Minggu, 22 April 2018

Masjid Agung Banten


Masjid Agung Banten.


Masjid Agung Banten, Masjid yang dirancang oleh 3 arsitek dari latar belakang yang berbeda. Yang Pertama adalah Raden Sepat, Arsitek Majapahit yang telah berjasa merancang Masjid Agung Demak, Masjid Agung Ciptarasa Cirebon dan Masjid Agung Banten ini. Arsitek kedua adalah arsitek China bernama Cek Ban Su ambil bagian dalam merancang masjid ini dan memberikan pengaruh kuat pada bentuk atap masjid bersusun 5 mirip layaknya pagoda China. Karena jasanya dalam membangun masjid itu Cek Ban Su memperoleh gelar Pangeran Adiguna. Lalu arsitek ketiga adalah Hendrik Lucaz Cardeel, arsitek Belanda yang kabur dari Batavia menuju Banten di masa pemerintahan Sultan Haji tahun 1620, dalam status mualaf dia merancang menara masjid serta bangunan tiyamah di komplek masjid agung Banten. Karena jasanya tersebut, Cardeel kemudian mendapat gelar Pangeran Wiraguna.

Dibandingkan dengan masjid tua di jawa lain nya termasuk masjid masjid Tua yang telah ada di Nusantara waktu itu, Masjid Agung Banten memiliki dua perbedaan yang sangat menyolok : Pertama, menara masjid berbentuk mercusuar di sebelah timur masjid, belum pernah ada menara seperti itu di Jawa, bahkan di Nusantara. Karena menara bukanlah tradisi yang melengkapi masjid di Jawa pada masa awal. 

Masjid Agung Banten
Jl. Banten Lama, Banten, Kasemen, Serang, Banten 42161




Kedua : Secara tradisi, makam pendiri masjid pada kompleks masjid tua di pulau Jawa diletakkan di sisi barat, namun di masjid Agung Banten diletakkan di sisi utara. Di sebelah barat Masjid Agung Banten terdapat makam Syarif Husein, penasehat Maualana Hasanuddin.   

Tata letak ini juga terdapat di beberapa masjid bersejarah di wilayah lain Banten, seperti di Masjid Kasunyatan yang dibangun oleh Maulana Yusuf, putra Maulana Hasanuddin. Makam Maulana Yusuf tidak bertempat di sebelah barat masjid tapi disana justru dimakamkan gurunya, Syekh Madani. Sedangkan Maulana Yusuf sendiri dimakamkan di tengah sawah.  

Interior Masjid Agung Banten
 
LOKASI MASJID AGUNG BANTEN

Masjid Agung Banten terletak di Desa Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Propinsi Banten. Sekitar 10 km sebelah utara Kota Serang. Pengunjung dapat menuju lokasi dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum.  Dari terminal Terminal Pakupatan, Serang menggunakan bis jurusan Banten Lama atau mencarter mobil angkutan kota menuju lokasi selama lebih kurang setengah jam.

SEJARAH MASJID AGUNG BANTEN

Masjid Agung Banten dibangun pertama kali oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), sultan pertama Kasultanan Banten yang juga putra pertama Sunan Gunung Jati,  Sultan Cirebon. Menjadikan Masjid Agung Banten  Menjadi salah satu dari 10 masjid tertua di Indonesia.

Baca selengkapnya di bujangmasjid.blogspot.co.id

Baca Juga

Sabtu, 14 April 2018

Masjid Jami’ Al-Huda Gunung Batu Kaum Bogor

Masjid Jami' Al-Huda, Gunung Batu, Kota Bogor.

Masjid Jami’ Al-Huda di Gunung Batu Kaum, kota Bogor Jawa Barat ini pertama kali dibangun tahun 1960-an atas inisiatif seorang pengusaha pabrik busi Haji Muhamad Yusuf dan lokasi masjid ini menjadi jalan utama menuju ke komplek pemakaman umum yang berada di belakang masjid ini.

Uniknya pembangunan masjid ini ditandai dengan penanaman pohon Mahoni dan pohon sakura oleh pembangunnya, baru kemudian menyusul pembangunan masjid nya. Hanya saja dua jenis pohon itu kini sudah tidak ada lagi.



Bangunan masjid yang kini berdiri tampak megah dengan arsitektur masjid modern lengkap dengan kubah dan menara dibangun pada tahun 2007 yang lalu. Bangunan lama masjid ini sudah tidak tersisa, hanya bagian tempat wudhu yang masih dipertahankan sebagaimana aslinya meskipun ada pernggantian keramik lantainya.

Sentuhan Arabia sangat kental pada bangunan masjid ini. Ornament exterior dan interiornya cukup apik dan terkesan mewah. Hamparan karpet di dalam masjid ini juga merupakan donasi dari pihak keluarga dari pembangun masjid ini yang masih seringkali datang ke masjid ini meskipun kini sudah tidak lagi tinggal di kota Bogor.

Baca Juga