Sabtu, 01 April 2017

Masjid Aimmatil Mujtahidin Lemahabang, Karawang

Megah dengan atap berbentuk kerucut ditambah dengan satu menara juga dengan bentuk atap yang sama.

Masjid Megah satu ini berdiri tak jauh dari Pasar Wadas, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang. Masjid Nyentrik berlantai dua dengan halaman parkir yang cukup luas di lokasi yang cukup refresentatif. Selain berada tak jauh dari pusat keramaian, masjid ini juga berada di tepian jalan raya yang cukup ramai.

Masjid Aimmatil Mujtahidin
Jl. Raya Syech Quro, Desa Lemahabang, Kec. Lemahabang
Kabupaten Karawang, Jawa Barat 45183, Indonesia



Berdasarkan prasasti pembangunan yang ditempatkan di bagian depan masjid disebutkan bahwa Masjid Aimmatil Mujtahidin ini mulai dibangun pada tanggal 16 Februari 2001 Miladiyah bertepatan dengan tanggal 22 Dzulqaidah 1421H. Dan diresmikan penggunaannya pada tanggal 19 Oktober 2001 Miladiyah bertepatan dengan tanggal 2 Sya’ban 1422H. Waktu yang cukup cepat untuk membangun masjid semegah ini kurang dari satu tahun.

Bangunan masjid Aimmatil Mujtahidin ini terdiri dari dua lantai, pintu utama masjid yang menghadap ke jalan raya berada di sisi utara, pintu akses lainnya berada di sisi timur, sedangkan pintu sisi selatannya menghadap ke area tempat wudhu dan kamar mandi. Lantai bangunan ditinggikan dari permukaan tanah disekitarnya beberapa meter, sehingga ditempatkan lima anak tangga menghubungkan pekarangan ke beranda masjid.

Interior Masjid Aimmatil Mijtahidin

Rancang bangunnya cukup menarik, dengan memadukan unsur rancangan modern minimalis dengan rancangan masjid tradisional Indonesia. Bangunan nya berdenah segi empat simetris, tiga pintu utamanya masing masing dilengkapi dengan beranda. Atap bangunannya berupa atap kerucut bersegi delapan yang meruncing. Sebuah menara sederhana dibangun di sudut barat laut.

Rancangan mihrab dan pintu masuknya dibuat senada, seperti sebuah gapura berujung segitiga. Mihrabnya sebuah ceruk berdenah setengah lingkaran dan di sisi kiblatnya ditempatkan lima garis vertikal dari glass wall memberikan penerangan alami yang unik tidak saja ke ruang mihrab namun juga ke ruangan masjid.

Nama masjid di tembok kiri masjid dan prasasti pembangunannya dipasang didepan tembok masjid dibawah tulisan nama nya itu.

Disisi atas mihrab dihias dengan kaligrafi, melingkar mengitari cerukan mihrab. Sebuah mimbar dari kayu berukuran kecil berbentuk podium ditempatkan di dalam mihrab ini sebagai tempat khatib menyampaikan khutbah bersebelahan dengan bentangan sajadah untuk imam. Sebuah lampu gantung antik bewarna tembaga menjuntai dari atap limas diatas ruang utama masjid ini, rancangan lampu gantung ini memang cukup unik dan berkenan kuno meski telah menggunakan lampu listrik. Plafon di bawah atap limasnya dihias dengan paduan warna kuning dan hijau.

Lantai dasar dilengkapi dengan masing masing dua jendela di tiap sisinya, sedangkan lantai atas dilengkapi dengan tiga jendela di masing masing sisi bangunan. Bentuk jendela nya dibuat senada dengan bentuk pintu dan mihrab masjid. Cukup nyaman beribadah di dalam masjid ini meskipun berada ditengah keramaian, dengan suasana di dalamnya yang nyaman dan ditunjang dengan pekarangan parkir kendaraan-nya yang cukup luas.***

Pintu dan Mihrab Masjid Aimmatil Mujtahidin
Lampu gantung di atap masjid.