Sabtu, 03 Desember 2016

Masjid Al-Falah Kutaraya, Kayu Agung

Masji Al-Falah Kutaraya Kayu Agung dari seberang Sungai Komering

Masjid Al-Falah Kutaraya ini berada di ruas jalan yang sama dengan masjid Darussalam Perigi dan sama sama berada di tepian sungai Komering di tengah tengah kota Kayu Agung, Ibukota Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Dari data kemenag disebutkan bahwa masjid Al-Falah dibangun tahun 1979 dengan luas bangunan 400 meter persegi berdiri di atas tanah wakaf seluas 1067 meter persegi. Sekilas pandang bangunan masjid ini memang terlihat lebih tua dibandingkan

Masjid Al-Falah Kayu Agung
Jalan H.A Rahmad Tauhid, Kelurahan Kutaraya
Kecamatan Kayu Agung, Kab. Ogan Komering Ilir (OKI)
Sumatera Selatan




atap tajuk bersusun dan ujung menara yang khas dari kejauhan
atap tajuk bersusun dan ujung menara yang khas dari kejauhan
Masjid AlFalah Kutaraya - Kayu Agung, Mirip dengan Masjid Lawang Kidul dan Masjid Kyai Merogan di Kota Palembang. 

Minggu, 27 November 2016

Masjid Darussalam Perigi Kayu Agung

Indah ditepian Sungai Komering, Masjid Darussalam Kelurahan Perigi Kota Kayu Agung di pandang dari seberang Sungai Komering di kota Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Arsitektur masjid Darussalam Kelurahan Perigi, kota Kayu Agung ini, cukup menarik terutama pada struktur atapnya yang memiliki kemiripan dengan Masjid Agung Palembang (Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II). Perhatikan bentuk atap limasnya yang dilengkapi dengan beberapa “taji” di tiap ujung atap nya, sangat khas.

Merujuk kepada data kemenag, masjid Darussalam Perigi ini dibangun tahun 1984 dengan luas bangunan 188 meter persegi. Lokasinya berdiri ditepian sungai Komering, meski begitu ada satu ruas jalan yang membentang di depan masjid ini memsiahkan nya dengan sungai Komering, namun demikian ada tangga beton yang sengaja dibangun dari sisi jalan raya menuju paras air sungai Komering untuk memfasilitasi keperluan warga sekitar dan Jemaah masjid yang hendak menuju ke sungai termasuk untuk keperluan berwudhu.***
 
Masjid Darussalam Perigi
Jl. HA. Rahman Tauhid, Kelurahan Perigi
Kota Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir
Sumatera Selatan 30614, Indonesia




Sabtu, 26 November 2016

Masjid Al-Anshor Chelikah Kayu Agung

Hijau Kuning. Masjid AlAnshor Chelikah terlihat megah dengan polesan warna hijau dan kuning

Masjid Al-Anshor Chelikah merupakan satu dari sekian banyak masjid yang ada di kota Kayu Agung, Ibukota Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Chelikah yang melekat pada nama masjid ini adalah nama kelurahan tempat masjid ini berdiri. merujuk kepada data kementrian agama, Masjid Al Anshor  Chelikah dibangun di atas tanah wakaf tahun 1950 dengan luas 400 meter persegi dengan nomor ID masjid : 01.4.06.02.04.000024.

Masjid Al-Anshor Chelikah
Kelurahan Celikah, Kecamatan Kayu Agung
Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Indonesia
Koordinat : -3.375593, 104.824690



Minggu, 20 November 2016

Masjid Darul Muttaqin Sungai Pinang II

Masjid Darul Muttaqin dan rumah tradisional asli sumatera selatan

Desa Sungai Pinang II tempat masjid ini berada merupakan salah satu desa di dalam kecamatan Sungai Pinang kabupaten Ogan Ilir di provinsi Sumatera selatan. Di sebut dengan nama Desa Sungai Pinang II karena memang Desa Sungai Pinang terbagi menjadi tiga desa yakni Desa Sungai Pinang I,II dan III.

Di Desa Sungai Pinang II ini berdiri masjid jami dengan arsitektur yang cukup unik. Meski berbentuk bangunan modern dengan bahan beton dan berlantai dua, masjid ini tetap menggunakan atap limas seperti masjid masjid tua di Ogan Ilir dan berbagai wilayah Nusantara lainnya.

Masjid Darul Muttaqin
Jalan linta timur sumatera, Desa Sungai Pinang II
kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Koordinat : -3.353775, 104.793891



Riwayat Soengai Pinang

Konon menurut ceritanya, Dinamai Sungai Pinang karena memang di sepanjang jalan di kampung ini pada masa dahulu berjejer tanaman pinang. Merujuk kepada situs ikasake, Berdirinya Desa Sungai Pinang diawali dengan ditugaskannya Poyang Wadin ke sana oleh Pemerintah Belanda, yang berkedudukan di Palembang. Poyang Wadin diserahi tugas memungut Blaasting (pajak/retribusi) bagi perahu/kapal/rakit yang melintasi Batangari Pinang. Sejenis toll, pada masa sekarang. Sebagian hasil pajak itu dipergunakan untuk pemeliharaan sungai. Jadi tidak usah heran jika Batangari Pinang saat itu sangat terawat. Tiap tahun dilakukan pengerukan agar sungai tidak mendangkal.

Tidak diketahui persis awalnya, lama kelamaan orang menyebut desa yang berada di muara Batangari Pinang itu sebagai Desa Sungai Pinang. Batanghari dan Sungai adalah dua kata yang memiliki arti yang sama. Zaman berganti. Seiring dengan dibangunnya jalan darat, perkembangan situasi desa pun berubah. Penduduk yang semula seakan saling berlomba mambangun rumah di tepi Batangari Pinang, kini bergeser ke arah darat (dekat jalan raya). ***

Sabtu, 19 November 2016

Masjid Nurul Anda Parung Kuda – Sukabumi

Masjid Nurul Anda

Masjid Nurul Anda berada di tepian ruas jalan Sukabumi tepatnya di Kampung Pondokaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda. Masjid ini menjadi menjadi masjid pavorit untuk singgah bagi para pengguna jalan. Masjid Nurul Anda terdiri dari dua lantai, dibangun dengan rancangan sederhana dengan sentuhan ornamen kayu ukiran yang menyerupai rumah rumah tradisional Betawi.

Masjid Nurul Anda
Jl. Cipanggulan, Pondok Kaso Landeuh
Parung Kuda,Sukabumi, Jawa Barat


Kubah besar dari allumunium bertengger di atap masjid ini menjadi penanda utama bangunan masjid ini. Satu keistimewaan yang dimiliki masjid Nurul Anda ini selalu terbuka 24 jam. Hal ini dilakukan dengan alasan bahwa masjid sebagai tempat ibadah tak boleh tertutup agar umat muslim yang sedang dalam perjalanan kapapun bisa menunaikan shalat. Masjid Nurul Anda juga tak dipagar ketika malam dan selalu terbuka. Hal ini dilakukan karena masjid ini berada di jalan perlintas sehingga banyak digunakan oleh muslim untuk transit menunaikan shalat dan beristirahat.

Masjid Nurul Anda dibangun oleh yayasan Nurul Anda Jakarta. Pembangunanya menelan biaya sebesar Rp 1 Miliar, dibangun diatas tanah wakaf dan kini pengelolaanya oleh DKM masjid. Dari plakat yang terpasang di dinding masjid, dijelaskan peletakan batu pertama pada tanggal 30 Maret 1999, oleh MAY JEND TNI (Purn) H Eddi M Nalapraya, dan diresmikan tanggal 9 Juli 2005, bertepatan dengan hari ulang tahun ikatan keluarga besar anak Jakarta ke 50.***

Didalam Masjid 
Teras depan masjid Nurul Anda
Prasasti pembangunan masjid Nurul Anda
Prasasti pembangunan masjid Nurul Anda
Area tempat wudhu
Teras utara masjid Nurul Anda dengna pemandangannya yang sejuk


Minggu, 13 November 2016

Masjid Besar At-Taqwa Tambun

Megah dengan balutan warna putih. Masjid Besar At-Taqwa Tambun Selatan ini berdiri hanya beberapa meter dari Pasar Tambun. Merupakan salah satu titik kemacetan rutin di setiap pagi dan hore di hari kerja.

Sesuai dengan namanya, masjid ini memang berukuran besar dengan perpaduan langgam Arabia dan langgam bangunan Eropa dalam balutan warna putih diseluruh ekterior bangunannya. Masjid Besar At-Taqwa berdiri megah tak jauh dari pasar Tambun di kecamatan Tambun Selatan. Ruas jalan di depan masjid ini memang merupakan salah satu titik kemacetan rutin di setiap sore dan pagi hari di hari kerja.

Bangunan nya terdiri dari dua lantai, hanya lantai dasar yang digunakan rutin untuk aktivitas peribadatan sehari hari. Jejeran pilar pilar bundar berukuran besar pada sisi teras selatan yang menghadap ke jalan raya memberikan kesan kemegahan eropa pada masjid ini. Orientasi bangunan masjid mengarah ke jalan raya sehingga pada sisi ini dilengkapi dengan beragam ornamen yang cukup menyolok.

Masjid Besar Attaqwa Tambun
Jl. Sultan Hasanudin No.183
Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan
Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17510
021-882 2785




Selain jejeran pilar besar pada teras nya yang menghadap ke jalan raya, pada sisi ini juga dilengkapi dengan tiga bentuk menara di sisi atap nya serta satu bangunan menara yang menjulang terlihat dari kejauhan. halaman parkir masjid ini cukup luas dan memang cukup nyaman untuk singgah dan ngadem disana. Di papan pengumumannya terpampang jadwal kajian kajian rutin yang diselenggarakan di masjid ini.***

Megah dengan balutan warna putih diantara hijaunya pepohonan
Dari depan
Lebih dekar
Papan nama
Dari arah pasar tambun
Merah Putih
Merah putih
Sisi depan dengan pilar pilar bundar
Interior masjid 
Pilar pilar masjid Besar At-Taqwa


Sabtu, 12 November 2016

Masjid Jami Al-Barkah Pinayungan, Karawang

Masjid Jami' Al-Barkah Pinayungan, Teluk Jambe Timur

Masjid Jami Al-Barkah berada di jalan raya Teluk Jambe di wilayah desa Pinayungan, kecamantan Teluk Jambe Timur, kabupaten Karawang. Bangunan masjid ini terdiri dari dua lantai. Tangga akses ke lantai dua diletakkan di teras sisi utara masjid (dari arah pintu pagar ke sebelah kanan). Begitu pun dengan area berwudhu dan toliletnya juga berada di sisi ini namun agak ke belakang bersebelahan dengan ruang sholat khusus jemaah akhwat.

Masjid Jami Al-Barkah
Jl. Raya Teluk Jambe, Pinayungan
Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang
Jawa Barat 41361



Bangunan masjid ini tampaknya, pada mulanya tidak dibangun berlantai dua namun berupa masjid satu lantai dengan struktur bangunan yang cukup tinggi. Baru kemudian ditambahkan lantai mezanin diatasnya sebagai ruang sholat di lantai dua masjid. Kesan itu terasa di lantai dasar di bawah lantai dua yang terasa tidak terlalu tinggi seperti layaknya bangunan yang sengaja dibangun berlantai dua sejak awal, terlebih lagi di lantai dua dengan sisi tembok lebih pendek namun tertolong dengan bukaan atas yang tanpa plafon.***


HIJAU. interior lantai dasar masjid ini di dominasi warna hijau baik di tembok hingga karpet sajadahnya.
area lantai dua. Perhatikan sisi dindingnya yang berjendela kecil kecil itu, tampak begitu rendah, itu sebabnya kami menduga masjid ini awalnya tidak dibangun berlantai dua, lantai dua ini ditambahkan kemudian setelah masjid berdiri.
Lampu gantung, mihrab. mimbar dan kotak amal. sesuatu yang sudah begitu identik dengan masjid.