Minggu, 28 Mei 2017

Masjid Jamie Al – Barokah Lamaran

Masjid Jamie Al-Barokah Lamaran selepas sholat magrib di bulan Maret 2017. 

Kampung tempat masjid ini berdiri cukup menarik, Lamaran namanya. entah mungkin dulu kampungnya berdiri bertepatan dengan prosesi lamaran barangkali, kini kampung Lamaran masuk dalam wilayah Desa Plumbonsari, kecamatan Karawang Timur,Kabupaten Karawang. Di tengah kampung Lamaran kini ada sebuah masjid berukuran besar, Masjid Jamie Al-Barokah.

Lokasi masjid ini kini berada di perempatan jalan by pass dengan ruas Jalan Syech Quro. Ruas jalan by pass sendiri membentang dari Tanjungpura hingga ke sekitar terminal Klari, dan merupakan salah satu ruas jalan alternatif bagi kendaraan yang hanya melintas di Karawang tanpa perlu melewati pusat kota.

Masjid Jamie Al – Barokah Lamaran
Jl. Syech Quro, Kp. Lamaran, Desa Palumbonsari
Kec. Karawang Timur. Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41314
Indonesia



Meski masih dalam tahap penyelesaian ahir, masjid yang berdiri disamping jembatan laying Lamaran ini sudah terlihat kemegahannya. Sampai tahun 2011 Masjid Jamie Al-Barokah ini belum sebesar dan semegah bantuknya saat ini, saat itu bangunannya masih terdiri dari bangunan utama dengan bentuk bangunan-nya beratap joglo dan diberi kubah alumunium di puncak atapnya.

bangunan tambahan di sisi depan dilengkapi dengan dua menara kembar berukuran tidak terlalu tinggi, mengapit bangunan masjid di sisi depan. Sebuah beranda berbentuk gerbang sudah dibangun di sisi depan masjid menghadap ke jalan raya. Proses renovasi dimulai di awal tahun tahun 2016 dengan meninggikan bangunan utama masjid.

Rekaman pembangunan masjid Al-Barokah Lamaran dari tahun 2011 hingga awal ahir tahun 2016

Pembangunan berlanjut dengan menambahkan area lantai dua, pembangunan menara, mengganti atap joglo dengan atap beton dan sebuah kubah besar di atap masjid. hasilnya di penghujung tahun 2016 bentuk masjid ini berubah total meski masih menyisakan bentuk dasarnya.

Dua menara kembar di sisi depan ditinggikan dan dua menara serupa dibangun di sisi belakang bangunan, menghasilkan empat menara tinggi menjulang mengapit bangunan masjid ini. Berandanya yang berbentuk gerbang besar juga ditinggikan. Proses renovasi terus berjalan begitupun dengan fungsi masjid.

Di dalam ruangan masjid lama di bagian depan

Memasuki masjid ini memang akan menemukan keunikan sendiri, karena ruangan dalamnya dengan sendirinya terbagi dua bagian, yakni ruang sholat utama di bagian depan dari bangunan masjid asli yang masih dibiarkan utuh seluruh tembok dindingnya yang kini menjadi penyekat dengan bangunan tambahan di sisi depan.

Sementara bangunan tambahan di sisi depan masjid yang ukurannya lebih luas dari bangunan utamanya kosong melompong di hari hari biasa, karena aktivitas sholat rawatib dilaksanakan di ruangan masjid lama di sisi depan. sebagian kecil area baru ini diberi partisi dari kain sebagai tempat sholat Jemaah wanita. Menjelang dan ba’da magrib ramai anak anak belajar mengaji di masjid ini, mereka menggunakan ruangan luas di sisi depan masjid.***

Ruangan baru di sisi timur, pintu jendela dan tembok bewarna hijau itu adalah bangunan masjid lama yang masih utuh. belum ada informasi apakah nantinya akan dibongkar atau akan dibiarkan demikian adanya.
Pintu utama di sebelah timur menghadap ke jalan raya, namun jarang digunakan.
Sebuah beduk berukuran besar diletakkan di teras bangunan lama.
Sekelompok anak anak belajar mengaji setelah sholat magrib. Garis hijau di sebelah kiri merupakan batas antara bangunan lama dan bangunan  baru.
Dari luar pintu utama.