Tampilkan postingan dengan label Masjid di Pulokelapa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masjid di Pulokelapa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Juli 2018

Masjid Al-Barkah Pulokelapa - Karawang

Masjid Al-Barkah Pulobata Karawang (1 Juli 2018)

Masjid Al-Barkah adalah masjid yang berada di Desa Pulokelapa, kecamatan Lemahabang, kabupaten Karawang. Masjid ini berada di tengah tengah desa Pulokelapa, ditepian ruas jalan menuju ke komplek pemakaman Syech Quro di Pulubata yang juga masih di dalam wilayah Desa Pulokelapa.

Masjid Al-Barkah Pulokelapa
Desa Pulokelapa, Kec. Lemahabang
Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41383, Indonesia


LOkasi masjid ini hanya terpaut sekitar 500 meter dari Masjid Jami Al-Lisan yang sudah di posting sebelumnya, dan ukurannya lebih kecil, mungkin itu sebabnya masjid ini tidak menyandang kata Jami’ pada namanya. klik untuk membaca artikel masjid Al-Barkah ini diposting sebelumnya.

-----------------------------------
follow akun instagram kami di @masjidinfo |  @masjidinfo.id  | @hendrajailani
------------------------------------

Baca Juga Artikel Masjid di Karawang lainnya


Sabtu, 03 Juni 2017

Masjid Al-Barkah Pulokelapa

Masjid Al-Barkah Pulokelapa di bulan April 2014. 

Masjid Al-Barkah adalah masjid yang berada di Desa Pulokelapa, kecamatan Lemahabang, kabupaten Karawang. Masjid ini berada di tengah tengah desa Pulokelapa, ditepian ruas jalan menuju ke komplek pemakaman Syech Quro di Pulubata yang juga masih di dalam wilayah Desa Pulokelapa.

Masjid Al-Barkah Pulokelapa
Desa Pulokelapa, Kec. Lemahabang
Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41383, Indonesia


Lokasi Masjid ini juga tidak jauh dari makam Raden Soemaredja yang lebih dikenal sebagai Ayah Dji’in. Beliau diketahui sebagai penemu makam Syech Quro. Gapura bertuliskan nama beliau dapat dilihat dari ruas jalan di depan masjid ini, terpaut jarak sekitar 150 meter atau bila berjalan kaki sekitar 2 menit.

Tidak ada informasi terkait kapan masjid ini pertama kali di bangun. satu plakat pembangunan diletakkan diatas pintu kamar mandi yang berada di sisi kiri halaman depan masjid, disebutkan tentang bantuan dari para donator dari Kuwait.

Ba'da Magrib di Masjid Al-Barkah Pulokelapa, April 2017.

Plakat tersebut mungkin menjelaskan tentang bantuan pembangunan fasiltas kamar mandi dan tempat wudhunya saja, mengingat bahwa plakat tersebut bertarik tahun 2015-2016, sedangkan di tahun 2014 bangunan masjid ini sudah berdiri seperti saat ini bahkan lengkap dengan pagar depannya, dan satu kamar mandi di halaman depannya.

pagar beton di depan masjid kini sudah di bongkar, mungkin untuk menyediakan sedikit lahan parkir kendaraan di halaman sempitnya. karena memang tanpa halaman itu agak sulit bagi Jemaah yang membawa kendaraan untuk parkir.

Masjid Al-Barkah dibangun dua lantai, ada dua tangga akses ke lantai dua diletakkan di sisi kiri dan kanan teras depan. Ukuran masjidnya tidak terlalu besar, memanjang timur-barat. tidak ada mihrab di dalam masjid ini, namun sisi depannya tempat imam memimpin sholat dibuat sedikit lebih tinggi. sebuah mimbar kecil ditempatkan juga diarea tersebut.***


Teras depan dan Pintu masuk ke masjid Al-Barkah Pulokelapa
Ngintip ke dalam
Di dalam Masjid Al-Barkah Pulokelapa. 

Kamis, 04 April 2013

Masjid Agung Darul Ghoumun, Pulo Masigit – Karawang

Masjid Agung Darul Ghoumun, Pulo Masigit – Karawang

Agak sedikit membingungkan penamaan “Masjid Agung” yang melekat pada masjid satu ini. mengingat Masjid Agung semestinya merupakan masjid di tingkat kabupaten / kota yang menjalankan salah satu fungsinya sebagai koordinator masjid masjid Jami’ di dalam wilayah Kabupaten / Kota. Mungkin hanya sekedar penamaan saja sebagai masjid Agung.


Lokasinya berdiri tak jauh dari masjid dan makam Sheikh Quro, meski berada di kampung yang berbeda namun jarak antara keduanya tak terpaut jauh, ada jalan setapak yang menghubungkan areal makam Sheik Quro kea rah utara langsung ke masjid ini. Azan yang dilantunkan dari pengeras suara masing masing masjid ini pun terdengar dari masing masing masjid.

makam Shekh Darugem/Bentong yang disebut Keramat Pulo Masigit
Sama seperti Masjid Jami’ Sheikh Quro yang berada tak jauh dari makam beliau, Masjid Darul Ghoumun inipun berada tak jauh dari makam Shekh Darugem/Bentong.yang disebut Keramat Pulo Masigit. Lokasi makamnya berada di sebelah barat bangunan Masjid. makam ini juga ramai peziarah dari berbagai tempat.

sama persis seperti suasana di komplek makam Sheikh Quro, di sekitar masjid dan makam satu ini pun dipenuhi oleh tenda tenda darurat para pedagang.
Syekh Abdiulah Dargom alias Darugem alias Bentong bin Jabir Modafah alias Ayekh Maghribi keturunan dari sahabat nabi (sayidina Usman bin Affan) adalah salah satu murid dari Sheikh Quro, beliau yang menemani Sheikh Quro melakukan perjalanan hingga ke Pulo Bata.

Mahkota yang indah di ujung atap masjid.
Masjid Darul Ghoumun ini memiliki arsitektural yang cukup menarik. Bangunan utamanya berupa bangunan segi empat berukuran sekitar 12x12 meter. Atapnya berupa atap bersusun dua. Di puncak atap tertingginya di hias dengan mahkota yang cukup menarik, meskipun saya sendiri kurang faham makna dari mahkota tersebut. Bentuk mahkota yang sama juga dipasang di empat bentuk menara kecil di empat penjuru masjid.

Guci besar penampung air untuk berwudhu
Di sisi timur masjid ini dilengkapi dengan pendopo terbuka bersebelahan dengan tempat wudhu. Uniknya tampungan air wudhu di masjid ini menggunakan guci yang berukuran begitu besar di cat warna kuning emas, sangat menarik. Area dalam masjid ini tanpa sekat dan tanpa tiang.

Mihrab dan mimbar.
Meski ada masjid kecil di sebelah barat Makam yang disediakan khusus untuk jemaah wanita, namun di dalam masjid ini tersedia beberapa mukena di pojok kiri belakang ruangan. Ruang mihrabnya dibangun berbentuk lingkaran senada dengan bentuk gerbang masuk ke Makam Sheikh Quro. Bila diperhatikan dengan baik, bentuk menara kecil yang menghias atap masjid ini juga mirip dengan bentuk pagar makam Sheikh Quro.

kolam di sisi utara bangunan masjid dengan sumur dibagian tengahnya.
Di sisi utara masjid ada sebuah kolam berair dangkal dan ditengahnya ada sebuah lubang sumur berukuran kecil yang disebut sebut sebagai sumur keramat. Siapapun yang hendak mengambil air dari sumur tersebut harus menyeberangi air kolam. Selain itu ada beberapa tempat disekitar masjid dan makam ini yang tampaknya dirawat dengan baik oleh pengurus sebagai tanda bahwa lokasi tersebut memiliki keterkaitan sejarah dengan beliau yang bermakam disana.***

Mahkota yang sama juga menghiasa empat menara kecil di empat penjuru atap masjid.
------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Selasa, 02 April 2013

Masjid Jamie Syeh Quro - Karawang

Masjid Jamie Sheikh Quro, berada di dalam komplek Makam Sheikh Quro d Pulo Bata, Karawang.  Bila diperhatikan, gerbang menuju masjid ini memang cukup unik.

Masjid Jamie Sheikh Quro atau Syeh Quro berada di dalam komplek makam Sheikh Quro di kampung Pulo Bata, Desa Pulo Kelapa, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Lokasinya berada sekitar 23 kilometer dari pusat kota Karawang ke arah utara. komplek makam yang senantiasa ramai peziarah dari berbagai pelosok tanah air.

Lokasi Masjid Jamie Syeh Quro

           Kampung Pulo Bata, Desa Pulo Kelapa, Kecamatan Lemah Abang
Kabupaten Karawang 41383, Provinsi Jawa Barat
           Titik Koordinat :  6°15'4.73"S 107°28'54.34"E

           Satuan Jarak :
3.14 km dari pertigaan jalan Sheikh Quro
21 km dari jalan lingkar luar karawang
22.83 km dari jalan Tuvarev, Perempatan Pasar Johar



Ukuran masjid nya memang tidak terlalu besar, namun menjadi istimewa karena lokasinya yang berada di dalam komplek salah satu makam ulama besar tanah Jawa. Ditinjau dari sudut arsitektural maupun sejarah-pun masjid ini biasa biasa saja. Dalam sejarahnya peran Sheikh Quro tak bisa lepas dari keberadaan Masjid Agung Karawang yang pada awalnya merupakan mushola kecil yang dibangun oleh beliau sebagai tempat mengajarkan Al-Qur’an di tengah pesantren yang dibangunnya.

Gerbang. Ada dua gerbang utama di komplek makam ini. salah satunya adalah gerbang menuju ke masjid seperti foto di atas. di kiri kanan gerbang ini penuh dengan jejeran warung warung pedagang.
Mushola kecil tersebut yang dikemudian hari menjadi titik pangkal penyebaran Islam di Karawang dan sekitarnya. Kisah tutur menyebutkan bahwa salah satu murid Sheikh Quro (versi lain menyebut sebagai putrinya) bernama putri Subang Larang atau Nyi Subang Karancang dipersunting oleh Raden Pamanah Rasa yang tak lain adalah putera Mahkota Pajajaran yang dikemudian hari naik tahta bergelar Sri Baduga atau Prabu Siliwangi, Kakek dari Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati dari Ibunya yang bernama putri Rara Santang, putri tertua Prabu Siliwangi.

Diantara warung warung. sisi depan komplek Makam Sheikh Quro ini dipenuhi oleh warung warung para pedagang. tidak saja di areal parkir hingga menutupi pagar makam seperti foto di atas tapi juga hingga ke dalam komplek makam.
Namun, bangunan masjid Jamie Syeh Quro di Pulo Bata ini memang sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan Masjid agung Karawang. Meski ukurannya tak terlalu besar namun masjid ini berfungsi sebagai masjid Jami’ yang digunakan untuk sholat Jum’at bagi para peziarah, pedagang, pengurus komplek makam dan warga sekitar.

Atap Limas bersusun tiga. seperti kebanyakan masjid masjid Indonesia lainnya, masjid Jamie Sheikh Quro ini juga menggunakan atap limas bersusun tiga.
Bangunan utamanya berbentuk segi empat dengan atap tumpang bersusun tiga. Bangunan utamanya di cat hijau dengan atap genteng merah bata. Lantai nya menggunakan keramik lantai warna putih. ada tiga pintu akses masing masing pintu selatan menghadap ke gerbang utama, pintu utara menghadap ke salah satu makam di komplek tersebut sedangkan pintu timur mengarah ke Makam Sheikh Quro.

Sunda Arabian. Nama Masjid yang sedikit terpengaruh oleh dialek Setempat.
Pintu dan jendelanya dibuat dari kayu dengan rancangan sederhana. Kusen pintu dan jendelanya di beri lubang angin sebagai ventilasi dibagian atasnya. Interior masjidnya sepi dari ornamen, termasuk mimbar sederhananya. Pasokan air berlimpah di masjid ini, meski jangan kaget bila sedang berkumur karena memang air wudhu yang mengucur dari keran di masjid ini rasanya asin seperti air laut.

berjejer dengan penginapan. bangunan disebelah kiri foto adalah penginapan sederhana yang disediakan oleh pengelola untuk para peziarah yang hendak menginap disana. Hampir semua sisi komplek ini terdapat warung tenda darurat para pedagang.
Komplek makam Sheikh Quro sendiri memang berada cukup jauh dari pusat kota Karawang menjadikan masjid ini sebagai tempat yang cocok untuk menyepi dari keramaian. Tak ada bising kendaraan dan kesibukan yang akan mengganggu. Ditambah lagi lingkungannya yang asri dengan pepohonan rindang sedikit mengurangi panasnya cuaca Karawang.

Bangunan Masjid terlihat dari arah Makam.
Tak usah khawatir dengan akomodasi dan konsumsi. Di komplek ini tersedia penginapan sederhana bagi yang ingin menginap dan para pedagang segala macam keperluan bertebaran dari halaman parkir hingga ke dalam komplek makam. Selain berdekatan dengan Makam Sheikh Quro, Masjid ini juga tak terlalu jauh dari Masjid Agung Darul Ghoumun Pulo Masigit di komplek keramat Pulo Masigit Makam Sheikh Darugen/Bentong***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara
------------------------------------------------------------------

Baca Juga