Tampilkan postingan dengan label Masjid di Lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masjid di Lampung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Juli 2018

Masjid Al-Muhajirin Pasar Unit 2 Tulangbawang

Masjid Al-Muhajirin Unit 2 Tulangbawang

Masjid Al-Muhajirin ini merupakan salah satu masjid yang berada di tepian ruas jalan lintas timur Sumatera tepatnya berada di pasar unit 2 Tulang Bawang, di desa Dwi Warga Tunggal Jaya, kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulangbawang, provinsi Lampung.
.
Ukuran masjidnya tidak terlalu besar namun dibangun dengan arsitektur yang cukup apik an menawan. ruang sholatnya dibadi dua bagian, sisi depan untuk Jemaah pria dan sisi belakang untuk Jemaah wanita, antara keduanya diberi partisi.

Masjid Al-Muhajirin
Anda berkunjung 2 minggu yang lalu
Dwi Warga Tunggal Jaya, Banjar Agung
Kabupaten Tulangbawang, Lampung 34684


.
Tempat wudhu dan toiletnya pun dipisah masing masing untuk Jemaah wanita disediakan di sebelah kanan masjid sedangkan untuk Jemaah pria disediakan disebelah kiri masjid. ruang dalam masjid ini dipasang penyejuk udara sehingga ruangannya senantiasa sejuk. Karpetnya lembut dan wangi.
.
Kopi Gratis dan Halal
.
Singgah ke masjid ini untuk sholat magrib di musim mudik, di terasnya ada seperangkat dispenser air minum dan ada tulisan dengan spidol permanen, kopi gratis dan halal. cukup menarik ya. Disamping dispenser ini memang disediakan rak kecil berisi kopi sachet lengkap dengan gelas dan sendoknya.

Ekterior Masjid Al-Muhajirin

Masjid Al-Muhajirin Unit 2 Tulangbawang
Masjid Al-Muhajirin Unit 2 Tulangbawang
Masjid Al-Muhajirin Unit 2 Tulangbawang
Masjid Al-Muhajirin Unit 2 Tulangbawang

Interior Masjid Al-Muhajirin Pasar Unit 2 Tulangbawang

Interior Masjid Al-Muhajirin Unit 2 Tulangbawang
Interior Masjid Al-Muhajirin Unit 2 Tulangbawang
Teras depan Masjid Al-Muhajirin Unit 2 Tulangbawang
Kopi gratis di Masjid Al-Muhajirin Unit 2 Tulangbawang
santai di teras depan Masjid Al-Muhajirin Unit 2 Tulangbawang

-----------------------------------
Follow akun instagram kami di @masjidinfo |  @masjidinfo.id  | @hendrajailani
------------------------------------

Baca Juga Artikel Masjid di Karawang lainnya


Sabtu, 09 September 2017

Masjid Nurul Yaqin Lubuk Kamal

Masjid Nurul Yaqin Lubuk Kamal

Masjid Nurul Yaqin ini merupakan salah satu masjid yang berada di tepian ruas jalan lintas timur pulau Sumatera di kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, provinsi Lampung. Lokasinya sekitar 4,5 KM dari Masjid Agung Kalianda (Masjid Agung Kubah Intan) di pusat kota kecamatan Kalianda ke arah utara (arah kota Bandar Lampung), sekitar 10 menit perjalanan. Dari Pelabuhan Penyeberangan Bakauheuni ke masjid ini berjarak sekitar 34,5 KM ke arah kota Bandar Lampung Bukan ke arah Sukadana.

Bangunan masjidnya masih gress, masih serba baru meski bukan berarti merupakan masjid yang baru berdiri di lokasi ini. Sebelumnya sudah ada bangunan masjid disana yang kemudian mulai dibangun ke bentuk megahnya saat ini di tahun 2015 yang lalu dengan dana swadaya masyarakat.

Masjid Nurul Yaqin Lubuk Kamal
Jl. Raden Intan II Lubuk Kamal (Jl. Lintas Timur Sumatera)
Lingkungan 03, Kelurahan Wai Lubuk, Kecamatan Kalianda
Kab. Lampung Selatan, Lampung 35551
Indonesia


Cukup nyaman untuk dijadikan persinggahan saat mudik lebaran, pengurusnya ramah, masjidnya bersih, berlantai dua, tempat wudhu dan kamar mandinya berada di belakang masjid dapat di akses dari samping kanan. Di bawah tangga ke lantai dua di sisi kanan teras depan juga terdapat tempat wudhu terbuka tanpa toilet.

Kami bersama keluarga sempat singgah ke masjid ini untuk sholat subuh, dalam perjalanan kembali ke Jabodetabek di bulan Syawal 1438H / 2 Juli 2017 yang lalu. Sempat berbincang bincang dengan pengurusnya di teras masjid ini menjelang matahari terbit yang tampak menyeruak indah dari teras masjid ini, sebelum melanjutkan perjalanan.*** 

Interior lantai dasar Masjid Nurul Yaqin Lubuk Kamal
Area sholat wanita Masjid Nurul Yaqin Lubuk Kamal
Area Parkir Masjid Nurul Yaqin Lubuk Kamal dari arah teras depan
------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara
------------------------------------------------------------------


Artikel Terkait


Minggu, 16 Oktober 2016

Masjid Istiqlal Bandar Jaya

Istiqlal secara harfiah berarti merdeka. Demikian nama masjid yang kini berdiri megah di tengah tengah kota kecil Bandarjaya di kabupaten Lampung Tengah.

Bukan hanya Jakarta yang memiliki masjid Istiqlal, Sebuah desa di Kabupaten Lampung Tengah pun memiliki masjid dengan nama yang sama. Masjid Istiqlal Bandar Jaya Namanya. Bandar Jaya adalah Kota Kecil Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah,provinsi Lampung.

Bandar Jaya dilintasi oleh Jalan Raya Lintas Sumatera. Secara administratif, Bandar Jaya terbagi atas 2 kelurahan, yakni Bandar Jaya Barat dan Bandar Jaya Timur. Bandar Jaya Barat terletak di sebelah barat Jalan Raya Lintas Sumatera dan Bandar Jaya Timur terletak di sebelah timur Jalan lintas Sumatera.

Lokasi Masjid Istiqlal Bandarjaya
Jalan lintas timur sumatera, Desa Bandar Jaya
Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah
Provinsi Lampung 34163


street view


Masjid ini menjadi pusat peribadatan di Bandar Jaya sekaligus sebagai tempat singgah para musafir, juga merupakan masjid termegah di Kabupaten Lampung Tengah. Di Bandar Jaya terdapat dua pusat perbelanjaan, yaitu Plaza Bandar Jaya dan Chandra Superstore Bandar Jaya yang lokasinya berseberangan dengan masjid ini.

Masjid Istiqlal Bandar Jaya merupakan salah satu simbol dari desa bandar jaya. Sebelum berdiri seperti sekarang ini, masjid Istiqlal merupakan renovasi dari masjid Istiqlal yang terdahulu, yang berlokasi di belakang masjid yang sekarang. ***

Bangunan lama Masjid Istiqlal Bandar Jaya, masih terawat sampai hari ini dan difungsikan sebagai tempat belajar mengajar keislaman.
kubah masjid Istiqlal Bandar Jaya diantara pepohonan.
Dari sudut yang lain.
MERIAH. selama bulan Romadhon, disekitar masjid Istiqlal Bandar Jaya yang juga berseberangan dengan pusat perbelanjaan di kota itu meriah dengan aneka warna gerai produk yang digelar disana.

-----------------

Baca Juga Masjid Masjid Lampung Tengah Lainnya


Senin, 10 Oktober 2016

Masjid Taqwa Terbanggi Besar

Masjid Bustanul Ulum diantara pohon singkong yang menghijau

Masjid Taqwa ini berada di komplek Sekolah Islam Bustanul Ulum Terbanggi Besar di Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah, merupakan salah satu masjid yang berada di jalur lintas timur pulau Sumatera. Di dalam komplek ini terdapat Sekolah Islam mulai dari TK hingga SMK, berbasis sekolah Islam Terpadu.

Jalan Lintas Timur Sumatra No.15
Jalan Lintas Timur KM 76 Desa Terbanggi Besar,
Kecamatan Terbanggi Besar, Kab. Lampung Tengah
Provinsi Lampung
Koordinat : -4.835959, 105.225691



Sampai dengan musim mudik lebaran tahun 2016/1437H masjid ini belum selesai 100% dan masih membutuhkan dana setidaknya RP. 400 juta sebagaimana terpampang di sebuah spanduk di depan masjid ini yang mengajak siapapun untuk mengisi tabungan akhirat dengan membantu pembangunan masjid ini. Anda berminat ?. ***

Butuh dana Rp. 400 juta lagi (medio Romadhon 1437H)
Siswa siswi sekolah Islam Bustanul Ulum sedang melaksanakan kegiatan rutin sholat dhuha di halaman sekolah (foto dari bustanululumlamteng)
Jalan disebelah kiri foto adalah akses menuju ke komplek sekolah Islam Bustanul Ulum Terbanggi Besar

-----------------

Baca Juga Masjid Masjid Lampung Tengah Lainnya


Minggu, 09 Oktober 2016

Masjid Al-Hidayah Banjar Agung Tulang Bawang

#Masjid Masjid di Jalan Lintas Sumatera

Masjid Al-Hidayah Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung

Alamat Masjid Al-Hidayah

Jl. Lintas Timur Sumatera, Desa Banjar Agung, Kecamatan Banjar Agung
Kabupaten Tulang Bawang, Propinsi Lampung
koordinat : -4.327926, 105.224376



Tentang Banjar Agung

Banjar Agung adalah nama desa sekaligus kecamatan di Kabupaten Tulang Bawang – propinsi Lampung, berjarak 24 km dari kota Kabupaten, Banjar Agung terletak di Jalur Lintas Timur Sumatera dari kota Bandar lampung menuju Palembang. Memasuki Banjar Agung di Kabupaten Tulang Bawang.

Nuansa Pulau Dewata Bali cukup terasa kental dengan banyaknya bangunan vihara vihara kecil di pekarangan rumah rumah penduduk yang beragama Hindu yang dulunya merupakan transmigran dari pulau Bali. Suasana jalanan nya juga diperindah dengan aneka janur yang dibentuk aneka rupa. Banjar Agung, Tulang Bawang Merupakan Pusat dagang teramai di Tulang Bawang dengan pasarnya yg dikenal dengan nama Pasar Unit 2 Tulang Bawang.

Nuansa Pulau Dewata di Desa Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung

Tentang Masjid Al-Hidayah 

Arsitektur Masjid dua lantai ini memang cukup unik dan menarik, mirip dengan bangunan bangunan kuno di India. Kubah berbahan metal ukuran besar di puncak nya, di perindah dengan empat menara kecil langsing di ke empat sudut atap.

Menara seperti itu dalam ukuran besar merupakan ciri khas bangunan masjid dan Istana dari dinasti Mughal – India. Area di bawah kubahnya itu digunakan oleh muazin untuk mengumandangkan azan. Sedangkan bila di bangunan istana kerajaan area tersebut merupakan tempat keluarga istana bersantai menikmati pemandangan dari ketinggian.

Megah dan Unik

Bangunan masjid ini dibangun berlantai dua dengan tangga akses di bagian dalam sebelah kiri. Ruang sholat utama di lantai dasar yang dipakai untuk pelaksanaan sholat rawatib. lantai dua haya dipakai untuk sholat Jum’at, hari raya dan peringatan hari besar Islam. ruangan utamanya disekat dibagian tengah ruangan untuk memisahkan ruangan Jemaah pria dengan Jemaah wanita.

Ruangannya yang besar membuat suasana didalam ruangan terasa sejuk meski tanpa penyejuk udara dan kipas angin. Singgah ke masjid ini dalam perjalanan mudik 2016 dalam suasana siang yang hening nyaman untuk melepas penat sejenak hingga waktu sholat Zuhur tiba. ***

Interior Lantai Satu, lukisan langit di flapon masjid sepertinya sedang menjadi trend di interior berbagai masjid yang baru dibangun saat ini.
Papan pengumuman disamping tangga akses ke lantai dua
Jawl Sholat
Interior Lantai dua
Void di lantai dua
Tangga Akses dari dan ke lantai dua

---------------------

Baca Juga Masjid Masjid di Tulang Bawang Lainnya

Senin, 03 Oktober 2016

Masjid Al-Amanah Kodim 0421 Lamsel

Beranda Masjid Al-Amanah

Selama musim mudik lebaran 2016, Kodim 0421 Lampung Selatan menyediakan posko mudik di depan Markas mereka di Kalianda, tidak seberapa jauh dari Masjid Agung Kalianda. Posko yang tidak terlalu ramai disinggahi para pemudik, namun justru itu yang menarik untuk kami hampiri.

Petugas jaga nya cukup ramah meski berseragam loreng tentara, karena memang tentara dan di markas tentara toh. mengingat posko mudiknya berada di sisi jalan raya, maka pemudik yang berniat untuk istirahat disana diarahkan menuju ke Masjid Al-Amanah di dalam komplek Markas Komando Distrik Militer 0421 Lampung Selatan ini.

Masjid Al-Amanah
Komplek Markas Komando Distrik Militer 0421 Lampung Selatan
Jl. Trans Sumatera Km. 45, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan
Provinsi Lampung



Disamping masjid ada pendopo dan lapangan upacara yang luas. seperti maskas tentara dimanapun, Makodim 0421 inipun terlihat asri, bersih dan tertata apik. beberapa anggota tentara terlihat sedang sibuk merapikan rerumputan di sekitar lapangan upacara yang letaknya bersebelahan dengan masjid ini.

Berdasarkan plakat yang dipasang disamping pintu masuk masjid, disebutkan bahwa Masjid Al-Amanah Kodim 0421 ini diresmikan oleh Komandan Kodim 0421 Lampsel, Letkol Infantri Efran Gunawan,  pada tanggal 17 Agustus 2014.***

MASJID BERSAYAP. Langit Kalianda yang cerah dengan semburat awan putih di bulan Syawal 1437 memberikan efek seolah olah ada dua sayap bagi atap masjid Al-Amanah di Komplek Kodim 0421 Lampung Selatan ini.
Masjid Al-Amanah 
Masjid Al-Amanah 
Masjid Al-Amanah 
Menara Masjid Al-Amanah 
Beranda
Pintu Utama
Interior

----------------

Baca Juga Masjid Di Lampung Selatan Lainnya


  

Senin, 12 September 2016

Masjid Agung Kalianda Lampung Selatan

Masjid Agung Kalianda

Kalianda adalah ibukota Kabupaten Lampung Selatan, merupakan kota pertama yang ditemui setelah mendarat dari pelabuhan penyeberangan Bakauheuni yang merupakan pintu gerbang utama yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera. Sudah sejak lama kota ini memiliki sebuah masjid Agung yang diberi nama Masjid Agung Kalianda sebagaimana tertulis di Gapura nya.



Masjid Agung Kalianda ini sempat berubah nama menjadi Masjid Kubah Intan di masa kepemimpinan Bupati Ryco Menoza ZP (2010-2015). Perubahan nama tersebut seiring dengan dipugar dan di renovasi total dimana pembangunannya berlangsung selama 2 tahun dan memiliki kubah yang menyerupai intan. Masjid ini menjadi salah satu icon Kota Kalianda. Masjid Kubah Intan dapat menampung sekitar 1.200 jamaah, diresmikan pada tanggal 27 Februari 2014, Masjid Kubah Intan diresmikan.

Nama Masjid Agung Kalianda kembali digunakan dimasa pemerintahan Bupati saat ini, Zainudin Hasan yang menjabat tahun 2016-2021. Masjid Agung Kalianda juga dilengkapi dengan rest area yang terdapat kios-kios pedagang makanan dan minuman, sehingga para pengguna jalan lintas yang menuju arah Bakauheni dan sebaliknya, dapat mampir untuk beristirahat, membeli makanan dan minuman, sekaligus beribadah di masjid ini.***

Minggu, 11 September 2016

Masjid Jami’ Gunung Batin Udik, Lampung Tengah

Masjid Jami' Gunung Batin Udik

Singgah ke masjid ini di hari terahir bulan suci romadhon 1437H dalam perjalanan mudik yang santai karena memang jalanan sudah sepi dari para pemudik yang sudah berebut ruas jalan beberapa hari sebelumnya. Cuaca panas waktu dhuha khas sumatera langsung terasa begitu keluar dari kendaraan untuk singgah sebentar di masjid ini. Di dalam masjid bapak bapak para pengurus masjid sedang serius mendiskusikan segala persiapan untuk sholat idul fitri 1437H.

Lokasi Masjid Jami Gunung Batin Udik
Jalan Lintas Sumatera, Desa Gunung Batin Udik
Kecamatan Terusan Nunyai, Kab. Lampung Tengah
Provinsi Lampung - Indonesia



Meskipun lokasi masjid ini berada ditepian jalan lintas timur Sumatera namun akses ke masjid ini tidak menghadap ke ruas jalan raya utama namun dari dua ruas jalan yang mengapit masjid ini disisi kiri (selatan) dan kanan (utara), rancangan yang demikian ini memang relatif lebih aman bagi Jemaah yang keluar masuk ke areal masjid dari lalu lalang kendaraan di ruas jalan utama. Jalan Karya yang berada di sebelah kanan (utara Masjid) masjid bahkan dilengkapi dengan sebuah gapura dengan tulisan besar di atasnya “Kampung Gunung Batin Udik”.

Di pekarangan masjid ini ada beberapa kuburan. Satu kuburan berada di pekarangan sebelah utara mlik seorang muslimah bernama Masa Amah Binti Gayow Sibikow bertarikh 29 Februari 1938 (mungkin tarikh wafatnya beliau). Dua lagi kuburan pekarangan sebelah timur yang bersebelahan dengan jalan raya lintas sumatera, namun tidak dilengkapi dengan identitas.

Dari sisi ruas jalan lintas timur sumatera

Bangunan masjidnya berupa bangunan masjid tradisional dengan atap limas bersusun dua ditutup dengan genteng. Tiga sisi bangunan sudah dilengkapi dengan teras lengkap dengan pilar pilarnya. Ukuran masjidnya cukup besar. Tempat wudhu dan toiletnya berada di sisi utara atau di sebelah kanan bangunan utama. 

Sejah Kampung Gunung Batin Udik

Konon kampung Gunung Batin Udik awalnya dibuka oleh 22 tokoh adat yang berasal dari Kotabumi Lampung Utara, ke 22 Tokoh ini yang membuat atau membangun umbulan (kampung kecil) yang diberi nama Under Pura sekitar tahun 1805 terletak didaerah Gattau Pering  yang letaknya kira-kira 3 Km sebelah timur Kampung Gunung Batin sekarang. Pada awal tahun 1810 sebagian warga pindah  kearah barat yaitu Kampung Gunung batin saat ini dan membuat umbulan yang tetap diberinama Under Pura, di wilayah yang baru inilah ke 22 Tokoh tersebut menata umbulan menjadi Dusun yang baru yang pemerintahannya bersifat Adat.

Pekarangan sisi utara masjid

Pada tahun 1815 banyak penduduk Under Pura pindah ke kemiling (Tanjung Karang Bagian Barat) mereka membuat tempat baru yang diberi nama Umbulan Langka Pura (nama tersebut saat ini masih dipakai nama kampung Langka Pura). Pada tahun 1834 Umbulan Under Pura diganti dengan nama GUNUNG BATIN yang memiliki arti : Gunung” adalah Tinggi”, “Batin” adalah Kebatinan.

Dan pada saat penggantian nama tersebut pemerintahan yang bersifat Adat berubah menjadi Pemerntah bersifat Politik Tata Negara yang bepusat di Kotabumi dan Palembang (Sumatra Selatan). Pada tahun 1937 Gunung Batin menjadi Marga Terusan Nunyai dan setelah menjadi marga Kampung Gunung Batin dipecah menjadi (dua) yaitu: Gunung Batin Udik dan Gunung Batin Ilir**

Teras dan pekarangan sisi timur 
Gapura Kampung Gunung Batin Udik, disebelah utara masjid 
Kuburan seorang muslimah di sisi utara masjid