Selasa, 23 Juli 2013

Masjid Agung Nurul Hikmah Kabupaten Bekasi

Masjid Agung Nurul Hikmah Pemkab Bekasi di Sukamahi
Masjid Agung Nurul Hikmah merupakan Masjid Agung Kabupaten Bekasi yang terletak di komplek Pusat Pemerintahan Kabupaten Bekasi di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, provinsi Jawa Barat. Komplek perkantoran ini merupakan komplek pusat pemerintahan Kabupaten Bekasi yang baru setelah dipindahkan dari pusat pemerintahan yang lama di dalam kota Bekasi, seiring dengan telah terbentuknya Kota Bekasi di tahun 1996 UU No. 9 Tahun 1996 tanggal 16 Desember 1996, terpisah dari Kabupaten Bekasi selaku wilayah induk.

Masjid Agung Nurul Hikmah diantara gedung perkantoran Pemkab Bekasi di Sukamahi.
Masjid Agung Nurul Hikmah dibangun berbarengan dengan pembangunan keseluruhan fasilitas dalam komplek pemerintahan Kabupaten Bekasi dalam rangka pemindahan ibukota kabupaten Bekasi. Pemindahan ini ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 1998. Keseluruhan aktivitas pemerintahan Kabupaten Bekasi dipindahkan ke pusat pemerintahan yang baru ini pada bulan Juni tahun 2004 yang lalu atau sekitar hampir delapan tahun sejak Kota Bekasi secara resmi terbentuk. Keseluruhan sarana dan fasilitas omplek pemerintahan yang batu tersebut diresmikan pada bulan Agustus 2004 bertepatan dengan ulang tahun Kabupaten Bekasi ke 54 tahun.


Kompleks perkantoran Pemkab Bekasi itu dirancang berdiri di atas lahan seluas 40 hektar yang dihibahkan oleh pengembang kawasan permukiman Delta Mas. Dari areal 40 hektar itu, 25 hektar akan digunakan untuk areal perkantoran, sisanya untuk perumahan pejabat dan areal perdagangan (komersial), ke depannya juga akan dibangun terminal antarkota dan antar provinsi, rumah sakit pemerintah, arena pekan raya Bekasi, Islamic Center, hingga taman makam pahlawan.

Megah dengan kubah besar di atap bangunan utama dan empat kubah lebih kecil di empat penjuru atapnya. Masjid Agung ini dibangun tanpa menara.
Pemindahan pusat pemerintahan ini tak pelak membawa kesulitan baru bagi warga Kabupaten Bekasi yang tinggal di wilayah utara seperti Babelan, Tarumajaya, Muara Gembong, Cabangbungin, Tambelang, Sukatani, dan Sukakarya, sebagai akibat dari jarak yang cukup jauh dan sulitnya angkutan umum dari dan menuju ke pusat pemerintahan kabupaten Bekasi yang baru ini. wajar bila kemudian mencuat wacana untuk membagi kembagi Kabupaten Bekasi menjadi tiga wilayah Kabupaten/kota Baru yakni, Kabupaten Bekasi Utara dan Kota Cikarang yang terpisah dari Kabupaten Bekasi.

Gerbang Utama Masjid Agung Nurul Hikmah, selain gerbang utama ini ada pintu akses dari pagar samping ke arah Kantor Bupati.
Bila berkesempatan singgah ke Pusat Pemerintahan Kabupaten Bekasi di Desa Sukamahi yang memang berada di tengah kawasan Deltamas itu mungkin anda tak akan pernah menduga kawasan mewah itu dulunya berupa lahan pertanian yang “konon” sudah tidak produktif lagi dan kemudian dibebaskan oleh pengembang sejak tahun 1990-an dengan harga tanah nya hanya berkisar Rp 5.000 per meter persegi, bandingkan dengan kondisinya saat ini, terasa sangat miris dengan harga-nya dulu.

Tampak depan Masjid Agung Nurul Hikmah
Tak banyak informasi tentang Masjid Agung Nurul Hikmah di Komplek Pemkab Bekasi ini. beberapa kali singgah kesana saya belum berhasil menemukan prasasti atau plakat peresmian atau pembangunan masjid ini, mungkin saya yang belum menemukannya atau memang tidak ada. Di komplek Masjid ini menjadi kantor dari Majelis Ulama Indonesia Kabupaten bekasi yang menempati koridor lantai dua dan Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Bekasi yang menempati ruang di koridor utara sejejer dengan toilet pria dan wanita.

Sepi Jema’ah 

Secara umum denah Masjid Agung Nurul Hikmah ini dibuat simetris dengan kubah bearnya sebagai titik pusat.
Pusat Pemerintahan Pemkab Bekasi di Desa Sukamahi ini memang berada di tempat yang jauh dari keramaian selain dari komplek perumahan milik Deltamas sendiri, jadi, jangan harap untuk menemukan jemaah yang ramai dan penuh sesak di hari hari biasa selain hari dan jam kerja. Masjid semegah ini sampai sejauh ini lebih berfungsi sebagai masjid resmi bagi para pejabat dan pegawai berbagai instansi yang berkantor disana, selama jam kerja. Diluar jam kerja, suasana benar benar sepi dan sunyi dan lagi lagi jangan terheran heran bila sedang berada disana pada hari libur akan ada binatang ternak yang berkeliaran di sekitar komplek perkantoran mewah ini. 

Sudut Timur Laut, Terlihat jauh di belakang koridor lantai dua di sebelah kanan foto merupakan ruangan kantor Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bekasi.
Beberapa kali singgah kesana seperti pada pagi hari Sabtu yang lalu, saya tak berhasil menemukan air yang mengalir dari keran tempat berwudhu disana selain stiker yang bertuliskan “hemat air” entah karena sedang di maintenance atau memang tidak difungsikan karena bukan di jam dan hari kerja dan diluar waktu sholat lima waktu atau memang karena terjebak oleh semboyan “hemat air” yang terpampang disana, entahlah. Tak ada petugas yang bisa ditanya kecuali beberapa pekerja yang sedang memperbaiki konblok dan di pelataran tengah.***