Minggu, 18 Juni 2017

Masjid Darussalam Karyadeka

Masjid di ujung jalan. Masjid Darussalam ini berada di ujung jalan di  komplek kawasan industri Karyadeka Pancamurni, lokasinya berada di lahan yang menjadi bundaran dan masjid ini ada ditengahnya.

Masjid Darussalam ini merupakan masjid di dalam Kawasan Industri Karyadeka Pancamurni. Salah satu kawasan industri di Cikarang yang luas kawasannya tidak terlalu luas. kawasan industri dapat di capai dari pertigaan gemalapik dari jembatan Tol Cikarang barat ke arah Lippo Cikarang.

Sebagai masjid di dalam Kawasan, masjid ini terisolasi dari pemukiman warga, dengan sendirinya Jemaah di masjid ini adalah karyawan dan karyawati yang bekerja di beberapa perusahaan di dalam kawasan industri ini. Dan jangan heran bila saban hari masjid ini tampak sepi di jam jam kerja.****

Masjid Darussalam Karyadeka
Kawasan Industri Karyadeka Pancamurni
Desa Pasirsari, Kec. Cikarang Selatan
Kab. Bekasi, Jawa Barat 17530

  
Sisi depan masjid 

Sabtu, 17 Juni 2017

Masjid Jami' Halimatul Amin Cikarang Utara

Masjid Jami' Halimatul Amin Ba'da Magrib

Masjid Halimatul Amin merupakan masjid megah yang letaknya persis berseberangan dengan kantor Samsat Kabupaten Bekasi di Cikarang utara. Secara administratif, masjid ini beserta dengan kantor samsat diseberangnya merupakan bagian dari wilayah desa Pasir Gombong meskipun lokasinya tepat digaris perbatasan dengan desa Cikarang Kota.

Sejatinya masjid ini merupakan masjid pribadi, dibangun diata lahan milik pribadi dengan dana pribadi pembangunannya, namun demikian sesuai dengan fungsinya sebagai masjid, Masjid Jami’ Halimatul Amin ini terbuka untuk umum, ditambah lagi dengan lokasinya yang berada di depan kantor layanan publik.

Tidak saja masjidnya yang ramai dikunjungi ummat pada waktu sholat, namun pekarangan masjid ini juga menjadi lahan parkir bagi mereka yang sedang mengurus pajak kendaraan bermotor di kantor Samsat dan tidak kebagian tempat parkir di halaman Samsat.

Masjid Jami Halimatul Amin
Jl. Raya Industri Pasir Gombong No.29b Desa Pasirgombong
Kecamatan Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat 17530
Indonesia



Dibangun dengan gaya modern dan menggunakan warna warna cerah membuat bangunan masjid ini benar benar begitu menonjol di lingkungannya. Petak tanah tempatnya berdiri tidak persis menghadap kiblat membuat bangunan masjid ini dibangun seditit miring posisinya terhadap lahan dan jalan raya yang melintas di depannya.

Lokasinya memang strategis, di tepian ruas jalan industri yang menghubungkan pertigaan Pasir Gombong ke Pasar Cikarang dan berada persis di depan kantor samsat, membuat lokasi masjid ini mudah untuk ditemukan, bagi siapa saja yang melintasi jalur tersebut.

Mulai dibangun tahun 2013, proses pembangunannya tidak berlama lama, maklum karena dana pembangunannya mengalir deras dari penggagasnya, yang tinggal bersebelahan dengan masjid ini. Beliau juga adalah orang yang sama yang membangun masjid Nurul Amin di Perum Mega Regency Blok A, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Masjid Jami' Halimatul Amin dipandang dari jalan raya.

Sentuhan modern sangat kental pada pemilihan material bangunannya, kubah beton masjid ini di lapis dengan lempengan enamel bewarna hijau dan kuning cerah, sama halnya dengan dua menaranya yang lancip dan menjulang seperti masjid masjid Usmaniyah. Bangunannya dibuat cukup tinggi pun dengan jendela jendela kacanya.

Pintu masjid ini mengingatkan kepada pintu pntu di masjid Nabi di Madinah, sepertinya pembangun masjid ini memendam kerinduan cukup dalam kepada masjid junjungan umat tersebut. Sementara di bagian belakang masjid terdapat bangunan pendopo terbuka yang berukuran cukup besar, sebuah beduk juga di letakkaan disamping pendopo ini.***


Menara kembar Masjid Halimatul Amin, menjulang diantara pepohonan
Pada saat pembangunan tahun 2013
Sisi Mihrab Masjid Jami' Halimatul Amin dilihat dari Halaman Kantor Samsat diseberangnya
Pintu Masjid Jami' Halimatul Amin
Pendopo dan beduk di bagian belakang Masjid Jami' Halimatul Amin
Ba'da Sholat magrib Masjid Jami' Halimatul Amin 
Di dalam Masjid Jami' Halimatul Amin

Minggu, 11 Juni 2017

Masjid Al-Ulya Ponpes Sumber Barokah Telukjambe

Masjid Al-Ulya di Pondok Pesantren Sumber Barokah, Karawang.

Masjid Al-Ulya merupakan masjid yang berada di dalam komplek pondok pesantren Sumber Barokah di Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Pondok Pesantren “Sumber Barokah” didirikan tahun 1971 atas prakasa Bapak K.H. Matrohim, H. Sulaiman, KH. Moch. Mukri, H. Dawud Abusamah, H. Fatah, berlatar belakang melihat cepatnya laju perkembangan peradaban manusia yang dinamis dengan berbagai pola pikir dan pola budaya, dengan demikian perlu diimbangi dengan iman dan taqwa.

Masjid Al-Ulya Ponpes Sumber Barokah
Jl. Raya Telukjambe Timur No. 05 Tromol Pos 1/Tlj
Desa Wadas, Kec Telukjambe Timur
Kab. Karawang 41361, Jawa Barat, Indonesia
Tlp/fax. (0267) 641349



Masjid Al-Ulya ini merupakan salah satu fasilitas utama di dalam komplek pondok pesantren ini. selain menjadi pusat peribadatan, masjid ini juga menjadi pusat aktivitas para santri. Berkunjung ke sini sore hari ada banyak santri dan satriwati yang bergerombol ataupun sendiri sendiri sibuk dengan aktivitasnya, mengaji dan sebagainya. sebagian dari mereka juga istirahat di dalam masjid ini.

Sesuai dengan fungsinya sebagai masjid pesantren, masjid Al-Ulya dibangun cukup besar dan terdiri dari dua lantai. aktivitas harian dilaksanakan di lantai dasar, meskipun demikian area di lantai dua tetap terawat kebersihannya. tangga akses ke lantai dua masjid ini ditempatkan di bagian dalam bangunan, disamping pintu tengah masjid sisi selatan dan utara. Masih ada lantai ketiga yang pintunya terkunci, mungkin ruang utility.

Ada begitu banyak tiang di dalam masjid ini, pilar pilar beton berlapis keramik warna putih senada dengan lantai dan cat plafonnya. hampir semua pilar beton tersebut ditempatkan rak stainless steel melingkar sebagai tempat menyimpan kitab suci Al-Qur’an. Hanya bagian mihrab yang terlihat bewarna mencolok dengan latar hitam dan lis bewarna kuning emas.

Interior lantai dasar Masjid Al-Ulya

Sebuah mimbar dari kayu berprofil ditempatkan disisi kanan ruang mihrab sementara disisi kiri ditempatkan sebuah jam berdiri berukuran lumayan besar. Tempat untuk imam berada dibagian tengah diantara keduanya. Mihrab ini juga dilengkapi dengan pintu akses ke luar masjid ke arah area kamar mandi dan tempat wudhu.

Pondok Pesantren Sumber Barokah ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap yang kesemuanya dikelola oleh Yayasan Pondok Pesantren Sumber Barokah. Tersedia tersedua gedung gedung untuk KBM, asrama santri-santriwati, asrama para guru, kantin, kantor secretariat, pos kesehatan, perpustakaan, toko/koperasi, Lapangan olahraga terdiri dari lapangan sepakbola, futsal, basket dan silat, ditambah dengan areal parkir dan ruang terbuka hijau yang cukup luas.


Selain untuk boarding School (santri berasrama), Ponpes ini mengelola pendidikan non asrama berbagai jenjang terdiri dari Rauhdatul Athfal (RA) atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kelas anak-anak/cabe rawit, Kelas anak pra-remaja/dasar. Kelas remaja/lanjutan, Kelas Evaluasi Akhir, dan Kelas Kitab hadits besar/kutubussitah. Sedangkan untuk pendidikan umum yayasan berafiliasi dengan Yayasan Al-Ulya yang mengelola yang mengelola SMP, SMA, SMK Budi Mulia Telukjambe.***

Pintu tengah sisi selatan dan tangga akses ke lantai dua
Rak di tiang masjid 
Tangga akses ke lantai dua
area lantai dua
area lantai dua
Mihrab
Bersama dua Santri remaja, Semoga sukses menjadi pemimpin di masa depan. . . . 


Sabtu, 10 Juni 2017

Masjid Sang Pengibar Bendera Pusaka Sejati

Masjid Besar Ghoyatul Jihad Desa Pasirtalaga, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Di Masjid ini Salah satu Pengibar pertama Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih di tanggal 17 Agustus 1945 mengabdikan di hidupnya, dan di masjid ini pula jenazah beliau disemayamkan untuk terahir kalinya sebelum di makamkan.

Pemuda bercelana pendek dalam selembar foto teramat bersejarah bagi kemerdekaan RI, dikenal sebagai Suhud Hidayad, Dia bersama Latief Hendraningrat menjadi pengerek bendera pusaka pertama, di hari naskah proklamasi kemerdekaan RI dibacakan oleh Bung Karno di pegangsaan.

Di kampung halamannya beliau mengabdikan diri sebagai pendidik generasi, dikenal dengan nama Kyai Suhud ataupun Mbah Suhud. Nyaris tak ada yang tahu bahwa beliau adalah sang pengibar pertama bendera pusaka sang merah putih, termasuk keluarganya sendiri, sepanjang hidup beliau bahkan menolak segala tunjangan ataupun gaji dari negara.

Sampai suatu hari di Masjid ini jenazah beliau disemayamkan untuk terahir kali, begitu banyak yang terperangah bahwa guru, kakek, orang tua mereka itu, tak lain adalah pemuda bercelana pendek pengibar bendera pusaka di tanggal 17 Agustus 1945. (Instagram)

Masjid Besar Ghoyatul Jihad
Dusun Pasirtalaga I RT. 04/02 Desa Pasirtalaga
Kec. Talagasari, Kabupaten Karawang
Jawa Barat 41381, Indonesia



Berdasarkan data situs kemenag Masjid Besar Ghoyatul Jihad dibangun tahun 1962 di atas lahan wakaf seluas 6700 m2 dan bangunannya seluas 520 m2. Masjid ini juga sudah terdaftar dan memiliki nomor induk masjid dengan nomor 01.3.13.15.17.000043. Masjid Ghoyatul Jihad juga mengelola sekolah Islam, Madrasah Tsanawiyah Ghoyatul Jihad yang berlokasi disebelah selatan masjid. Sedangkan di sebelah utara masjid ini terdapat gedung Yayasan Pondok Karya Pembangunan Ghoyatul Jihad.

Sebagai Masjid Besar Kecamatan, disebelah selatan masjid ini berdiri gedung Kantor Urusan Agama Kecamatan Telagasari, dan disebelah kantor KUA ini terdapat Kantor Kepala Desa Pasirtalaga. Sebagai tambahan informasi saja, daerah Pasirtalaga dan Telagasari ini dikenal juga sebagai Tebu Ireng II karena ada begitu banyak-nya pesantren di daerah ini.

Di tahun 2013 yang lalu masjid ini juga dilengkapi dengan gedung majelis taklim yang dibangun di areal parkir di sisi selatan bangunan masjid, dan gedung tersebut disatukan dengan bangunan utama masjid.

tiga kubah di tiga atap limas masjid besar Ghoyatul Jihad

Arsitektur Masjid Ghoyatul Jihad

Masjid Ghoyatul Jihad memang berukuran cukup besar, sesuai dengan nama dan fungsinya sebagai masjid besar. Dibangun dengan bentuk dasar bangunan utama berupa bangunan masjid khas Nusantara dengan atap limas (segitiga) kemudian di bagian puncaknya ditempatkan satu kubah bundar dari bahan logam.

Kemudian di sisi timur bangunan utama terdapat dua atap limas yang bersebelahan dan menyatu dengan atap bangunan utama. di ujung kedua atap limas ini juga ditempatkan masing masing kubah bundar dari bahan logam yang tampak lebih berkilai dibandingkan dengan kubah bundar utama.

Bangunan masjid ini tampak lebih indah dengan dibangunnya dua menara kembar yang mengapit bangunan masjid di sisi depan. kedua menara ini dibangun dari beton berdenah segi delapan dan cukup gemuk, dilengkapi dengan dua balkoni. jendela jendela berukuran kecil di tempatkan di menar ini dan salah satu jendela paling atas digunakan sebagai tempat untuk pengeras suara.

Mihrab Masjid Besar Ghoyatul Jihad

Di ujung masing masing menara ini dilengkapi dengan kubah allumunium bundar dengan ukuran yang sama besar dengan kubah utama masjid. Dari lima kubah yang ada di masjid ini hanya kubah atap utama masjid yang dilengkapi dengan ornamen bulan sabit dan bintang di ujung tertingginya.

Denah bangunan utamanya memanjang timur-barat, ada enam tiang beton di dalam masjid ini. Di sebelah kiri ruang utama terdapat gedung majelis ta’lim dan disebelah kanan (utara) merupakan area kamar mandi, tempat berwudhu, kantor dan sara penunjang lainnya. Tempat wudhu untuk pria dan wanita ditempatkan terpisah.

Ruang mihrab di dalam masjid ini cukup unik, terbagi menjadi tiga ruang yang dipisahkan oleh pilar berlengkung. Ruang pertama sebagai tempat imam, ruang tengah sebagai tempat untuk mimbar bagi khatib, sedangkan ruang ketiga ditempatkan sebuah jam berdiri berukuran sedang.

Ruang Dalam Masjid Besar Ghoyatul Jihad

Tidak ada ruang terpisah bagi Jemaah wanita di masjid ini. Namun satu area di bagian paling belakang ruang sholat utama. Diberi partisi dari kayu berukir sebagai tempat sholat khusus Jemaah wanita. Teras masjid ini cukup luas di sisi kiri dan kanannya. Teras depannya bahkan lebih luas dan tampak sekali pembangunannya dilakukan di beberapa periode berbeda. Ada dua jejer pilar beton di teras depan menandakan setidaknya sudah dua kali mengalami perluasan.

Halaman depan masjid ini cukup luas, dan seluruhnya ditutup dengan konblok sehingga permukaannya sedikit lebih tinggi dari muka jalan masuk ke masjid. konblok warna warni ini memberikan keindahan tersendiri. Di tengah lapangan ini di tulis inisial G dan J dalam ukuran besar.*** 

Parsiti area sholat wanita
Area sholat jemaah wanita dari balik kaca jendela
Teras depan Masjid Besar Ghoyatul Jihad
Masjid Besar Ghoyatul Jihad Ba'da Sholat Isya
Masjid Besar Ghoyatul Jihad Ba'da Sholat Isya

Minggu, 04 Juni 2017

Masjid Jamie Al-Anam Telukjambe, Karawang

Masjid Jamie Al-Anam Telukjambe, ba'da magrib

Masjid Jamie Al-Anam merupakan masjid jami’ di Sukagalih, Desa Telukjambe, kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Masjid yang berdiri megah satu lantai saja namun masih memiliki lahan kosong cukup luas di bagian belakangnya. Lokasi masjid ini bersebelahan dengan kantor camat Telukjambe Timur dan tidak jauh dari kantor Polsek Telukjambe Timur.

Bangunan masjidnya berlanggam bangunan masjid modern meski dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Berdenah segi empat simetris, tiga sisinya dilengkapi dengan beranda dengan bentuk yang serupa, masing masing di sisi timur, utara dan selatan. sedangkan bagian baratnya juga berbentuk yang sama namun merupakan ruang mihrab.

Masjid Jamie Al-Anam
Jl. Sukagalih, Desa Telukjambe, Kec. Telukjambe Timur
Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Indonesia

  
Bangunannya dilengkapi dengan satu kubah besar di atap masjid, dikelilingi oleh empat kubah kecil di masing masing empat penjuru atap, dibangun seperti bentuk menara yang tidak terlalu tinggi. Lantai masjid ditinggikan dari permukaan tanah dan dilengkapi dengan tiga anak tangga di masing masing beranda. Ada empat pilar beton berbentuk bundar di dalam masjid ini menopang struktur atapnya.

Sebuah mimbar berukuran kecil ditempatkan di dalam ruang mihrab bersama dengan sebuah jam berdiri berukuran sedang. Area toilet dan tempat wudhu di tempatkan di halaman depan sisi kiri bangunan, sedangkan di halaman belakang masih berupa tanah kosong, ada satu makam di pojok halaman belakang di tutup dengan atap asbes dan di pagar teralis.***

Interior Masjid Jamie Al-Anam Telukjambe 
salah satu jendela masjid mengarah ke jalan raya
mihrab dan mimbar Masjid Jamie Al-Anam
Toilet dan tempat wudhu di halaman depan Masjid Jamie Al-Anam
Makam di halaman belakang Masjid Jamie Al-Anam

Sabtu, 03 Juni 2017

Masjid Al-Barkah Pulokelapa

Masjid Al-Barkah Pulokelapa di bulan April 2014. 

Masjid Al-Barkah adalah masjid yang berada di Desa Pulokelapa, kecamatan Lemahabang, kabupaten Karawang. Masjid ini berada di tengah tengah desa Pulokelapa, ditepian ruas jalan menuju ke komplek pemakaman Syech Quro di Pulubata yang juga masih di dalam wilayah Desa Pulokelapa.

Masjid Al-Barkah Pulokelapa
Desa Pulokelapa, Kec. Lemahabang
Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41383, Indonesia


Lokasi Masjid ini juga tidak jauh dari makam Raden Soemaredja yang lebih dikenal sebagai Ayah Dji’in. Beliau diketahui sebagai penemu makam Syech Quro. Gapura bertuliskan nama beliau dapat dilihat dari ruas jalan di depan masjid ini, terpaut jarak sekitar 150 meter atau bila berjalan kaki sekitar 2 menit.

Tidak ada informasi terkait kapan masjid ini pertama kali di bangun. satu plakat pembangunan diletakkan diatas pintu kamar mandi yang berada di sisi kiri halaman depan masjid, disebutkan tentang bantuan dari para donator dari Kuwait.

Ba'da Magrib di Masjid Al-Barkah Pulokelapa, April 2017.

Plakat tersebut mungkin menjelaskan tentang bantuan pembangunan fasiltas kamar mandi dan tempat wudhunya saja, mengingat bahwa plakat tersebut bertarik tahun 2015-2016, sedangkan di tahun 2014 bangunan masjid ini sudah berdiri seperti saat ini bahkan lengkap dengan pagar depannya, dan satu kamar mandi di halaman depannya.

pagar beton di depan masjid kini sudah di bongkar, mungkin untuk menyediakan sedikit lahan parkir kendaraan di halaman sempitnya. karena memang tanpa halaman itu agak sulit bagi Jemaah yang membawa kendaraan untuk parkir.


Masjid Al-Barkah dibangun dua lantai, ada dua tangga akses ke lantai dua diletakkan di sisi kiri dan kanan teras depan. Ukuran masjidnya tidak terlalu besar, memanjang timur-barat. tidak ada mihrab di dalam masjid ini, namun sisi depannya tempat imam memimpin sholat dibuat sedikit lebih tinggi. sebuah mimbar kecil ditempatkan juga diarea tersebut.***


Teras depan dan Pintu masuk ke masjid Al-Barkah Pulokelapa
Ngintip ke dalam
Di dalam Masjid Al-Barkah Pulokelapa. 

Minggu, 28 Mei 2017

Masjid Jamie Al – Barokah Lamaran

Masjid Jamie Al-Barokah Lamaran selepas sholat magrib di bulan Maret 2017. 

Kampung tempat masjid ini berdiri cukup menarik, Lamaran namanya. entah mungkin dulu kampungnya berdiri bertepatan dengan prosesi lamaran barangkali, kini kampung Lamaran masuk dalam wilayah Desa Plumbonsari, kecamatan Karawang Timur,Kabupaten Karawang. Di tengah kampung Lamaran kini ada sebuah masjid berukuran besar, Masjid Jamie Al-Barokah.

Lokasi masjid ini kini berada di perempatan jalan by pass dengan ruas Jalan Syech Quro. Ruas jalan by pass sendiri membentang dari Tanjungpura hingga ke sekitar terminal Klari, dan merupakan salah satu ruas jalan alternatif bagi kendaraan yang hanya melintas di Karawang tanpa perlu melewati pusat kota.

Masjid Jamie Al – Barokah Lamaran
Jl. Syech Quro, Kp. Lamaran, Desa Palumbonsari
Kec. Karawang Timur. Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41314
Indonesia



Meski masih dalam tahap penyelesaian ahir, masjid yang berdiri disamping jembatan laying Lamaran ini sudah terlihat kemegahannya. Sampai tahun 2011 Masjid Jamie Al-Barokah ini belum sebesar dan semegah bantuknya saat ini, saat itu bangunannya masih terdiri dari bangunan utama dengan bentuk bangunan-nya beratap joglo dan diberi kubah alumunium di puncak atapnya.

bangunan tambahan di sisi depan dilengkapi dengan dua menara kembar berukuran tidak terlalu tinggi, mengapit bangunan masjid di sisi depan. Sebuah beranda berbentuk gerbang sudah dibangun di sisi depan masjid menghadap ke jalan raya. Proses renovasi dimulai di awal tahun tahun 2016 dengan meninggikan bangunan utama masjid.

Rekaman pembangunan masjid Al-Barokah Lamaran dari tahun 2011 hingga awal ahir tahun 2016

Pembangunan berlanjut dengan menambahkan area lantai dua, pembangunan menara, mengganti atap joglo dengan atap beton dan sebuah kubah besar di atap masjid. hasilnya di penghujung tahun 2016 bentuk masjid ini berubah total meski masih menyisakan bentuk dasarnya.

Dua menara kembar di sisi depan ditinggikan dan dua menara serupa dibangun di sisi belakang bangunan, menghasilkan empat menara tinggi menjulang mengapit bangunan masjid ini. Berandanya yang berbentuk gerbang besar juga ditinggikan. Proses renovasi terus berjalan begitupun dengan fungsi masjid.

Di dalam ruangan masjid lama di bagian depan

Memasuki masjid ini memang akan menemukan keunikan sendiri, karena ruangan dalamnya dengan sendirinya terbagi dua bagian, yakni ruang sholat utama di bagian depan dari bangunan masjid asli yang masih dibiarkan utuh seluruh tembok dindingnya yang kini menjadi penyekat dengan bangunan tambahan di sisi depan.

Sementara bangunan tambahan di sisi depan masjid yang ukurannya lebih luas dari bangunan utamanya kosong melompong di hari hari biasa, karena aktivitas sholat rawatib dilaksanakan di ruangan masjid lama di sisi depan. sebagian kecil area baru ini diberi partisi dari kain sebagai tempat sholat Jemaah wanita. Menjelang dan ba’da magrib ramai anak anak belajar mengaji di masjid ini, mereka menggunakan ruangan luas di sisi depan masjid.***

Ruangan baru di sisi timur, pintu jendela dan tembok bewarna hijau itu adalah bangunan masjid lama yang masih utuh. belum ada informasi apakah nantinya akan dibongkar atau akan dibiarkan demikian adanya.
Pintu utama di sebelah timur menghadap ke jalan raya, namun jarang digunakan.
Sebuah beduk berukuran besar diletakkan di teras bangunan lama.
Sekelompok anak anak belajar mengaji setelah sholat magrib. Garis hijau di sebelah kiri merupakan batas antara bangunan lama dan bangunan  baru.
Dari luar pintu utama.


Sabtu, 27 Mei 2017

Masjid Jamie Al-Barkah Dusun Kawali

Masjid Jamie Al-Hidayah Dusun Kawali dari ruas jalan Kawali Dalem 

Masjid Jamie Al-Barkah ini berada di desa yang sama dengan masjid Al-Hidayah pada posting sebelumnya, sama sama berada di Desa Pancawati, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, namun masjid Jamie Al-Barkah ini berada di Dusun Kawali, nama yang sama dengan sebuah tempat di Ciamis yang berkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Padjajaran, bisa jadi para pendiri Dusun ini dulunya adalah para pendatang dari sana.

Bangunan masjid ini berada diantara dua ruas jalan sisi depan masjid (sebelah timur) menghadap ke jalan Kawali Dalam, Desa Pancawati, sedangkan sisi baratnya (mihrab) berada di sisi jalan raya Kosambi-Talagasari. Gerbang, pekarangan dan teras depan masjid ini berada di sisi jalan Kawali Dalam menghadap ke pemukiman penduduk. Sedangkan dari jalan Raya Kosambi-Telagasari adalah sisi mihrab masjid tanpa pekarangan sama sekali.

Masjid Jamie Al-Barkah Kawali
Jalan Kawali Dalam RT. 02//04 Dusun Kawali, Desa Pancawati
Kec. Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat
Koordinat: -6.364425, 107.380201



BIla anda mampir ke masjid ini melalui jalan raya Kosambi-Telagasari, mau tidak mau harus memarkir kendaraan di sisi jalan raya. Dan untuk masuk ke masjid ada satu satunya akses melewati beberapa anak tangga, naik ke masjid langsung bertemu dengan area tempat wudhu dan ruang penyimpanan perlengkapan masjid termasuk tempat penyimpanan keranda.

Di disisi jalan Raya Kosambi-Telagasari di pagar masjid ini juga terpasang satu papan kecil bertuliskan nama dan alamat masjid ini serta tulisan “Menjual Kain Kafan (Boeh)”, terpasang berdekatan dengan tangga akses ke masjid ini dari sisi barat. Area tempat wudhu dan toiletnya berada di sisi selatan bangunan masjid.

Masjid Jamie Al-Barkah dari ruas jalan Kosambi-Telagasari

Sesuai dengan namanya sebagai masjid jami’ ruangan dalam masjid ini cukup lega,lengkap dengan mihrabnya. Sebuah mimbar kecil ditempatkan di ruangan mihrab ini. Dua shaf paling depan dibentang sajadah panjang, sedangkan lantai lainnya hanya dipasang garis shaf. Kondisi masjid bersih dan terawat.

Sisi timur bagian dalam masjid ini sudah dilengkapi dengan area mezanin sebagai area sholat tambahan. Tangga akses ke lantai atas tersebut ditempatkan di area teras depan masjid di sisi timur. Hampir seluruh ruang dalamnya di cat hijau tua dan hijau muda terang. Hanya lantainya yang bewarna putih bersih dari keramik yang digunakannya.

Interior Masjid Jamie Al-Barkah Dusun Kawali

Seluruh langit langit ruang dalamnya ditutup dengan plafon berwarna putih. Ada sebuah lampu gantung sederhana menggantung ditengah ruangan. area lantai dua masjid ini merupakan area tambahan di sisi teras depannya yang menghadap ke pemukiman penduduk, atapnya dirancang senada dengan atap bangunan utama masjid berupa atap limas bersusun. bedanya atap pada bagian teras berlantai dua ini terdiri dari dua atap atap tumpang.

Dipandang dari kejauhan masjid ini di dominasi oleh tiga atap limasnya yang terlihat berjejeran. satu atap limas berukuran besar merupakan atap bangunan utama dan dua atap limas lainnya merupakan atap sisi teras berlantai dua seperti disebutkan sebelumnya. Merujuk kepada data simas kemenag, masjid ini dibangun tahun 1990 dan sudah terdaftar di Kemenag dengan nomor ID: 01.4.13.15.05.000116.***

Interior Masjid Jamie Al-Barkah sisi timur.
Bagian depan masjid Jamie Al-Barkah dari ruas jalan Kawali Dalam