Minggu, 30 April 2017

Masjid At-Taqwa Desa Tanjung Alai, OKI

Masjid At-Taqwa Desa Tanjung Alai, kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Hanya melintas di depan masjid ini di tahun 2013, namun bangunannya tapak tua dan unik terutama pada bagian menaranya yang sudah tampak usang dan kurang terawat itu. Dari penampilannya menunjukkan bahwa bangunan masjid ini sudah berusia cukup tua.

Tanjung Alai merupakan salah satu desa di kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). seperti tertulis di batu tonggak lokasi di sisi jalan raya, lokasinya berada 7 KM dari kota Kayu Agung (KAG), Ibukota Kabupaten OKI atau 5 KM dari Simpang Kijang (SKJ) di jalur lintas timur pulau Sumatera (Jalintim).

Masjid At-Taqwa
Desa Tanjung Alai, Kec. Sirah Pulau Padang
Kab. Ogan Komering Ilir 30661, Sumatera Selatan, Indonesia



Menara masjid seperti ini memang merata rata digunakan pada bangunan masjid masjid tua di wilayah Sumatera Selatan, menara sederhana berdenah segi empat dilengkapi dengan balkoni dan beberapa masih ada tangga di dalam menaranya tempat naik turun muazin di masa lalu. Uniknya lagi bulan sabit di ujung menara ini justru terbalik. Bintang yang berada di bawah dan bulan sabitnya berada di atas.

Bangunan masjidnya terlihat jelas masih dalam bentuk bangunan masjid masjid lama dengan atap limas bersusun, hanya saja badan bangunannya tampak sudah di renovasi dengan rancangan masjid masjid modern berbahan semen dan batu bata. Lokasi masjid yang berada di sisi timur jalan raya membuat ruang mihrab ini tampak jelas dari jalan raya.

Ujung menara masjid At-Taqwa Tanjung Alai. 

Tentang penamaan, Masjid masjid di sepanjang jalur lintas timur ataupun jalur lintas tengah Sumatera, rata rata sudah menanggalkan kata “Jami” dari namanya. mengingat kata Jami’ pada nama Masjid kini distandarisasi hanya digunakan untuk menyebut masjid setingkat Desa, yang menjadi koordinator dari masjid masjid lainnya di wilayah desa bersangkutan. Sehingga di pulau Sumatera bagian selatan ini cukup mudah mengenali ‘Masjid Desa’ atau ‘masjid Kelurahan’ hanya dari penggunaan kata ‘Jami’ pada nama masjidnya.***