Minggu, 17 Maret 2013

Masjid Jami' Baetul Ma'mur Anjun, Plered - Purwakarta

Masjid Jami' Baetuk Ma'mur Anjun

Masjid di Sentra Keramik

Pernah dengar Sentra Keramik Plered Purwakarta ? atau malah anda pernah singgah kesana ?. Sentra Kramik Plered dapat dengan mudah dicapai jika anda sedang berada di ruas jalan antara Bandung ke Jakarta atau sebaliknya melewati Cikampek. Di sini banyak dijumpai keramik yang unik dan pantas untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Bentuknya beraneka ragam dan relatif murah.

Sentra industri keramik Plered berada di Kecamatan Plered, dalam wilayah Kabupaten Purwakarta, kecamatan Plered memiliki luas wilayah 36,79 km persegi dengan jumlah penduduk sekitar 76 ribu jiwa. Sentra industri kecil ini terletak di Desa Anjun, Citeko, dan Desa Pamoyanan. Plered sudah lama dikenal sebagai daerah penghasil keramik.

Masjid Jami' Baetuk Ma'mur Anjun
Pembuatan keramik Plered memang sudah berlangsung turun temurun dan diperkirakan dimulai sejak tahun 1904. Awalnya, masyarakat sekitar membuat keramik dari tanah liat merah dan termasuk gerabah ini untuk memenuhi perkakas rumah tangga. Tapi, pada perkembangannya kerajinan tersebut mampu menjadi sumber pendapatan tersendiri bagi masyarakat sekitar.

Memasuki kawasan sentra keramik plered ini, desa Anjun merupakan desa pertama yang akan kita temui, di sepanjang ruas jalan Anjun ini berjejer kios kios para pedagang keramik aneka bentuk dan harga. Sangat menarik untuk dikunjungi bagi para kolektor atau para penggemar keramik.

Diseberang Masjid Jami' Baetuk Ma'mur Anjun ini berjejer kios kios keramik aneka rupa
Nama desa Anjun sendiri konon berasal dari nama Pangeran Panjunan dari Cirebon yang membawa tanah ke desa ini. Hikayat itu yang kemudian berkembang menjadi asal muasal berkembangnya kerajinan pembuatan gerabah dan keramik di daerah tersebut.

Selain dapat memilih beraneka bentuk keramik dan gerabah, pemandangan desa ini pun cukup indah dengan latar belakang gunung Cupu disebelah barat menjulang tinggi mendominasi pemandangan desa dengan beberapa bongkah batu besar di puncaknya yang sekilas terlihat hanya menempel begitu saja di puncak tertinggi gunung batu tersebut.

Masjid Jami' Baetuk Ma'mur Anjun
Ditengah sentra keramik di Desa Anjun berdiri megah sebuah masjid bernama Masjid Jami’ Baetul Ma’mur. Sebuah masjid beton berlantai dua. Berada disisi timur jalan raya Anjun atau disebelah kiri jalan pada saat kita memasuki wilayah desa tersebut. Lokasinya yang persis berada di pusat penjualan keramik dan dipinggir jalan raya menjadikannya sangat mudah untuk dijangkau bagi para pelancong kesana.

Lokasi dan Alamat Masjid Jami’ Baetul Ma’mur

Jalan Raya Anjun, Kampung Gunung Cupu
Desa Anjun, Kecamatan Plered
Kabupaten Purwakarta - Jawa Barat
Koordinat geografi : 6°38'7.94"S 107°23'55.42"E





Layaknya masjid yang berada di sentra keramik, dibelakang dan disamping masjid inipun terdapat rumah yang difungsikan sebagai kios keramik, dan bengkel pembuatan keramik berikut fasilitas oven pembakarnya. Diseberang masjid ini berdiri gedung sekolah milik yayasan Saeful Hidayah yang mengelola pendirikan tingkat Raudhatul Athfal (Taman Kanak Kanak) dan Diniyah Takmiliyah Awwaliyah.

Lokasi masjid ini berdiri juga hanya berjarak sepelemparan batu dari kediaman Lurah Anjun, Ferry Ainul Husni. Rumah kediaman Pak Kades desa Anjun ini bersebelahan dengan gedung Yayasan Saeful Hidayah yang disebutkan tadi. Kang Lurah Ferry menjabat sebagai Kepala Desa Anjun meneruskan jabatan yang sebelumnya dipegang ayahanda-nya.

Masjid Jami' Baetuk Ma'mur Anjun
Arsitektural Masjid Jami’ Baetul Ma’mur

Masjid Jami’ Baetul Ma;mur dibagun berlantai dua. Sisi kiblat masjid menghadap ke jalan raya sehingga dengan sendirinya pintu utama bangunan masjid ini menghadap ke selatan. Dua tangga beton diletakkan di sisi timur dengan akses dari arah utara dan selatan. Sedangkan tempat wudhu dan toilet dibangun di sisi utara.

Tangga masjid yang berada disebelah luar membuat ruang dalam masjid utuh tanpa tangga. Hanya saja resiko tangga yang berada disebelah luar bangunan seperti ini membuat jemaah yang sudah di dalam harus keluar dulu untuk berpindah dari lantai dasar ke lantai atas ataupun sebaliknya.

Masjid Jami' Baetuk Ma'mur Anjun
Kontur tanah desa nanjun sendiri memang berbukit bukit membuat jalan raya anjun yang melintas di depan masjid ini jauh lebih tinggi dari permukaan tanah tempat masjinya berdiri. Ada sembilan anak tangga yang harus dituruni dari jalan raya menuju ke halaman masjid berarsitektur arabia ini.

Ciri utama bangunannya ditandai dengan kubah tunggal di tengah atap masjid ditambah dengan empat menara menara kecil di masing masing empat penjuru atapnya. Sebuah bendera kalimah tauhid bewarna hitam dipasang di salah satu puncak menara ini.

Masjid Jami' Baetuk Ma'mur Anjun
Di dalam masjid ada empat sokoguru bundar bergaya romawi menopang lantai dua masjid. Mihrabnya dilengkapi dua jendela di masing masing sisi kiri dan kanannya. Sedangkan mimbarnya berupa sebuah podium sederhana lengkap dengan perangkat mikropon-nya.

Perangkat pengeras suara di masjid ini sepertinya cukup memadai. Di bagian dalam ada beberapa pengeras suara yang dipasang dilantai dasar ataupun di lantai dua sedangakan untuk mengumandangkan azan dipasang tiga buah speaker di ujung kubah utama. Dan disekeliling lantai dua ada area balkon yang bisa diakses dari pintu barat di lantai dua, dari area ini pemandangan cukup luas untuk memandang kesekeliling.***

Exterior Masjid Jami' Baetul Ma'mur Anjun


Masjid Jami' Baetuk Ma'mur Anjun
Masjid Jami' Baetuk Ma'mur Anjun
Masjid Jami' Baetuk Ma'mur Anjun
Masjid Jami' Baetuk Ma'mur Anjun
Masjid Jami' Baetuk Ma'mur Anjun

Interior Masjid Jami' Baetul Ma'mur Anjun


Masjid Jami' Baetuk Ma'mur Anjun
Masjid Jami' Baetuk Ma'mur Anjun
Masjid Jami' Baetuk Ma'mur Anjun
Masjid Jami' Baetuk Ma'mur Anjun
Masjid Jami' Baetuk Ma'mur Anjun
Masjid Jami' Baetuk Ma'mur Anjun
Masjid Jami' Baetuk Ma'mur Anjun