Tampilkan postingan dengan label masjid tertua di bogor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masjid tertua di bogor. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Desember 2020

Masjid Agung At Thohiriyah Empang Bogor – Tempoe Doloe

Masjid Agung At-Thohiriyah Empang Bogor di tahun 1880 (foto dari akun instagram @Rajakelir)

Suasana di alun alun Empang di depan Masjid Agung Empang kota Bogor pada tahun 1880. Tampak ada tujuh pria dewasa sedang berbincang serius di tengah alun alun, dua diantaranya terhalang oleh yang lain. Dari penampilannya tampaknya mereka adalah para tokoh pada masa-nya.
 
Pria yang berdiri menghadap kamera, satu satunya yang menggunakan sepatu diantara lainnya, dari pakaian dan ciri lainnya termasuk tongkat dan beskap warna biru yang dikenakan tampaknya beliau adalah petinggi di masa itu, sejauh ini saya belum mendapat informasi siapa beliau pun dengan yang lainnya.
 
Masjid Agung At-Tohiriyah
Jl. Empang 1 No.1, Empang, Bogor Selatan
Kota Bogor, Jawa Barat 16132



 Masjid Agung At Tohiriyah di Kelurahan Empang Bogor merupakan Masjid Agung pertama sekaligus masjid pertama yang berdiri di wilayah kota dan kabupaten Bogor. Berdasarkan catatan sejarah yang ada di masjid ini, Masjid Agung At-Tohiriyah dibangun pertama kali di tahun 1817 oleh Raden Muhammad Thohir.
 
Masjid pertama tersebut dibangun diatas lahan seluas lebih kurang 750 meter persegi. Raden Muhammad Thohir adalah cucu dari Dalem Cikundul Cianjur alias Raden Arya Tanu Datar  Bin Aria Wangsa Goparana (1677-1691) Bupati Cianjur Pertama.


Masjid Agung At-Thohiriyah pada era awal pembangunannya (foto dari IG @Rajakelir)

Pertama kali dibangun masjid ini berbentuk bangunan masjid tradisional Indonesia dengan atap berbentuk atap joglo, nama At-Thihiriyah pada masjid agung ini mengabadikan nama pendirinya.

Masjid ini kemudian diteruskan pengelolaannya oleh cucu Raden Muhammad Thohir yang bernama Raden Arya Wiranata yang juga merupakan Bupati pertama kabupaten Bogor, sedangkan putra dari Raden Muhammad Tohir sendiri wafat di tanah suci Mekah.
 
Masjid Agung At-Thohiriyah kini dan tempo dulu.

Baca artikel lengkapnya di posting sebelumnya disini. 

-----------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara
------------------------------------------------------------------


Sabtu, 11 Agustus 2018

Masjid An Nur Empang Bogor

Masjid Annur Empang, Bogor atau Dikenal luas dengan nama Masjid Keramat Empang.

Masjid An Nur Empang atau dikenal luas dengan nama Masjid Keramat Empang Bogor adalah salah satu masjid tertua di kota Bogor, lokasinya memang berada di kawasan Empang Kota Bogor, tidak jauh dari alun alun dan Masjid Agung At Thohiriyah.

Masjid An Nur Empang ini tidak difungsikan sebagai masjid, mungkin karena letaknya yang memang tidak terlalu jauh dari Masjid Agung At Thohiriyah. Papan penanda nama dan pembangunan masjid ini dipasang di fasad depan atap masjid dalam aksara Arab, papan kayu berbentuk segitiga dilengkapi dengan sebatang ornament hias, dan ini menjadi satu satunya petunjuk yang menyebut bangunan ini sebagai masjid.

Masjid Kramat An Nur Empang Bogor
JL Lolongok, Rt 2 RW 4, Bogor Selatan
Empang, Bogor Sel., Kota Bogor, Jawa Barat 16132



Papan nama berukuran cukup besar dipasang di badan menara sisi bawah menghadap ke jalan raya, juga dengan akasara Arab bertuliskan “Majelis Ta’lim An Nur” dan “Madrasah Nurul Tauhid”. Papan nama lain nya dalam Bahasa Indonesia dipasang di depan bangunan di sisi selatan halaman depan masjid yang merupakan kantor pengelola.

Sebagaimana dijelaskan dalam papan nama tersebut, Masjid An-Nur Empang ini dikelola oleh “Yayasan Masjide Noer Alatas” dibentuk berdasarkan akte notaris No. 21/17-2-1999, beralamat di Masjid II No. 16 Rt.02/12 Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan. Hp. 0813 1527 5680, 0251 8335 645.

Interior Masjid Keramat Empang.

Sejarah Masjid Keramat Empang

Masjid ini dibangun sekitar tahun 1828 M. Dibangun oleh seorang ulama besar pada masanya, yaitu Habib Abdullah bin Muhsin Alatas yang berasal dari Hadramaut, Yaman. Kenapa dijuluki Empang? Karena dahulu area sekitar masjid itu dikelilingi oleh empang. Maka dijulukilah oleh masyarakat sekitar Masjid Empang Bogor.

Saat beliau wafat, jenazah Habib Abdullah bin Muhsin Alatas dimakamkan di belakang (sisi barat) masjid An-Nur ini. Kini Setiap malam Jumat, masjid ini selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat, baik yang ingin berziarah, atau bahkan ingin berjualan di sekitar masjid.

Sisi luar Masjid Keramat Empang.

Acara pengajian rutin setiap malam Jumat, selalu diadakan pembacaan kitab Maulid Nabi Ad-diba’i, karya Syekh abdurrahman Ad-diba’i, yang dibacakan di dalam masjid, tepatnya di ruang tengah yang hanya dibuka saat pengajian malam Jumat.

Setiap tahun pun, acara Maulid Nabi yang diselenggarakan di masjid ini selalu ramai oleh para jamaah, bahkan dari luar daerah Bogor. Beberapa kali juga, Mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono turut hadir saat beliau masih menjabat. Jajaran ulama, dai, hingga tokoh politik pun acap kali terlihat hadir saat maulid diselenggakan di Masjid Empang.

Kubah makam Habib Abdullah bin Muhsin Al-Atas.

Di samping Masjid Empang, masih berdiri rumah peninggalan sang pendiri masjid, yang kini ditempati oleh keturunannya. Jika ingin mengunjungi rumah tersebut, memang tak mudah. Karena, dijaga oleh Khalifah Empang yang merupakan keturunan beliau. Khalifah ini diamanahi untuk menjaga masjid, makam, dan rumah Habib Abdullah. Sehingga, kunjungan ke rumah tersebut harus seizin Khalifah Empang tadi.

Rumah seluas 200 m2 yang merupakan peninggalan Habib Abdullah, rumah itu menyimpan benda-benda peninggalan Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Athas, yaitu gamis, sorban, tempat tidur, dan tongkat. Di rumah ini ada kamar khusus untuk zikir, dan 100 kitab agama dari jumlah semula 850 buku, kabarnya sebagian besar kitab kitab lainnya itu kini disimpan di "Jamaturkhair atau di Rabitoh", Tanah Abang Jakarta.

Diantara kitab karangan Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Athas adalah Faturrabaniah, Ratibul Ahtas dan Ratibul Hadad. Dua kitab terakhir diajarkan setiap magrib secara rutin kepada murid-muridnya ketika ia masih hidup.***

Tergantung di dalam ruang utama masjid.
Di dalam ruang utama masjid.
Kubah hijau menara tunggal Masjid Keramat Empang dilihat dari alun alun Empang.
Nama dan Tarikh pembangunan masjid di fasad depan masjid.
lebih dekat ke nama dan Tarikh pembangunan masjid di fasad depan masjid.

-----------------------------------
Follow akun instagram kami di @masjidinfo |  @masjidinfo.id  | @hendrajailani
------------------------------------

Baca Juga



Minggu, 25 Maret 2018

Interior Masjid Agung At Thohiriyah Empang Bogor

Di bagian dalam Masjid Agung At Thohiriyah Empang Bogor terdiri dari dua lantai dengan area void di sisi depan di area mihrab dan mimbar serta di sisi belakang area lobi ke pintu utama. ada empat tiang beton segi empat ditengah ruangan masjid ini. mimbar dan mihrabnya terdiri dari tiga ceruk dengan lengkungan bewarna emas. Baca posting sebelumnya untuk artikel lengkap masjid ini.

Interior Masjid Agung At Thohiriyah mengarah ke pintu utama, ada area lantai dua mezanin ditengah dan di sisi kiri dan kangan ruangan utama.
Dari area mezanin ke arah mimbar dan mihrab.
Mezanin sisi kiri (sisi selatan)
Dinding kerawang pada sisi utara.
Mezanin sisi utara (sisi kanan)
Suasana di dalam masjid sesaat sebelum pelaksanaan sholat jum'at.
Lantai dasar sisi selatan.
Muazin senior.
Mihrab dan mimbar. tempat khatib beruba undakan tiga anak tangga tanpa mimbar khusus.
Poster sejarah Masjid Agung At-Thohiriyah di dinding bagian dalam sisi utara.
Pintu utama masjid dengan jemaah yang macet di gerbang keluar karena antrian menerima sodaqoh uang tunai dari salah satu jemaah. menurut penuturan jemaah yang warga setempat, suasana seperti ini memang sudah tradisi setiap selesai sholat Jum'at.
Area Lobi diantara pintu utama dan mezanin.
Mihrab dan mimbar dari arah mezanin.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara
------------------------------------------------------------------

Artikel Terkait

Exterior Masjid Agung At Thohiriyah Empang Bogor
Masjid Agung At Thohiriyah Empang Bogor
Masjid An Nur Empang Bogor

Sabtu, 24 Maret 2018

Exterior Masjid Agung At Thohiriyah Empang Bogor


Masjid Agung At Tohiriyah di Kelurahan Empang Bogor merupakan Masjid Agung pertama sekaligus masjid pertama yang berdiri di wilayah kota dan kabupaten Bogor. Berdasarkan catatan sejarah yang ada di masjid ini, Masjid Agung At-Tohiriyah dibangun pertama kali di tahun 1817 oleh Raden Muhammad Thohir diatas lahan seluas lebih kurang 750 meter persegi. Raden Muhammad Thohir adalah cucu dari Dalem Cikundul Cianjur alias Raden Arya Tanu Datar  Bin Aria Wangsa Goparana (1677-1691) Bupati Cinajur Pertama. Untuk artikel lengkapnya baca posting sebelumnya .

Masjid Agung At-Thohiriyah dari arah alun alun Empang
Ujung menara Masjid Agung At-Thohiriyah
Masjid Agung At-Thohiriyah
Masjid Agung At-Thohiriyah
Masjid Agung At-Thohiriyah
Alun Alun Empang
Ekterior dan interior Masjid Agung At-Thohiriyah
Foto lama Masjid Agung At-Thohiriyah
------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara
------------------------------------------------------------------

Artikel Terkait



Sabtu, 10 Maret 2018

Masjid Agung At Thohiriyah Empang Bogor

Masjid Agung At-Thohiriyah Empang, Bogor.

Masjid Agung At Tohiriyah di Kelurahan Empang Bogor merupakan Masjid Agung pertam sekaligus masjid pertama yang berdiri di wilayah kota dan kabupaten Bogor. Berdasarkan catatan sejarah yang ada di masjid ini, Masjid Agung At-Tohiriyah dibangun pertama kali di tahun 1817 oleh Raden Muhammad Thohir diatas lahan seluas lebih kurang 750 meter persegi. Raden Muhammad Thohir adalah cucu dari Dalem Cikundul Cianjur alias Raden Arya Tanu Datar  Bin Aria Wangsa Goparana (1677-1691) Bupati Cinajur Pertama.

Pertama kali dibangun masjid ini berbentuk bangunan masjid tradisional Indonesia dengan atap berbentuk atap joglo, nama At-Thihiriyah pada masjid agung ini mengabadikan nama pendirinya. Masjid ini kemudian diteruskan pengelolaannya oleh cucu Raden Muhammad Thohir yang bernama Raden Arya Wiranata yang juga merupakan Bupati pertama kabupaten Bogor, sedangkan putra dari Raden Muhammad Tohir sendiri wafat di tanah suci Mekah.

Masjid Agung At-Tohiriyah
Jl. Empang 1 No.1, Empang, Bogor Selatan
Kota Bogor, Jawa Barat 16132



Raden Arya Wiranata dikenal luas dengan panggilan Mbah Dalem Sholawat karena kebiasaaan beliau mendawamkan sholawat dan kebiasaan tersebut diteruskan oleh para penerusnya sampai sekarang. Kelurahan Empang pada masa lalu merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Bogor. Kantor pemerintahan kabupaten Bogor berada di bagian selatan masjid agung ini. Bangunan tersebut kemudian di alih fungsi sebagai sekolah taman kanak kanak dan kantor Persatuan Wanita Departemen Agama (Perwanida).

Pada abad ke 19 para demang di kabupaten Bogor setiap Jum’at berkumpul di masjid ini untuk melaksanakan sholat Jum’at berjamaah. Para demang ini dating ke Empang menggunakan kuda, kuda kuda mereka ditambatkan di alun alun Empang, sementara para demang sendiri akan mandi di sungai Cisadane sebelum melaksanakan sholat Jum’at.

Di tahun 1927 Sayyid Alwi bin Ismail Alaydrus mewakafkan tanahnya disebelah barat masjid agung seluas lebih kurang 750 meter persegi. Menyusul kemudian ditahun 1935 Habib Abdillah bin Muhammad Asegaf mewakafkan tanahnya yang berada disebelah utara masjid tersebut seluas lebih kurang 900 meter persegi.

Masjid Agung Empang, Bogor.

Bangunan masjid agung ini dirombak total tahun 1935 oleh Al Arifbillah Alhabib Alwi bin Muhammad Thohir Alhaddad yang berguru kepada A Arifbillah Alhabib bin Muhsin Al Attas. Bangunan masjid dibangun ulang menggunakan bahan bahan tembok permanen dan menambah luas bangunan masjid sebagaiimana bentuknya saat ini.

Namun demikian ada beberapa bagian kecil dari bangunan lama yang masih dipertahankan yakni empat sokoguru urama masjid yang kini masih berdiri kokoh ditengah ruangan masjid, beserta dengan mimbar dan mihrab. Empat sokoguru menyimbolkan empat sahabat utama Rosulullah (khulafaurrasydin) dan empat arah mata angin. 

Setelah proses pembangunan ulang tersebut, selain bangunan masjidnya yang lmenjadi lebih besar lahan masjid ini pun bertambah luas hingga kurang lebih 5000 meter persegi termasuk lahan alun alun dan jalan di depan masjid ini. Di tahun 1993 di sisi utara bangunan masjid dibangun bangunan Madrasah Diniyyah.

Referensi

Catatan sejarah di Masjid Agung At-Thohiriyah Bogor

Baca Juga