Tampilkan postingan dengan label Masjid di Klari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masjid di Klari. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Juli 2017

Masjid Jami' Nurul Islam Anggadita

Masjid Jami' Nurul Islam Anggadita

Masjid Jami’ Nurul Islam yang satu ini berada di desa Anggadita kecamatan Klari kabupaten Karawang, letaknya bersebelahan dengan Terminal Klari. Masjid dengan arsitektur aril Indonesia berupa bangunan masjid beratap limas bersusun tiga. Di puncak atapnya ditempatkan satu ornamen lafadz Allah.

Masjid Jami'nurul Islam Anggadita
Jl. Raya Klari, Desa Anggadita, Kec. Klari
Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41371, Indonesia



------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara
------------------------------------------------------------------

Artikel Terkait


Sabtu, 27 Mei 2017

Masjid Jamie Al-Barkah Dusun Kawali

Masjid Jamie Al-Hidayah Dusun Kawali dari ruas jalan Kawali Dalem 

Masjid Jamie Al-Barkah ini berada di desa yang sama dengan masjid Al-Hidayah pada posting sebelumnya, sama sama berada di Desa Pancawati, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, namun masjid Jamie Al-Barkah ini berada di Dusun Kawali, nama yang sama dengan sebuah tempat di Ciamis yang berkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Padjajaran, bisa jadi para pendiri Dusun ini dulunya adalah para pendatang dari sana.

Bangunan masjid ini berada diantara dua ruas jalan sisi depan masjid (sebelah timur) menghadap ke jalan Kawali Dalam, Desa Pancawati, sedangkan sisi baratnya (mihrab) berada di sisi jalan raya Kosambi-Talagasari. Gerbang, pekarangan dan teras depan masjid ini berada di sisi jalan Kawali Dalam menghadap ke pemukiman penduduk. Sedangkan dari jalan Raya Kosambi-Telagasari adalah sisi mihrab masjid tanpa pekarangan sama sekali.

Masjid Jamie Al-Barkah Kawali
Jalan Kawali Dalam RT. 02//04 Dusun Kawali, Desa Pancawati
Kec. Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat
Koordinat: -6.364425, 107.380201



BIla anda mampir ke masjid ini melalui jalan raya Kosambi-Telagasari, mau tidak mau harus memarkir kendaraan di sisi jalan raya. Dan untuk masuk ke masjid ada satu satunya akses melewati beberapa anak tangga, naik ke masjid langsung bertemu dengan area tempat wudhu dan ruang penyimpanan perlengkapan masjid termasuk tempat penyimpanan keranda.

Di disisi jalan Raya Kosambi-Telagasari di pagar masjid ini juga terpasang satu papan kecil bertuliskan nama dan alamat masjid ini serta tulisan “Menjual Kain Kafan (Boeh)”, terpasang berdekatan dengan tangga akses ke masjid ini dari sisi barat. Area tempat wudhu dan toiletnya berada di sisi selatan bangunan masjid.

Masjid Jamie Al-Barkah dari ruas jalan Kosambi-Telagasari

Sesuai dengan namanya sebagai masjid jami’ ruangan dalam masjid ini cukup lega,lengkap dengan mihrabnya. Sebuah mimbar kecil ditempatkan di ruangan mihrab ini. Dua shaf paling depan dibentang sajadah panjang, sedangkan lantai lainnya hanya dipasang garis shaf. Kondisi masjid bersih dan terawat.

Sisi timur bagian dalam masjid ini sudah dilengkapi dengan area mezanin sebagai area sholat tambahan. Tangga akses ke lantai atas tersebut ditempatkan di area teras depan masjid di sisi timur. Hampir seluruh ruang dalamnya di cat hijau tua dan hijau muda terang. Hanya lantainya yang bewarna putih bersih dari keramik yang digunakannya.

Interior Masjid Jamie Al-Barkah Dusun Kawali

Seluruh langit langit ruang dalamnya ditutup dengan plafon berwarna putih. Ada sebuah lampu gantung sederhana menggantung ditengah ruangan. area lantai dua masjid ini merupakan area tambahan di sisi teras depannya yang menghadap ke pemukiman penduduk, atapnya dirancang senada dengan atap bangunan utama masjid berupa atap limas bersusun. bedanya atap pada bagian teras berlantai dua ini terdiri dari dua atap atap tumpang.

Dipandang dari kejauhan masjid ini di dominasi oleh tiga atap limasnya yang terlihat berjejeran. satu atap limas berukuran besar merupakan atap bangunan utama dan dua atap limas lainnya merupakan atap sisi teras berlantai dua seperti disebutkan sebelumnya. Merujuk kepada data simas kemenag, masjid ini dibangun tahun 1990 dan sudah terdaftar di Kemenag dengan nomor ID: 01.4.13.15.05.000116.***

Interior Masjid Jamie Al-Barkah sisi timur.
Bagian depan masjid Jamie Al-Barkah dari ruas jalan Kawali Dalam
------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara
------------------------------------------------------------------

Artikel Terkait


Minggu, 21 Mei 2017

Masjid Al-Hidayah Pancawati

Mungil tapi indah, Masjid Al-Hidayah desa Pancawati, Karawang

Hanya beberapa meter dari pertigaan Kosambi menuju ke Desa Telagasari, disisi kiri jalan raya dipinggir kali irigasi anda akan menemukan sebuah masjid mungil yang cukup unik dengan warna yang cukup terang benderang. Ukurannya memang tidak terlalu besar tapi bentuknya yang unik itu yang memang menarik perhatian.

Bentuk dasar bangunannya sebenarnya adalah masjid khas Indonesia dengan atap joglo, namun kemudian atap tumpang di bagian atasnya dimodifikasi dengan bentuk baru yang cukup menarik, hasilnya tetap dengan pola dasar masjid beratap tumpang bersusun tiga, hanya saja dua susun atap paling atasnya itu yang berbeda dari masjid masjid lainnya.

Masjid Al-Hidayah Pancawati
Jl. Kosambi-Telagasari, Desa Pancawati
Kec. Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41371



Keunikan lain yang tak biasa di masjid ini adalah tiga menaranya yang dibangun di atap masjid. Dua menara dibangun serupa sebagai menara kembar di atap masjid di sisi depan, bentuknya sederhana namun cukup kreatif dalam ide, menghasilkan bentuk menara yang sederhana namun dengan sentuhan futuristik.

Menara ketiga justru yang paling unik, sangat berbeda dengan dua menara lainnya. Bentuknya sedikit lebih rumit dari dua menara lainnya, di ujung menara ditempatkan sebuah kubah kecil bewarna hijau yang dibingkai dengan kerangka beton mencengkram tiga sisinya.

Detil Puncak Atap Masjid Al-Hidayah Pancawati

Pembangun masjid ini seakan tak mau kehilangan unsur kubah pada karyanya meskipun hanya berupa kubah berukuran kecil di puncak menara kembarnya, sekaligus mengkombinasinya dengan sentuhan futuristik di sisi lain tetap mempertahankan pola masjid tradisional asli Indonesia.

Selain masjidnya yang unik, Desa tempat masjid ini berdiri sebenarnya juga cukup menarik perhatian, Desa Pancawati, nama yang sangat fenimim dengan kata wati di belakang namanya itu. Belum sempat berbincang dengan tetua disana tentang nama desa yang unik ini, pastinya ada sejarahnya sendiri sehingga bernama demikian.***

Detil menara Masjid Al-Hidayah Pancawati
Lokasi Masjid Al-Hidayah
------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara
------------------------------------------------------------------

Artikel Terkait


Sabtu, 20 Mei 2017

Masjid Jamie Al-Hidayah Gintung Kerta

Masjid Jamie Al-Hidayah Kaum Krajan II, Gintung Kerta

Masjid megah berlantai dua dalam balutan warna kuning dan coklat ini akan anda temukan sesaat setelah keluar dari akses pintu tol Karawan Timur lalu berbelok ke kiri kea rah terminal pusat kota Karawang, disebelah kiri jalan raya. Kubah besar di atapnya itu sudah terlihat dari kejauhan apalagi bila berkendara dari arah kota Karawang.

Masjid dengan gaya modern ini dibangun dua lantai, ada kubah besar di atapnya ditambah dengan dua kubah lebih kecil di puncak menara yang tidak terlalu tinggi mengapit kubah utama di sisi kiri dan kanan. Sementara sebuah menara lebih lansing namun lebih tinggi dibangun dibelakang kubah utama.

Masjid Jamie Al-Hidayah
Jalan Raya Klari, Kaum Krajan II, Desa Gintungkerta
Kec. Klari, Kab. Karawang, Jawa Barat 41371



Papan nama masjid AL-Hidayah
Menjelang jalan akses ke Tol Karawang Timur


------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara
------------------------------------------------------------------

Artikel Terkait


Kamis, 14 April 2011

Masjid Raya Al-Kasiah, Klari, Karawang

Masjid Al-Kasiah ini adalah salah satu karya Maetro Arsitek Indonesia (alm) Prof. Muhammad Noe'man.

Bila anda kebetulan sedang melintas di jalan raya Klari di Karawang yang menghubungkan kota karawang dengan Purwakarta, dan bertepatan dengan tiba nya waktu sholat, di daerah tersebut ada bangunan masjid yang cukup nyaman dan mengesankan untuk disinggahi guna melaksanakan ibadah sholat fardhu. Masjid tersebut bernama Masjid Raya Al-Kasiah.

Masjid megah berbahan besi dan kaca ini bukan dibangun oleh pemerintah atau warga sekitar, bukan pula oleh sebuah perusahaan. Tapi dibangun oleh satu keluarga muslim, menjadikan masjid ini sebagai masjid keluarga namun terbuka untuk muslim manapun. Bangunannya pun dirancang terbuka dan ramah lingkungan dan ramah pengunjung, menghilangkan kesan “sungkan” bagi siapapun yang mampir kesana.

Sejarah Pembangunan Masjid Raya Alkasiah

Al-Kasiah nama masjid ini diambil dari ayat Al-Qur'an dan juga nama Nenek tercinta dari pendiri masjid ini.

Masjid Al-Khasiah Klari adalah masjid keluarga, didirikan dengan dana yang dihimpun oleh ahli waris Keluarga S. Wongsoredjo, diprakarsai oleh Alm. Soekandar Wignjosoebroto (wafat 1988), putra sulung S. Wongsoredjo, sedangkan pembangunan masjid dikerjakan oleh alm. Drs. Moh Sisman (wafat 2005), putra bungsu S. Wongsoredjo. Semasa hidupnya, S. Wongsoredjo (wafat 1948) bertugas sebagai kepala stasiun kereta api Klari. Nama masjid diambil dari nama isteri S. Wongsoredjo (Kasiah), suatu nama yang tersebut juda dalam al-Quran. 


Sebagaimana disebutkan di prasasti pembangunan masjid yang dipasang di tembok sisi depan masjid, Masjid Raya Al-Kasiah diresmikan pada tanggal 20 September 1998, oleh Drs. H. Mohammad Sisman bin Wongsoredjo. Semoga rahmat Alloh senantiasa berlimpah bagi keluarga besar Wongsoredjo, sebagaimana janji Alloh SWT "Siapa yang membangun masjid di dunia, maka Alloh akan membuatkan rumah baginya di Akherat".  

Masjid Raya Al-Kasiah
Jl. Raya Klari, Desa Klari, Kec. Klari
Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41371 Indonesia






Arsitektur Masjid Raya Al-Kasiah

Masjid Raya Al-Kasiah ini, cukup mengesankan rancang bangun nya, cukup mengesankan pula ditilik dari siapa pembangun nya. Bila di Putra Jaya Malaysia terkenal dengan masjid yang mereka sebut sebagai masjid besi karena hampir keseluruhan material masjid tersebut menggunakan besi dalam berbagai aplikasi, maka, masjid Raya Al-kasiah ini mungkin dapat disebut sebagai masjid besi nya Karawang.

Bangunan utama masjid Raya Al-kasiah ini seluruhnya menggunakan struktur besi baja, dari tiang hingga kerangka atap. Dari luar ataupun dari bagian dalam masjid terlihat dengan jelas besi besi yang digunakan untuk bangunan masjid ini. Menjadi sangat menarik karena masjid ini dibangun dalam arsitektur asli indonesia yang merupakan warisan kuno dari era ke emasan Majapahit, namun menggunakan material bangunan ke kinian. 

Fasad depan masjid Al-Kasiah

Seperti sudah dibahas dalam artikel terdahulu di blog ini yang bertajuk “Warisan Majapahit di masjid masjid kita”bahwa struktur bangunan masjid dengan atap limas besusun yang kini menjadi ciri utama masjid asli Indonesia merupakan warisan kekayaan arsitektur Majapahit yang diaplikasikan ke dalam arsitektur Islam Indonesia oleh Raden Sepat. Dan kini menjadi bagian tak terpisahkan dari masjid masjid Nusantara.

Berdinding Kaca

Keseluruhan dinding masjid Al-Kasiah, kecuali sisi mihrab, menggunakan material kaca bening. Perpaduan dinding kaca dan ketinggian atap masjid benar benar menghilangkan kebutuhan energi listrik untuk penerangan di siang hari. Rancangan yang demikian ini juga menghasilkan ruangan yang tetap terasa nyaman di siang hari ditengah teriknya matahari Karawang.

Interior Masjid Al-Kasiah

Ruang dalam masjid dibangun tanpa plafon. Rancangan seperti ini selain memberikan ruang yang leluasa bagi sirkualasi udara yang berguna bagi menjaga temperatur di dalam ruanganan, juga memberikan keindahan tersendiri bagi interior masjid yang dihasilkan dari padu padan rangkaian besi kerangka utama masjid dengan latar belakang nya berupa lapisan kayu penutup sisi bawah atap masjid.

Dinding di sisi mihrab yang menjadi satu satunya yang berbahan beton, itupun tidak keseluruhan, bagian atas tembok sisi mihrab ini, tetap di beri bukaan dengan dinding kaca. Di tembok sisi mihrab ini dipajang sebuah kaligrafi Al-qur’an dalam ukuran besar. Plakat pembangunan masjid juga dipasang ditembok ini di bagian bawah sebelah kiri. Sementara ruang mihrab masjid ditenrangi cahaya alami dari glass wall yang dipasang di sisi depan mihrab. Sisi atap mihrab di hias dengan mushaf al-Quran memberikan kesan bahwa ruang mihrab ini seakan akan dipayungi oleh kitab suci Alqur’an yang sedang terbuka dan menhadap ke bawah.

Pendopo berukuran besar dibangun di sisi timur Masjid Al-Kasiah

Pendopo besar dari kayu.

Masjid ini dilengkapi dengan bangunan pendopo yang berukuran jauh lebih besar dari bangunan utama masjid. pendopo yang dibangun disisi timur dan terhubung dengan bangunan utama masjid menjadikan pendopo ini sebagai ruang sholat tambahan bagi jemaah sholat jum’at. Layaknya pendopo yang biasa dijumpai di masjid masjid dan keraton jawa, pendopo masjid Al-Kasiah pun dibangun tanpa dinding, beratap genteng dan tak terlalu tinggi untuk memberikan keteduhan. Sangat nyaman untuk beristirahat sejenak di pendopo ini.

Halaman belakang masjid (sisi utara) masih ada lahan terbuka yang dipenuhi dengan pohon buah buahan termasuk pohon mangga. pohon pohon besar juga ditanam dihalaman depan dan disekitar pendopo. Pohon pohon besar dan rimbun di area ini memberikan suasana adem dan sejuk di sekitar masjid.


Menara Tunggal Masjid Al-Kasiah

Menara Masjid

Menara masjid Raya AlKasiah dibangun terpisah dari bangunan masjid. letaknya pojok barat daya masjid atau disisi kiri gerbang masuk ke kawasan masjid. menara masjid ini juga dibangun menggunakan material besi baja dan beton bertulang. Menara segi empat ini ke empat sisinya ditutup dengan panel besi berkerawang yang terlihat cukup unik.

Pemakaman Keluarga

Di sebelah barat masjid terdapat komplek pemakaman keluarga yang diperuntukkan khusus bagi keluaga Wongsoredjo. Keluarga yang membangun masjid raya ini. Komplek pemakaman ini cukup luas untuk ukuran pemakaman keluarga. Lengkap dengan papan nama berukuran besar di pintu utama pemakaman yang menhadap ke areal parkir di sisi barat bangunan masjid.

Komplek pemakaman Keluarga Wongsoredjo di sebelah barat bangunan Masjid Raya Al-Kasiah.

Aktivitas Masjid Raya Al-Kasiah

Lokasi masjid ini yang berada di daerah industri bukan di tengah tengah pemukiman warga ataupun komplek perumahan, menjadikan masjid ini hanya ramai jemaah justru di hari kerja, bukan di hari hari libur. Di hari Jum’at saat pelaksanaan sholat jum’at masjid ini penuh sesak oleh jemaah yang merupakan karyawan dari perushaan perusahaan yang berada di daerah tersebut, dan pengguna jalan yang kebetulan melintas di kawasan tersebut.

Video Interior Masjid Raya Al-Kasiah


Foto Foto Masjid Raya Al-Kasiah

Dilihat dari arah jalan raya Klari
Bangunan pendopo Masjid Raya Al-Kasiah disambungkan dengan bangunan utama masjid
Rangka besi digunakan diseluruh struktur bangunan masjid ini
Lampu gantung antik di area pendopo Masjid Alkasiah
Lampu gantung antik di area pendopo Masjid Alkasiah
Sebentar lagi panen mangga
Halaman belakang masjid Al-Kasiah yang teduh
Prasasti pembangunan Masjid Raya Al-Kasiah