Tampilkan postingan dengan label masjid raya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masjid raya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Mei 2025

Masjid Raya Telaga Kahuripan Bogor

Ruang Sholat Masjid Raya Telaga Kahuripan.

Masjid Raya Telaga Kahuripan berada didalam komplek perumahan Telaga Kahuripan di desa Tegal kecamatan Kemang kabupaten Bogor, masjid yang megah dengan rancangan bangunan masjid mudern.
 
Singgah ke masjid ini untuk menunaikan sholat magrib, harap maklum bila foto foto yang kami ambilpun seluruhnya dalam suasana malam hari. Bangunan masjid yang cukup besar, dua lantai. Ruang sholatnya berada dilantai dua. Toilet dan tempat wudhu berada dilantai dasar.
 
Masjid Raya Telaga Kahuripan Bogor
Perumahan Telaga Kahuripan, Desa Tegal
kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor
Jawa Barat 16310
Situs resmi https://mrtkbogor.com/
https://maps.app.goo.gl/YM7x3GkuvpW35vxW9
 

 
Secara umum bangunan masjid ini terdiri dari dua bagian utama yakni bangunan utama masjid dan bangunan beranda dan selasar disisi depan. Bangunan utama berbentuk dasar kotak dengan satu kubah tunggal berbentuk setengah bola ditengah atapnya.
 
Bangunan beranda dan selasar disisi depan dilengkapi dengan dua kubah yang senada di kiri dan kanannya. Dari arah gerbang kita akan menemui jejeran anak tangga menuju ke ruang sholat utama. Di sisi kiri dan kanan tangga disediakan akses untuk pengguna kursi roda.
 
Ekterior Masjid Raya Telaga Kahuripan 

Untuk ke toilet dan tempat wudhu kita harus menuju ke sisi kiri dan kanan bangunan, dari area parkir yang tidak terlalu luas. Toilet dan tempat wudhunya terawat baik dan bersih.
 
Ruang sholat masjid ini berupa ruangan besar tanpa sekat, sisi bawah kubah utama masjid terlihat indah dari sisi dalam dengan ragam kaligrafi asmaul husna, ditambah dengan lampu gantung yang cukup besar. Hampir seluruh lantai ruang sholat ditutup dengan hamparan karpet merah.***

Interior Masjid Raya Telaga Kahuripan.

Gerbang Masjid Raya Telaga Kahuripan.
 
------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara
------------------------------------------------------------------
 
Baca Juga
 
Masjid Taman Buah Mekarsari
Masjid Andalusia Islamic Center – Bogor
Masjid Al-Kamil Cariu
Masjid Agung Harakatul Jannah Gadok
Masjid As Sutirah Ar-rahmah, Sirnagalih





Minggu, 18 Agustus 2019

Album Foto Masjid Raya Al Muttaqin Kota Bogor

Masjid Raya Al-Muttaqin Kota Bogor

Melanjutkan posting sebelumnya tentang Masjid Raya Al-Muttaqin yang berada di ruas Jalan Achmad Adnawijaya, Bumi Indraprasta 2, Bogor Utara, Kota Bogor. Berdiri diantara jejeran café dan kios kios kuliner yang berjejer disekitarnya. Bangunan masjidnya megah, dibangun tiga lantai meski tampak beberapa bagian ekteriornya belum benar benar rampung 100% proses finishingnya. Berikut kami tampilkan foto foto masjid tersebut.

Ekterior Masjid Raya Al-Muttaqin

Dari arah tempat parkir motor.
Dari halaman atau tanah kosong disamping masjid.
Sisi depan Masjid Raya Al-Muttaqin.
Di bawah kanopi beranda menuju ke lantai dasar. 

Interior Masjid Raya Al-Muttaqin Bogor.

Pintu masuk timur khusus jemaah laki laki.
Ruang sholat utama di lantai dua.
Dari balik teralis.
Sisi utara
Menuju mezanin di lantai 3.
Di area mezanin (lantai 3).
Area sholat di lantai mezanin (lantai 3).
di bawah kubah, dari tangga akses ke lantai mezanin.
Memandang ke arah ruang sholat utama dari lantai mezanin.
Ruang Sholat utama dari arah mezanin (Lantai 3)
Ruang sholat yang sangat lega.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Sabtu, 29 Juni 2019

Masjid Raya Al Muttaqin Kota Bogor

Masjid yang besar dan megah berlantai tiga di tepian ruas jalan Ahmad Adnawijaya, Bogor Utara, kota Bogor

Sesuatu yang paling menarik dari masjid ini bagi kami adalah slogan masjidnya yang terpampang di papan namanya yang menghadap ke ruas jalan Achmad Adnawijaya, disana ditulis “Masjid Tahfidz” Al-Muttaqin. Menarik karena jarang menemukan masjid dengan menentukan spesialisasinya seperti ini.

Masjid Raya Al-Muttaqin berada di ruas Jalan Achmad Adnawijaya, Bumi Indraprasta 2, Bogor Utara, Kota Bogor. Berdiri diantara jejeran café dan kios kios kuliner yang berjejer disekitarnya. Bangunan masjidnya megah, dibangun tiga lantai meski tampak beberapa bagian ekteriornya belum benar benar rampung 100% proses finishingnya.

Masjid Raya Al Muttaqin
bumi indraprasta 2, Jl. Achmad Adnawijaya No. 112 RW.15
Tegal Gundil, Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat
Telp/WA 0857 7264 5061 / 0821 2600 0718



Dari arah jalan raya bangunan masjid ini tampak dominasi empat jejer anak tangganya yang berukuran besar sebagai akses dari halaman depan menuju langsung ke lantai dua. Atap masjid di dominasi kubah beton berukuran besar bewarna hijau.

Empat jejer tangga besar ini mengapit akses menuju ke lantai dasar masjid. Dua jejer tangga disebelah kiri khusus untuk Jemaah Akhwat, sedangkan dua jejer anak tangga besar di sebelah kanan khusus untuk Jemaah Ikhwan.

Masjid berspesialisasi Tahfizd dengan program pembibitan penghafal Al-Qur'an.
Denah bangunannya simetris. Tempat wudhu dan toilet berada disamping masing masing tangga di lantai dua. Bangunan masjid juga dilengkapi teras cukup lapang di sisi kiri dan kanan di lantai dua. Tangga menuju ke lantai 3 ditempatkan diteras depan lantai dua diantara pintu utama Jemaah Ahwat dan ikhwan.

Ruang sholat utama masjid ini terasa begitu lega dan lapang karena tingginya atap bangunan dan ketiadaan tiang di tengah ruangan. Hampir seluruh ruangan masjid ini berada dibawah kubah utamanya yang dibagian dalam dihias dengan lukisan berpola geometris bewarna coklat muda dan coklat tua tanpa kaligrafi. Ruangan tampak benderang disiang hari karena nyaris seluruh dinding masjid ini dibangun dari dinding kerawang yang yang juga berpola geometris kecuali dinding sisi kiblat nya yang dibangun tembok massif di lapis keramik.

Ruang sholat utama.
Ruang mihrabnya cukup luas sepi dari ornamen ukir ataupun kaligrafi kecuali satu lafazd Allah dalam bingkai bundar dibagian atas, seluruh tembok bagian mihrab dilapis dengan keramik warna hitam. Satu mimbar kayu berukir ditempatkan ditengah mihrab bersebelahan dengan sajadah untuk imam.

Naik ke lantai tiga atau lanti dua di ruang sholat, kita akan menemukan bahwa ruangan di lantai tiga ini berbentuk bundar mengikuti bentuk lingkaran dasar kubah yang begitu besar diatas kepala kita. Seluruh dinding ruang lantai tiga ini dibuat dari dinding kerawang yang membuatnya terang benderang dengan angin semilir menembus celah celah dinding kerawang.

Ruang sholat di lantai atas (lantai 3).
Kami tak menemukan prasasti atau plakat peresmian atau pembangunan masjid ini baik diluar ataupun didalam masjid. Bila merujuk kepada laporan blog plongsite yang di unggahnya ditahun 2016, masjid ini telah dibangun sejak tahun 2000 dan hingga tahun 2016 bangunan masjid ini masih berupa kerangka beton meski sudah digunakan untuk peribadatan dilantai basement (lantai-1) nya.

Bila melihat dari rancangbangun, lahannya yang masih luas dan fakta bahwa proses pembangunan masjid ini belum rampung keseluruhannya serta gaya rancangannya yang mengadopsi gaya Turki Usmani dalam sentuhan modern, sepertinya pembangunan masjid ini akan terus dilanjutkan ke pembangunan menara dan sentuhan ekterior dan interiornya. Temukan lebih banyak foto masjid ini di posting selanjutnya.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Kamis, 14 April 2011

Masjid Raya Al-Kasiah, Klari, Karawang

Masjid Al-Kasiah ini adalah salah satu karya Maetro Arsitek Indonesia (alm) Prof. Muhammad Noe'man.

Bila anda kebetulan sedang melintas di jalan raya Klari di Karawang yang menghubungkan kota karawang dengan Purwakarta, dan bertepatan dengan tiba nya waktu sholat, di daerah tersebut ada bangunan masjid yang cukup nyaman dan mengesankan untuk disinggahi guna melaksanakan ibadah sholat fardhu. Masjid tersebut bernama Masjid Raya Al-Kasiah.

Masjid megah berbahan besi dan kaca ini bukan dibangun oleh pemerintah atau warga sekitar, bukan pula oleh sebuah perusahaan. Tapi dibangun oleh satu keluarga muslim, menjadikan masjid ini sebagai masjid keluarga namun terbuka untuk muslim manapun. Bangunannya pun dirancang terbuka dan ramah lingkungan dan ramah pengunjung, menghilangkan kesan “sungkan” bagi siapapun yang mampir kesana.

Sejarah Pembangunan Masjid Raya Alkasiah

Al-Kasiah nama masjid ini diambil dari ayat Al-Qur'an dan juga nama Nenek tercinta dari pendiri masjid ini.

Masjid Al-Khasiah Klari adalah masjid keluarga, didirikan dengan dana yang dihimpun oleh ahli waris Keluarga S. Wongsoredjo, diprakarsai oleh Alm. Soekandar Wignjosoebroto (wafat 1988), putra sulung S. Wongsoredjo, sedangkan pembangunan masjid dikerjakan oleh alm. Drs. Moh Sisman (wafat 2005), putra bungsu S. Wongsoredjo. Semasa hidupnya, S. Wongsoredjo (wafat 1948) bertugas sebagai kepala stasiun kereta api Klari. Nama masjid diambil dari nama isteri S. Wongsoredjo (Kasiah), suatu nama yang tersebut juda dalam al-Quran. 


Sebagaimana disebutkan di prasasti pembangunan masjid yang dipasang di tembok sisi depan masjid, Masjid Raya Al-Kasiah diresmikan pada tanggal 20 September 1998, oleh Drs. H. Mohammad Sisman bin Wongsoredjo. Semoga rahmat Alloh senantiasa berlimpah bagi keluarga besar Wongsoredjo, sebagaimana janji Alloh SWT "Siapa yang membangun masjid di dunia, maka Alloh akan membuatkan rumah baginya di Akherat".  

Masjid Raya Al-Kasiah
Jl. Raya Klari, Desa Klari, Kec. Klari
Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41371 Indonesia






Arsitektur Masjid Raya Al-Kasiah

Masjid Raya Al-Kasiah ini, cukup mengesankan rancang bangun nya, cukup mengesankan pula ditilik dari siapa pembangun nya. Bila di Putra Jaya Malaysia terkenal dengan masjid yang mereka sebut sebagai masjid besi karena hampir keseluruhan material masjid tersebut menggunakan besi dalam berbagai aplikasi, maka, masjid Raya Al-kasiah ini mungkin dapat disebut sebagai masjid besi nya Karawang.

Bangunan utama masjid Raya Al-kasiah ini seluruhnya menggunakan struktur besi baja, dari tiang hingga kerangka atap. Dari luar ataupun dari bagian dalam masjid terlihat dengan jelas besi besi yang digunakan untuk bangunan masjid ini. Menjadi sangat menarik karena masjid ini dibangun dalam arsitektur asli indonesia yang merupakan warisan kuno dari era ke emasan Majapahit, namun menggunakan material bangunan ke kinian. 

Fasad depan masjid Al-Kasiah

Seperti sudah dibahas dalam artikel terdahulu di blog ini yang bertajuk “Warisan Majapahit di masjid masjid kita”bahwa struktur bangunan masjid dengan atap limas besusun yang kini menjadi ciri utama masjid asli Indonesia merupakan warisan kekayaan arsitektur Majapahit yang diaplikasikan ke dalam arsitektur Islam Indonesia oleh Raden Sepat. Dan kini menjadi bagian tak terpisahkan dari masjid masjid Nusantara.

Berdinding Kaca

Keseluruhan dinding masjid Al-Kasiah, kecuali sisi mihrab, menggunakan material kaca bening. Perpaduan dinding kaca dan ketinggian atap masjid benar benar menghilangkan kebutuhan energi listrik untuk penerangan di siang hari. Rancangan yang demikian ini juga menghasilkan ruangan yang tetap terasa nyaman di siang hari ditengah teriknya matahari Karawang.

Interior Masjid Al-Kasiah

Ruang dalam masjid dibangun tanpa plafon. Rancangan seperti ini selain memberikan ruang yang leluasa bagi sirkualasi udara yang berguna bagi menjaga temperatur di dalam ruanganan, juga memberikan keindahan tersendiri bagi interior masjid yang dihasilkan dari padu padan rangkaian besi kerangka utama masjid dengan latar belakang nya berupa lapisan kayu penutup sisi bawah atap masjid.

Dinding di sisi mihrab yang menjadi satu satunya yang berbahan beton, itupun tidak keseluruhan, bagian atas tembok sisi mihrab ini, tetap di beri bukaan dengan dinding kaca. Di tembok sisi mihrab ini dipajang sebuah kaligrafi Al-qur’an dalam ukuran besar. Plakat pembangunan masjid juga dipasang ditembok ini di bagian bawah sebelah kiri. Sementara ruang mihrab masjid ditenrangi cahaya alami dari glass wall yang dipasang di sisi depan mihrab. Sisi atap mihrab di hias dengan mushaf al-Quran memberikan kesan bahwa ruang mihrab ini seakan akan dipayungi oleh kitab suci Alqur’an yang sedang terbuka dan menhadap ke bawah.

Pendopo berukuran besar dibangun di sisi timur Masjid Al-Kasiah

Pendopo besar dari kayu.

Masjid ini dilengkapi dengan bangunan pendopo yang berukuran jauh lebih besar dari bangunan utama masjid. pendopo yang dibangun disisi timur dan terhubung dengan bangunan utama masjid menjadikan pendopo ini sebagai ruang sholat tambahan bagi jemaah sholat jum’at. Layaknya pendopo yang biasa dijumpai di masjid masjid dan keraton jawa, pendopo masjid Al-Kasiah pun dibangun tanpa dinding, beratap genteng dan tak terlalu tinggi untuk memberikan keteduhan. Sangat nyaman untuk beristirahat sejenak di pendopo ini.

Halaman belakang masjid (sisi utara) masih ada lahan terbuka yang dipenuhi dengan pohon buah buahan termasuk pohon mangga. pohon pohon besar juga ditanam dihalaman depan dan disekitar pendopo. Pohon pohon besar dan rimbun di area ini memberikan suasana adem dan sejuk di sekitar masjid.


Menara Tunggal Masjid Al-Kasiah

Menara Masjid

Menara masjid Raya AlKasiah dibangun terpisah dari bangunan masjid. letaknya pojok barat daya masjid atau disisi kiri gerbang masuk ke kawasan masjid. menara masjid ini juga dibangun menggunakan material besi baja dan beton bertulang. Menara segi empat ini ke empat sisinya ditutup dengan panel besi berkerawang yang terlihat cukup unik.

Pemakaman Keluarga

Di sebelah barat masjid terdapat komplek pemakaman keluarga yang diperuntukkan khusus bagi keluaga Wongsoredjo. Keluarga yang membangun masjid raya ini. Komplek pemakaman ini cukup luas untuk ukuran pemakaman keluarga. Lengkap dengan papan nama berukuran besar di pintu utama pemakaman yang menhadap ke areal parkir di sisi barat bangunan masjid.

Komplek pemakaman Keluarga Wongsoredjo di sebelah barat bangunan Masjid Raya Al-Kasiah.

Aktivitas Masjid Raya Al-Kasiah

Lokasi masjid ini yang berada di daerah industri bukan di tengah tengah pemukiman warga ataupun komplek perumahan, menjadikan masjid ini hanya ramai jemaah justru di hari kerja, bukan di hari hari libur. Di hari Jum’at saat pelaksanaan sholat jum’at masjid ini penuh sesak oleh jemaah yang merupakan karyawan dari perushaan perusahaan yang berada di daerah tersebut, dan pengguna jalan yang kebetulan melintas di kawasan tersebut.

Video Interior Masjid Raya Al-Kasiah


Foto Foto Masjid Raya Al-Kasiah

Dilihat dari arah jalan raya Klari
Bangunan pendopo Masjid Raya Al-Kasiah disambungkan dengan bangunan utama masjid
Rangka besi digunakan diseluruh struktur bangunan masjid ini
Lampu gantung antik di area pendopo Masjid Alkasiah
Lampu gantung antik di area pendopo Masjid Alkasiah
Sebentar lagi panen mangga
Halaman belakang masjid Al-Kasiah yang teduh
Prasasti pembangunan Masjid Raya Al-Kasiah