Selasa, 07 Mei 2013

Kisah Dua Masjid Yang Dibangun Berpasangan


Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon. Konon Masjid ini dibangun sebagai pasangan dari Masjid Agung Demak.
Menurut satu riwayat tutur menyebutkan bahwa pembangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon yang berlokasi di depan Keraton Kasepuhan Kota Cirebon, merupakan pasangan dari Masjid Agung Demak. Pada waktu pembangunan Masjid Agung Demak dimasa Raden Fatah tahun 1477 Sunan Gunung Jati memohon ijin untuk membuat pasangannya di Cirebon.

Karena merupakan masjid yang sepasang maka, kedua masjid ini memiliki wataknya masing masing. Bila masjid Agung Demak berwatak Maskulin dengan tampilannya yang gagah, maka masjid Agung Sang Cipta Rasa ini berwatak feminim. Bila atap Masjid Agung Demak dibangun berbentuk piramida bersusun tiga maka Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon dibangun dengan atap limas persegi panjang bersusun tiga untuk mewakili watak feminim.

Masjid Sepasang. Bisa temukan kemiripannya ?. sejarah tutur menyebutkan bahwa Masjid Agung Sang Cipta Rasa dibangun sebagai pasangan dari Masjid Agung Demak. Bila Masjid Agung Demak dibangun dengan watak maskulin maka bangunan Masjid Sang Cipta Rasa di Cirebon dibangun dengan watak Feminim.
Diceritakan juga bahwa para wali pada saat masjid ini selesai didirikan berjamaah sholat Maghrib disini dan kemudian Sholat Subuh di Masjid Demak. Sementara versi yang lain bahwa masjid ini dibangun hanya dalam waktu satu malam, karena pada waktu ke esokan harinya sudah dipakai untuk sholat subuh. Cerita tutur yang sulit dicerna akal bila mengingat jarak antara kedua masjid ini bila ditarik garis lurus hampir 230 km.

Beberapa sejarawan berpendapat bahwa Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon dibangun tahun 1478 atau setahun setelah Masjid Agung Demak. Atau bersamaan dengan didirikannya Kesultanan Cirebon dengan Sultan pertamanya Sunan Gunung Jati. Gagasan pembangunannya datang dari Putri Pakungwati binti Pangeran Cakrabuana, Permaisuri dan juga sepupu Sunan Gunung Jati, karena Pangeran Cakrabuana sendiri adalah Uwak (kakak dari Ibu) Sunan Gunung Jati.

Proses pembangunan melibatkan para wali dengan Sunan Kalijaga sebagai kontraktor utama, sedangkan arsiteknya ditangani oleh Raden Sepat, seorang mantan panglima Majapahit yang kemudian ber-Islam berikut seluruh sisa pasukannya paska kekalahan dalam penyerbuan untuk menumbangkan Kesultanan Demak yang baru berdiri.

Sebagai masjid tua yang sama sama dibangun oleh Para Wali, baik Masjid Agung Demak maupun Masjid Sang Cipta Rasa Cirebon sama sama menjadi objek wisata religi utama di tanah Jawa bersama masjid masjid dan makam makam para wali lainnya. ***