Minggu, 23 April 2017

Masjid Al-Istirohah Jati Kosar, Gandasari, Cikarang Barat

Masjid Al-Istirohah. Dalam bahasa Indonesianya berarti Istirahat.

Sesuai dengan namanya masjid ini merupakan masjid yang berada di kampung Jati Kosar, Desa Gandasari, Kecamatan Cikarang Barat. Sebelumnya Desa gandasari ini masuk kedalam wilayah kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi. Masjid yang adem dilingkungan yang nyaman di tengah tengah kampung Cibuntu. Bila merujuk kepada piagam yang ada di masjid, bangunannya dididirikan tahun 1990, namun bila melihat kondisinya sepertinya sudah jauh lebih tua dari itu.

Bangunan masjid ini dibangun dalam arsitektur masjid masjid asli Indonesia dengan atap limas / tumpang bersusun tiga. Di dalam masjid terdapat empat sokoguru menopang struktur atapnya. Teras masjid terdapat di sisi kanan dan depan masjid sedangkan sisi kirinya merupakan lahan pemakaman umum muslim (TPU) Sirnaraga, yang cukup luas.

Masjid Al-istirohah Jati Kosar, Gandasari Cibitung
Kp. Cibuntu Bojong RT.02/01
Desa Gamdasari, Kec. Cikarang Barat (d/h Cibitung).
Kab. Bekasi, Jawa Barat.


Berdasarkan Piagam yang dikeluarkan oleh Kantor Departemen Agama kabupaten Bekasi nomor K-10/B4.02/33/IX/2000 bertanggal 20 September 2000, disyahkan oleh Drs. H. Thoha Hasan MM. disebutkan bahwa masjid Al-Istirohah ini dibangun tahun 1990.

Di dalam masjid ini juga terdapat suat keputusan dari Direksi PT. Indofarma (Persero) tentang persetujuan pemberian hibah perbaikan sarana Ibadah, sosial dan olahraga, nomor 1081/DIR/SK/XII/199 tanggal 1 Desember 1999 ditandatangani oleh Direktur Utama Indofarma, Gunawan Pranoto.

Interior Masjid Al-Istirohah

Surat tersebut menjelaskan tentang bantuan dari Indofarma Kepada masjid ini melalui program kemitraan dan bina lingkungan dari PT. Indofarma (Persero) yang dilakukan oleh Unit Kerja Pembinaan Usaha kecil dan Mengengah PT. Indofarma (persero). Program dimaksud adalah pemberian bantuan hibah perbaikan sarana ibadah, sosial dan olahraga kepada masjid, pos keamanan, sarana olahraga di lingkungan PT. Indofarma di Manggarai dan Cibitung.

Sisi teras depan masjid ini mepet ke jalan raya, sehingga sama sekali tidak ada lahan parkir kendaraan di depan masjid ini. Sementara bagian sisi kananya terdapat jalan kecil masuk ke pemukiman penduduk. Kondisi bangunanya cukup terawat baik begitupun kebersihannya.***

Papan nama masjid di dalam komplek TPU
Pintu utama Masjid Al-Istirohah
TPU Sirnaraga dari teras masjid
TPU Sirnaraga disebelah Masjid Al-Istirohah

Sabtu, 22 April 2017

Musholla Al-Musyafallah Perum Wahana Cikarang, Cikarang Selatan

Musholla Al-Musyafllah Perum Wahana Cikarang dilihat dari gerbang perumahan Griya Sukadami.

Mushola satu ini ukurannya cukup besar untuk disebut sebagai musholla. Lokasinya di blok A Perumahan Wahana Cikarang di Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Terlihat jelas di kejauhan di ujung pesawahan dari arah mini market di sebelah pintu gerbang perumahan Griya Sukadami.

Sore hari jelang dan sehabis megrib ada ramai anak anak belajar mengaji disini. Musholla ini juga mengelola sebuah TPA dengan nama yang sama dengan musholla nya. Meskipun saat berjunjung kesana, musholla ini secara fisik bangunan belum selesai 100%. Ada lahan kosong di sisi baratnya yang dimanfaatkan warga setempat untuk tempat parkir kendaraan.

Musholla Al-Musyafallah
Blok A Perumahan Wahana Cikarang
Desa Sukadami, Kec. Cikarang Selatan, Kab. Bekasi
Jawa Barat 17530, Indonesia



Musholla AL-Musyafallah dari arah utara, ada ramai pedagang disekitar musholla ini dipagi hari ahir pekan.
Suasana meriah di gerbang Perumahan di hari ahad Pagi.


Minggu, 16 April 2017

Masjid Jami Miftahul Huda, Kampung Jati

Maret 2017, Masjid Jami' Kampung Jati kini sudah diberi nama Masjid Jami Miftahul Huda seperti tertulis di gerbang masjid ini.

Pertamakali singgahkemasjid ini di bulan oktober tahun 2011 untuk mampir sholat magrib. ada waktu luang ba’da magrib, ngobrol ngobrol dengan pengurus masjid di teras masjid ini ditingkali suara anak anak yang sedang belajar mengaji di dalam masjid. Kala itu masjid ini masih gress baru kelar dibangun, bahkan belum ada namanya.

Sebenarnya ada sih namanya seperti di tulis di plakat yang dipasang di tembok depan masjid dekat jendela hanya saja itu adalah nama pendonor dana pembangunan masjid ini. Sampai sampai judul tulisan tentang masjid ini di tahun 2011 saya tulis “magriban di masjid ‘belum ada nama’ di kampung jati”. 

Masjid Jami Miftahulhuda Kp. Jati
Jl. Setu - Cibarusah, Desa Sukasejati
Kec. Cikarang Selatan, Kab Bekasi
Jawa Barat 17530



Bulan Maret 2017, hampir 6 tahun berlalu, masjidnya masih ada disana, bentuknya masih sama hanya sedikit perubahan warna. Namun kini sudah dilengkapi dengan pagar keliling dan satu teras berkanopi di sisi timur bangunannya. Dan satu hal yang menjadi pembedanya dengan tahun 2011, Kini masjidnya sudah ada namanya seperti ditulis di gapuranya itu.

Merujuk file foto di google map, kanopi tambahan di sisi timur masjid ini sudah terpasang sejak tahun 2015 berikur pagar yang hanya mengelilingi bangunan masjidnya saja halaman depan masjid ini yang berada di sisi jalan raya juga sudah dipaving blok sejak tahun tersebut. dan tahun 2017 masjid ini sudah tampak lebih apik dengan pagar keliling plus gapuranya.***

Masjid Jami' Miftahul Huda antara 2011 hingga 2017



Sabtu, 15 April 2017

Masjid YAMP BLUPPB Karawang

Masjid YAMP di kompleks Balai Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang.

Ciri khas masjid Yayasan Amalbhakti Muslim Pancasila (YAMP) sangat kental di masjid yang berada di kompleks Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang yang berada di tepian laut utara Jawa, tepatnya di Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan CIlebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Masjid YAMP BLUPPD Karawang
Pusakajaya Utara RT.04/RW 01, Kec. Cilebar
Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Indonesia
Koordinat: -6.094155, 107.427008



Masjid ini terlihat jelas disebelah kiri dari gerbang dan pos pengamanan Komplek BLUPPB, di sebelah kiri jalan, Gapura dan pos keamaan komplek tambak yang membentang luas di tepian laut jawa ini berada diujung jembatan kanal irigasi yang mengubungkan kawasan komplek tambak ini dengan kawasan sekitarnya.

Kawasan tambak ini membentang luas hingga ke tepian Sungai Betok Mati yang menjadi batas alami antara desa Pusakajaya ini dengan Desa Mekarpohaci dan Desa Kertamukti yang masih sama sama didalam wilayah kecamatan Cilebar.

Sampai tulisan ini dimuat (15 April 2017) area gerbang kompleks BLUPPB Karawang ini menjadi titik terahir rekaman pemandangan di google street view di kecamatan Cilebar, kabupaten Karawang.

Tentang BLUPPB Karawang

Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) semula bernama Proyek Pandu Tambak Inti Rakyat (PP-TIR) sesuai KEPPRES No. 18 Tahun 1984. Tujuan pembentukan PP-TIR adalah untuk mewujudkan kawasan percontohan usaha budidaya udang yang maju, ramah lingkungan dan berkelanjutan guna memandu pengembangan usaha budidaya udang nasional.

Seiring dengan perkembangan waktu dan bergulirnya Reformasi 1998, manajemen Tambak Pandu TIR ikut mengalami imbas negatif yang mengakibatkan terhentinya kegiatan operasional. Pada tanggal 5 Juni 2002, PP-TIR diserahterimakan oleh Sekretariat Negara RI kepada Departemen Kelautan dan Perikanan sebagai Departemen Teknis dengan tujuan membentuk wadah percontohan dan pendampingan teknologi perikanan budidaya.

Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya No. 11/DPB.0/I/2006, eks PP-TIR berubah nama menjadi Satker Pengembangan Kawasan Tambak Pandu Karawang (TPK). Memasuki Tahun Aanggaran 2009, unit kerja ini ditetapkan menjadi BLUPPB Karawang sebagai Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya berdasarkan Kepmen No. PER.07/MEN/2009 tanggal 13 Maret 2009.[1]

Kawasan tambak BLUPPB Karawang dari udara, tampak Masjidnya berada di sisi kiri atas foto. (dari google)
-----------------------

[1] http://www.bluppbkarawang.com/p/sejarah.html (di-akses 17 Maret 2017)

Minggu, 09 April 2017

Masjid Jami' An-Nur Tanjungbungin, Pakisjaya

Masjid Jami An-Nur Tanjungbungin

Masjid Jami’ An-Nur satu ini berada di ruas Jalan Pakisjaya, berdekatan dengan kantor camat kecamatan Pakisjaya di tengah desa Tanjungbungin, kabupaten Karawang, letaknya disebelah barat jalan raya pakisjaya yang merupakan akses darat satu satunya menuju ke objek wisata pantai Pakisjaya, kabupaten Karawang.

Masjid Jami' An-Nur
Jl. Raya Pakisjaya, Desa Tanjungbungin
Kec.Pakisjaya, Kab. Karawang, Jawa Barat, Indonesia




Desa Tanjungbungin, tempat masjid ini berada memang membentuk seperti tanjung dari kelokan sungai Citarum. Sungai Citarum sendiri merupakan batas alami antara kabupaten Karawang dengan Kabupaten Bekasi. Kelokan sungai Citarum ditempat ini menghasilkan bentuk seperti tanjung di sisi Karawang yakni di desa Tanjungbungin ini dan bentuk seperti teluk di sisi seberangnya di wilayah kabupaten Bekasi di desa Jayasakti, kecamatan Muara Gembong.***

Gapura Masjid Jami' Annur Tanjungbungin

Sabtu, 08 April 2017

Masjid Jami Al-Muttaqin - Kampung Ceper, Serangbaru

Ba'da magrib di Masjid Kampung Ceper

Kampung tempat masjid ini berdiri memang sedikit terdengar tak Lazim, Kampung Ceper, begitu namanya. Entah kenapa namanya begitu, kata ceper sendiri biasa digunakan untuk menuyebut sesuatu yang tidak tebal. Kampung Ceper berada di dalam wilayah Desa Sukasari, kecamatan Serang baru, Kabupaten Bekasi.

Bila dari arah Lippo Cikarang ke arah Cibarusah, lokasi masjid ini ada di ruas jalan yang berbelok ke kanan disebelah mini market setelah Polsek Serang Baru.  Ruas jalan yang lebih dikenal dengan nama jalan Pasir Randu. Jalan ini bisa tembus ke Cibarusah, tembus juga ke Cileungsi di kabupaten Bogor, bisa juga tembus ke Setu, tergantung dimana anda berbelok.

Masjid Jami’ Al-Muttaqin
Jl. Pasir Randu, Kampung Ceper RT. 04/02 Desa Sukasari
Kec. Serangbaru, kab. Bekasi 17330, Jawa Barat.



Masjid Jami’ Al-Muttaqin ini memiliki halaman yang cukup luas. Dipekarangan masjid ini telah dibangun satu gedung madrasash diniyah awaliyah. Bangunan masjidnya sendiri berdenah segi empat seperti halnya masjid khas Indonesia dengan tap limas bersusun. Di dalam masjid berdiri dua tiang penyangga atap, bukan empat tiang seperti lazimnya. Masjid ini tidak dilengkapi dengan menara.

Ruang dalamnya berlantai keramik warna putih terang, muhrabnya terbagi dua oleh tiang yang berdiri ditengah tengah mihrab, sebagian untuk mimbar dan sebagian lagi untuk ruang imam sholat. Seluruh langit langit masjid sudah di plafon dengan grc. Pertama kali singgah ke masjid ini pas waktu magrib tiba dibawah guyuran hujan gerimis yang tampaknya enggan untuk segera berhenti, Jemaah magrib cukup ramai termasuk Jemaah anak anak. ***

Masjid Jami Kampung Ceper disiang hari, foto dari google 
Suasana di malam hari
sebelah kiri adalah masjid Al-Muttaqin, sebelah kanan adalah madrasah diniyah
Di dalam masjid
Toilet dan tempat wudhu di disisi selatan (dibelakang) masjid
khusu' sendirian

Minggu, 02 April 2017

Masjid Jami’ Al-Huda Karya Mukti, Karawang

Masjid Jami Al-Huda Desa Karya Mukti, Kecamatan Lemahabang, Karawang.

KEKAR, itu kesan pertama melihat bangunan masjid ini. Masjid Jami’ Alhuda begitu nama yang terpampang di depan masjid ini dalam aksara Arab yang apik. Perpaduan jejeran pilar segi empat di bagian teras kiri dan kanan dengan lengkungan lengkungan ditambah dengan pagar di lantai atas-nya yang membuat masjid ini tampak begitu kekar.

Masjid Jami’ Al-huda
Jl. Buahaseum No.148 Desa Karyamukti, Kec. Lemahabang
Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41383




Jejeran pilar dan lengkungan serta pagar ini sejatinya adalah sisi terluar bangunan masjid ini yang menutup bangunan utamanya. Bangunan utamanya sendiri berlantai dua dengan bentuk bangunan masjid asli Indonesia dengan atap limas bersusun tiga. Tumpukan atap teratasnya dibuat sangat mungil cukup untuk meletakkan pengeras suara.

Dibagian ujung tertinggi atap dilengkapi dengan satu kubah metal berukuran kecil dengan ornamen lafazd Allah di puncak tertinggi. Masjid ini tidak dilengkapi dengan menara, itu sebabnya perangkat pengeras suaranya ditempatkan di atap tertingginya dan beberapa lainnya ditempatkan di pagar lantai dua.

Teras Selatan Masjid Jami' Al-Huda dibawah siraman sinar mentari senja. 

Lokasi masjid ini berada di sisi timur ruas Jalan Syech Quro di tengah desa Karyamukti kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang. Karena lokasinya itu membuat sisi kiblatnya mengarah ke jalan raya. Bagian setengah lingkaran berdinding kaca pada fasad depan masjid seperti pada foto diatas adalah bagian mihrab masjid ini.

Mihrabnya mirip dengan Masjid Aimmatil Mujtahidin di desa Lemahabang yang berada di ruas jalan yang sama dengan masjid ini. Sama sama berdenah setengah lingkaran dan menggunakan dinding kaca serta dilengkapi dengan sebuah mimbar mungil di dalam mihrab. Hanya saja di masjid ini hampir seluruh dinding mihrabnya menggunakan glass wall dan mimbar dimasjid ini dibuat dari beton, tidak dengan kayu seperti di masjid Aimmatil Mujtahidin.***

Mihrab dan mimbar Masjid Jami' Al-Huda 
Plang nama Masjid Jami' Al-Huda
Salah satu Ornamen hias di sisi kiblat.


Sabtu, 01 April 2017

Masjid Aimmatil Mujtahidin Lemahabang, Karawang

Megah dengan atap berbentuk kerucut ditambah dengan satu menara juga dengan bentuk atap yang sama.

Masjid Megah satu ini berdiri tak jauh dari Pasar Wadas, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang. Masjid Nyentrik berlantai dua dengan halaman parkir yang cukup luas di lokasi yang cukup refresentatif. Selain berada tak jauh dari pusat keramaian, masjid ini juga berada di tepian jalan raya yang cukup ramai.

Masjid Aimmatil Mujtahidin
Jl. Raya Syech Quro, Desa Lemahabang, Kec. Lemahabang
Kabupaten Karawang, Jawa Barat 45183, Indonesia



Berdasarkan prasasti pembangunan yang ditempatkan di bagian depan masjid disebutkan bahwa Masjid Aimmatil Mujtahidin ini mulai dibangun pada tanggal 16 Februari 2001 Miladiyah bertepatan dengan tanggal 22 Dzulqaidah 1421H. Dan diresmikan penggunaannya pada tanggal 19 Oktober 2001 Miladiyah bertepatan dengan tanggal 2 Sya’ban 1422H. Waktu yang cukup cepat untuk membangun masjid semegah ini kurang dari satu tahun.

Bangunan masjid Aimmatil Mujtahidin ini terdiri dari dua lantai, pintu utama masjid yang menghadap ke jalan raya berada di sisi utara, pintu akses lainnya berada di sisi timur, sedangkan pintu sisi selatannya menghadap ke area tempat wudhu dan kamar mandi. Lantai bangunan ditinggikan dari permukaan tanah disekitarnya beberapa meter, sehingga ditempatkan lima anak tangga menghubungkan pekarangan ke beranda masjid.

Interior Masjid Aimmatil Mijtahidin

Rancang bangunnya cukup menarik, dengan memadukan unsur rancangan modern minimalis dengan rancangan masjid tradisional Indonesia. Bangunan nya berdenah segi empat simetris, tiga pintu utamanya masing masing dilengkapi dengan beranda. Atap bangunannya berupa atap kerucut bersegi delapan yang meruncing. Sebuah menara sederhana dibangun di sudut barat laut.

Rancangan mihrab dan pintu masuknya dibuat senada, seperti sebuah gapura berujung segitiga. Mihrabnya sebuah ceruk berdenah setengah lingkaran dan di sisi kiblatnya ditempatkan lima garis vertikal dari glass wall memberikan penerangan alami yang unik tidak saja ke ruang mihrab namun juga ke ruangan masjid.

Nama masjid di tembok kiri masjid dan prasasti pembangunannya dipasang didepan tembok masjid dibawah tulisan nama nya itu.

Disisi atas mihrab dihias dengan kaligrafi, melingkar mengitari cerukan mihrab. Sebuah mimbar dari kayu berukuran kecil berbentuk podium ditempatkan di dalam mihrab ini sebagai tempat khatib menyampaikan khutbah bersebelahan dengan bentangan sajadah untuk imam. Sebuah lampu gantung antik bewarna tembaga menjuntai dari atap limas diatas ruang utama masjid ini, rancangan lampu gantung ini memang cukup unik dan berkenan kuno meski telah menggunakan lampu listrik. Plafon di bawah atap limasnya dihias dengan paduan warna kuning dan hijau.

Lantai dasar dilengkapi dengan masing masing dua jendela di tiap sisinya, sedangkan lantai atas dilengkapi dengan tiga jendela di masing masing sisi bangunan. Bentuk jendela nya dibuat senada dengan bentuk pintu dan mihrab masjid. Cukup nyaman beribadah di dalam masjid ini meskipun berada ditengah keramaian, dengan suasana di dalamnya yang nyaman dan ditunjang dengan pekarangan parkir kendaraan-nya yang cukup luas.***

Pintu dan Mihrab Masjid Aimmatil Mujtahidin
Lampu gantung di atap masjid.


Minggu, 26 Maret 2017

Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Cinta Asih

Masjid di kompleks Daarul Qur'an Citaasih

Masjid mungil namun cukup megah ini berada di dalam komplek Tahfizh Daarul Qur’an Syamsudin Nur di Desa Cintaasih kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang. Lokasinya cukup terpencil, jauh dari pusat kota di tengah suasana yang asri berpemandangan menawan. Secara administrasi ponpes ini masuk ke dalam wilayah kabupaten Karawang di ruas jalan yang menghubungkan kecamatan Pangkalan kabupaten Karawang dengan kecamatan Cariu di Kabupaten Bogor.

Pesantren Tahfish Al-Qur’am Syamsudin Nur
Jalan raya Loji, Cariu Tegal Panjang, Desa Cinta Asih
Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.



Lokasinya dapat dicapai dari kecamatan pangkalan dari pertigaan di desa cintaasih di ruas jalan raya pangkalan menuju ke Loji, kemudian berbek kea rah Cariu. Sedangkan arah sebaliknya dari pertigaan beberapa meter dari alun alun Cariu kabupaten Bogor, berbelok ke arah kecamatan Pangkalan. Kompleks ini merupakan bagian dari program Tahfizh Camp pondok pesantren tersebut.

Lokasi nya berdiri memang memiliki pemandangan yang elok, di ruas jalan yang sepi, di tengah pesawahan yang luas membentang, menghadap langsung ke jejeran pegunungan Sanggabuana yang elok. Ditambah lagi dengan udaranya yang lumayan sejuk dan masih bersih dari polusi melengkapi suasana tenang bagi para santri penghafal Al-Qur’an di pondok ini.*** 

Spanduk Daarul Qur'an
Rambu Daarul Qur'an
Pemandangan di depan kompleks Daarul Qur'an
Pemandangan di depan kompleks Daarul Qur'an


Sabtu, 25 Maret 2017

Masjid Jami’ Al-Ikhlas Sukakarya

Masjid Jami' Al-Ikhlas Sukaraya bakda magrib

Di penghujung tahun 2016, singgah ke masjid ini sudah kemalaman dan terlewat sholat berjamaah, masjid sudah sepi, tersisa satu orang pedagang keliling dengan sepeda motor sarat muatan baru selesai sholat sendirian di dalam masjid lalu mulai sibuk membenahi bawaan dan sepeda motornya di halaman masjid.

Masjid Jamie Al-ikhlas
Kp.Tenjolaut RT.01/RW01 Desa Sukakarya
Kec. Sukakarya, Kab. Bekasi, Jawa Barat 17630


Berdua dengan putraku masuk ke ruangan di samping ruang utama masjid hanya menemukan ruang tempat berwudhu dan kamar mandi yang sedang dibongkar, kami baru menyadari satu hal, masjid ini sedang dalam proses renovasi yang tampaknya akan dilaksanakan menyeluruh.

Kembali ke halaman depan, jema’ah yang tadi sibuk sendirian dengan barang dagangan dan sepeda motornya nampaknya faham dengan apa yang kami cari dan menunjukkan tempat wudhu darurat yang ada di sisi pagar depan masjid, di dalam bangunan darurat berdinding papan dengan penerangan seadanya. Tak ada lagi Jemaah yang datang kemudian, tinggal kami yang sholat berjamaah berdua saja, di dalam ruangan utama yang lenggang.

Butuh bantuan untuk renovasi

Suasana sekitar masjid gelap gulita, penerangan di dalam masjid sendiri sebenarnya tidak terlalu terang, lebih terang sedikit dari remang remang. Bangunan masjid ini sebenarnya cukup kokoh, berdinding beton dengan atap genteng berbentuk bangunan masjid khas Indonesia dengan atap limas. Satu menara menjulang di sudut tenggara bangunan utama.

Namun beberapa bagian plafon di dalam ruang utama tampak rusak dan sudah jebol butuh perbaikan. Bangunan masjid ini rupanya memang sedang dalam proses renovasi. Ada spanduk di sisi teras bangunan tentang proses renovasi masjid ini, ada juga laporan penerimaan sodaqoh jariah untuk renovasi masjid ini dipasang di dinding masjid.

Masjid Jami' Al-Ikhlas Sukakarya disiang hari, dari google strret view.

Google street view yang kemudian memberikan informasi bahwa bangunan gelap gulita dimalam hari di sisi selatan masjid ini adalah sebuah bangunan sekolah Islam, sedangkan di sisi utaranya berupa tanah kosong, wajar saja bila di malam hari disekitar masjid ini gelap gulita.

Proses renovasi masjid ini tentunya membutuhkan dana tak sedikit. Bagi yang ingin berperan serta membantu pembangunannya, berikut kami petikkan informasi dari spanduk panitia yang terpasang di teras masjid ini.

Sekretariat Panitia Pembangunan; Kampung Tenjolaut RT.01 RW.001, Desa Sukakarya, kec. Sukakarya, Kab. Bekasi. Telepon 0858 8188 1088 dan 0857 1862 9599. Donasi melalui Bank Mandiri KCP Cikarang Jababeka. Nomor rekening : 156-00-0642590-6 a/n Kamaluddin Basri.***

Data dinatur
Interior Masjid dengan plafonnya yang sudah jebol
Bagian atas area void terlihat dari lantai dasar, di depan mihrab


Minggu, 19 Maret 2017

Masjid Ponpes Darul Ulum Bakan Pojok, Cintaasih

Megah diantara hijaunya sawah dan pepohonan

Masjid satu ini berada di dalam kompleks Pondok Pesantren Darul Ulum di kampung Bakan Pojok, Desa Cintaasih, kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang. Berdiri dilingkungan yang masih asri di alam pedesaan yang tenang jauh dari kebisingan. Petak petakan sawah dengan padinya yang mulai menguning menjadi suguhan pemandangan yang menawan saat singgah sejenak ke komplek Ponpes ini.

Ponpes Darul Ulum
Kp.Bakan Pojok RT 03/01 Desa Cintaasih
Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang     
Jawa Barat, Indonesia
Telepon : 081380286011



Sekilas Pondok Pesantren Darul Ulum Bakan Pojok

Pondok Pesantren Darul Ulum di Bakan Pojok ini merupakan salah satu pondok pesantren tua di kabupaten Karawang yang masih kuat memegang teguh sistem Salafiyah dengan rujukan kitab – kitab kuning meneruskan tradisi leluhur ulama terdahulu.

Pondok pesantren Darul Ulum didirikan tahun 1942 oleh empat bersaudara putra dan putri dari Lurah Namin alias Haji Abdulloh yang merupakan Lurah Desa Gombong Kecamatan Pangkalan. Beliau menikah dengan Hajah Fatimah dan dikarunuiai empat orang anak, tiga anak laki-laki dan satu anak perempuan yang semuanya menjadi ulama dan kemudian mendirian Pondok Pesanten Darul Ulum ini.

Ke empat putra dan putri mendiang Lurah Namin tersebut adalah KH Hasan Mustofa, KH Ali Mundziri, Hj Hasanah dan KH Ahmad Badri. Santri putra dikelola oleh KH Hasan Mustofa, KH Ali Mundziri, KH Ahmad Badri dan santri putri di kelola oleh Nyai Hj Hasanah, sampai saat ini dilanjutkan oleh penerus anak cucunya dan hingga saat ini makam ulama para pendiri pesantren ini ramai diziarahi masyarakat dari berbagai daerah.

Dari jalan masuk menuju ke komplek pesantren

Pimpinan umum Pesantren Darul Ulum saat ini dipegang oleh KH Didin Sirojuddin meneruskan kepemimpinan mendiang KH. Cep Miftahul Husna. Sementara Darul Ulum Al Banat (putri) pimpinan KH Zainal Abidin (Almarhum) saat ini dipimpin oleh putranya yaitu Ajengan Dudu Badrudin dan dikelola bersama oleh KH Aang Yazid Bustomi dan Ajengan Didi. Sedangkan Al-Banat Junior dikelola oleh Ustad Obay, Ustadzah Ani, Ustadzah Imas. Ada juga Darul Ulum putri Al-Barokah di pegang oleh Mama sepuh KH Duyeh Jalaludin.


Pesantren Darul Ulum ini sudah banyak mencetuskan para alumni yang menjadi ulama – ulama kesohor di berbagai daerah yang banyak berkiprah memperjuangkan dakwah islamiyah di masyarakat. Termasuk di Kabupaten Bekasi terdapat ulama masyhur terkenal yaitu Mama’ Ajengan Zarkasih (alm.) yang berada di Kampung Rawa Bangkong Desa Serta Jaya Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten bekasi – Jawa Barat.***

Komplek Pondok Pesantren Darul Ulum Bakan Pojok
Papan nama di jalan akses ke pondok pesantren

Sabtu, 18 Maret 2017

Masjid Jami’ Baitul Amanah Cariu

Masjid Jami' Baitul Amanah Cariu 

Masjid megah satu ini berada di ruas jalan raya Jonggol Cariu, kira kira separuh jalan dari pertigaan Cibucil ke Alun Alun Kecamatan Cariu. Lokasinya berdiri di tikungan jalan kampung Nyomot, Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cariu. Di tepian ruas jalan jalur selatan yang cukup ramai kendaraan menghubungkan kabupaten Bogor dengan kabupaten Cianjur

Karena lokasinya yang berada di tikungan seperti itu membuat Jemaah baik yang berjalan kaki ataupun yang berkendara dan akan masuk atau keluar dari pekarangan masjid ini memang harus ekstra hati hati, mengingat ruas jalan ini hampir tak pernah sepi dari lalu lalang kendaraan bermotor.

Interior Masjid Jami' Baitul Amanah Cariu dari arah pintu utama.

Masjid Jami’ Baitul Amanah Cariu
Jalan Raya Jonggol-Cariu, Kampung Nyomot, Desa Tegalpanjang,
Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor. Jawa Barat 16840

Pondok Pesanten Ar-Risalah Cariu
Telp. 021-89960022, email. risalahnews.redaksi@gmail.com
Facebook : Pondok Pesantren Ar-Risalah Cariu
Twitter : @jurwiarrisalah



Masjid Jami’ Baitul Amanah ini merupakan bagian dari Pondok Pesantren Ar-Risalah Cariu yang seluruh bangunannya berada dibagian belakang masjid ini. Di hari libur masjid ini cukup ramai Jemaah yang menyempatkan singgah kesana untuk menunaikan sholat dan juga termasuk keluarga dari para santri pesantren yang sedang berkunjung.

Meski bangunan masjidnya tidak terlalu luas dan hanya satu lantai namun bangunannya cukup megah dengan dua menara menjulang mengapit bangunan utama. Pekarangannya cukup luas untuk parkir kendaraan bermotor. Area tempat wudhu dan toiletnya dipisahkan bagi Jemaah pria dan wanita, tersedia juga warung yang menjual aneka makanan ringan dan minuman.

Pondok pesantren Ar-Risalah yang berada di belakang masjid ini merupakan bagian dari Yayasan Ar-Risalah yang berpusat di Jakarta. Pondok yang ada di Kawasan Cariu ini tentu saja menghadirkan suasana yang berbeda bagi para santri dengan suasana Cariu yang relatif masih asri, sejuk dan berpemandangan alam cukup menawan.***

Pemberitahuan di pintu masjid.
Kegiatan Pondok pesantren Al-Risalah dipampang di halaman masjid Jami Baitul Amanah.