Minggu, 25 September 2016

Masjid Al-Fatah Sempora

Masjid Al-Fatah Sempora

Masjid Al-Fatah berada ditepian ruas jalan raya kampung Sempora dan tanpa atau belum ada pagarnya. Bangunan masjid yang merupakan bagian dari fasilitas di dalam komplek sekolah Yayasan Darma Asih Kabupaten Bekasi yang mengelola pendidikan tingkat SMP, dan SMK.

Lokasinya yang berada di sisi jalan raya dan tidak berpagar menjadikan masjid ini sebagai masjid umum bukan seperti masjid masjid dalam lingkungan sekolah yang berada di dalam pagar dan hanya untuk kalangan sendiri, ditambah lagi tidak tampak bangunan masjid lain yang berada di sekitar lokasi.

Masjid dan Sekolah

Dari plakat yang diletakkan di dinding sisi kanan pintu masuk ke masjid, tampaknya pembangunan masjid ini di danai oleh donator dari Timur Tengah. meski plakat tersebut tak menyebutkan asal negara dari pendonor, namun terbaca dengan jelas dalam hurup romawi pembangunan masjid dilaksanakan pada bulan September 2015. di plakat yang sama bahkan disebutkan bahwa masjid ini berada di Serang – Bogor – Jawa Barat. padahal aslinya berada di wilayah kabupaten Bekasi.

Lokasi Masjid Al-Fatah
Komplek sekolah Yayasan Darma Asih
Jl. Raya Sempora, Desa Jaya Sampurna
Kecamatan Serang Baru, Kab. Bekasi
Jawa Barat – Indonesia
koordinat : -6.382335, 107.079616



Ukurannya cukup besar, tidak ada tiang tiang penyangga atap di dalam masjid. interiornya sederhana dan ringkas tanpa ada ornament hiasan dan perabot. Ada tiga pintu akses masing masing di sisi utara, selatan dan timur. bentuk bangunannya mengadopsi bentuk masjid tradisional Indonesia dengan atap limas meski bukan atap bersusun.***

Plakat pembangunan 
Di dalam Masjid


Sabtu, 24 September 2016

Masjid Jamie Nurul Iman Pagadungan

Masjid Jami Nurul Iman kampung Pegadungan

Masjid Jamie Nurul Iman
Kampung Pagadungan RT.08/04 Desa Jaya Sampurna
Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi
Jawa Barat - Indonesia
-6.377995, 107.081914



Minggu, 18 September 2016

Masjid Jamie Al-Hidayah Jayamulya

Masjid Jami Al-Hidayah di Kampung Cikarang

Masjid Jamie Al-Hidayah
Kampung Cikarang RT 004/002 Desa Jayamulya
Kec. Serang Baru, Kab. Bekasi
Jawa Barat – Indonesia
-6.412032, 107.067457



Minggu, 11 September 2016

Masjid Agung Kalianda Lampung Selatan

Masjid Agung Kalianda

Kalianda adalah ibukota Kabupaten Lampung Selatan, merupakan kota pertama yang ditemui setelah mendarat dari pelabuhan penyeberangan Bakauheuni yang merupakan pintu gerbang utama yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera. Sudah sejak lama kota ini memiliki sebuah masjid Agung yang diberi nama Masjid Agung Kalianda sebagaimana tertulis di Gapura nya.



Masjid Agung Kalianda ini sempat berubah nama menjadi Masjid Kubah Intan di masa kepemimpinan Bupati Ryco Menoza ZP (2010-2015). Perubahan nama tersebut seiring dengan dipugar dan di renovasi total dimana pembangunannya berlangsung selama 2 tahun dan memiliki kubah yang menyerupai intan. Masjid ini menjadi salah satu icon Kota Kalianda. Masjid Kubah Intan dapat menampung sekitar 1.200 jamaah, diresmikan pada tanggal 27 Februari 2014, Masjid Kubah Intan diresmikan.

Nama Masjid Agung Kalianda kembali digunakan dimasa pemerintahan Bupati saat ini, Zainudin Hasan yang menjabat tahun 2016-2021. Masjid Agung Kalianda juga dilengkapi dengan rest area yang terdapat kios-kios pedagang makanan dan minuman, sehingga para pengguna jalan lintas yang menuju arah Bakauheni dan sebaliknya, dapat mampir untuk beristirahat, membeli makanan dan minuman, sekaligus beribadah di masjid ini.***

Sabtu, 10 September 2016

Masjid Jami’ Gunung Batin Udik, Lampung Tengah

Masjid Jami' Gunung Batin Udik

Singgah ke masjid ini di hari terahir bulan suci romadhon 1437H dalam perjalanan mudik yang santai karena memang jalanan sudah sepi dari para pemudik yang sudah berebut ruas jalan beberapa hari sebelumnya. Cuaca panas waktu dhuha khas sumatera langsung terasa begitu keluar dari kendaraan untuk singgah sebentar di masjid ini. Di dalam masjid bapak bapak para pengurus masjid sedang serius mendiskusikan segala persiapan untuk sholat idul fitri 1437H.

Lokasi Masjid Jami Gunung Batin Udik
Jalan Lintas Sumatera, Desa Gunung Batin Udik
Kecamatan Terusan Nunyai, Kab. Lampung Tengah
Provinsi Lampung - Indonesia



Meskipun lokasi masjid ini berada ditepian jalan lintas timur Sumatera namun akses ke masjid ini tidak menghadap ke ruas jalan raya utama namun dari dua ruas jalan yang mengapit masjid ini disisi kiri (selatan) dan kanan (utara), rancangan yang demikian ini memang relatif lebih aman bagi Jemaah yang keluar masuk ke areal masjid dari lalu lalang kendaraan di ruas jalan utama. Jalan Karya yang berada di sebelah kanan (utara Masjid) masjid bahkan dilengkapi dengan sebuah gapura dengan tulisan besar di atasnya “Kampung Gunung Batin Udik”.

Di pekarangan masjid ini ada beberapa kuburan. Satu kuburan berada di pekarangan sebelah utara mlik seorang muslimah bernama Masa Amah Binti Gayow Sibikow bertarikh 29 Februari 1938 (mungkin tarikh wafatnya beliau). Dua lagi kuburan pekarangan sebelah timur yang bersebelahan dengan jalan raya lintas sumatera, namun tidak dilengkapi dengan identitas.

Dari sisi ruas jalan lintas timur sumatera

Bangunan masjidnya berupa bangunan masjid tradisional dengan atap limas bersusun dua ditutup dengan genteng. Tiga sisi bangunan sudah dilengkapi dengan teras lengkap dengan pilar pilarnya. Ukuran masjidnya cukup besar. Tempat wudhu dan toiletnya berada di sisi utara atau di sebelah kanan bangunan utama. 

Sejah Kampung Gunung Batin Udik

Konon kampung Gunung Batin Udik awalnya dibuka oleh 22 tokoh adat yang berasal dari Kotabumi Lampung Utara, ke 22 Tokoh ini yang membuat atau membangun umbulan (kampung kecil) yang diberi nama Under Pura sekitar tahun 1805 terletak didaerah Gattau Pering  yang letaknya kira-kira 3 Km sebelah timur Kampung Gunung Batin sekarang. Pada awal tahun 1810 sebagian warga pindah  kearah barat yaitu Kampung Gunung batin saat ini dan membuat umbulan yang tetap diberinama Under Pura, di wilayah yang baru inilah ke 22 Tokoh tersebut menata umbulan menjadi Dusun yang baru yang pemerintahannya bersifat Adat.

Pekarangan sisi utara masjid

Pada tahun 1815 banyak penduduk Under Pura pindah ke kemiling (Tanjung Karang Bagian Barat) mereka membuat tempat baru yang diberi nama Umbulan Langka Pura (nama tersebut saat ini masih dipakai nama kampung Langka Pura). Pada tahun 1834 Umbulan Under Pura diganti dengan nama GUNUNG BATIN yang memiliki arti : Gunung” adalah Tinggi”, “Batin” adalah Kebatinan.

Dan pada saat penggantian nama tersebut pemerintahan yang bersifat Adat berubah menjadi Pemerntah bersifat Politik Tata Negara yang bepusat di Kotabumi dan Palembang (Sumatra Selatan). Pada tahun 1937 Gunung Batin menjadi Marga Terusan Nunyai dan setelah menjadi marga Kampung Gunung Batin dipecah menjadi (dua) yaitu: Gunung Batin Udik dan Gunung Batin Ilir**

Teras dan pekarangan sisi timur 
Gapura Kampung Gunung Batin Udik, disebelah utara masjid 
Kuburan seorang muslimah di sisi utara masjid 

Minggu, 04 September 2016

Masjid Jami’ Baitul Muttaqin Losarang Indramayu

Masjid Jami' Baitul Muttaqin Losarang

Masjid Jami’ Baitul Muttaqin berada di jalur pantai utara (pantura) pulau Jawa di desa Muntur, kecamatan Losarang, kabupaten Indramayu, provinsi Jawa Barat. Dengan lokasi-nya yang berada di tepian jalan raya, masjid ini cukup nyaman untuk dijadikan persinggahan selama perjalanan. halaman parkirnya cukup luas dengan rindangnya pepohonan mangga.

Masjid Jami’ Baitul Muttaqin
Desa Muntur, Kecamatan Losarang
Kabupaten Indramayu, Jawa Barat - Indonesia
koordinat : -6.390549, 108.148500



Lokasi masjid ini berdiri bersebelahan dengan sebuah mini market. sedangkan di sebelah kiri masjid (sebelah timur) ada ruas jalan kecil dan disisi jalan tersebut banyak penjual makanan yang kios kiosnya mepet ke pagar masjid, pedagang disana dengan senang hati melayani jemaah yang belanja dagangan mereka tanpa harus keluar pagar.

Merujuk kepada data simas kemenag RI, masjid Jami’ Baitul Muttaqin Losarang ini sudah terdapaftar dengan nomor ID 01.4.13.12.20.000007. Luas bangunannya 526m2 dan luas tanah 776m2 dengan status wakaf. masih menurut data yang sama, masjid Jami’ Baitul Muttaqin Losarang ini dibangun tahun 1991.***

Sabtu, 03 September 2016

Masjid Al-Muttaqin Midar - Gelumbang

#Masjid Masjid di Tanah Belida
MASJID DAN RUMAH TRADISIONAL. Masjid Al-Muttaqin desa Midar di Kecamatan Gelumbang.

Midar adalah sebuah desa di kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Uniknya nama Midar bagi desa ini sama persis dengan nama sebuah Desa di Kerajaan Maroko di Benua Afrika bagian utara. Juga sama sama sebuah desa dengan penduduk muslim. Bedanya Midar di Maroko berada di tengah gurun pasir sedangkan Midar di Kecamatan Gelumbang ini berada di antara hijaunya kawasan hutan yang masih tersisa dan hamparan kebun karet.

Lokasi Masjid Al-Muttaqin
RT. 003 Dusun 1, Desa Midar, Kec. Gelumbang 31171
Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan – Indonesia
Koordinat : -3.272088, 104.374754


Dari Kelurahan Gelumbang selaku ibukota kecamatan, Desa Midar dapat dicapai Melalui desa Karang Endah. Jalanan yang menghubungkan antara desa di kecamatan Gelumbang kini cukup baik dengan jalan yang rata rata sudah di cor beton. Kondisi yang jauh berbeda dengan masa tahun 80-90an saat jalanan dari dan menuju kesana rusak parah dan butuh perjuangan berat untuk dapat dilalui.

Masjid Al-Muttaqin desa Midar ini tidak berada di tepian jalan raya tapi sedikit masuk melalui sebuah gang kecil yang juga sudah di cor. Ada sebuah gapura yang dibangun di tepi jalan raya lengkap dengan nama masjid ini di bagian atasnya, sebagai penanda dan penunjuk arah bagi yang melintas disana.

Atap limas masjid Al-Muttaqin

Berdiri diantara rumah rumah penduduk yang hampir semuanya berupa rumah panggung tradisional khas Sumatera. Masjid Al-Muttaqin dibangun seperti kebanyakan masjid masjid di tanah air, berupa bangunan masjid dengan struktur atap limas bersusun. Kubah dari atap limas bangunan masjid di Palembang dan sekitarnya memang memiliki keunikan tersendiri seperti pada masjid ini.

Sisi bawah atap limasnya bukan berupa bukaan yang diperuntukkan bagi jendela jendela kecil tapi justru di tutup dengan susunan papan seolah membuatnya sebagai sebuah kubah. Bagian puncak atap limas ini aslinya dan biasanya dilengkapi dengan ornamen khas seperti daun simbar namun pada masjid ini sudah diganti dengan kubah berbahan metal berukuran kecil. Karena tidak ada menara, maka pengeras suara di masjid ini diletakkan dibawah kubah limas di atap nya.

Exterior Masjid Al-Muttaqin Midar
Lahan tempat masjid ini berdiri tidak seluruhnya datar, sehingga bagian belakangnya tampak jauh lebih tinggi dari permukaan tanah disekitarnya, pun demikian dengan posisi kamar mandi dan area berwudhunya yang berada di bagian belakang, ada beberapa anak tangga yang harus dilalui dari sisi belakang masjid ini untuk memasukinya.

Sisi kiri dan kanan masjid ini dilengkapi dengan teras berpagar untuk menghindari masuknya binatang ternak. Ukuran masjid ini cukup besar dengan tiga pintu akses, masing masing di sisi kiri dan kanan ditambah satu pintu akses dari sisi belakang. Denah bangunannya persegi panjang dengan empat pilar utama di bagian tengah menopang struktur utamanya ditambah dua pilar tambahan di sisi depan dan belakang pilar utama.

Mihrabnya dibangun sedikit menjorok ke luar dari bangunan utama. Di ruangan mihrab ini juga ditempatkan satu mimbar terbuat dari kayu, dengan beberapa anak tangga tanpa podium. Bagian dalam masjid ini memang sepir dari berbagai ornamen, ada petunjuk waktu sholat di samping mihrab, Laporan Keuangan masjid, dan papan pengumuman di dinding selatan yang juga memuat Jadwal waktu sholat selama selama satu bulan yang sudah disahkan oleh kementrian agama kabupaten Muara Enim. Dan tak lupa satu buah beduk ditempatkan di teras utara masjid.***

Interior Masjid Al-Muttaqin Midar

--------------------------------

Baca Juga Artikel Masjid Masjid di Tanah Belida Lainnya