Sabtu, 10 Juni 2017

Masjid Sang Pengibar Bendera Pusaka Sejati

Masjid Besar Ghoyatul Jihad Desa Pasirtalaga, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Di Masjid ini Salah satu Pengibar pertama Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih di tanggal 17 Agustus 1945 mengabdikan di hidupnya, dan di masjid ini pula jenazah beliau disemayamkan untuk terahir kalinya sebelum di makamkan.

Pemuda bercelana pendek dalam selembar foto teramat bersejarah bagi kemerdekaan RI, dikenal sebagai Suhud Hidayad, Dia bersama Latief Hendraningrat menjadi pengerek bendera pusaka pertama, di hari naskah proklamasi kemerdekaan RI dibacakan oleh Bung Karno di pegangsaan.

Di kampung halamannya beliau mengabdikan diri sebagai pendidik generasi, dikenal dengan nama Kyai Suhud ataupun Mbah Suhud. Nyaris tak ada yang tahu bahwa beliau adalah sang pengibar pertama bendera pusaka sang merah putih, termasuk keluarganya sendiri, sepanjang hidup beliau bahkan menolak segala tunjangan ataupun gaji dari negara.

Sampai suatu hari di Masjid ini jenazah beliau disemayamkan untuk terahir kali, begitu banyak yang terperangah bahwa guru, kakek, orang tua mereka itu, tak lain adalah pemuda bercelana pendek pengibar bendera pusaka di tanggal 17 Agustus 1945. (Instagram)

Masjid Besar Ghoyatul Jihad
Dusun Pasirtalaga I RT. 04/02 Desa Pasirtalaga
Kec. Talagasari, Kabupaten Karawang
Jawa Barat 41381, Indonesia



Berdasarkan data situs kemenag Masjid Besar Ghoyatul Jihad dibangun tahun 1962 di atas lahan wakaf seluas 6700 m2 dan bangunannya seluas 520 m2. Masjid ini juga sudah terdaftar dan memiliki nomor induk masjid dengan nomor 01.3.13.15.17.000043. Masjid Ghoyatul Jihad juga mengelola sekolah Islam, Madrasah Tsanawiyah Ghoyatul Jihad yang berlokasi disebelah selatan masjid. Sedangkan di sebelah utara masjid ini terdapat gedung Yayasan Pondok Karya Pembangunan Ghoyatul Jihad.

Sebagai Masjid Besar Kecamatan, disebelah selatan masjid ini berdiri gedung Kantor Urusan Agama Kecamatan Telagasari, dan disebelah kantor KUA ini terdapat Kantor Kepala Desa Pasirtalaga. Sebagai tambahan informasi saja, daerah Pasirtalaga dan Telagasari ini dikenal juga sebagai Tebu Ireng II karena ada begitu banyak-nya pesantren di daerah ini.

Di tahun 2013 yang lalu masjid ini juga dilengkapi dengan gedung majelis taklim yang dibangun di areal parkir di sisi selatan bangunan masjid, dan gedung tersebut disatukan dengan bangunan utama masjid.

tiga kubah di tiga atap limas masjid besar Ghoyatul Jihad

Arsitektur Masjid Ghoyatul Jihad

Masjid Ghoyatul Jihad memang berukuran cukup besar, sesuai dengan nama dan fungsinya sebagai masjid besar. Dibangun dengan bentuk dasar bangunan utama berupa bangunan masjid khas Nusantara dengan atap limas (segitiga) kemudian di bagian puncaknya ditempatkan satu kubah bundar dari bahan logam.

Kemudian di sisi timur bangunan utama terdapat dua atap limas yang bersebelahan dan menyatu dengan atap bangunan utama. di ujung kedua atap limas ini juga ditempatkan masing masing kubah bundar dari bahan logam yang tampak lebih berkilai dibandingkan dengan kubah bundar utama.

Bangunan masjid ini tampak lebih indah dengan dibangunnya dua menara kembar yang mengapit bangunan masjid di sisi depan. kedua menara ini dibangun dari beton berdenah segi delapan dan cukup gemuk, dilengkapi dengan dua balkoni. jendela jendela berukuran kecil di tempatkan di menar ini dan salah satu jendela paling atas digunakan sebagai tempat untuk pengeras suara.

Mihrab Masjid Besar Ghoyatul Jihad

Di ujung masing masing menara ini dilengkapi dengan kubah allumunium bundar dengan ukuran yang sama besar dengan kubah utama masjid. Dari lima kubah yang ada di masjid ini hanya kubah atap utama masjid yang dilengkapi dengan ornamen bulan sabit dan bintang di ujung tertingginya.

Denah bangunan utamanya memanjang timur-barat, ada enam tiang beton di dalam masjid ini. Di sebelah kiri ruang utama terdapat gedung majelis ta’lim dan disebelah kanan (utara) merupakan area kamar mandi, tempat berwudhu, kantor dan sara penunjang lainnya. Tempat wudhu untuk pria dan wanita ditempatkan terpisah.

Ruang mihrab di dalam masjid ini cukup unik, terbagi menjadi tiga ruang yang dipisahkan oleh pilar berlengkung. Ruang pertama sebagai tempat imam, ruang tengah sebagai tempat untuk mimbar bagi khatib, sedangkan ruang ketiga ditempatkan sebuah jam berdiri berukuran sedang.

Ruang Dalam Masjid Besar Ghoyatul Jihad

Tidak ada ruang terpisah bagi Jemaah wanita di masjid ini. Namun satu area di bagian paling belakang ruang sholat utama. Diberi partisi dari kayu berukir sebagai tempat sholat khusus Jemaah wanita. Teras masjid ini cukup luas di sisi kiri dan kanannya. Teras depannya bahkan lebih luas dan tampak sekali pembangunannya dilakukan di beberapa periode berbeda. Ada dua jejer pilar beton di teras depan menandakan setidaknya sudah dua kali mengalami perluasan.

Halaman depan masjid ini cukup luas, dan seluruhnya ditutup dengan konblok sehingga permukaannya sedikit lebih tinggi dari muka jalan masuk ke masjid. konblok warna warni ini memberikan keindahan tersendiri. Di tengah lapangan ini di tulis inisial G dan J dalam ukuran besar.*** 

Parsiti area sholat wanita
Area sholat jemaah wanita dari balik kaca jendela
Teras depan Masjid Besar Ghoyatul Jihad
Masjid Besar Ghoyatul Jihad Ba'da Sholat Isya
Masjid Besar Ghoyatul Jihad Ba'da Sholat Isya