Selasa, 14 Mei 2013

Masjid Jamie’ Al-Falah, Kaum Tanjungpura - Karawang

Masjid Jamie' Al-Falah


Sore menjelang magrib singgah ke masjid ini sempat pangling dengan alunan ayat suci Al-Qur’an yang mengalun syhadu dari pengeras suara di atap masjid. Awalnya sempat mengira itu suara dari rekaman semacam MP3 atau sejenisnya, seperti yang banyak dilakukan pengurus masjid masjid lainnya menjelang waktu sholat sebelum tiba waktunya azan.

dari arah pintu selatan yang menghadap ke jalan raya
Dugaanku salah total, lantunan itu dibaca live oleh salah seorang jemaah yang duduk bersila khusu’ sendirian di tengah masjid beberapa meter dari mihrab. Pantas saja kalimat penutup “sodaqollahul azim” nya pas di ujung ayat dengan irama penutup bukan tiba tiba berhenti dan / atau kemudian ditutup dengan kalimat itu dengan suara yang lain. Beliau juga yang kemudian melantunkan azan dan iqomah.

Masjid Jamie' Al-Falah dari arah gerbang
Menariknya lagi yang kemudian maju menjadi imam sholat magribnya juga masih muda jauh lebih muda dari jemaah yang tadi mengaji. Sangat menarik. Satu hal yang sepertinya juga menjadi kebiasaan di masjid ini adalah pelaksanaan sholat berjamaah magribnya tidak menggunakan pengeras suara. Mungkin kebiasaan yang datang dari jumlah jemaah yang tak terlalu banyak sampai membludak.

Lokasi dan Alamat Masjid Al-Falah Tanjungpura

Lokasi Masjid ini sangat mudah untuk ditemukan, setelah melewati jembatan Sungai Citarum yang menjadi perbatasan kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang, di sisi kiri jalan dari arah Cikarang, atap limas bersusun masjid ini sudah terlihat dari arah jalan raya. Cukup maju sedikit sampai jalan menurunnya habis putar balik masuk ke jalan beton yang melintas di depan masjid ini. Berikut alamat lengkapnya.

Masjid Jamie’ Al-Falah Tanjungpura
Jl. Raya Pangkal Perjuangan Km.05 RT.07/05 Kaum Tanjungpura
Kelurahan Tanjung Mekar. Kecamatan Karawang Barat.
Kabupaten Karawang 41316





Jemaah magrib kali itu sekitar 3 shap pria (entah jemaah wanitanya). Suara imam tentunya masih dapat terdengar dengan jelas hingga ke telinga jemaah di shap paling belakang. Jemaah yang ada kebanyakan merupakan warga sekitar dan seperti nya hanya aku dan putra kecil ku yang menjadi jemaah singgah kali itu. menyusul kemudian istriku setelah aku menggantikannya menggendong si kecil.

bangunan utama masjid Jamie' Al-Falah dari arah pendopo di belakang bangunan utama
Bangunan utama masjidnya tidak terlalu besar. Dilengkapi dengan teras di tiga sisinya, teras yang cukup lapang. Ditambah lagi dengan bangunan pendopo di sisi belakang. Ukuran bangunan pendoponya sendiri sedikit lebih besar dari bangunan utama masjidnya. Bangunan utama masjid ini dibagi dua. Sebagian besar disisi depan dibawah atap utamanya disediakan untuk jemaah pria dan khusus untuk jemaah wanita ditempatkan di sisi belakang dengan partisi kayu yang dapat dipindahkan.

tiga susun atap
Struktur atap masjidnya seperti kebanyakan masjid masjid tradisional Indonesia berupa atap limas bersusun tiga mengunakan genteng. Ada empat sokoguru bundar didalam masjid menopang struktur atapnya. Menariknya pada sisi bawah ke empat sokoguru ini di hias dengan keramik bergambar bunga yang sepertinya sudah berusia cukup tua. Ornamen yang mengingatkan pada masjid dan makam keluarga kesulanan di Cirebon.

keramik antik di sokoguru
Pasokan air bersihnya lancer, area tempat wudhu berada di sisi kiri gerbang masuk. Hanya saja memang agak bermasalah untuk parkir kendaraan roda empat. Area parkirnya hanya cukup untuk beberapa kendaraan roda dua. Untuk kendaraan roda empat dengan terpaksa harus parkir di luar pagar di sisi jalan.***

pendopo masjid jamie' Al-Falah
teras utara dari arah pendopo
Asik bermain bola jelang magrib
interior masjid dengan empat soko guru
Panorama Masjid Al-falah
Dari Jembatan Kali Citarum
Dari ujung jembatan kali Citarum

------------------------

Baca Juga