Minggu, 23 April 2017

Masjid Al-Istirohah Jati Kosar, Gandasari, Cikarang Barat

Masjid Al-Istirohah. Dalam bahasa Indonesianya berarti Istirahat.

Sesuai dengan namanya masjid ini merupakan masjid yang berada di kampung Jati Kosar, Desa Gandasari, Kecamatan Cikarang Barat. Sebelumnya Desa gandasari ini masuk kedalam wilayah kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi. Masjid yang adem dilingkungan yang nyaman di tengah tengah kampung Cibuntu. Bila merujuk kepada piagam yang ada di masjid, bangunannya dididirikan tahun 1990, namun bila melihat kondisinya sepertinya sudah jauh lebih tua dari itu.

Bangunan masjid ini dibangun dalam arsitektur masjid masjid asli Indonesia dengan atap limas / tumpang bersusun tiga. Di dalam masjid terdapat empat sokoguru menopang struktur atapnya. Teras masjid terdapat di sisi kanan dan depan masjid sedangkan sisi kirinya merupakan lahan pemakaman umum muslim (TPU) Sirnaraga, yang cukup luas.

Masjid Al-istirohah Jati Kosar, Gandasari Cibitung
Kp. Cibuntu Bojong RT.02/01
Desa Gamdasari, Kec. Cikarang Barat (d/h Cibitung).
Kab. Bekasi, Jawa Barat.


Berdasarkan Piagam yang dikeluarkan oleh Kantor Departemen Agama kabupaten Bekasi nomor K-10/B4.02/33/IX/2000 bertanggal 20 September 2000, disyahkan oleh Drs. H. Thoha Hasan MM. disebutkan bahwa masjid Al-Istirohah ini dibangun tahun 1990.

Di dalam masjid ini juga terdapat suat keputusan dari Direksi PT. Indofarma (Persero) tentang persetujuan pemberian hibah perbaikan sarana Ibadah, sosial dan olahraga, nomor 1081/DIR/SK/XII/199 tanggal 1 Desember 1999 ditandatangani oleh Direktur Utama Indofarma, Gunawan Pranoto.

Interior Masjid Al-Istirohah

Surat tersebut menjelaskan tentang bantuan dari Indofarma Kepada masjid ini melalui program kemitraan dan bina lingkungan dari PT. Indofarma (Persero) yang dilakukan oleh Unit Kerja Pembinaan Usaha kecil dan Mengengah PT. Indofarma (persero). Program dimaksud adalah pemberian bantuan hibah perbaikan sarana ibadah, sosial dan olahraga kepada masjid, pos keamanan, sarana olahraga di lingkungan PT. Indofarma di Manggarai dan Cibitung.

Sisi teras depan masjid ini mepet ke jalan raya, sehingga sama sekali tidak ada lahan parkir kendaraan di depan masjid ini. Sementara bagian sisi kananya terdapat jalan kecil masuk ke pemukiman penduduk. Kondisi bangunanya cukup terawat baik begitupun kebersihannya.***

Papan nama masjid di dalam komplek TPU
Pintu utama Masjid Al-Istirohah
TPU Sirnaraga dari teras masjid
TPU Sirnaraga disebelah Masjid Al-Istirohah

Sabtu, 22 April 2017

Musholla Al-Musyafallah Perum Wahana Cikarang, Cikarang Selatan

Musholla Al-Musyafllah Perum Wahana Cikarang dilihat dari gerbang perumahan Griya Sukadami.

Mushola satu ini ukurannya cukup besar untuk disebut sebagai musholla. Lokasinya di blok A Perumahan Wahana Cikarang di Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Terlihat jelas di kejauhan di ujung pesawahan dari arah mini market di sebelah pintu gerbang perumahan Griya Sukadami.

Sore hari jelang dan sehabis megrib ada ramai anak anak belajar mengaji disini. Musholla ini juga mengelola sebuah TPA dengan nama yang sama dengan musholla nya. Meskipun saat berjunjung kesana, musholla ini secara fisik bangunan belum selesai 100%. Ada lahan kosong di sisi baratnya yang dimanfaatkan warga setempat untuk tempat parkir kendaraan.

Musholla Al-Musyafallah
Blok A Perumahan Wahana Cikarang
Desa Sukadami, Kec. Cikarang Selatan, Kab. Bekasi
Jawa Barat 17530, Indonesia



Musholla AL-Musyafallah dari arah utara, ada ramai pedagang disekitar musholla ini dipagi hari ahir pekan.
Suasana meriah di gerbang Perumahan di hari ahad Pagi.


Minggu, 16 April 2017

Masjid Jami Miftahul Huda, Kampung Jati

Maret 2017, Masjid Jami' Kampung Jati kini sudah diberi nama Masjid Jami Miftahul Huda seperti tertulis di gerbang masjid ini.

Pertamakali singgahkemasjid ini di bulan oktober tahun 2011 untuk mampir sholat magrib. ada waktu luang ba’da magrib, ngobrol ngobrol dengan pengurus masjid di teras masjid ini ditingkali suara anak anak yang sedang belajar mengaji di dalam masjid. Kala itu masjid ini masih gress baru kelar dibangun, bahkan belum ada namanya.

Sebenarnya ada sih namanya seperti di tulis di plakat yang dipasang di tembok depan masjid dekat jendela hanya saja itu adalah nama pendonor dana pembangunan masjid ini. Sampai sampai judul tulisan tentang masjid ini di tahun 2011 saya tulis “magriban di masjid ‘belum ada nama’ di kampung jati”. 

Masjid Jami Miftahulhuda Kp. Jati
Jl. Setu - Cibarusah, Desa Sukasejati
Kec. Cikarang Selatan, Kab Bekasi
Jawa Barat 17530



Bulan Maret 2017, hampir 6 tahun berlalu, masjidnya masih ada disana, bentuknya masih sama hanya sedikit perubahan warna. Namun kini sudah dilengkapi dengan pagar keliling dan satu teras berkanopi di sisi timur bangunannya. Dan satu hal yang menjadi pembedanya dengan tahun 2011, Kini masjidnya sudah ada namanya seperti ditulis di gapuranya itu.

Merujuk file foto di google map, kanopi tambahan di sisi timur masjid ini sudah terpasang sejak tahun 2015 berikur pagar yang hanya mengelilingi bangunan masjidnya saja halaman depan masjid ini yang berada di sisi jalan raya juga sudah dipaving blok sejak tahun tersebut. dan tahun 2017 masjid ini sudah tampak lebih apik dengan pagar keliling plus gapuranya.***

Masjid Jami' Miftahul Huda antara 2011 hingga 2017



Sabtu, 15 April 2017

Masjid YAMP BLUPPB Karawang

Masjid YAMP di kompleks Balai Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang.

Ciri khas masjid Yayasan Amalbhakti Muslim Pancasila (YAMP) sangat kental di masjid yang berada di kompleks Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang yang berada di tepian laut utara Jawa, tepatnya di Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan CIlebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Masjid YAMP BLUPPD Karawang
Pusakajaya Utara RT.04/RW 01, Kec. Cilebar
Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Indonesia
Koordinat: -6.094155, 107.427008



Masjid ini terlihat jelas disebelah kiri dari gerbang dan pos pengamanan Komplek BLUPPB, di sebelah kiri jalan, Gapura dan pos keamaan komplek tambak yang membentang luas di tepian laut jawa ini berada diujung jembatan kanal irigasi yang mengubungkan kawasan komplek tambak ini dengan kawasan sekitarnya.

Kawasan tambak ini membentang luas hingga ke tepian Sungai Betok Mati yang menjadi batas alami antara desa Pusakajaya ini dengan Desa Mekarpohaci dan Desa Kertamukti yang masih sama sama didalam wilayah kecamatan Cilebar.

Sampai tulisan ini dimuat (15 April 2017) area gerbang kompleks BLUPPB Karawang ini menjadi titik terahir rekaman pemandangan di google street view di kecamatan Cilebar, kabupaten Karawang.

Tentang BLUPPB Karawang

Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) semula bernama Proyek Pandu Tambak Inti Rakyat (PP-TIR) sesuai KEPPRES No. 18 Tahun 1984. Tujuan pembentukan PP-TIR adalah untuk mewujudkan kawasan percontohan usaha budidaya udang yang maju, ramah lingkungan dan berkelanjutan guna memandu pengembangan usaha budidaya udang nasional.

Seiring dengan perkembangan waktu dan bergulirnya Reformasi 1998, manajemen Tambak Pandu TIR ikut mengalami imbas negatif yang mengakibatkan terhentinya kegiatan operasional. Pada tanggal 5 Juni 2002, PP-TIR diserahterimakan oleh Sekretariat Negara RI kepada Departemen Kelautan dan Perikanan sebagai Departemen Teknis dengan tujuan membentuk wadah percontohan dan pendampingan teknologi perikanan budidaya.

Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya No. 11/DPB.0/I/2006, eks PP-TIR berubah nama menjadi Satker Pengembangan Kawasan Tambak Pandu Karawang (TPK). Memasuki Tahun Aanggaran 2009, unit kerja ini ditetapkan menjadi BLUPPB Karawang sebagai Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya berdasarkan Kepmen No. PER.07/MEN/2009 tanggal 13 Maret 2009.[1]

Kawasan tambak BLUPPB Karawang dari udara, tampak Masjidnya berada di sisi kiri atas foto. (dari google)
-----------------------

[1] http://www.bluppbkarawang.com/p/sejarah.html (di-akses 17 Maret 2017)

Minggu, 09 April 2017

Masjid Jami' An-Nur Tanjungbungin, Pakisjaya

Masjid Jami An-Nur Tanjungbungin

Masjid Jami’ An-Nur satu ini berada di ruas Jalan Pakisjaya, berdekatan dengan kantor camat kecamatan Pakisjaya di tengah desa Tanjungbungin, kabupaten Karawang, letaknya disebelah barat jalan raya pakisjaya yang merupakan akses darat satu satunya menuju ke objek wisata pantai Pakisjaya, kabupaten Karawang.

Masjid Jami' An-Nur
Jl. Raya Pakisjaya, Desa Tanjungbungin
Kec.Pakisjaya, Kab. Karawang, Jawa Barat, Indonesia




Desa Tanjungbungin, tempat masjid ini berada memang membentuk seperti tanjung dari kelokan sungai Citarum. Sungai Citarum sendiri merupakan batas alami antara kabupaten Karawang dengan Kabupaten Bekasi. Kelokan sungai Citarum ditempat ini menghasilkan bentuk seperti tanjung di sisi Karawang yakni di desa Tanjungbungin ini dan bentuk seperti teluk di sisi seberangnya di wilayah kabupaten Bekasi di desa Jayasakti, kecamatan Muara Gembong.***

Gapura Masjid Jami' Annur Tanjungbungin

Sabtu, 08 April 2017

Masjid Jami Al-Muttaqin - Kampung Ceper, Serangbaru

Ba'da magrib di Masjid Kampung Ceper

Kampung tempat masjid ini berdiri memang sedikit terdengar tak Lazim, Kampung Ceper, begitu namanya. Entah kenapa namanya begitu, kata ceper sendiri biasa digunakan untuk menuyebut sesuatu yang tidak tebal. Kampung Ceper berada di dalam wilayah Desa Sukasari, kecamatan Serang baru, Kabupaten Bekasi.

Bila dari arah Lippo Cikarang ke arah Cibarusah, lokasi masjid ini ada di ruas jalan yang berbelok ke kanan disebelah mini market setelah Polsek Serang Baru.  Ruas jalan yang lebih dikenal dengan nama jalan Pasir Randu. Jalan ini bisa tembus ke Cibarusah, tembus juga ke Cileungsi di kabupaten Bogor, bisa juga tembus ke Setu, tergantung dimana anda berbelok.

Masjid Jami’ Al-Muttaqin
Jl. Pasir Randu, Kampung Ceper RT. 04/02 Desa Sukasari
Kec. Serangbaru, kab. Bekasi 17330, Jawa Barat.



Masjid Jami’ Al-Muttaqin ini memiliki halaman yang cukup luas. Dipekarangan masjid ini telah dibangun satu gedung madrasash diniyah awaliyah. Bangunan masjidnya sendiri berdenah segi empat seperti halnya masjid khas Indonesia dengan tap limas bersusun. Di dalam masjid berdiri dua tiang penyangga atap, bukan empat tiang seperti lazimnya. Masjid ini tidak dilengkapi dengan menara.

Ruang dalamnya berlantai keramik warna putih terang, muhrabnya terbagi dua oleh tiang yang berdiri ditengah tengah mihrab, sebagian untuk mimbar dan sebagian lagi untuk ruang imam sholat. Seluruh langit langit masjid sudah di plafon dengan grc. Pertama kali singgah ke masjid ini pas waktu magrib tiba dibawah guyuran hujan gerimis yang tampaknya enggan untuk segera berhenti, Jemaah magrib cukup ramai termasuk Jemaah anak anak. ***

Masjid Jami Kampung Ceper disiang hari, foto dari google 
Suasana di malam hari
sebelah kiri adalah masjid Al-Muttaqin, sebelah kanan adalah madrasah diniyah
Di dalam masjid
Toilet dan tempat wudhu di disisi selatan (dibelakang) masjid
khusu' sendirian

Minggu, 02 April 2017

Masjid Jami’ Al-Huda Karya Mukti, Karawang

Masjid Jami Al-Huda Desa Karya Mukti, Kecamatan Lemahabang, Karawang.

KEKAR, itu kesan pertama melihat bangunan masjid ini. Masjid Jami’ Alhuda begitu nama yang terpampang di depan masjid ini dalam aksara Arab yang apik. Perpaduan jejeran pilar segi empat di bagian teras kiri dan kanan dengan lengkungan lengkungan ditambah dengan pagar di lantai atas-nya yang membuat masjid ini tampak begitu kekar.

Masjid Jami’ Al-huda
Jl. Buahaseum No.148 Desa Karyamukti, Kec. Lemahabang
Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41383




Jejeran pilar dan lengkungan serta pagar ini sejatinya adalah sisi terluar bangunan masjid ini yang menutup bangunan utamanya. Bangunan utamanya sendiri berlantai dua dengan bentuk bangunan masjid asli Indonesia dengan atap limas bersusun tiga. Tumpukan atap teratasnya dibuat sangat mungil cukup untuk meletakkan pengeras suara.

Dibagian ujung tertinggi atap dilengkapi dengan satu kubah metal berukuran kecil dengan ornamen lafazd Allah di puncak tertinggi. Masjid ini tidak dilengkapi dengan menara, itu sebabnya perangkat pengeras suaranya ditempatkan di atap tertingginya dan beberapa lainnya ditempatkan di pagar lantai dua.

Teras Selatan Masjid Jami' Al-Huda dibawah siraman sinar mentari senja. 

Lokasi masjid ini berada di sisi timur ruas Jalan Syech Quro di tengah desa Karyamukti kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang. Karena lokasinya itu membuat sisi kiblatnya mengarah ke jalan raya. Bagian setengah lingkaran berdinding kaca pada fasad depan masjid seperti pada foto diatas adalah bagian mihrab masjid ini.

Mihrabnya mirip dengan Masjid Aimmatil Mujtahidin di desa Lemahabang yang berada di ruas jalan yang sama dengan masjid ini. Sama sama berdenah setengah lingkaran dan menggunakan dinding kaca serta dilengkapi dengan sebuah mimbar mungil di dalam mihrab. Hanya saja di masjid ini hampir seluruh dinding mihrabnya menggunakan glass wall dan mimbar dimasjid ini dibuat dari beton, tidak dengan kayu seperti di masjid Aimmatil Mujtahidin.***

Mihrab dan mimbar Masjid Jami' Al-Huda 
Plang nama Masjid Jami' Al-Huda
Salah satu Ornamen hias di sisi kiblat.


Sabtu, 01 April 2017

Masjid Aimmatil Mujtahidin Lemahabang, Karawang

Megah dengan atap berbentuk kerucut ditambah dengan satu menara juga dengan bentuk atap yang sama.

Masjid Megah satu ini berdiri tak jauh dari Pasar Wadas, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang. Masjid Nyentrik berlantai dua dengan halaman parkir yang cukup luas di lokasi yang cukup refresentatif. Selain berada tak jauh dari pusat keramaian, masjid ini juga berada di tepian jalan raya yang cukup ramai.

Masjid Aimmatil Mujtahidin
Jl. Raya Syech Quro, Desa Lemahabang, Kec. Lemahabang
Kabupaten Karawang, Jawa Barat 45183, Indonesia



Berdasarkan prasasti pembangunan yang ditempatkan di bagian depan masjid disebutkan bahwa Masjid Aimmatil Mujtahidin ini mulai dibangun pada tanggal 16 Februari 2001 Miladiyah bertepatan dengan tanggal 22 Dzulqaidah 1421H. Dan diresmikan penggunaannya pada tanggal 19 Oktober 2001 Miladiyah bertepatan dengan tanggal 2 Sya’ban 1422H. Waktu yang cukup cepat untuk membangun masjid semegah ini kurang dari satu tahun.

Bangunan masjid Aimmatil Mujtahidin ini terdiri dari dua lantai, pintu utama masjid yang menghadap ke jalan raya berada di sisi utara, pintu akses lainnya berada di sisi timur, sedangkan pintu sisi selatannya menghadap ke area tempat wudhu dan kamar mandi. Lantai bangunan ditinggikan dari permukaan tanah disekitarnya beberapa meter, sehingga ditempatkan lima anak tangga menghubungkan pekarangan ke beranda masjid.

Interior Masjid Aimmatil Mijtahidin

Rancang bangunnya cukup menarik, dengan memadukan unsur rancangan modern minimalis dengan rancangan masjid tradisional Indonesia. Bangunan nya berdenah segi empat simetris, tiga pintu utamanya masing masing dilengkapi dengan beranda. Atap bangunannya berupa atap kerucut bersegi delapan yang meruncing. Sebuah menara sederhana dibangun di sudut barat laut.

Rancangan mihrab dan pintu masuknya dibuat senada, seperti sebuah gapura berujung segitiga. Mihrabnya sebuah ceruk berdenah setengah lingkaran dan di sisi kiblatnya ditempatkan lima garis vertikal dari glass wall memberikan penerangan alami yang unik tidak saja ke ruang mihrab namun juga ke ruangan masjid.

Nama masjid di tembok kiri masjid dan prasasti pembangunannya dipasang didepan tembok masjid dibawah tulisan nama nya itu.

Disisi atas mihrab dihias dengan kaligrafi, melingkar mengitari cerukan mihrab. Sebuah mimbar dari kayu berukuran kecil berbentuk podium ditempatkan di dalam mihrab ini sebagai tempat khatib menyampaikan khutbah bersebelahan dengan bentangan sajadah untuk imam. Sebuah lampu gantung antik bewarna tembaga menjuntai dari atap limas diatas ruang utama masjid ini, rancangan lampu gantung ini memang cukup unik dan berkenan kuno meski telah menggunakan lampu listrik. Plafon di bawah atap limasnya dihias dengan paduan warna kuning dan hijau.

Lantai dasar dilengkapi dengan masing masing dua jendela di tiap sisinya, sedangkan lantai atas dilengkapi dengan tiga jendela di masing masing sisi bangunan. Bentuk jendela nya dibuat senada dengan bentuk pintu dan mihrab masjid. Cukup nyaman beribadah di dalam masjid ini meskipun berada ditengah keramaian, dengan suasana di dalamnya yang nyaman dan ditunjang dengan pekarangan parkir kendaraan-nya yang cukup luas.***

Pintu dan Mihrab Masjid Aimmatil Mujtahidin
Lampu gantung di atap masjid.