Sabtu, 17 November 2012

Masjid Jamie Al-Ikhlas Kampung Bendungan

Masjid Jamie Al-Ikhlas Kampung Bendungan

Bila melihat foto udara di google map sepertinya masjid yang kini berdiri dibangun setelah tahun 2000, mengingat di foto udara tersebut hanya ada satu bangunan di lokasi ini dengan atap limas biasa bukan bangunan berdenah segi empat dengan kubah seperti bangunan yang kini berdiri. Kecuali bila saya menunjuk titik koordinat yang salah, maklumlah jalan jalannya tanpa GPS kemera saku yang dipakai juga tidak dilengkapi perangkat perekam koordinat.

Menilik lokasinya semestinya kampung Bendungan ini masih masuk dalam desa Cipayung, kecamatan Cikarang Timur (silahkan dikoreksi bila salah ya). Kami singgah sebentar ke masjid ini disuatu sore, berteduh dari hujan yang mengguyur kawasan tersebut. Namun beberapa warga yang sedang memasang turab di depan masjid tak menghentikan kegiatan mereka.

Masjid Jamie Al-Ikhlas Kp. Bendungan
Kampung Bendungan, Desa Cipayung
Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi
Jawa Barat – Indonesia
Koordinat : 6°17'51.17"S  107°13'3.42"E


Masjid ini berdiri bersebelahan dengan lubang besar, sepertinya bekas galian tanah untuk pembuatan batu bata. Di depan masjid ini memang berdiri dua LIO alias pabrik bata, salah satunya sedang melakukan proses pembakaran, asapnya mengepul membubung ke angkasa terlihat jelas dari teras masjid ini.

Sepertinya turab yang dibangun di depan masjid ini menggunakan susunan batu alam ditujukan untuk memudahkan proses penimbunan demi perluasan halaman masjid. Masjid ini memang nyaris tak memiliki halaman karena di depan dan sampingnya menganga lubang besar bekas galian seperti tampak dalam foto di atas.

Nice reflection
Kawasan Cikarang (dulu dikenal dengan nama Lemah Abang) memang sudah sejak lama terkenal sebagai penghasil batu bata merah. Menurut penuturan para tetua, zaman dulu produk bata merah berkualitas itu sudah identik dengan nama Lemah Abang. Lemah Abang sendiri berarti “Tanah Merah”, cocok sekali dengan bahan dasar batu bata yang memang terbuat dari tanah liat yang sudah pasti bewarna merah saat sudah melalui proses pembakaran.

Bangunan Masjid Al-Ikhlas ini dibangun permanen menggunakan bahan semen dan tentu saja batu bata. Ukurannya tak terlalu luas, bisa jadi dulunya merupakan sebuah mushola atau surau kampung Bendungan sebelum kemudian dibangun dan menjadi Masjid Jami’. Atap masjidnya berbentuk atap joglo tanpa tumpukan, di bagian atas atapnya dilengkapi dengan kubah bawang warna hijau.

di dalam Masjid Al-Ikhlas Kp. Bendungan
Bagian dalam masjid didominasi warna biru muda senada dengan warna bagian luarnya. Empat tiang beton berdiri ditengah ruang masjid menopang struktur atapnya. Masing masing ke empat tiang ini dilapis dengan keramik yang juga bewarna biru muda sama seperti keramik pada dinding sisi kiblat. Mihrabnya mungil begitupun dengan mimbarnya.

Berbeda dengan tiang utama di dalam masjid. Di teras masjid berdiri kokoh pilar pilar beton berbentuk bundar mendominasi teras masjid di tiga sisinya. Dari tiga pintu yang ada di masjid ini, pintu selatannya yang menghadap ke arah jalan, pintu timur menghadap ke arah galian di sebelah masjid sedangkan pintu utaranya langsung menghadap ke rumah penduduk.

Tak ada menara, pengeras suaranya dipasang di bagian atap tertinggi. Di dalam masjid juga, seluruh langit langitnya ditutup dengan plafon, bukan dirancang dengan langit langit terbuka mengikuti kontur atap diatasnya. Bnetuk atap yang dibuat di masjid ini tidak untuk mengakomodir ventilasi udara dan cahaya dari atap masjid. Meski struktur atap paling atas dibawah kubah bawangnya itu dilengkapi dengan celah mengesankan adanya ventilasi udara ke dalam masjid.***

Sisi timur masjid menghadap ke galian
Pembangunan turab di samping masjid.
sisi depan masjid Al-Ikhlas Kp. Bendungan
Papan nama masjid di atas pintu utama
Masjid Al-Ikhlas dari kejauhan

--------------------------------

Baca juga Artikel Masjid Masjid Cikarang Timur Lain-nya