Komplek Ponpes Albarkah II Lemah Abang│ Masjid Jami’ Al-Mujahidin Kebon KopiMasjid Jami' Nurul Huda Kaum UtaraMasjid Jamie Al-Ma'mur KalijayaMasjid Besar Syiarul Islam SimpanganMasjid Jami' Al-Mujahidin, Rawa LintahMasjid Jami’ Attaufiq Walhidayah, Pilar BaratMasjid Jami' Al-Muttaqien - Buni AsihMasjid Al-Muhajirin Karang BaruMasjid Jami’ Baytul Wiqoyan, Pilar TimurMasjid Jami’ Arriyadhoh, Pasir Gombong│ Masjid Thariq Bin Ziyad Boarding School CikarangMasjid Jami’ Al-Huda, Cikarang JatiMasjid Al-Jihad Pasar CikarangMasjid Ar-Rahmah Gramapuri PersadaMasjid Jami Nurul Hasanah Puri Cikarang Hijau│ Masjid Jami’e AL-Furqon Bumi Citra Lestari Cikarang│ Masjid Jami' Nurul Huda - Kaum Utara, Cikarang Utara (Bagian II) │Masjid Roudlotul Jannah Graha CikarangMasjid Jamie An-Nur Kampung Jati Desa Tanjung SariMasjid Khairunnisa Rawa Lintah – Cikarang UtaraMasjid Darul Iman Pulo Kapuk – Under ConstructionMasjid Jami’ Al-Marwah Rawa Lintah │Masjid Jamie Al-Fadhillah Kp. Pulo Kapuk Masjid Jami Attaqwa Kp. Sumapan Jati