Tampilkan postingan dengan label masjid di pandeglang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masjid di pandeglang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 September 2019

Masjid At-Tin Maja – Pandeglang

Masjid At-Tin, Maja, Pandeglang.

Masjid At-Tin Maja berada di ruas jalan raya Labuan KM.3. Maja, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Letaknya di sisi selatan jalan raya Labuan. Karena ruas jalan Labuan ini membentang arah timur laut - barat daya, dengan sendirinya denah bangunan masjid At-Tin ini miring sekitar 45 derajat terhadap jalan raya menyesuaikan terhadap arah kiblat. Di dalam komplek masjid ini juga terdapat Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pandeglang.

Singgah ke masjid ini di waktu subuh untuk sholat subuh berjamaah sekaligus istirahat sejenak dalam perjalanan di kabupaten Pandeglang, itu sebabnya semua foto yang ada dalam kondisi gelap waktu subuh. Foto siang hari diambil dari google map, sebagai pelengkap. Bangunan masjid At-Tin ini cukup besar, dibangun dua lantai, ruang sholat utama berada di lantai dasar.

Masjid At-Tin
JL Raya Labuan, Km. 3, Maja Seruni, Sukaratu
Kec. Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten 42217



Karena kontur tanahnya yang tidak rata, sebagian besar lahan masjid ini lebih rendah dari jalan raya sehingga hanya pekarangan depan-nya saja yang sejajar dengan jalan raya. Di pekarangan depan ini ada sedikit lahan parkir kendaraan. Dari pekarangan depan Jemaah akan langsung berjumpa dengan tangga menuju ke ruang sholat di lantai dua, berdampingan dengan tangga menuju ke taman samping dan ke area lantai dasar.

Ada jalan akses ke lahan parkir lebih luas di samping masjid, jalan yang menurun hingga ke halaman samping dan belakang masjid. Di samping masjid ada taman kecil bersebelahan dengan tempat wudhu dibawah kanopo luar ruang, bersebelahan dengan toilet. Dari taman ini ada tangga akses dari dan menuju ke pekarangan depan yang lebih tinggi.

Jelang waktu subuh di Masjid At-Tin Maja.

Jemaah subuhnya lumayan ramai dan semuanya Jemaah pria dewasa. Sebagaimana tradisi masjid masjid Nahdlatul Ulama, sholat subuh di masjid ini juga ada pembacaan doa’ qunut oleh imamnya di rekaat terahir, bakda sholat dilanjutkan dengan zikir dan do’a bersama.

Merujuk kepada plang yang terpasang di depan masjid menghadap ke jalan raya, Masjid At-Tin ini berdiri di atas lahan wakaf seluas 4295m2, dengan nomor sertifikat W2/378/VII/2006, dengan peruntukan untuk bangunan masjid. Selain kantor Pengurus Cabang NU, di komplek Masjid ini juga terdapat SMK Ma’arif NU Pandeglang.

Nahdlatul Ulama cabang Pandeglang.
Dari arah taman samping masjid/
Interior Masjid di lantai dasar
Sisi depan Masjid At-Tin Maja.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Sabtu, 21 September 2019

Mushola di Objek Wisata Batu Qur'an Banten

Mushola di tepian telaga pemandian alami Batu Qur'an, Pandeglang, Banten. Mushola ini sendiri tak ada hubungan sejarah dengan legenda pemandian alami ini, karena memang dibangun sejalan dengan di bukanya tempat ini sebagai objek wisata. (foto asli ada di Instagram @hendrajailani)

Mushola di objek wisata Pemandian Alami Batu Qur’an di desa Desa Kadubungbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten ini cukup menarik rancangan arsitekturnya dengan begitu banyak ornamen kubah di atapnya. Ditambah dengan lokasinya yang berada persis di tepian telaga batu Qur’an yang berair jernih dan sejuk, cukup menarik sebagai objek foto di suasana yang menyejukkan.

Sayangnya saat berkunjung kesana mushola ini dalam kondisi terkunci sehingga benar benar hanya dapat menjadikannya sebagai objek foto, tidak memungkinkan untuk menumpang sholat di dalam nya. Namun suasananya yang sejuk dan tenang serta air telaganya yang begitu jernih memang memikat hati untuk nyebur dan berendam.


Sebagaimana dijelaskan oleh Juru rawat situs pemandian ini dan sejalan dengan berbagai sumber lainnya, setidaknya ada tiga versi kisah situs pemandian alami batu Qur’an ini dan semuanya terkait dengan sejarah penyebaran Islam di daerah tersebut dan daerah sekitarnya. Dua versi kisah tersebut kait mengait dengan kesultanan Banten dan satu versi terkait dengan masa kerajaan Padjajaran.

Versi pertama menyebutkan keterkaitan situs pemandian alami ini dengan tokoh ulama bernama Syekh Maulana Mansyur. Tak jelas benar nasab beliau da nasal usulnya. Versi kedua mengaitkan pemandian ini dengan tokoh ulama kesultanan Banten dan juga putra dari Sultan Ageng Tirtayasa, beliau dikenal dengan nama Syekh Mansyuruddin. Sedangkan versi ketiga mengaitkan pemandian alami ini dengan Raden Kian Santang, putra bungsu Prabu Siliwangi dari Istrinya, Putri Subang Larang.

Bening, sejuk dan alami (foto asli di IG @hendrajailani)

Yang manapun dari versi kisah tersebut, bila anda berkunjung kesana dan bertemu dengan juru rawat situs ini atau biasa disebut kuncen, beliau hanya akan menyarankan anda berkunjung ke pemandian ini dan tidak berkunjung ke situs “ziarah” yang lainnya yang juga ada di sekitar tempat tersebut.

Dan kini kisah dari tiga versi tersebut diatas kini menjadi berkah tersendiri bagi warga setempat. Ramainya pengunjung dari berbagai daerah telah membantu perputaran roda perekonomian masyarakat setempat. Warung warung menyediakan berbagai keperluan pengunjung mulai dari warung nasi, warung kopi dan sebagainya hingga ke warung warung yang menydiakan berbagai jenis oleh oleh bagi para pengunjung, hingga jasa WC dan Kamar mandi umum berjejer di sekitar lokasi ini.

Jejeran warung menjajakan berbagai aneka oleh oleh di sepanjang ruas jalan menuju ke objek wisata pemandian alami Batu Qur'an (check foto asli di Instagram @hendrajailani)

Untuk mencapai lokasi pemandian Batu Qur’an, pengunjung harus melewati jalan kecil yang menurun melewati jejeran anak tangga, disebelah timur jalan utama desa. Di sisi kiri dan kanan jalan kecil ini berdesakan warung warung masyarakat setempat yang menjual beraneka dagangan. Ada petugas penarik retribusi di dekat pintu masuk pemandian dengan nilai retribusi yang wajar.

Sekedar tambahan informasi, karena salah satu versi sejarah pemandian alami ini terkait dengan kesultanan Banten, dan keraton nya berada disekitar Masjid Agung Banten. Akan cukup menarik apabila anda berkunjung kesana, sekaligus juga berkunjung ke Kompleks Masjid Agung Banten di Banten Lama, kota Serang, yang berada sekitar 45 kilometer ke sebelah utara dari lokasi ini atau dengan perjalanan sekitar 1 setengah jam.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Sabtu, 08 Juni 2019

Masjid Al-Fudhola Batu Qur'an, Pandeglang, Banten

kubah unik Masjid Jami' Al-Fudhola Batu Qur'an.

Batu Qur’an adalah objek wisata pemandian alami di desa Kadubungbang kecamatan Cimanuk, kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Pemandian alami ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dari berbagai daerah karena kisah kisah masa lalu yang terkait dengan pemandian alami tersebut.

Setidaknya ada tiga versi kisah situs pemandian alami batu Qur’an ini dan semuanya terkait dengan sejarah penyebaran Islam di daerah tersebut dan daerah sekitarnya. Dua versi kisah tersebut kait mengait dengan kesultanan Banten dan satu versi terkait dengan masa kerajaan Padjajaran.

Versi pertama menyebutkan keterkaitan situs pemandian alami ini dengan tokoh ulama bernama Syekh Maulana Mansyur. Tak jelas benar nasab beliau da nasal usulnya. Versi kedua mengaitkan pemandian ini dengan tokoh ulama kesultanan Banten dan juga putra dari Sultan Ageng Tirtayasa, beliau dikenal dengan nama Syekh Mansyuruddin. Sedangkan versi ketiga mengaitkan pemandian alami ini dengan Raden Kian Santang, putra bungsu Prabu Siliwangi dari Istrinya, Putri Subang Larang.

Jalan desa di depan masjid Jami' Al-Fudhola.
Yang manapun dari versi kisah tersebut, bila anda berkunjung kesana dan bertemu dengan penjaga pemandian ini atau biasa disebut kuncen, beliau hanya akan menyarankan anda berkunjung ke pemandian ini dan tidak berkunjung ke situs “ziarah” yang lainnya yang juga ada di sekitar tempat tersebut.

Dan kini kisah dari tiga versi tersebut diatas kini menjadi berkah tersendiri bagi warga setempat. Ramainya pengunjung dari berbagai daerah telah membantu perputaran roda perekonomian masyarakat setempat. Warung warung menyediakan berbagai keperluan pengunjung mulai dari warung nasi, warung kopi dan sebagainya hingga ke warung warung yang menydiakan berbagai jenis oleh oleh bagi para pengunjung, hingga jasa WC dan Kamar mandi umum berjejer di sekitar lokasi ini.

Untuk mencapai lokasi pemandian Batu Qur’an, pengunjung harus melewati jalan kecil yang menurun melewati jejeran anak tangga, disebelah timur jalan utama desa. Di sisi kiri dan kanan jalan kecil ini berdesakan warung warung masyarakat setempat yang menjual beraneka dagangan. Ada petugas penarik retribusi di dekat pintu masuk pemandian dengan nilai retribusi yang wajar.

Masjid Al-Fudhola Batu Qur'an
Desa Kadubungbang, Kecamatan Cimanuk
Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten 42271



Hanya beberapa meter dari simpang menuju pemandian alami batu Qur’an ini berdiri masjid Jami Desa Kadubungbang, sekitar beberapa meter saja ke arah selatan tak jauh dari lokasi tempat parkir kendaraan area wisata, yang juga berada di jejeran yang sama dengan masjid ini. Masjid Jami’ ini diberi Nama Masjid Jami’ Al-Fudhola.

Bangunan masjidnya cukup megah dan besar, dengan gaya rancangan yang cukup menarik terutama pada bentuk kubahnya yang tak biasa. Masjid ini memiliki satu kubah utama dan dua kubah lainnya yang ditempatkan diatas beranda dengan ukuran yang hampir sama. Masing masing kubah ini ditempatkan diatas penopang yang cukup tinggi sehingga menyerupai menara dengan ukuran lebih pendek.

Menara tunggalnya dibangun di sisi selatan bangunan masjid menjulang dengan satu kubah berukuran kecil di puncaknya. Warna hijau dan kuning mendominasi bangunan masjid ini. Halaman parkirnya cukup luas, hanya saja pengujung yang datang dari arah utara akan diarahkan untuk parkir di area parkir yang memang sudah disediakan untuk pengunjung.

Image yang anda temukan di google street view google map, masjid ini masih dalam tahap penyelesaian renovasi. Belum sempurna seperti foto di atas.
Sebagai masjid yang berada di objek wisata, masjid ini tentunya menjadi salah satu persinggahan bagi pengunjung yang datang kesana. Ditambah lagi dengan mushola yang ada di lokasi pemandian tidak selalu dibuka untuk umum.

Objek wisata Batu Qur’an ini berada sekitar 12 kilometer dari alun alun Pandeglang ke arah barat. Bila anda keluar dari pintu tol serang timur, terpaut jarak sekitar 38 kilometer dapat ditempuh sekitar satu jam.

Sekedar tambahan informasi, karena salah satu versi sejarah pemandian alami ini terkait dengan kesultanan Banten, dan keraton nya berada disekitar Masjid Agung Banten. Akan cukup menarik apabila anda berkunjung kesana, sekaligus juga berkunjung ke Kompleks Masjid Agung Banten di Banten Lama, kota Serang, yang berada sekitar 45 kilometer ke sebelah utara dari lokasi ini atau dengan perjalanan sekitar 1 setengah jam.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga