Senin, 26 Desember 2016

Masjid Roudhotus Solihin Tanjung Raja

Dari jembatan Tanjung Raja, Masjid Roudhatus Solihin Tanjung Raja terlihat megah di kejauhan ditengah tengah pemukiman penduduk kota Tanjung Raja.

Masjid Roudhatus Sholihin merupakan masjid yang berada di Desa Tanjung Raja, kecamatan Tanjung Raja, kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Masjid ini terlihat dengan jelas dari arah jembatan Tanjung Raja apabila anda sedang melintas di atas jembatan Tanjung tersebut dari arah kota Palembang ke arah Kota Kayu Agung.

Lokasi Masjid ini sebenarnya berada tepat di belakang Komplek kantor kecamatan Tanjung Raja, ada ruas jalan Kolonel H. Hasmuni Has disamping kantor camat menuju arah sungai Ogan, dan Jalan tersebut berahir di depan masjid ini. lokasi masjid ini berdiri memang berada di pusat kota Tanjung Raja, selain kantor kecamatan, di lokasi ini berjejer beberapa kantor pemerintahan dan pasar serta terminal Tanjung Raja.

Masjid Roudhatus Sholihin
Jl. Kolonel H. Hasmuni Has, Desa Tanjung Raja Utara
Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir
Sumatera Selatan, Indonesia



Arsitektur masjid Roudatus Solihin ini memiliki kemiripan yang sangat kental dengan Masjid Agung Nurussa’adah Tanjung Raja dan Masjid Al-Abror di Sakatiga Seberang, kecamatan Inderalaya. Bila masjid tradisional nusantara memiliki ciri bangun atapnya yang berupa atap limas bersusun tiga, masjid ini juga memiliki atap bertingkat meskipun berupa atap beton dan di atap tertingginya dilengkapi dengan kubah bundar dari beton terlihat megah dari seberang Sungai Ogan yang membelah kota Tanjung Raja.

Kecamatan Tanjung Raja pada mulanya meliputi Kecamatan Rantau Alai, Rantau Panjang, Sungai Pinang, dan beberapa desa yang sekarang menjadi wilayah Kecamatan Indralaya Selatan. Letak nya yang strategis di jalur lintas timur Sumatera menjadikan wilayahnya sebagai Kota Transit.

diantara atap rumah rumah penduduk

Salah satu yang menjadikan ikon kecil kota ini adalah Pindang Pegagan-nya yang terkenal lezat dan sedap. Penduduk kecamatan Tanjung Raja mayoritas bekerja sebagai petani, dan sebagian kecil sebagai PNS serta penduduk di wilayah ini bersuku bangsa Pegagan, Kayuagung, dan jawa, sedangkan bahasa yang digunakan oleh masyarakat sehari-hari adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Palembang, Bahasa Pegagan, dan Kayuagung.

Kecamatan Tanjung Raja merupakan salah satu kota terbesar selain Indralaya dari segi aspek sosial, budaya, perekonomian, penduduk, dan kota kecil yang mandiri, maju, dan sejahtera masyarakatnya. Dan apabila nantinya Indralaya menjadi Kota Madya di lingkungan Provinsi Sumatera Selatan, Tanjung Raja mungkin akan sebagai ibukota penggantinya.***