Minggu, 24 Juli 2016

Masjid Al-Hidayah Tanjung Pring

Masjid Al-Hidayah Tanjung Pring 

Tanjung Pring adalah sebuah desa di Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI). Dahulunya desa ini dikenal dengan nama Sendawar, nama yang sama persis dengan nama Ibukota Kabupaten Kutai Barat di Kalimantan Timur. Entah mengapa bisa terjadi demikian, dua tempat yang berbeda pulau dan terpaut jarak lebih dari seribu kilometer tapi memiliki nama yang sama.

Sedangkan kabupaten Ogan Ilir (OI) sendiri merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Kabupaten OI ber-ibukota di Inderalaya, komplek pusat pemerintahannya dibangun di atas lahan hasil reklamasi rawa rawa dan lokasinya tidak terlalu jauh dari Desa Tanjung Pring ini.

Ada angka 1 2 1959 di bangunan menara ini, mungkin itu tarikh pembangunan masjid ini

Jalan raya yang melintasi desa Tanjung Pring ini terhubung langsung dengan jaringan jalan raya baru yang dibangun sebagai jalan akses ke pusat pemerintahan kabupaten OI. Sebuah Komplek pusat pemerintahan kabupaten yang direncanakan sebagai kawasan pusat pemerintahan terpadu dimana semua pusat layanan masyarakat nantinya akan dipusatkan di lokasi ini termasuk masjid Agung Kabupaten yang masih dalam tahap penyelesaian.

Alamat dan Lokasi Masjid Al-Hidayah
Desa Tanjung Pring, Kecamatan Inderalaya Utara
Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan
koordinat : 3°14'41.3"S 104°38'24.5"E / -3.244808, 104.640145


Pemilihan lokasi pembangunan pusat pemerintahan ini memang cukup unik. Kawasan yang dipilih selama ini merupakan rawa rawa yang nyaris tak produktif, dan kini menjelma menjadi kawasan pusat pemerintahan dan dikemudian hari bukan tidak mungkin kawasan rawa rawa disekitarnya juga akan berubah menjadi pusat perekonomian di kabupaten yang masih muda belia tersebut.

Desa Tanjung Pring tempat masjid Al-Hidayah ini berada dapat diakses dari kawasan pusat pemerintahan kabupaten OI ini melewati jembatan baru yang terlihat begitu megah ditengah luas nya rawa rawa disana, kemudian berbelok ke kiri, bila mengikuti rambu lalu lintas yang ada disana, ambil arah ke Prabumulih. Ruas jalan tersebut menuju ke ruas jalan lintas tengah Sumatera yang menghubungkan Kota Prabumulih dan Kota Palembang, di pertigaan yang dikenal dengan nama Simpang Pring yang hanya beberapa meter dari pabrik keramik Arwana 2.

Silhoet menara Masjid Al-Hidayah

Meski tak sempat mampir, dari tampilan luar masjid ini terlihat sudah berumur cukup tua. Dengan bangunan utamanya beratap limas (piramida)  ditambah dengan bangunan menara tunggal yang sangat kental dengan kesan usia tuanya. Bangunan masjid ini secara keseluruhan memiliki kemiripan dengan masjid masjid tua di Kawasan Sumatera Selatan lainnya.

Bentuk menaranya besar di bagian bawah lalu mengerucut ke atas dengan dua balkoni di setiap tingkatnya. Yang unik dari menara masjid ini adalah bagian atas menaranya yang berbentuk kerucut bersegi enam seperti gaya menara menara masjid Kazan dan Tatar di Rusia ataupun seperti ujung menara masjid masjid tua peninggalan dinasti Seljuk di Turki Asia.

Kesan itu lebih kental lagi dengan bentuk ornamen bulan sabit dan bintang di ujung menaranya. Perhatikan bentuk bulan sabitnya yang simetris membuka ke atas, persis seperti ornamen di ujung menara masjid masjid Turki Usmani. Sepintas lalu bangunan utama masjid ini sepertinya telah mengalami penambahan teras degan bangunan beton, serta pagar yang sedang dalam proses pengerjaan.

Dibangun nya kawasan pusat pemerintahan Kabupaten OI di Inderalaya memberikan keuntungan tersendiri bagi Desa Tanjung Pring ini, setidaknya kini warga disa memiliki jalan darat akses alternatif yang terbilang cukup baik ke pusat pemerintahan kabupaten OI. Dikemudian hari perkembangan di kawasan pemerintahan tersebut tentunya akan langsung atau tidak langsung akan turut berpengaruh bagi warga desa Tanjung Pring.

- - - - - - - - ooo000ooo - - - - - - - -

Baca Juga