Selasa, 05 Januari 2016

Masjid H. Hasan Al-Habib, Pematang Panggang, OKI

#Masjid Masjid di Jalan Lintas Sumatera

Masjid H. Hasan Al-Habib Pematang Panggang. 

Masjid di Tapal Batas Sumsel Dan Lampung

Desa Pematang Panggang adalah desa pertama di wilayah propinsi Sumatera Selatan setelah kita meninggalkan propinsi Lampung melalui jalur lintas timur Sumatera. Secara Administratif Pematang Panggang masuk kedalam kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) propinsi Sumatera Selatan.

Alamat Masjid H. Hasan Al-Habib
Jl. Lintas Timur Sumatera, Dusun VII, Desa Pematang Panggang
Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir
Propinsi Sumatera Selatan, Indonesia




Bila di di Wilayah Sumatera Selatan, Nama Mesuji merupakan nama salah satu Kecamatan di Kabupaten OKI, sedangkan di propinsi Lampung Mesuji merupakan nama Kabupaten yang kedua wilayah ini saling bersebelahan dipisahkan oleh Sungai Mesuji sebagai batas alami kedua propinsi di selatan pulau Sumatera tersebut.

Masjid H. Hasan Al-Habib berdiri di sebelah barat Desa Pematang Panggang, sekitar 20 menit dari gerbang perbatasan propinsi Lampung dan propinsi Sumatera Selatan, di sisi kiri jalan raya bila kita dari arah Lampung menuju Palembang. Bangunannya sederhana namun permanen dipahar keliling dengan jaring halus (biasa disebut waring) setinggi sekitar 80 – 90 cm untuk mencegah masuknya binatang ke dalam masjid.

Di dalam Masjid H. Hasan Al-Habib Pematang Panggang. 
Singgah sebentar ke masjid ini untuk sholat zuhur dan beristirahat dalam perjalanan bersama keluarga ke arah Palembang jelang Lebaran setahun lalu, sempat berbincang bincang sebentar dengan Drs. Bakri Habib, MM, MBA yang ternyata juga merupakan salah satu pengurus sekaligus pembangun masjid ini.

Menurut penuturan beliau nama masjid ini mengabadikan nama orang tua dan sesepuh mereka (wajar bila ada kemiripan nama beliau dengan nama masjid ini).  Belaiau menjelaskan bahwa datuk mereka dulunya berasal dari tanah Jawa kemudian merantau dan ahirnya menetap di Pematang Panggang, dan anak keturunan nya kini sudah menjadi bagian dari Pematang Panggang.

Petugas harian
Siang yang terik di penghujung Romadhon memang pas ngadem sebentar di masjid ini. Hawa di dalam masjid terasa sejuk dengan banyak digunakannya material kayu di plafon masjid sepertinya cukup efektif untuk sedikit meredam teriknya cuaca pulau sumatera di siang hari. Jemaah zuhur siang itu tidak terlalu ramai. Selain kami ada dua lagi keluarga pemudik yang turut mampir di masjid ini, selain itu adalah Jemaah muslim setempat.

Pak Bakri Habib itu mantan Dosen dan sudah berkelana ke berbagai wilayah dan pelosok propinsi sumatera selatan termasuk menjadi tim sukses SUMSEL-1. Perbincangan hangat itu harus kami sudahi untuk kembali melanjutkan perjalanan yang masih cukup jauh. Terima kasih atas semua keramahan dan do’a nya.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara
------------------------------------------------------------------


Masjid di Jalan Lintas Sumatera Lain nya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hindari komentar yang berbau SARA