Minggu, 25 September 2011

Masjid Besar Al-Hidayah, Cibitung Kaum

Masjid Besar Al-Hidayah Cibitung Kaum, Cikarang Barat.

Sesuai dengan namanya sebagai masjid besar, masjid Besar Alhidayah ini memang memiliki ukuran yang cukup besar. Masjid berlantai dua ini berada di sisi ruas jalan raya yang menghubungkan CIbitung – Cikarang.

Aku dan putriku sengaja singgah ke masjid ini hari sabtu 17 September 2011 lalu di sore hari ahir pekan yang cerah. Matahari senja yang mulai menukik ke peraduan terlihat bersinar tepat di belakang menara masjid ini. menara besar dan tinggi ini dibangun belakangan setelah bangunan masjid fase pertama selesai. Sudah lama sekali tak singgah ke masjid ini, terahir aku kesana ketika menghadiri takbligh akbar bersama Ustadz Arifin Ilham yang diselenggarakan di masjid ini tiga atau empat tahun lalu.

Alamat dan lokasi Masjid Besar Al-Hidayah

Jalan Imam Bonjol, Cibitung Kaum, Desa Telaga Asih
Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi
Jawa Barat




Masjid Al-Hidayah memang terus melanjutkan pembangunannya. Saat ini pengurus masjid terus melanjutkan perluasan masjid ke sisi utara. Oh iya, arah kiblat masjid ini hampir sejajar dengan ruas jalan, pintu gerbang masuk ke areal masjid langsung mengarah ke halaman masjid yang berada di sisi timur  seorang petugas parkir berbaju koko dengan setia duduk disana di depan kotak infak parkir tanpa tarip terbuat dari pelat logam.

Bangunan induk yang sekarang sudah berdiri terdiri dari bangunan beton berlantai dua dengan void di bagian depan. Lantai atas ini biasa dipakai untuk menampung jemaah sholat Jum’at dan dua hari raya serta acara acara ke agamaan termasuk takbligh akbar yang rutin diselenggarakan di masjid ini dengan mengundang da’i terkenal ibukota.

Seperti beberapa waktu lalu sebelum Romadhon pengurus masjid menyelenggarakan takbligh akbar dengan mengundang Ustadz Ahmad Al-Habsy (sahabatnya Ustadz Jefri Albukhory). Ustadz asli Palembang ini dalam acara tersebut di damping Zainal Muttaqin. Dan seperti biasa masjid ini selalu dipadati oleh jemaah dari berbagai penjuru di setiap kegiatan yang diselenggarakannya.

Matahari senja di Masjid Besar Al-Hidayah Cibitung Kaum

Arsitektur Masjid Besar Al-Hidayah

Masjid Besar Al-Hidayah dibangund alam arsitektural masjid modern dengan mengadopsi rancang bangun masjid universal. Anda tahu, siapapun yang ditanya bentuk masjid akan selalu saja mendeskripsikannya dengan bangunan berkubah besar dengan sebuah menara tinggi. Masjid Besar Al-Hidayah ini pun dibangun dengan kubah besar di bangunan utamanya, kubah dengan warna hijau seperti layaknya masjid Nabi di Madinah. Bangunan menara besarnya itu terlihat menjulang dari atap atap bangunan disekitarnya.

Di sisi selatan bangunan utama sedang berlangsung pembangunan tahap dua. Bangunan tambahan yang luasnya lebih kurang sama besar dengan bangunan utama. Bangunan tambahan inipun dibangun berlantai dua. Lantai dasarnya sudah dapat digunakan, lantai keramik sudah terpasang dengan rapi. Sedangkan lantai duanya masih membutuhkan dana yang cukup besar untuk menyelesaikan proses pembangunannya.

Tempat wudhu disediakan di sebelah bangunan tambahan ini. tempat wudhu untuk jemaah pria berbentuk koridor memanjang. Air wudhu tidak dialirkan langsung ke kran kran air yang terpasang disana tapi kran kran air untuk berwudhu tersebut sebenarnya dipasang di sebuah bak air beton yang memanjang sepanjang koridor tersebut. Tempat wudhu untuk jemaah wanita disediakan di bangunan terpisah. Hal ini tentunya memberikan kenyamanan lebih bagi jemaah wanita di masjid ini.

Area sholat untuk wanita di hari hari biasa pun di sediakan di tempat terpisah yang sudah dipartisi. Satu pintu khusus wanita disediakan disisi utara tak jauh dari tempat wudhu. di area sholat wanita ini juga disediakan mukena untuk jemaah wanita yang kebetulan tidak membawa perlengkapan tersebut ketika singgah kesini untuk sholat.

Lantai ruang dalam masjid diitutup dengan keramik bewarna putih. Dan hampir keseluruhan ruang dalam masjid ini bewarna putih kecuali plafonnya yang sedikit diberi warna bitu laut. Enam tiang utama menyanggah lantai dua masjid ini ditambah beberapa tiang tiang tambahan di bagian belakang untuk menopang lantai dua.

Bila diperhatikan pilar pilar masjid ini yang menopang lengkungan lengkungan besar teras nya tampak begitu tebal seperti yang biasa terdapat di bangunan bangunan peninggalan Belanda. meski begitu dari bentuk kusen jendela dan pintu bangunan utama sepertinya bangunan yang kini berdiri bukanlah dari era itu. Di samping area tempat berwudhu terdapat dua kolam ikan lengkap dengan pancurannya, memberikan keindahan dan suasana tersendiri di masjid ini. bayangkan ! anda berwudhu diantara bunyi gemericik air, menghadirkan sedikit suasana tenang laksana dipedesaan.  

Listrik pun Padam 

Ba’da sholat magrib, sebelum beranjak pulang aku dan putriku santai sejenak di teras masjid ini yang cukup lega bersandar di tiang tiang pilarnya itu. Di halaman nya berjejer pedangan makanan yang memang dizinkan beroperasi disana oleh pengurus masjid. Aku pilih pesan siomay, sambil asyik memperhatikan puluhan anak anak kecil yang sedang belajar mengaja di sisi utara dengan segala tingkah mereka yang lucu. Sedang asik asiknya tiba tiba, Jbret ! listrik mendadak padam. Puluhan anak anak kecil itu pun berteriak panik, para gurunya sibuk menenangkan. Suasana masjid yang begini besar mendadak gelap gulita. Beberapa waktu di tunggu tunggu tapi listrik tak kunjung menyala lagi. Pengajian pun ditutup lebih cepat malam itu. Sempat juga ngedumel dalam hati, sudah 66 tahun merdeka, kok padam listrik masih saja terjadi ya ?. hmm.

Foto Foto Masjid Besar Al-Hidayah, Cibitung Kaum


Matahari senja di masjid besar Al-Hidayah Cibitung Kaum 
area tambahan disisi belakang masjid besar Al-Hidayah Cibitung Kaum yang sedang dalam tahap finishing
Taman diantara bangunan utama dengan area tempat wudhu
Ruang utama Masjid Besar Al-Hidayah
Mihrab dan mimbar masjid besar Al-Hidayah Cibitung Kaum