Minggu, 20 November 2016

Masjid Darul Muttaqin Sungai Pinang II

Masjid Darul Muttaqin dan rumah tradisional asli sumatera selatan

Desa Sungai Pinang II tempat masjid ini berada merupakan salah satu desa di dalam kecamatan Sungai Pinang kabupaten Ogan Ilir di provinsi Sumatera selatan. Di sebut dengan nama Desa Sungai Pinang II karena memang Desa Sungai Pinang terbagi menjadi tiga desa yakni Desa Sungai Pinang I,II dan III.

Di Desa Sungai Pinang II ini berdiri masjid jami dengan arsitektur yang cukup unik. Meski berbentuk bangunan modern dengan bahan beton dan berlantai dua, masjid ini tetap menggunakan atap limas seperti masjid masjid tua di Ogan Ilir dan berbagai wilayah Nusantara lainnya.

Masjid Darul Muttaqin
Jalan linta timur sumatera, Desa Sungai Pinang II
kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Koordinat : -3.353775, 104.793891



Riwayat Soengai Pinang

Konon menurut ceritanya, Dinamai Sungai Pinang karena memang di sepanjang jalan di kampung ini pada masa dahulu berjejer tanaman pinang. Merujuk kepada situs ikasake, Berdirinya Desa Sungai Pinang diawali dengan ditugaskannya Poyang Wadin ke sana oleh Pemerintah Belanda, yang berkedudukan di Palembang. Poyang Wadin diserahi tugas memungut Blaasting (pajak/retribusi) bagi perahu/kapal/rakit yang melintasi Batangari Pinang. Sejenis toll, pada masa sekarang. Sebagian hasil pajak itu dipergunakan untuk pemeliharaan sungai. Jadi tidak usah heran jika Batangari Pinang saat itu sangat terawat. Tiap tahun dilakukan pengerukan agar sungai tidak mendangkal.

Tidak diketahui persis awalnya, lama kelamaan orang menyebut desa yang berada di muara Batangari Pinang itu sebagai Desa Sungai Pinang. Batanghari dan Sungai adalah dua kata yang memiliki arti yang sama. Zaman berganti. Seiring dengan dibangunnya jalan darat, perkembangan situasi desa pun berubah. Penduduk yang semula seakan saling berlomba mambangun rumah di tepi Batangari Pinang, kini bergeser ke arah darat (dekat jalan raya). ***