Minggu, 25 September 2011

Masjid Jami’ Darussalam, Kampung Rawa Gebang

Masjid Jami' Darussalam, Rawagebang, Desa Tanjungbaru, Cikarang Timur

Sabtu sore 24 September 2011, ba’da Asyar, berdua dengan putriku menikmati sore di pesawahan kampung Rawagebang, desa Tanjungbaru, Cikarang Timur. Tak jauh di rumah tapi lumayan jauh deh kalau harus jalan kaki. Di tengah sawah membentang matahari mulai redup, anak anak sekolah berseragam SMA bersliweran naik motor mungkin baru pulang sekolah, ada juga pak tani modern yg sedang sibuk membajak sawah dengan kebo peminum bensin alias traktor, diantara pesawahan yang sebagian sudah dipanen meninggalkan sisa sisa batang padi yang sudah dipangkas diantara rekahan tanah yang mongering dan hijaunya daun daun padi dari petakan sawah yang sudah ditanami ulang oleh pemiliknya.

Dulu sekali ketika pertama melewati areal ini sore hari, jalanannya masih berupa tanah merah dan rerumputan di pematang sawah. Lalu kunjungan berikutnya sudah berupa jalan beton, tinggal jembatannya yang masih berupa jembatan bambu yang bergoyang ketika dilewati. Dan kemaren itu ketika kami kesana lagi, jalanan betonnya sudah mulai menghilang lagi temakan waktu. Tapi Alhamdulillah jembatan bambunya sudah tak ada lagi berganti dengan jembatan beton permanen.

Masjid Jami' Darussalam di tengah komplek Yayasan Perguruan Islam Darussalam
disbelah kiri dan kanan masjid adalah bangunan gedung sekolah milik yayasan.
Jalanan ini membawa kami ke kampung Rawagebang, aku baru ingat sesuatu, sekarang ini masih bulan syawal dan tak lama lagi bulan haji, pantas saja sepanjang jalan yang kami lewati ada beberapa keluarga yang sedang melaksanakan hajatan pernikahan putra putri mereka. Termasuk di Kampung Rawagebang ini.

Hanya beberapa menit menjelang magrib, dikejauhan terlihat bangunan masjid tua di tengah kampung di tepi jalan. Mampir deh, sekalian sholat magrib. Masjid ini bernama masjid Jami; Darussalam. Nama itu kutemukan di papan jadwal khutbah jum’at yang digantung di dinding bagian dalam masjid. Tak ada plang atau papan nama masjid.

Lokasi dan Alamat Masjid Jami’ Darussalam

Kampung Rawa Gebang, Desa Tanjung Baru
Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi
Jawa Barat


Masjid Darussalam ini berada di dalam komplek Yayasan Perguruan Islam Darussalam (YAPISDA). Yayasan ini mengelola pendidikan dari tingkatan Taman Kanak kanak, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, Pondok Pesantren dan Majelis Ta’lim. Namun pondok pesantren Darussalam berada di lokasi yang berbeda. Salah satu gedung sekolah di komplek ini tampak sedang direnovasi untuk di tambah lantai dua. Gedung kantor yayasan berada di tengah tengah kompek menghadap ke halaman masjid.

Masjid ini berada di sisi timur jalan raya, sehingga tidak memungkinkan untuk meletakkan pintu utama masjid di sisi bangunan yang menghadap ke jalan raya karena sisi itu terdapat mihrab. Pekarangan masjid ini berada di sisi utara, yang juga merupakan pekarangan sekolah YAPISDA. Sedangkan disisi selatan masjid tersisa sedikit lahan kecil disisi kolam besar yang sepertinya bekas galian pabrik bata.

Arsitektural Masjid Jami Darussalam

Masjid Jami’ Darussalam dibangun dalam arsitektural Asli Indonesia dengan atap limas bersusun tiga. Struktur atap ditopang dengan empat sokoguru di dalam masjid. Diantara susunan atap memberikan ruang untuk membuat jendela jendela kecil untuk keperluan pencahayaan ruang dalam masjid di siang hari. Yang cukup menarik adalah mimbar masjid ini. tidak seperti masjid kebanyakan yang membuat mimbar dari kayu berukir atau dengan menyediakan podium kecil untuk keperluan khutbah jum’at. Tapi mimbar di masjid ini dibuat berbentuk podium permanen dari beton.

Interior Masjid Jami' Darussalam
Tak ada Mukena ? Sebentar saya carikan !

Yang pertama kucari ketika masuk ke dalam masjid adalah “mukena(*)” untuk putriku. Tapi aku tak menemukan satupun mukena disana. Beruntung aku berpapasan dengan pengurus masjid yang baru selesai azan, Namanya kang Alifudin, kusampaikan padanya bahwa aku butuh mukena, (untuk putriku tentunya). . .“mukena ? waduh gak ada pak !, sebentar saya cari in”…..  dan dia bergegas pergi, entah kemana, karena aku juga bergegas ke tempat berwudhu.

Selepas berwudhu aku kembali ke teras depan masjid yang menghadap ke pekarangan, dan dari kejauhan terlihat kang Alif bergegas ke arah masjid dengan mukena di tangan nya, sepertinya dia lari ke rumah untuk meminjam mukena adik atau kakak perempuannya atau mukena ibunya barangkali. Alhamdulillah, selalu ada jalan keluar untuk beribadah. Selepas sholat, aku cari Kang Alif untuk sekedar menyampaikan terima kasih atas bantuannya sekaligus berkenalan dan pamitan. Haturnuhun kang Alif.

Foto Foto Masjid Darussalam Rawagebang

Salah satu hiklmah singgah ke masjid menjelang magrib adalah ; bisa memotret masjid di dua situasi sekaligus, malam dan siang. Walau kadang sedikit terburu buru dalam waktu yang sempit.

Masjid Jami' Darussalam diantara gedung sekolah YAPISDA
Khusu'
Kantor Pengelola YAPISDA
Mihrab dan mimbar Masjid Jami' Darussalam
Plafon di bawah atap limas 
Masjid Jami' Darussalam di malam hari