Minggu, 25 Desember 2016

Masjid Dan Musholla di Objek Wisata Makam Godog

Empat masjid dan mushola di kawasan wisata rohani makam Godog, Garut

Objek Wisata Rohani Gunung Godog di Garut, identik dengan nama Syech Rohmat Suci yang oleh para pemerhati sejarah penyebaran Islam di tatar Sunda disebut sebagai nama lain dari Raden Kian Santang, putra dari Prabu Siliwangi, Maharaja Pajajaran. Ada berbagai versi tentang perjalanan Raden Kian Santang hingga menjadi salah satu tokoh yang dikenal sebagai penyebar Islam di wilayah Garut dan sekitarnya. Rata rata semua kisah tersebut bersumber dari kisah tutur tinular yang disampaikan secara turun temurun atau Saur Sepuh, sehingga teramat sulit untuk mendapatkan alur otentik dari semua kisah tersebut.

Namun ada benang merah dari beragam versi hikayat tersebut yang pada intinya adalah bahwa, Raden Kian Santang adalah salah satu dari anak Prabu Siliwangi dari pernikahannya dengan Subang Larang atau Subang Karancang. Ketika mencapai usia remaja Raden Kian Santang tertarik mendalami ajaran Islam dan berguru hingga ke tanah arab. Sekembalinya ke tanah Jawa beliau men-syi’arkan Islam di sekitar Gunung Godog Garut sampai beliau wafat dan dimakamkan di puncak gunung tersebut.

Makam Godog
Desa Godog, Kec. Karangpawitan
Kabupaten Garut, Jawa Barat 44182, Indonesia


Hingga kini makamnya senantiasa di ziarahi oleh para peziarah yang datang dari berbagai daerah, pemkab Garut juga telah menetapkan daerah tersebut sebagai salah satu destinasi wisata religi andalan. Selain Raden Kian Santang atau Syech Rohmat Suci, di gunung ini juga terdapat makam para pengikut setia dan orang orang kepercayaan beliau. Makam Syech Rohmat Suci (Raden Kian Santang) berada di puncak tertinggi gunung Godok sementara makam para pengikut beliau berada di posisi yang lebih rendah.

Untuk menuju ke komplek pemakaman ini dari area parkir, pengunjung harus berjalan kaki melewati jalanan menanjak yang sudah di cor hingga ke gerbang komplek pemakaman, ada pos retribusi di gerbang pemakaman ini. Dari gerbang ada sederet anak tangga yang harus di lalui sampai ke puncak, dan di sepanjang perjalanan ada beberapa makam dari pengikut pengikut beliau yang semuanya sudah dibangun sebagai bangunan permanen, sebelum kemudian tiba di puncak tertinggi, disana terdapat bangunan besar yang merupakan makam Syech Rohmat Suci alias Raden Kian Santang sekaligus menjadi makam utama di komplek pemakaman ini.

Sepanjang perjalanan dari tempat parkir hingga ke makam Syech Rohmat Suci (Raden Kian Santang) setidaknya terdapat dua masjid dan dua mushola. berikut ini Masjid masjid dan musholla tersebut.

Musholla Al-Amin

Mushola Al-Amin di area parkir makam godog


Mushola pertama bernama Mushola Al-Amin, berada di area parkir, kemudian satu masjid di pemukiman warga beberapa meter menjelang gerbang pemakaman ditepian jalan yang mendaki, letaknya disebelah kiri jalan menuju ke gerbang makam. Dari tempat parkir ini, pengunjung harus meninggalkan kendaraannya, lalu berjalan kaki melewati jalanan menanjak yang sudah di cor. Ada yang siap menjaga kendaraan anda, saat berkunjung kesana, kendaraan kami bahkan dapat bonus, Saat kami titipkan kondisinya kotor penuh debu dan lumpur, saat kami kembali ternyata sudah di cuci dan dibersihkan oleh anak anak yang berjaga disana. Soal tarif "Saridho-na" atau se-ridho-nya ajah pak.  

Masjid Kampung Godog

Add caption


Tak ada papan namanya, masjid satu ini letaknya hanya beberapa meter sebelum gerbang komplek pemakaman godog. letaknya di sebelah kiri jalanan yang menanjak tersebut. Dari titik ini kita bisa menikmati pemandangan kota Garut dari ketinggian. tempat strategis lainnya untuk mendapatkan pemandangan yang menawan adalah dari arah jalan raya beberapa meter sebelum mencapai masjid ini.

Masjid Jami’ Al-Rohman

Kotak amal di tengah jalan


Masjid Jami’ Al-Rohman berada di dalam komplek pemakaman atau akan kita jumlpai setelah melewati gerbang pemakaman. di sebelah kanan jalan diantara pohon pohon besar yang kemungkinan sudah berusia ratusan tahun, ada beberapa rumah penduduk disekitar masjid ini, dan juga ada kotak amal yang diletakkan ditengah tengah jalan akses di dalam kawasan wisata ini.

Musholla Makam Godog

Mushola di samping Makam Syech Rohmar Suci


Makam Syech Rohmat Suci (Raden Kian Santang) sudah dibangun cukup besar untuk menampung para peziarah, ada beberapa orang yang mendonasikan dana nya untuk membangun makam ini. Disamping bangunan makam juga telah dibangun sebuah mushola permanen dengan bentuk rumah panggung berlantai dan berdinding kayu, lokasinya persis di samping bangunan makam atau di sebelah kiri jalan sebelum masuk ke dalam bangunan makam Makam Syech Rohmat Suci (Raden Kian Santang).

Objek Wisata Religi Makam Godog ini memiliki daya Tarik tersendiri dengan letaknya yang berada di ketinggian, memberikan pemandangan bentang alam yang begitu mempesona, dari beberapa titik di lokasi ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan pegunungan dengan hamparan pusat kota Garut di Kejauhan. Khusus di malam hari kerlap kerlip lampu kota Garut tampak begitu indah di kejauhan.

Gunung Papandayan tampak begitu indah dari kejauhan dari titik ruas jalan beberapa meter dari Masjid Kampung Godog.

Ditambah lagi dengan hawa pegunungan yang sejuk dan segar menjadikan lokasi ini cukup nyaman untuk ngadem. Statusnya sebagai objek wisata religi memang membuatnya lebih kental dengan kata keramat dibandingkan sebagai objek wisata, hal itu juga menjadikan seluruh komplek makam ini terjaga kondisi alamnya, kita masih bisa menemukan pepohonan berukuran besar menjulang dikiri kanan jalan, dan kawasan hutan disekitarnya masih relatif terjaga menghadirkan suasana yang sama sekali berbeda bagi mereka yang terbiasa hidup di perkotaan.

Ada sumber air yang sangat jernih disini, meski untuk menjangkaunya butuh sedikit usaha karena harus turun ke lembah melewati pesawahan yang menghijau. Terjaganya kawasan hutan di gunung ini menjadikan sumber airnya pun masih terawat baik meski dengan debit yang tak begitu besar namun senantiasa mengalirkan air yang jernih dan sejuk, benar bernar menantang untuk diteguk, menikmati air pegunungan langsung dari sumber mata airnya.***