Jumat, 11 November 2011

Masjid Tua Talang Menerai - Gelumbang

Menara Masjid Tua Talang Menerai

Lagi kangen kampung halaman neeh, kali ini sedang ingin nulis salah satu masjid di kampung halaman tercinta. Tak benar benar di kampung halamanku tapi geser sedikitlah ± 5km ke arah utara dari kediaman orang tuaku. Kampung itu aslinya bernama Talang Menerai, Talang adalah sebutan untuk kawasan huma yang luas, dan Menerai adalah nama sepokok pohon besar seperti pohon ara dengan buah kecil kecil jadi pavorit nya burung burung kecil, dulunya pohon itu berdiri kokoh di jalan masuk ke arah “Talang” tersebut.

Lokasi dan Alamat Masjid Tua Talang Menerai

Desa Sukamenang, Kecamatan Gelumbang
Kabupaten Muara Enim, Propinsi Sumatera Selatan 31171


Kini Talang Menerai sudah berubah menjadi sebuah Desa bernama Desa Sukamenang, masuk ke dalam wilayah kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Propinsi Sumatera Selatan. Tak ada lagi pohon menerai disana. Huma nan luasnya juga sudah pindah jauuuuh kemana mana.  Warganya pun sudah tak cukup lagi dengan hanya satu masjid. Namun masjid tua, kecil dan sederhana ini masih berdiri kokoh di tengah kampung asli Talang Menerai (hingga tahun 2013), cikal bakal Desa Sukamenang.

Masjid Dusun Talang Menerai Dari dulu orang orang di kampung menyebut nya dengan masjid Dusun Talang Menerai dan mohon maaf sampai sekarangpun aku bahkan belum pernah tahu nama masjid  tua yang satu ini. (lihat di panoramio)

Kenangan masa kecil di sekitar masjid ini Sudah lamaaa sekali, bersama para sepupuku saat masih duduk di Sekolah Dasar, sore hari ngangon sapi milik kakek yang disiapkan untuk kurban Idul Adha. Kala itu masjid ini masih dalam bentuk aslinya tanpa bangunan tambahan di kiri, kanan dan depan nya. Landasan masjid ini memang dibangun lebih tinggi dari permukaan tanah disekitarnya. Tiga pintu utamanya dilengkapi dengan tangga beton.

Masjid Tua Dusun Talang Menerai dari sisi utara (lihat foto di panoramio)

Arsitektur nya mirip dengan bangunan asli Masjid Babussalam Gelumbang. Bangunan masjid dengan atap limas bersusun tiga, empat sokoguru penopang struktur atap berdiri kokoh di tengah masjid, dilengkapi tiga pintu utama di sisi kiri, kanan dan depan nya. Jendela jendela besar melengkapi tiga sisi masjid. Hanya saja bangunan asli Masjid Babussalam Gelumbang sudah dirobohkan sejak tahun 1978 berganti dengan bangunan masjid baru yang sama sekali berbeda.

Begini interior Masjid Tua Talang Menerai ini. Bersahaja. dengan 4 sokoguru,mihrab dan mimbar sederhana dengan lantai keramik putih.

Pada dasarnya masjid ini, merupakan replika sederhana dari Masjid Sultan di Palembang. Kusebut replika sederhana karena memang ukurannya lebih kecil, ornamen interior dan ekteriornya tak semewah masjid Sultan di pusat kota Palembang. Meski aku sendiri tak tahu pasti kapan persisnya masjid ini pertama kali dibangun dan belum menemukan narasumber yang dapat dimintai penjelasan tentang hal tersebut.

Interior Masjid dari sudut yang lain
Dapat difahami bila arsitektural masjid ini dan sebagian besar masjid masjid tua di kawasan Sumbagsel mirip dengan masjid Sultan Palembang, karena memang Keseluruhan wilayah Sumatera Bagian Selatan (propinsi Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jambi & Babel) dulunya memang merupakan bagian dari Kesultanan Palembang. Menjadi wajar bila kemudian masjid masjid di sana memiliki kemiripan dengan masjid pertama yang dibangun oleh Sultan di “bekas” kawasan kraton Kuto Gawang tersebut.

Tepat setahun lalu di bulan November 2010, ketika menyempatkan mampir ke Masjid ini bersama putra kecil ku, sengaja untuk sekedar melepas rindu, Masjid ini sudah mengalami sedikit perombakan meski bangunan aslinya masih dapat dilihat dengan jelas. Teras di kiri kanannya dan bagian depannya dibangun untuk mengakomodir jumlah jemaah. Menaranya yang dulu diluar bangunan masjid kini masuk ke dalam bangunan terasnya.

Pagar dan teras ini adalah bangunan tambahan, tangga masuk ke bangunan utama masjid lama masih dipertahankan.

Tangga di tiga pintu utamanya masih utuh meski jendelanya sudah tidak lagi seperti dulu, sudah diganti dengan kaca nako. Plafon ruang utama masjid juga sudah di tutup dengan triplek. Namun secara keseluruhan aku masih bisa menikmati bentuk asli masjid masjid tua sederhana yang dulu pernah ku kenal di masa kecil ku.

Interior Masjid

dari pintu utara
Sisi perluasan
Empat pilar di dalam masjid

Exterior
  
Atap limas bersusun sangat  khas Nusantara
Bentuknya memang sederhana dengan menaranya yang unik
Lihat juga foto masjid Tua Talang Menerai di Panoramio

Berubah dan Hilang

Tahun 2013 ketika kembali lagi kesana, bangunan masjid yang lama itu sudah menghilang berganti dengan bangunan masjid dengan corak yang mirip namun lebih besar. Hilang sudah salah satu masjid yang akrab dimata sejak masa kecil dulu itu. 

Masjid Tua Talang Menerai di tahun 2013, sudah berubah total