Tampilkan postingan dengan label DKI Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DKI Jakarta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Mei 2025

Masjid Pangeran Diponegoro TMII

Hanya disini kamu bisa lihat gondola atau kereta gantung melintas diatas masjid.
 
Bila berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah jangan khawatir dengan tempat sholat. TMII memiliki sebuah masjid yang cukup nyaman. Letaknya di depan sebelah kanan gedung sasana kriya dan berbatasan dengan gereja Santa Chatarina yang berarti menempati urutan pertama deretan rumah ibadah dari gerbang utama ini di maksudkan sebagai simbol kerukunan umat beragama di Indonesia.
 
Menurut situs resmi TMII, masjid Pangeran Diponegoro TMII dibangun pada tahun 1973 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto tahun 1975, Model bangunannya menarik inspirasi dari masjid Al Azhar Jakarta dan Masjid Syuhada Yogyakarta. Berdiri diatas lahan seluas 2.850 m², dengan bangunan seluas 760 m² yang terbagi menjadi dua lantai.
 
Masjid Pangeran Diponegoro
RW.2, Ceger, Cipayung, East Jakarta City, Jakarta 13820
 
 
Bangunan utama masjid ini dilengkapi dengan satu kubah bawang bergaya masjid masjid dinasti Mughal bewarna keemasan, serta satu menara setinggi 26 meter yang juga dilengkapi dengan kubah dengan bentuk yang sama di puncaknya.
 
Kamu juga bisa melihat bangunan masjid ini dari atas dengan menumpang gondola atau kereta gantung, karena rutenya melintas diatas masjid ini dan sebaliknya kamu juga bisa melihat kereta gantung yang wara wiri melintas diatas masjid dari pekarangannya.
 
Masjid Pangeran Diponegoro TMII dilihat dari gondola.

Teras masjid ini cukup luas, lumayan nyaman untuk sejenak melepas lelah sehabis berkeliling TMII sembari menanti waktu sholat. Dibagian belakang juga disediakan jejeran kursi tempat duduk dilengkapi dengan atap pelindung.
 
Teras depan dan tempat duduk dibelakang masjid ini menjadi tempat ngadem sekaligus menunggu bagi para ibu yang “sedang tidak sholat” sembari menemani anak anak dan barang bawaan mereka.
 
Ruang sholat terletak dilatai dasar, dilengkapi dengan pendingin ruangan, benar benar mak nyus ditengah cuaca Jakarta yang panas. Meski tampak jelas bangunan masjid ini berlantai dua dengan tangga besar di sisi timur bangunan, namun sepertinya lantai dua bukan untuk ruang sholat, saat kembali ke masjid ini untuk sholat magrib, bagian lantai duanya tampak gelap.***

Tangga dan menara

Dibalik pepohonan.

Teras depan.

Ruang Sholat.

Ruang sholat dan mihrab.

Nama Pangeran Diponegoro.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
------------------------------------------------------------------
 
Baca Juga
 

Minggu, 05 November 2023

Masjid Ash-Shalihin Manggarai, Jakarta Selatan

Masjid Ash-Shalihin berlatar belakang gedung Pasaraya Indonesia Manggarai.
 
Masjid Ash-Shalihin (dibaca: Masjid Ash-Sholihin, di google map ditandai dengan nama Masjid Asholihin). Masjid ini terlihat dengan jelas dari jendela KRL dari arah stasiun Manggarai.
 
📍 Masjid Asholihin
Jl. Dr. Saharjo No.11D, RT.2/RW.5, Manggarai, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12850
🌎https://maps.app.goo.gl/i6gYPZ4msNu6FxFk9

 

Masjid Ash-Shalihin dipotret dari arah stasiun Manggarai.

Masjid Ash-Shalihin dipotret dari arah stasiun Manggarai.
 
------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara
------------------------------------------------------------------
 
Baca Juga
 

Sabtu, 14 September 2019

Menikmati Megahnya Masjid Agung Al-Azhar Jakarta

Masjid Agung Al-Azhar dari arah Jalan Sisingamangaraja.

Masjid Agung Al-Azhar merupakan Masjid Agung Pertama di Jakarta. Pertama kali berdiri di tahun 1958 dan diberi nama Masjid Agung Kebayoran. Saat itu wilayah Jakarta pun masih dipimpin oleh seorang Walikota belum menjadi provinsi dan dipimpin oleh seorang gubernur seperti saat ini. Perubahan nama menjadi Masjid Agung Al Azhar Kebayoran Baru, dilakukan menyusul kedatangan Rektor Universitas Al Azhar, Dr. Mahmoud Syaltout yang diundang memberikan ceramah umum di masjid ini.

Dari balik pepohonan.

Disebutkan karena terkagum-kagum dengan kemegahan masjid di negara yang ketika itu baru saja merdeka, Saltut memberi nama masjid Agung Kebayoran Baru dengan nama Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru. Imam besar pertama masjid itu adalah Prof. DR. Haji Muhammad Abdul Karim atau yang lebih dikenal sebagai Hamka. Hamka pula yang mentradisikan aktivitas kuliah subuh, pegajian hari Ahad, dan kuliah Ramadhan di masjid ini.

Dari sisi barat laut.

Masjid Agung Al-Azhar dibangun di tengah tengah lahan seluas 43.755 meter2 dan menjadi titik sentral dari komplek pendidikan Yayasan Pendidikan Islam Al-Azhar. Gedung kampus Universitas Al-Azhar Indonesia berdiri di sisi selatan Masjid Agung, sedangkan di sisi utaranya berdiri bangunan sekolah TK hingga SMA Al-Azhar. Ada dua gerbang akses ke komplek ini yang keduanya mengarah langsung ke masjid, yakni Gerbang Barat yang menghadap ke Jalan Sisingamangaraja dan Gerbang Timur yang menghadap ke ruas jalan Raden Patah.

Dari balik teralis pagar .

Masjid Agung Al-Azhar dibangun dua lantai, ruang sholat berada dilantai dua sedangkan lantai dasar nya digunakan untuk aula serbaguna yang seringkali digunakan untuk resepsi pernikahan. Dilantai dasar juga terdapat perkantoran pengelola, toilet dan fasilitas penunjang lainnya. Untuk menuju ke ruang sholat ada jejeran tangga lebar di sisi utara, selatan dan timur bangunan masjid. Tangga di sisi timur diperuntukkan khusus untuk Jemaah wanita.

Ruang sholat selepas waktu Magrib.

Bentuk bangunan masjid ini sederhana namun justru dari kesederhanaannya itu tampak kemegahannya. Di bagian atap hanya satu kubah bawang berukuran besar tanpa kubah kubah pendamping. Sebatang menara berdenah bundar menjulang di bagian atap sisi timur laut atau bagian atap sebelah kanan bila dipandang dari arah timur. Sedangkan satu menara yang lebih pendek ditempatkan dibagian atap sisi tenggara atau dibagian atap sebelah kiri bila dipandang dari arah timur.

Ruang sholat dari sisi utara.

Eksterior masjid ini didominasi warna putih, di bagian interior baru akan kita temukan padu padan warna warna alami. Masuk ke masjid ini setelah melewati jejeran anak tangga yang cukup tinggi, kita akan disuguhi ruang utama yang cukup lega dengan hamparan karpet hijau bercorak warna merah. Logo YPI Al-Azhar menjadi central point karpet masjid ini tepat di bawah kubah. Melongok ke atas kita akan menemukan lukisan kaligrafi dan jejeran jendela jendela kecil di sekeliling bagian bawah kubah, menjadi sumber cahaya alami ke dalam masjid.

Dari pintu selatan, area sholat wanita disebelah kanan dibalik partisi.

Masjid ini dibangun dengan begitu banyak jendela berukuran besar disekeliling temboknya, jendela jendela kaca yang dihias dengan kaca patri warna warni dengan pola kembang. Suasana di dalam ruangan masjid terasa adem di cuaca Jakarta yang begitu panas dan hiruk pikuk, serta lokasinya yang berada di tengah tengah komplek yang cukup luas hingga jauh dari jalan raya, menjadikan masjid ini tempat yang nyaman untuk menunaikan sholat dan ngadem sejenak.

Beberapa saat setelah magrib.

Ada empat tiang besar penopang struktur atap di ruangan sholat utama, berdiri simetris di empat sudut dibawah kubah. Sedangkan di area sholat wanita, terdapat lebih banyak tiang tiang penopang dengan bentuk yang serupa. Ruangan sholat untuk Jemaah wanita ditempatkan di bagian belakang disekat dengan partisi setinggi dada orang dewasa, Jemaah wanita yang masuk dari tangga sebelah timur akan langsung menuju ke area sholat Jemaah wanita. Namun juga dapat melalui pintu utara dan selatan.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga

Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran Baru

Minggu, 08 September 2019

Masjid Agung Al Azhar Kebayoran Baru - Jakarta Selatan

Megah dengan warna tunggal, putih, tanpa aksen warna lain. Masjid Agung Al-Azhar diketahui merupakan Masjid Agung pertama di DKI Jakarta. 

Masjid Agung Al-Azhar di Kebayoran Baru, Kota Administrasi Jakarta Selatan, merupakan salah satu masjid yang begitu populer di tanah air sejak berdiri di tahun 1952 hingga saat ini. Meskipun dari sisi sejarah, masjid ini bukanlah masjid pertama di Jakarta bahkan di wilayah Jakarta Selatan sekalipun, bukan pula masjid dengan ukuran terbesar, namun banyak faktor yang membuat masjid ini begitu terkenal salah satunya adalah kemampuannya untuk mengembangkan masjid sebagai pusat aktivitas ummat, tidak saja sebagai pusat keagamaan namun juga merambah ke ranah pendidikan hingga perekonomian. Para pendiri masjid ini sejak awal sudah menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas, berupaya mengembalikan masjid sebagai pusat peradaban.

Masjid Agung Al-Azhar telah dikukuhkan oleh Pemda DKI Jakarta sebagai salah satu dari 18 situs tapak sejarah perkembangan kota Jakarta. Selain itu, masjid ini dijadikan cagar budaya nasional per tanggal 19 Agustus 1993. Saat ini di komplek Masjid ini telah berdiri sekolah sekolah Islam dari Taman Kanak Kanak hingga Universitas dibawah pengelolaan Yayasan Pendidikan Islam Al-Azhar. Lokasi masjid ini juga sangat strategis, tak jauh dari terminal Bis Blok M, dan Bus Transjakarta (busway) juga telah membangun halte tepat di depan komplek masjid ini yang masuk dalam Koridor I rute blok M – Kota.

Masjid Agung Al-Azhar
Jl. Sisingamangaraja No.1, RT. 2, RW. 1, Selong
Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110
phone: 021-72783683 / 7397267
fax: 021-72783683



Sejarah Masjid Agung Al-Azhar

Masjid Agung Al-Azhar dibangun pada tahun 1952 atas usaha 14 orang tokoh tokoh Masyumi diantaranya adalah Mr. Soedirjo, Mr. Tanjung Hok, H. Gazali dan H. Suaid, untuk memiliki sebuah masjid utama di kawasan Kebayoran Baru. Atas anjuran Mr Syamsudin, Menteri Sosial RI pada saat itu, maka oleh para tokoh tersebut didirikanlah Yayasan Pendidikan Islam (YPI), pada tanggal 7 April 1952.

Yayasan tersebut pada tanggal 19 November 1953 mulai mendirikan sebuah masjid di atas lahan seluas 43.755 meter2. Ketika itu peletakan batu pertamanya dilakukan oleh R. Sardjono mewakili Walikota Jakarta Raya. Pembangunan masjid tersebut selesai dibangun pada tahun 1958 dan diresmikan dengan nama Masjid Agung Kebayoran. Pada saat itu Wilayah Jakarta Raya (kini Provinsi DKI Jakarta) masih di kepalai oleh seorang Walikota.

Di dalam komplek Masjid Agung Al-Azhar Jakarta juga berdiri lembaga pendidikan dari Taman Kanak Kanak hingga Universitas Al-Azhar Indonesia.

Perubahan nama menjadi Masjid Agung Al Azhar Kebayoran Baru, dilakukan menyusul kedatangan Rektor Universitas Al Azhar, Dr. Mahmoud Syaltout yang diundang memberikan ceramah umum di masjid ini. Disebutkan karena terkagum-kagum dengan kemegahan masjid di negara yang ketika itu baru saja merdeka, Saltut memberi nama masjid Agung Kebayoran Baru dengan nama Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru. Imam besar pertama masjid itu adalah Prof. DR. Haji Muhammad Abdul Karim atau yang lebih dikenal sebagai Hamka. Hamka pula yang mentradisikan aktivitas kuliah subuh, pegajian hari Ahad, dan kuliah Ramadhan di masjid ini.

Pada tahun 1962 dalam kiprahnya membina pemuda dan pemudi Islam, MAA mengadakan kegiatan Pramuka Gugus Depan dan sore harinya Pendidikan Islam Al-Azhar (PIA) sampai berahirnya masa orde lama dan mulainya orde baru, membawa angin segar bagi dakwah Islam khususnya bagi umat Islam. MAA mulai mendiirikan lembaga pendidikan formal (th 1967), diawali dengan TK Islam Al-Azhar dan seterusnya susul menyusul mendirikan SDIA, SMPIA, SMAIA dan pada akhirnya mendirikan Universitas Al Azhar Indonesia.

Sisi timur Masjid Agung Al-Azhar.

Aktivitas Masjid Agung Al-Azhar

Kegiatan yang sudah mentradisi di masjid ini tentu saja adalah kuliah subuh, pegajian hari Ahad, dan kuliah Ramadhannya yang sudah terkenal sejak masa Buya Hamka. Selain itu kegiatan Majelis Taklim, Kursus Kader Mubaligh, Studi Islam, Kursus bahasa dan dakwah di Masjid Al Azhar sangat terbuka menerima jamaah dari daerah lain. Kegiatan di Masjid Agung Al Azhar ini bisa diikuti oleh seluruh masyarakat.

Kegiatan untuk remaja di masjid ini ditangani oleh Youth Islamic Study Club (YISC) saat Ramadan ini menggelar pesantren kilat untuk anak-anak dan remaja. Selama Ramadan, Masjid Agung Al Azhar sudah menyusun berbagai kegiatan keislaman baik yang rutin maupun nonrutin. Kegiatan rutin berlangsung mulai dari subuh hingga malam hari. Sebelum menunaikan salat subuh dan zuhur, serta sebelum berbuka puasa, jemaah Masjid Al Azhar mendapat pencerahan melalui program kuliah tujuh menit (kultum).

Interior Masjid Agung Al-Zahar Jakarta.

Masyarakat yang ingin memperbaiki cara membaca Alquran juga dapat mengikuti tadarus, tahsin, dan tadabbur Alquran. Panitia menyediakan tiga waktu setiap harinya, yakni sebelum salat zuhur, sebelum salat asar, dan bakda atau setelah salat tarawih. Tadabbur atau kajian tafsir Alquran dilakukan bakda tarawih setiap Senin dan Rabu. Bagi masyarakat yang belum bisa atau lancar dalam membaca Alquran, panitia menyediakan waktu belajar dasar membaca Alquran,

Kegiatan nonrutin yang diadakan di bulan Ramadan antara lain bazar Ramadan di lapangan parkir utara dan kampung Ramadan di lapangan hijau Masjid Agung Al Azhar. Acara buka puasa untuk anak-anak yatim dan duafa digelar di Aula Buya Hamka, Selain itu, Masjid Agung Al Azhar juga mengadakan berbuka puasa lokasi tak biasa yakni di lembaga pemasyarakatan (lapas) atau rumah tahanan negara (rutan) seperti di Rutan Pondokbambu, Lapas Anak Tangerang, dan Lapas Pemuda di Tangerang. sementara pengajian khusus untuk mereka yang sibuk dengan profesi dan pekerjaannya tersedia program pengajian lepas kerja. Selengkapnya tentang aktivitas di Masjid Agung Al-Azhar ini dapat dilihat di situs resmi Masjid Agung Al-Azhar.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Sabtu, 07 September 2019

Masjid Nurul Iman, Blok M Square Jakarta

Masjid Nurul Iman di Atap Blok M Square.

Masjid Nurul Iman adalah masjid yang berada di lantai atap (lantai 7) Mall Blok M Square di kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Masjid ini dibangun dari dana para pedagang di Blok M Square dan jamaah pengunjung. Secara harfiah Nurul Iman berarti Cahaya Iman, keberadaan Masjid Nurul Iman di puncak gedung pusat perbelanjaan Blok M Square ini seolah menjadi penerang kawasan tersebut.

Tidak hanya lokasinya yang unik namun masjid ini dibangun sebagai sebuah masjid sesungguhnya selayaknya masjid yang dibangun di atas tanah. Singgah ke masjid ini bertepatan dengan sholat magrib, dan sempat kaget dengan jemaahnya yang membludak hingga memadati setiap jengkal dalam ruangan masjid. Jemaah yang datang belakangan dan ketinggalan Jemaah utama, melakukan sholat Jemaah di area luar ruang utama secara bergantian, karena diruang utama segera setelah sholat magrib dilanjutkan dengan kajian rutin.

Masjid Nurul Iman
Mall Blok M Square, Jl. Melawai 5 No.3, RT.3/RW.1, Melawai
Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12160


.
Masjid ini dibangun dengan amat megah, lapang, beserta fasilitas yang sangat memadai. Konsep arsitektur masjid di lantai 7 Blok M Square ini menyerupai Masjidil Haram di Makkah. Sejak di halaman masjid, Jemaah disambut oleh miniatur Ka’bah, yang dibangun di area masjid ini ditujukan untuk kegiatan manasik haji.
.                                                                    
Masjid Nurul Iman tampak sederhana saja dengan kubah-kubah kecil di beberapa sudut bangunan. Detail lancip pada kubah, teras, dinding, dan perpaduan warna pada bagian relung masjid ini lebih mengingatkan pada gaya istana Persia.
.
Tampak seperti masjid biasa, aktualnya masjid ini berada di lantai atap Blok M Square.

Pintu masjid yang unik dengan ukiran dan sekaligus berfungsi sebagai ventilasi udara. Ruang ibadah Masjid Nurul Iman sanggup menampung sekitar 3.000 jamaah. Bagian dalam ruang masjid ini cukup lapang, dengan karpet yang nyaman untuk beribadah.

Langit-langit masjid, khususnya bagian kubah yang merelung, dihiasi dengan lukisan awan dan sebuah lampu hias yang menggantung indah di tengahnya. Masjid Nurul Iman memiliki jadwal kajian rutin yang senantiasa dipadati Jemaah. Selain bangunan Masjid Nurul Iman, di lantai atap gedung Mall ini sebagian lahannya juga digunakan sebagai area parkir kendaraan bermotor. ***

Ekterior Masjid Nurul Iman

Ujung menara Blok M Square dengan warna kotak kotak merah dan putih tampak ujungnya di belakang bangunan masjid.
Dari arah selatan.
Ba'da magrib.
Blok M Square, kamu harus jeli memperhatikan di sudut kiri atas foro, kubah kuning Masjid Nurul Iman tampak riap riap diketinggian.

Interior Masjid Nurul Iman

Jemaah sholat magrib 
Jemaah sholat magrib melanjutkan mengikuti acara kajian rutin.
Semerbak mewangi.
Mihrab dan mimbar.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Sabtu, 09 Desember 2017

Masjid Jamie An-Nadwah Pondok Kopi, Jakarta Timur

Masjid Jamir An-Nadwah

Masjid Jamie An-Nadwah ini berada di ruas jalan Pondok Kopi RT.2/RW.7 Pondok Kopi, kecamatan Duret Sawit, kota administrasi Jakarta Timur, DKI Jakarta. ruas jalan di depan masjid ini salah satu ruas jalan padat kendaraan di jam jam sibuk.

Bangunan masjid ini cukup besar dengan menaranya yang menjulang terlihat dari kejauhan. dan menariknya menara masjid ini merupakan salah satu menara masjid yang dimanfaatkan sebagai menara BTS (Base Tranceiver Station). di puncak menara masjid ini terlihat terpasang beberapa antenna BTS.

Masjid Jamie An Nadwah
Jl. Pd. Kopi, RT.2/RW.7, Pd. Kopi, Duren Sawit
Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13460
Indonesia



Masjid Jamie AN-Nadwah Pondok Kopi ini menjadi salah satu dari 10 masjid pertama di kota kota besar Indonesia yang menggunakan menara masjidnya sebagai menara BTS, selain Jakarta, kota kota lainnya dalah Bandung, Depok, Yogjakarta, dan kota kota di Provinsi Jawa Timur.

Merujuk kepada situs simaskemenag, Masjid Jamie An Nadwah ini dibangun di atas tanah wakaf pada tahun 2006 dengan luas tanah 872 meter persegi dan luas bangunan 1500 meter persegi dan nomor ID masjid 01.4.11.05.07.000129.

Gapura Masjid An-Nadwah

Kubah dan Menara Masjid Jamie An-Nadwah

Antena BTS di menara Masjid Jamie Annadwah

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga