Kamis, 06 Juni 2013

Masjid Jami Al-Ikhlash Cipari, Cisarua berdiri diantara Jejeran Villa

Berdiri berseberangan dengan sebuah VIlla di Kp. Cipari di dalam wilayah kelurahan dan kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor. Inilah Masjid Jami Al-ikhlas Cipari.
Masjid Jami’ Al-Ikhlash yang satu ini berada di dalam kampung Cipari, salah satu kampung yang tepat berada di kawasan wisata puncak, Bogor, Jawa Barat. Layaknya masjid yang berdiri di kawasan wisata, masjid satu ini pun berdiri diantara bangunan villa yang begitu menjamur di kawasan tersebut.

Masjid Jami Al-Ikhlash
Kp. Cipari, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cisarua
Kabupaten Bogor – Jawa Barat
Koordinat Geografi :  6°40'34.81"S 106°56'18.80"E
Ketua DKM : H. Damanhuri





Dari perempatan pasar cisarua ke arah puncak / Taman Safari, belok ke kanan, pertigaan pertama belok ke kiri, di pertigaan belok sedikit ke kiri. Lokasinya berdiri persisi berhadap hadapan dengan sebuah villa milik pribadi. Seperti tempat tempat lainnya di kawasan puncak, di daerah ini pun bertaburan villa villa milik perorangan ataupun perseroan.

seperti kebanyakan masjid lingkungan yang ada di tanah air, masjid inipun memanfaatkan sisa lahannya sebagai area tambahan sholat dengan memasang kanopi di sisi timur bangunan utamanya.
Aku tak menemukan penanda seperti lempengan plakat atau selembar piagam pembangunan yang menandai kapan masjid ini dibangun. Hanya ada beberapa lembar foto berbingkai di atas pintu masuk sebelah timur, sepertinya foto foto suasana saat peresmian masjid ini tapi tanpa tanggal.

Back Groundnya asik kan.
Singgah sejenak ke sini pagi saat matahari perlahan terbit, sambil lalu menikmati cuaca pagi sekalian mengibati penasaran soalnya menara dan kubah masjid ini terlihat jelas dari jendela kamar hotelku menginap.


Interior Masjid
Di dalam masjid masih ada beberapa jemaah bapak Bapak yang sedang khusu’ melanjutkan zikir ba’da subuh, mungkin mereka sengaja berdiam di masjid sekalian menunggu waktu yang tepat untuk sholat dhuha baru kemudian beranjak pulang.

Atap yang unik
Atap utama masjidnya sebenarnya hanya satu susun saja bukan bersusun tiga layaknya masjid masjid tradisional Indonesia. Tapi ditambah dengan bangunan kubahnya yang dibuat bersusun tiga, tetap saja pada ahirnya atap masjid ini menggunakan filosofi masjid dengan atap susun tiga. kubah dan menaranya itu yang terlihat dari jauh.

Tampak depan atau tampak samping. Dari sisi selatan.
Masjid ini berdiri di sisi utara jalan raya. Jadi sisi depannya yang menghadap ke jalan adalah sisi selatannya. Dua pintu itu selalu tertutup, di hari biasa seperti saat saya singgah ke sana, jemaah keluar masuk dari pintu timur yang mengarah ke kanopi.

Bonus pemandangan gratis
Dari teras masjid ini tersaji pemandangan puncak yang sangat menawan, seperti pada foto di atas. di cuaca cerah seperti pagi itu gunung gunung di kejauhan tampak begitu gagah di cuaca yang sejuk di pagi hari. So bila anda sedang kebetulan menginap di sekitar tempat ini, tak ada salahnya singgah ke masjid yang satu ini.****