Minggu, 29 Mei 2016

Masjid Besar Rengasdengklok Karawang

#Masjid masjid di Karawang

Berdiri tak jauh dari Pasar Rengasdengklok, Polsek Rengasdengklok dan Rumah Sakit Proklamasi, Masjid Besar Rengasdengklok ramai di hari Jum'at

Pernah belajar sejarah proklamasi kemerdekaan ? pastinya pernah membaca tentang peran Rengasdengklok jelang detik detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonsia. Rengasdengklok dicatat dalam sejarah sebagai tempat dimana Bung Karno “diculik” oleh para pemuda dari Jakarta kemudian dibawa ke sebuah rumah di Rengasdengklok dengan satu tujuan untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Rumah yang dulu dipakai untuk “menyekap” Bung Karno masih berdiri kokoh hingga kini dan tak jauh darisana kini dibangun tugu kebulatan tekad untuk mengenang peristiwa tersebut. Bersebelahan dengan tugu tersebut berdiri sebuah Mushola di Pangkal Perjuangan yang juga sudah di posting di blog ini.

Jl. Raya Rengas Dengklok
Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok
Kabupaten Karawang, Jawa Barat



Rengasdengklok adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Karawang, provinsi Jawa Barat. Masjid Besar Rengasdengklok ini berdiri tak jauh dari pasar Rengasdengklok, Polsek Rengasdengklok dan Rumah Sakit Proklamasi Rengasdengklok, serta dalam kondisi lalu lintas normal, hanya terpisah sekitar sepuluh atau lima belas menit dari tugu kebulatan tekad dan rumah bersejarah yang tadi sebutkan. Meskipun kedua tempat ini tidak memiliki kaitan sejarah satu dengan yang lainnya. Sebagai masjid besar kecamatan, lokasi masjid ini juga tidak berada di dalam komplek kantor kecamatan Rengasdengklok yang berada di sekitar “Monumen baru” Tugu Kebulatan Tekad.

Sisi utara dan timur 
Berdasarkan plakat yang dipasang di tembok depan masjid, Masjid Besar ini diresmikan oleh Bupati Karawang, Drs. H. Dadang S Muchtar bertepatan dengan tahun baru Hijriah tanggal 1 Muharram 1432H atau bertepatan dengan tanggal 6 Desember 2010M.  Sesuai dengan namanya, bangunan masjid ini memang cukup besar. Dibangun berlantai dua dengan bentuk bangunan mirip dengan bangunan Masjid Agung Karawang di sebelah barat Alun Alun Karawang di Teluk Jambe, namun dengan ukuran yang lebih kecil.

Ada empat tangga akses ke lantai dua masjid, masing masing dua di daam masjid dan dua dari sisi luar masjid. Tangga sebelah luar ditempatkan di teras sisi kiri dan kanan bangunan masjid. Lantai dua Masjid ini tidak dilengkapi dengan pintu hingga dipastikan tidak pernah dikunci dan dapat diakses kapanpun, meski area dilantai dua ini tidak dipakai setiap hari. Ruang sholat utama di lantai dasar di beri partisi sedikiti sebelah kiri belakang sebagai area khusus untuk jemaah wanita.

Interior Masjid Besar Rengasdengklok
Area parkirnya luas, ada petugas parkir resmi yang selalu stand by di samping pintu gerbangnya. Ada juga warung kecil disisi utara area parkir beserta dengan penjual es kelapa muda. Pengurus masjidnya juga ramah disela kesibukannya membersihkan area sholat termasuk menyemprotkan wewangian ke hamparan sajadah. Beliau juga dengan sigap menyalakan lampu penerangan di dalam masjid begitu melihat kami akan memotret bagian dalam masjid ini.**

Arsitektural Masjid Besar Rengasdengklok

Seperti disebutkan tadi, masjid besar Rengasdengklok ini dibangun dengan bentuk yang mirip dengan Masjid Agung Karawang namun dengan ukuran yang lebih kecil dan juga tidak dilengkapi dengan menara. Sisi utara dan timurnya menghadap ke tempat parkir, dilengkapi dengan pilar pilar bundar berukuran besar. Lantai masjid ditinggikan dari permukaan tanah disekitarnya dilengkapi dengan jejeran anak tangga.

Sore hari dari seberang jalan.
Bentuk dasar bangunannya berupa bangunan masjid tradisional Indonesia dengan atap limas bersusun tiga. Di bagian dalam ada empat pilar besar menopang struktur atap dan lantai dua. Di setiap celah antara susunan atap dilengkapi dengan jejejeran jendela jendela kecil sebagai penerangan alami di siang hari. Interior masjid tidak terlalu banyak ornamen hiasan. Hanya ada kaligrafi lafadz Allah dan Muhammad berukuran besar di bagian atas dinding sisi kiblat ditambah dengan sedikit lukisan kaligrafi.

Ada lembaran silsilah berukuran poster yang cukup menarik, dipasang di dekat tangga akses ke lantai dua yang menjelaskan garis silsilah pendiri organisasi Nahdlatur Ulama (NU) hingga Ke Rosulullah Muhammad S.A.W. anda pasti faham bahwa Tokoh NU yang disebutkan disana adalah Kakek dari mantan Presiden KH. Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan nama Gus Dur. Merujuk kepada silsislah tersebut, maknanya Republik ini pernah di pimpin oleh keturunan Rosulullah meski tidak terlalu lama.***

------------------------------------

Baca juga artikel masjid di Karawang lainnya :