Sabtu, 31 Desember 2016

Masjid Agung Nurussa’adah Tanjung Raja

Masjid Agung Nurussa'adah Tanjung Raja

Masjid Agung Nurussa’adah merupakan salah satu masjid di Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan yang berada di tepian ruan jalan lintas timur Sumatera. Masjid megah dengan rancangan Masjid Modern berkubah tunggal di atapnya dengan dominasi warna hijau diseluruh bangunannya. Satu menara berbentuk sederhana berdiri di halaman samping terpisah dari bangunan utama.

Meski menyandang nama Masjid Agung, masijid ini bukanlah masjid Agung Kabupaten Ogan Ilir, dan Tanjung Raja juga bukan ibukota kabupaten bagi Kabupaten Ogan Ilir yang merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Ogan Komering Ilir. Masjid Agung Kabupaten Ogan Ilir berada di komplek perkantoran Pemerintahan kabupaten di Inderalaya.

Masjid Agung Nurussa’adah
Jalan lintas timur Sumatera, Desa Tanjung Raja Barat
Kec. Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Indonesia
Koordinat: -3.330976, 104.770554



merujuk kepada data kemenag, Masjid Nurussa’adah ini berstatus sebagai Masjid Jami’, dibangun tahun 1997 dengan luas bangunan 400 meter persegi berdiri di atas tanah wakaf seluas 1500 meter persegi. Dengan pekarangan yang cukup lega, masjid Agung Nurussa’adah ini cukup nyaman dijadikan persinggaha diperjalanan mudik, bagi para pemudik yang melintasai jalan lintas timur Sumatera, ataupun sekedar singgah untuk menunaikan sholat sholat saat melintas di Tanjung Raja.***

Menara masjid diantara rumah penduduk

---------------------------------------

Masjid di Ogan Ilir Lain-nya



Senin, 26 Desember 2016

Masjid Roudhotus Solihin Tanjung Raja

Dari jembatan Tanjung Raja, Masjid Roudhatus Solihin Tanjung Raja terlihat megah di kejauhan ditengah tengah pemukiman penduduk kota Tanjung Raja.

Masjid Roudhatus Sholihin merupakan masjid yang berada di Desa Tanjung Raja, kecamatan Tanjung Raja, kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Masjid ini terlihat dengan jelas dari arah jembatan Tanjung Raja apabila anda sedang melintas di atas jembatan Tanjung tersebut dari arah kota Palembang ke arah Kota Kayu Agung.

Lokasi Masjid ini sebenarnya berada tepat di belakang Komplek kantor kecamatan Tanjung Raja, ada ruas jalan Kolonel H. Hasmuni Has disamping kantor camat menuju arah sungai Ogan, dan Jalan tersebut berahir di depan masjid ini. lokasi masjid ini berdiri memang berada di pusat kota Tanjung Raja, selain kantor kecamatan, di lokasi ini berjejer beberapa kantor pemerintahan dan pasar serta terminal Tanjung Raja.

Masjid Roudhatus Sholihin
Jl. Kolonel H. Hasmuni Has, Desa Tanjung Raja Utara
Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir
Sumatera Selatan, Indonesia



Arsitektur masjid Roudatus Solihin ini memiliki kemiripan yang sangat kental dengan Masjid Agung Nurussa’adah Tanjung Raja dan Masjid Al-Abror di Sakatiga Seberang, kecamatan Inderalaya. Bila masjid tradisional nusantara memiliki ciri bangun atapnya yang berupa atap limas bersusun tiga, masjid ini juga memiliki atap bertingkat meskipun berupa atap beton dan di atap tertingginya dilengkapi dengan kubah bundar dari beton terlihat megah dari seberang Sungai Ogan yang membelah kota Tanjung Raja.

Kecamatan Tanjung Raja pada mulanya meliputi Kecamatan Rantau Alai, Rantau Panjang, Sungai Pinang, dan beberapa desa yang sekarang menjadi wilayah Kecamatan Indralaya Selatan. Letak nya yang strategis di jalur lintas timur Sumatera menjadikan wilayahnya sebagai Kota Transit.

diantara atap rumah rumah penduduk

Salah satu yang menjadikan ikon kecil kota ini adalah Pindang Pegagan-nya yang terkenal lezat dan sedap. Penduduk kecamatan Tanjung Raja mayoritas bekerja sebagai petani, dan sebagian kecil sebagai PNS serta penduduk di wilayah ini bersuku bangsa Pegagan, Kayuagung, dan jawa, sedangkan bahasa yang digunakan oleh masyarakat sehari-hari adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Palembang, Bahasa Pegagan, dan Kayuagung.

Kecamatan Tanjung Raja merupakan salah satu kota terbesar selain Indralaya dari segi aspek sosial, budaya, perekonomian, penduduk, dan kota kecil yang mandiri, maju, dan sejahtera masyarakatnya. Dan apabila nantinya Indralaya menjadi Kota Madya di lingkungan Provinsi Sumatera Selatan, Tanjung Raja mungkin akan sebagai ibukota penggantinya.***

Minggu, 25 Desember 2016

Masjid Dan Musholla di Objek Wisata Makam Godog

Empat masjid dan mushola di kawasan wisata rohani makam Godog, Garut

Objek Wisata Rohani Gunung Godog di Garut, identik dengan nama Syech Rohmat Suci yang oleh para pemerhati sejarah penyebaran Islam di tatar Sunda disebut sebagai nama lain dari Raden Kian Santang, putra dari Prabu Siliwangi, Maharaja Pajajaran. Ada berbagai versi tentang perjalanan Raden Kian Santang hingga menjadi salah satu tokoh yang dikenal sebagai penyebar Islam di wilayah Garut dan sekitarnya. Rata rata semua kisah tersebut bersumber dari kisah tutur tinular yang disampaikan secara turun temurun atau Saur Sepuh, sehingga teramat sulit untuk mendapatkan alur otentik dari semua kisah tersebut.

Namun ada benang merah dari beragam versi hikayat tersebut yang pada intinya adalah bahwa, Raden Kian Santang adalah salah satu dari anak Prabu Siliwangi dari pernikahannya dengan Subang Larang atau Subang Karancang. Ketika mencapai usia remaja Raden Kian Santang tertarik mendalami ajaran Islam dan berguru hingga ke tanah arab. Sekembalinya ke tanah Jawa beliau men-syi’arkan Islam di sekitar Gunung Godog Garut sampai beliau wafat dan dimakamkan di puncak gunung tersebut.

Makam Godog
Desa Godog, Kec. Karangpawitan
Kabupaten Garut, Jawa Barat 44182, Indonesia


Hingga kini makamnya senantiasa di ziarahi oleh para peziarah yang datang dari berbagai daerah, pemkab Garut juga telah menetapkan daerah tersebut sebagai salah satu destinasi wisata religi andalan. Selain Raden Kian Santang atau Syech Rohmat Suci, di gunung ini juga terdapat makam para pengikut setia dan orang orang kepercayaan beliau. Makam Syech Rohmat Suci (Raden Kian Santang) berada di puncak tertinggi gunung Godok sementara makam para pengikut beliau berada di posisi yang lebih rendah.

Untuk menuju ke komplek pemakaman ini dari area parkir, pengunjung harus berjalan kaki melewati jalanan menanjak yang sudah di cor hingga ke gerbang komplek pemakaman, ada pos retribusi di gerbang pemakaman ini. Dari gerbang ada sederet anak tangga yang harus di lalui sampai ke puncak, dan di sepanjang perjalanan ada beberapa makam dari pengikut pengikut beliau yang semuanya sudah dibangun sebagai bangunan permanen, sebelum kemudian tiba di puncak tertinggi, disana terdapat bangunan besar yang merupakan makam Syech Rohmat Suci alias Raden Kian Santang sekaligus menjadi makam utama di komplek pemakaman ini.

Sepanjang perjalanan dari tempat parkir hingga ke makam Syech Rohmat Suci (Raden Kian Santang) setidaknya terdapat dua masjid dan dua mushola. berikut ini Masjid masjid dan musholla tersebut.

Musholla Al-Amin

Mushola Al-Amin di area parkir makam godog


Mushola pertama bernama Mushola Al-Amin, berada di area parkir, kemudian satu masjid di pemukiman warga beberapa meter menjelang gerbang pemakaman ditepian jalan yang mendaki, letaknya disebelah kiri jalan menuju ke gerbang makam. Dari tempat parkir ini, pengunjung harus meninggalkan kendaraannya, lalu berjalan kaki melewati jalanan menanjak yang sudah di cor. Ada yang siap menjaga kendaraan anda, saat berkunjung kesana, kendaraan kami bahkan dapat bonus, Saat kami titipkan kondisinya kotor penuh debu dan lumpur, saat kami kembali ternyata sudah di cuci dan dibersihkan oleh anak anak yang berjaga disana. Soal tarif "Saridho-na" atau se-ridho-nya ajah pak.  

Masjid Kampung Godog

Add caption


Tak ada papan namanya, masjid satu ini letaknya hanya beberapa meter sebelum gerbang komplek pemakaman godog. letaknya di sebelah kiri jalanan yang menanjak tersebut. Dari titik ini kita bisa menikmati pemandangan kota Garut dari ketinggian. tempat strategis lainnya untuk mendapatkan pemandangan yang menawan adalah dari arah jalan raya beberapa meter sebelum mencapai masjid ini.

Masjid Jami’ Al-Rohman

Kotak amal di tengah jalan


Masjid Jami’ Al-Rohman berada di dalam komplek pemakaman atau akan kita jumlpai setelah melewati gerbang pemakaman. di sebelah kanan jalan diantara pohon pohon besar yang kemungkinan sudah berusia ratusan tahun, ada beberapa rumah penduduk disekitar masjid ini, dan juga ada kotak amal yang diletakkan ditengah tengah jalan akses di dalam kawasan wisata ini.

Musholla Makam Godog

Mushola di samping Makam Syech Rohmar Suci


Makam Syech Rohmat Suci (Raden Kian Santang) sudah dibangun cukup besar untuk menampung para peziarah, ada beberapa orang yang mendonasikan dana nya untuk membangun makam ini. Disamping bangunan makam juga telah dibangun sebuah mushola permanen dengan bentuk rumah panggung berlantai dan berdinding kayu, lokasinya persis di samping bangunan makam atau di sebelah kiri jalan sebelum masuk ke dalam bangunan makam Makam Syech Rohmat Suci (Raden Kian Santang).

Objek Wisata Religi Makam Godog ini memiliki daya Tarik tersendiri dengan letaknya yang berada di ketinggian, memberikan pemandangan bentang alam yang begitu mempesona, dari beberapa titik di lokasi ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan pegunungan dengan hamparan pusat kota Garut di Kejauhan. Khusus di malam hari kerlap kerlip lampu kota Garut tampak begitu indah di kejauhan.

Gunung Papandayan tampak begitu indah dari kejauhan dari titik ruas jalan beberapa meter dari Masjid Kampung Godog.

Ditambah lagi dengan hawa pegunungan yang sejuk dan segar menjadikan lokasi ini cukup nyaman untuk ngadem. Statusnya sebagai objek wisata religi memang membuatnya lebih kental dengan kata keramat dibandingkan sebagai objek wisata, hal itu juga menjadikan seluruh komplek makam ini terjaga kondisi alamnya, kita masih bisa menemukan pepohonan berukuran besar menjulang dikiri kanan jalan, dan kawasan hutan disekitarnya masih relatif terjaga menghadirkan suasana yang sama sekali berbeda bagi mereka yang terbiasa hidup di perkotaan.

Ada sumber air yang sangat jernih disini, meski untuk menjangkaunya butuh sedikit usaha karena harus turun ke lembah melewati pesawahan yang menghijau. Terjaganya kawasan hutan di gunung ini menjadikan sumber airnya pun masih terawat baik meski dengan debit yang tak begitu besar namun senantiasa mengalirkan air yang jernih dan sejuk, benar bernar menantang untuk diteguk, menikmati air pegunungan langsung dari sumber mata airnya.***

Sabtu, 24 Desember 2016

Masjid Jami’ Riyadul Jannah Parakan Badak

Berada di sisi jalan menuju ke Curug Cigentis, ikon wisata pegunungan kabupaten Karawang, Masjid Jami' Riyadul Jannah ini bisa menjadi persinggahan bagi anda yang sedang melintas disana.


Mampir ke masjid ini di sore hari untuk sholat asyar di awal tahun 2014 yang lalu, sekalian ngaso sepulang dari curug Cigentis bersama jagoan keilku. Battery kamera sudah bip bip dan hanya cukup untuk merekam dua lembar foto masjid ini. Masjid ini memang berada di jalur perjalanan dari dan menuju ke kawasan wisata Curug Cigentis, suasananya pun masih dalam suasana pegunungan yang adem ayem dengan pemandangan yang ijo royo royo.

Tempat wudhu nya ditempatkan di sisi kanan pekarangan depannya dibawah pohon belimbing yang sedang lebat lebatnya berbuah sampai sampai buahnya jatuh berserakan di tanah. Di sisi kiri halaman depan masjid ini dibangun tempat parkir kendaraan roda dua dilengkapi dengan atap dari asbes.

Masjid Jami’ Riyadul Jannah Parakanbadak
Desa Mekar Buana, Kecamatan Tegalwaru
Kabupaten Karawang, Jawa Barat



Lokasi masjid ini berada diantara pertigaan menuju ke curug Cigentis dan Gerbang penarikan retribusi memasuki kawasan desa wisata Mekarbuana. Oh Iya Desa Mekarbuana ditetapkan sebagai desa wisata oleh pemkab Karawanga sehingga para pengunjung yang akan masuk kesana (melintasi pos retribusi) harus membayar biaya restribusi yang besarannya sudah ditetapkan oleh Pemkab Karawang. Pos penarikan retribusi tersebut dibangun di gapura masuk ke desa Mekarbuana yang lokasinya persis berada di depan kantor Kepala Desa Mekarbuana.***

Di dalam masjid Jami Riyadul Jannah

------------------------------

Baca juga artikel masjid di Karawang lainnya :


Minggu, 18 Desember 2016

Masjid Jami’ Miftahul Jannah Parung Laksana

Kecil itu indah.

Kampung Parung Laksana adalah salah satu kampung di dalam desa Tamansari kecamatan Pangkalan, kabupaten Karawang, lokasi desa ini berada persisi di tepian Sungai CIbe’et yang merupakan batas alam antara kabupaten Karawang dengan Kabupaten Bekasi. Tamansari berbatasan langsung dengan kecamatan Bojongmangu kabupaten Bekasi yang berada di seberang sungai Cibe’et.

Parung Laksana dan wilayah desa Tamansari ini merupakan desa yang terdampak langsung oleh aktivitas pabrik semen Garuda yang berada di tepian sungai Cibe’t di wilayah kabupaten Bekasi tepat di seberang kampong Parung Laksana ini. Jembatan akses dari pabrik semen Garuda ini ke ruas jalan raya Pangkalan yang membentang dari Kali malang hingga ke Cigentis tak jauh dari lokasi masjid Jami’ Miftahul Jannah Parung Laksana ini berdiri.

Masjid Jami’ Miftahul Jannah Parung Laksana
Jalan Raya Pangkalan, Kampung Parung Laksana
Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Kab. Karawang
Jawa Barat, Indonesia 41362
Koordinat : -6.448802, 107.211967



Ukuran masjidnya tidak terlalu besar namun dibangun cukup indah dengan kubah bawang di atapnya ditambah dengan dua bentuk menara tak terlalu tinggi di sisi kiri dan kanan kubah utamanya. Di ujung menara ini juga ditempatkan masing masing kubah bawang yang semuanya di cat berwarna ke emasan. Bangunan masjid yang cukup apik, lengkap dengan gapuranya.***


Sabtu, 17 Desember 2016

Masjid Sabilil Muttaqin Tugu Jaya

Megah di tengah tengah desa Tugu Jaya, Masjid Sabilil Muttaqin tampil cantik dengan beragam ornamen menara menara kecil di atap masjid.

Tugu Jaya adalah salah satu desa di dalam wilayah kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Lokasinya berada di jalan lintas timur sumatera yang menghubungkan provinsi Lampung dan Sumatera Selatan. Desa Tugu Jaya adalah salah satu desa yang dibangun dan berkembang dengan program Transmigrasi sejak era pemerintahan presiden RI ke-dua, Pak Harto. Tidak mengherankan bila penduduk di desa ini sehari hari bertutur dalam Bahasa Jawa, bukan berbahasa komering Ilir ataupun berbahasa Pelembang.

Pun begitu saat kami singgah ke masjid ini untuk sholat magrib, beberapa Jemaah yang sempat berkomunikasi dengan kami memang terdengar lebih fasih berbahasa Indonesia daripada Bahasa Palembang yang dipakai sebagai Bahasa pengantar antar suku masyakarat Sumatera Selatan. Beberapa anak anak kecil yang asik bermain bakda sholat magrib pun terdengar berdialog dalam Bahasa jawa yang medhok. Desa Tugu Jaya memang cukup jauh dari kota Kayu Agung selaku ibukota kabupaten OKI, dan lebih jauh lagi dari kota Palembang yang merupakan ibukota provinsi.

Masjid Sabilil Muttaqin
Jl. Lintas Timur, Desa Tugu Jaya Kp. 1 RT.01
Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir 30657
Sumatera Selatan, Indonesia



Di tengah desa Tugu Jaya berdiri sebuah masjid Jami yang cukup megah dan refresentatif karena memang berada di tepian jalur lintas timur sumatera yang terkenal itu. Karena lokasinya itu masjid ini menjadi salah satu persinggahan para pemudik yang melintas. ditambah lagi dengan halaman parkirnya yang cukup lega dan lokasinya yang berada ditengah tengah kampung, cukup nyaman untuk mampir dan istirahat.

Masjid Jami Sabilal Muttaqin dibangun berlantai dua dan belum selesai 100% terutama pada bagian lantai dua masjid. Kubah besar di atap masjid ini terlihat dari kejauhan dengan penggunaan bahan enamel warna hijau biru dan kuning. Ada dua bentuk Menara bundar mengapit kubah utama di sisi kiri dan kanannya di atas atap masjid ditambah dengan beberapa ornamen bentuk Menara Menara berukuran kecil di atap masjid dan di area luar lantai dua masjid yang masing masing ditempatkan segaris dengan pilar yang berada dibawahnya, membuatnya seakan sekan bagian pilar masjid yang menembus ke atas.

Ruang dalam Masjid Sabilil Muttaqin

Seluruh pekarangan masjid ini sudah di semen rapi, selain lega untuk parkir kendaraan, bebas dari becek dan juga tentu saja merupakan area tambahan yang cukup luas untuk sewaktu waktu digunakan sebagai area sholat tambahan di Idul Fitri, Idul Adha ataupun untuk acara acara lainnya. teras masjid di sisi kiri, kanan dan depan masjid di pagar dengan besi sebagai garis batas area suci. Area wudhu dan toilet ditempatkan di bagian belakang bangunan. sedangkan disisi kiri masjid ada sederetan bangunan sepertinya adalah ruang kelas untuk madrasah.

Ruang Sholat utama di lantai dasar masjid ini cukup lega, lantainya di lapis dengan keramik warna terang. sisi kiri ruangan di sekat dengan kain sebagai ruang sholat untuk Jemaah wanita. Bagian dalam masjid ini dibuat minimalis, seolah sepi dari beragam ornamen hias. Satu mimbar dari kayu berukir indah ditempatkan di area mihrab.***

Exterior Masjid Sabilal Muttaqin

Dari arah jalan raya lintas timur sumatera, menjelang magrib.
Kubah dan lafazd Allah
Gedung Sekolah di halaman masjid
Prtugas Jum'at
Laporan Keuangan, terbuka untuk umum

Interior Masjid Sabilil Muttaqin

Area untuk jemaah wanita dibalik partisi kain hijau
Pintu timur
Mimbar Masjid Sabilil Muttaqin
Empat sokoguru
Refleksi cahaya senja