Selasa, 22 Maret 2016

Masjid Baitul Mukmin Bobotsari - Purbalingga

Tampak depan masjid Baitul Mu'min Bobotsari
Pagi hari matahari baru sudah mulai terbit saat mulai wara wiri jalan kaki di ruas jalan Sersan Sayun Bobotsari, senin pagi yang padat macet bila di ibukota dan sekitarnya, tapi disini semua terasa tenang. Sepagi ini warung warung makan di sepanjang jalan ini sudah siap sedia dengan aneka panganannya yang masih panas, cocok dengan suasana pagi yang dingin. Bobot sari yang terletak di lereng gunung Slamet memang terasa lebih adem dibandingkan wilayah ibukota negara.

Masjid Baitul Mukmin Bobotsari

Jalan Gandasari No. 1, RT.002/RW.004, Bobotsari
Kabupaten Purbalingga,Jawa Tengah
Telp pengurus : 0857-2985-8687


Dari jalan sersan sayun terlihat Menara masjid menjulang tinggi diantara bangunan sekitarnya. Itu Menara masjid Baitul Mu’min Bobotsari rupanya. Masjid ini berada di ruas jalan Kolonel Sugiri, ruas jalan yang yang membetuk pertigaan dengan dengan jalan sersan sayun di depan kantor Kecamatan Bobotsari, memposisikan kantor kecamatan itu di tusuk sate menghadap lurus ke jalan colonel Sugiri.

Melihat tata letaknya yang berdekatan dengan kantor kecamatan, sepertinya masjid Baitul Mu’min ini merupakan masjid Jami’ Kecamatan Bobotsari. kami memang hanya singgah sejenak ke masjid ini tanpa sempat berbual mesra dengan orang orang yang ada disana apatah lagi dengan pengurusnya.  namun demikian berikut ini kami bagikan foto masjid ini untuk anda. lumayan untuk menambah referensi meski fotonya apa adanya karena memang direkam dengan kamera hape.

Menara Masjid Baitul Mu'min Bobotsari
Bangunan masjid Baitul Mu’min ini memang megah dengan kubah besarnya dan Menara tunggal yang menjulang. berdasarkan plakat yang di pasang di tembok depan masjid disebutkan bahwa Peletakan batu pertama pembangunan masjid ini di lakukan pada tanggal 23 September 2006 oleh  KH. Abu Tolchah, selaku Imam Besar Masjid Baitul Mu’min. Bobotsari.

Siapapun anda yang membaca tulisan singkat ini dan memiliki informasi ataupun cerita tentang masjid ini silahkan berbagi di kolom komentar. Ataupun bila anda berkenan berbagi data resmi tentang susunan pengurus, aktivitas dan sebagainya yang terkait dengan masjid ini yang tak mungkin di tulis di kolom komentar, monggo berkirim surat ke bujanglanang@gmail.com.

Ekterior Masjid Baitul Mu'min Bobotsari

Bangunan Masjid terhalang oleh bangunan lain bila di lihat dari arah jalan Sersan Sayub
bangunan di latar depan bukan bagian dari masjid, tapi bangunan yang berdiri disebelah masjid.
Menara Masjid Baitul Mu'min Bobotsari dari jauh
Plakat peletakan batu pertama

Interior Masjid Baitul Mu'min Bobotsari

ngadem
Nama Rosulullah di tembok depan 
Pintu akses utama

----------------------



Minggu, 20 Maret 2016

Masjid Panti Wilasa Bobotsari - Purbalingga

MASJID PANTI WILASA BOBOTSARI. Arsitektur yang cukup menarik dengan dua dua lapir dinding. bangunan bagian dalam ini sepertinya adalah bangunan asli sedangkan bangunan sebelah luar adalah bangunan tambahan.

Bobotsari adalah nama salah satu Desa sekaligus nama Kecamatan di kabupaten Purbalingga propinsi Jawa Tengah. Di Desa ini ada masjid kecil dengan nama yang tak biasa, Masjid Panti Wilasa namanya. Ukuran masjidnya tak telalu besar, karena memang merupakan masjid lingkungan di dalam gang sempit tanpa nama.

Masjid Panti Wilasa

RT 04 RW XII Desa Bobotsari, Kecamatan Bobotsari
Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah


Panti Wilasa itu nama dari semacam padepokan atau paguyuban yang kemudian digunakan juga untuk nama masjid ini, belum sempat bertanya makna nama itu. Almarhum Eyang Mahuri yang dulunya mengajar di daerah dan di masjid itu beliau juga dikenal dengan nama Syech A.A. Djaprikarim, makamnya kini berada di pemakaman umum tak jauh dari masjid panti wilasa ini, beliau meneruskan apa yang dirintis ayahandanya Yaitu Eyang Samahuri yang dikenal juga dengan nama Syech Makdum Husen atau Tumenggung Kenduruan yang namanya kini diabadikan sebagai nama tempat dimana beliau bermakam.

Jendela bangunan (lama) bagian dalam dimanfaatkan sebagai rak untuk menyimpan kitab suci Al-Qur'an
Masjid kecil ini berusia sudah cukup tua, dibangun secara swadaya oleh muslim setempat. Letaknya yang berada di dalam gang diantara rumah rumah penduduk, membuat masjid ini memang sama sekali tak terlihat dari jalan raya namun nyaman untuk ngadem. Teras depannya sudah diberi kanopi yang juga menutupi keseluruhan ruas jalan kecil di depan masjid ini.

Selain namanya yang tak biasa, bangunan masjid ini juga tak biasa. Barangkali dulunya pada saat dibangun masjid ini hanya sebuah mushola dengan ukuran kecil, kemudian diperluas tanpa merobohkan bangunan aslinya tapi dengan menembok keseluruhan terasnya membentuk bangunan baru. Sehingga seakan ada masjid di dalam masjid. Seperti halnya dengan bangunan masjid sang ciptarasa di Cirebon yang diperluas tanpa mengganggu bangunan aslinya.

Bagian depan masjid Panti Wilasa dengan tiga pintu aksesnya. Dulunya pintu ini tidak pernah di kunci namun kemudian pernah terjadi pencurian kotak amal masjid, kini pengurus berinisiatif mengunci pintu masjid di malam hari.
Bangunan utama masjid di sisi dalam dilengkapi dengan empat pintu akses tanpa daun pintu, masing masing di satu di sisi kiri dan kanan serta dua pintu akses di bagian depan menghadap ke jalan. Sedangkan bangunan sisi terluar dilengkapi dengan tiga pintu akses dan semuanya menghadap ke jalan tanpa akses dari samping.

Khusus untuk pasokan air, pasokan air ke masjid ini berlimpah. Pasokan air ke Bobotsari dan hampir seluruh wilayah Purbalingga dipasok langsung dari air pegunungan yang berasal dari begitu banyak mata air di gunung Slamet. Tak seberapa jauh dari masjid ini pun terdapat mata air yang sangat jernih dan tak pernah kering yang oleh masyarakat disebut sebagai mata air kali banda.  di belakang masjid ini sebenarnya ada sumur yang masih ada sampai saat ini yang dulunya dibuat oleh (alm) Eyang Mahuri untuk keperluan berwudhu Jemaah masjid, namun kini sudah timbun meski bangunan tembok keliling dan tiang timba nya masih utuh.

Sore hari Ngaso di teras masjid ini, masih bisa menikmati ramainya suara bocah bocah belajar mengaji. Mirip seperti suasana di kampung halaman nun jauh di sana. Suara khas anak anak dengan langgam jawa yang kental bergantian membaca juz amma di tuntun oleh guru mengajinya, sementara beberapa orang tua menunggu anak anak nya belajar mengaji sambil ngupi di teras masjid, di tengah ademnya udara lereng Gunung Slamet.***

Kanopi yang di depan masjid hingga ke jalan di depannya.
Mimbar kembar di dalam masjid Panti Wilasa
Salah satu pintu akses dari bangunan lama
Ventilasi udara & cahaya di atap masjid 
Penampungan air untuk bersuci
memandang ke luar masjid
The origin of Panti Wilasa di rumah sesepuh setempat

---------------- 


Note : foto foto pengurus dan jamaah masjid Panti Wilasa dapat anda temukan di blog rtrw-bobotsari.blogspot.co.id