Sabtu, 21 Oktober 2017

Masjid Agung Manonjaya Tertua di Tasikmalaya

Masjid Agung Manonjaya dengan atapnya yang khas.

Masjid Agung Manonjaya dibangun pada tahun 1837 M, ada pula yang menyebutkan dibangun pada tahun 1832 M, menjadikan masjid ini sebagai masjid tertua di Tasikmalaya. Masjid kebanggaan warga Tasikmalaya, Jawa Barat, ini terletak di Dusun Kaum Tengah, Desa Manonjaya, Kecamatan Manonjaya, Tasikmalaya. Lokasi masjid ini berbatasan dengan jalan Tangsi disebelah utara, sebelah selatan berbatasan dengan jalan Kauman dan Markas Komando Militer 0612 Manonjaya, sebelah timur Sekolah Dasar Negeri 11 Manonjaya dan alun-alun.

Masjid Bersejarah

Pemerintah Republik Indonesia menetapkan Masjid Manonjaya menjadi kawasan cagar budaya (purbakala) yang wajib dilindungi dan dilestarikan, berdasarkan UU Kepurbakalaan pada 1 September 1975 bersama sama dengan Masjid Agung Sumedang. Keputusan ini diperkuat lagi melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 5 Tahun 1992 yang menyatakan bahwa Masjid Agung Manonjaya sebagai bangunan cagar budaya yang harus terus dilestarikan.

Masjid Agung Manonjaya
Jl. RTA Prawira Adiningrat, Manonjaya
Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat 46197



Keberadaan masjid tersebut tidak lepas dari sejarah Tasikmalaya. Adanya Masjid Manonjaya ini, karena Manonjaya pernah menjadi ibu kota Tasikmalaya. Pembangunan Masjid Agung Manonjaya terkait erat dengan perpindahan Ibukota Kabupaten Tasikmalaya (saat itu masih bernama kabupaten Sukapura) dari Sukaraja (dahulu bernama pasir panjang) ke Manonjaya (saat itu masih bernama Harjawinangun) pada tahun 1832. Pada masa itu Sukpura dibawah pemerintahan Bupati Wiradana VIII selaku bupati Sukapura ke VIII. Perencana dan penata bangunan Masjid Agung Manonjaya adalah Patih Raten Tumenggung Danuningrat.

Perubahan nama dari Harjawinangun menjadi Manonjaya ditetapkan dengan surat Keputusan Gubernur Jenderal Belanda (Besluit Gubernemen) Nomor 22 Tanggal 10 Januari 1839. Mulai saat itu, masyarakat Sukapura mulai membiasakan diri menyebut kawasan tersebut menjadi Manonjaya. Terdapat beberapa variasi angka tahun pembangunan masjid ini, kemungkinan besar karena tahun 1832 merupakan tahun perpindahan ibukota Kabupaten dan dimulainya pembangunan masjid dan tahun 1837 merupakan tahun selesainya pembangunan masjid Agung Manonjaya.

Masjid Agung Manonjaya sesaat setelah sholat jum'at

Hal tersebut sejalan dengan plakat pembangunan yang ada di masjid ini. Dari plakat yang dibuat oleh Depdikbud Kanwil Prop. Jabar disebutkan bahwa; pembangunan masjid Agung Manonjaya dilaksanakan pada tahun 1837 oleh RT. Danuningrat. Kemudian pada tahun 1889 didirikan bangunan tambahan oleh RTA Wiraadiningrat. Sedangkan perbaikan masjid pertama kali dilakukan tahun 1974 dengan dana swadaya masyarakat dan bantuan dari Bapak H. Amir Mavhmud. 

Perbaikan berikutnya dilakukan tahun 1977 dan tahun 1991 dengan dana swadaya masyarakat. Perbaikan dengan dana APBN dari depdikbud dilakukan tahun 1991-1992. Dan diresmikan tanggal 18 Februari 1992 oleh Kepala bidang Muskala Depdikbud Prop Jabar, Drs H. Arsim Nalan N.

Pembangunan yang dilakukan oleh RTA Wiraadiningrat tahun 1889 adalah menambahkan bangunan pendopo di depan bangunan utama, beranda dengan pilar pilar beton bergaya Eropa di sisi depan bangunan dan penambahan dua bangunan menara kembar disisi kiri dan kanannya. Pengaruh Eropa terlihat kental pada sisi beranda masjid ini.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.

------------------------------------------------------------------

Masjid Agung Manonjaya dari Alun Alun Manonjaya
Masjid Agung Manonjaya
Masjid Agung Manonjaya