Tampilkan postingan dengan label masjid tua jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masjid tua jakarta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 September 2019

Menikmati Megahnya Masjid Agung Al-Azhar Jakarta

Masjid Agung Al-Azhar dari arah Jalan Sisingamangaraja.

Masjid Agung Al-Azhar merupakan Masjid Agung Pertama di Jakarta. Pertama kali berdiri di tahun 1958 dan diberi nama Masjid Agung Kebayoran. Saat itu wilayah Jakarta pun masih dipimpin oleh seorang Walikota belum menjadi provinsi dan dipimpin oleh seorang gubernur seperti saat ini. Perubahan nama menjadi Masjid Agung Al Azhar Kebayoran Baru, dilakukan menyusul kedatangan Rektor Universitas Al Azhar, Dr. Mahmoud Syaltout yang diundang memberikan ceramah umum di masjid ini.

Dari balik pepohonan.

Disebutkan karena terkagum-kagum dengan kemegahan masjid di negara yang ketika itu baru saja merdeka, Saltut memberi nama masjid Agung Kebayoran Baru dengan nama Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru. Imam besar pertama masjid itu adalah Prof. DR. Haji Muhammad Abdul Karim atau yang lebih dikenal sebagai Hamka. Hamka pula yang mentradisikan aktivitas kuliah subuh, pegajian hari Ahad, dan kuliah Ramadhan di masjid ini.

Dari sisi barat laut.

Masjid Agung Al-Azhar dibangun di tengah tengah lahan seluas 43.755 meter2 dan menjadi titik sentral dari komplek pendidikan Yayasan Pendidikan Islam Al-Azhar. Gedung kampus Universitas Al-Azhar Indonesia berdiri di sisi selatan Masjid Agung, sedangkan di sisi utaranya berdiri bangunan sekolah TK hingga SMA Al-Azhar. Ada dua gerbang akses ke komplek ini yang keduanya mengarah langsung ke masjid, yakni Gerbang Barat yang menghadap ke Jalan Sisingamangaraja dan Gerbang Timur yang menghadap ke ruas jalan Raden Patah.

Dari balik teralis pagar .

Masjid Agung Al-Azhar dibangun dua lantai, ruang sholat berada dilantai dua sedangkan lantai dasar nya digunakan untuk aula serbaguna yang seringkali digunakan untuk resepsi pernikahan. Dilantai dasar juga terdapat perkantoran pengelola, toilet dan fasilitas penunjang lainnya. Untuk menuju ke ruang sholat ada jejeran tangga lebar di sisi utara, selatan dan timur bangunan masjid. Tangga di sisi timur diperuntukkan khusus untuk Jemaah wanita.

Ruang sholat selepas waktu Magrib.

Bentuk bangunan masjid ini sederhana namun justru dari kesederhanaannya itu tampak kemegahannya. Di bagian atap hanya satu kubah bawang berukuran besar tanpa kubah kubah pendamping. Sebatang menara berdenah bundar menjulang di bagian atap sisi timur laut atau bagian atap sebelah kanan bila dipandang dari arah timur. Sedangkan satu menara yang lebih pendek ditempatkan dibagian atap sisi tenggara atau dibagian atap sebelah kiri bila dipandang dari arah timur.

Ruang sholat dari sisi utara.

Eksterior masjid ini didominasi warna putih, di bagian interior baru akan kita temukan padu padan warna warna alami. Masuk ke masjid ini setelah melewati jejeran anak tangga yang cukup tinggi, kita akan disuguhi ruang utama yang cukup lega dengan hamparan karpet hijau bercorak warna merah. Logo YPI Al-Azhar menjadi central point karpet masjid ini tepat di bawah kubah. Melongok ke atas kita akan menemukan lukisan kaligrafi dan jejeran jendela jendela kecil di sekeliling bagian bawah kubah, menjadi sumber cahaya alami ke dalam masjid.

Dari pintu selatan, area sholat wanita disebelah kanan dibalik partisi.

Masjid ini dibangun dengan begitu banyak jendela berukuran besar disekeliling temboknya, jendela jendela kaca yang dihias dengan kaca patri warna warni dengan pola kembang. Suasana di dalam ruangan masjid terasa adem di cuaca Jakarta yang begitu panas dan hiruk pikuk, serta lokasinya yang berada di tengah tengah komplek yang cukup luas hingga jauh dari jalan raya, menjadikan masjid ini tempat yang nyaman untuk menunaikan sholat dan ngadem sejenak.

Beberapa saat setelah magrib.

Ada empat tiang besar penopang struktur atap di ruangan sholat utama, berdiri simetris di empat sudut dibawah kubah. Sedangkan di area sholat wanita, terdapat lebih banyak tiang tiang penopang dengan bentuk yang serupa. Ruangan sholat untuk Jemaah wanita ditempatkan di bagian belakang disekat dengan partisi setinggi dada orang dewasa, Jemaah wanita yang masuk dari tangga sebelah timur akan langsung menuju ke area sholat Jemaah wanita. Namun juga dapat melalui pintu utara dan selatan.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga

Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran Baru

Jumat, 05 April 2019

Masjid Hidayatullah Jakarta

Terselip diantara gedung gedung jangkung yang kini mendominasi langit Jakarta disekitar nya, Masjid Hidayatullah masih tegar berdiri hingga kini melewati rentang sejarah yang cukup panjang.

Masjid Hidayatullah di kawasan setiabudi, Jakarta Selatan ini merupakan salah satu masjid tua di Jakarta dan memiliki keunikan tersendiri baik dari sejarah maupun arsitekturnya. Masjid Hidayatullah dibangun dengan sentuhan gaya bangunan klenteng terlihat dari bentuk atap bangunan masjid dan atap bangunan menaranya.
.
Interior masjid ini juga sangat menawan dengan banyaknya ukiran ukiran pada material kayu yang digunakan sebagai struktur bangunan ini. Sempat terancam digusur oleh pesatnya pembangunan gedung pencakar langit di kawasan bisnis yang kini telah mengepungnya, masjid Hidayatullah bertahan melewati zaman.
.
Masjid Hidayatullah
Jl. Karet Depan, RT.007/RW.04, Karet Semanggi
Setiabudi, RT.3/RW.4, Karet Semanggi, Kota Jakarta Selatan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12930



Pertama kali dibangun pada tahun 1747 di atas lahan wakaf dari pengusaha Batik bernama Mohamad Yusuf yang tinggal didaerah Karet, lahan seluas tiga ribu meter persegi untuk masjid tersebut beliau dapat dari seorang Belanda bernama Safir Hands.
.
Tak ada informasi tentang keberadaan makam Muhammad Yusuf, yang mewakafkan lahan untuk pembangunan masjid ini. Tidak jelas juga apakah memang tidak diketahui dengan jelas keberadaannya atau juga bisa jadi para pengurus masjid dan warga setempat memang menyimpan rapat rapat tentang keberadaan makam beliau guna menghindari dikultuskannya makam hamba Alloh yang sholeh tersebut dari tindakan kemusryikan para peziarah yang masih belum memahami esensi ziarah sesuai syariat.
.
(diringkas dari bujangmasjid.blogspot.com)

Kalah tinggi dengan gedung gedung jangkung disekitarnya.
UNIK. Menara Masjid Hidayatullah dengan rancangannya yang unik.
 .
------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga