Minggu, 18 November 2012

Masjid Jami Al-Mutakin Ranca Malaka

Masjid Jami Al-Mutakin Ranca Malaka (lihat di Panoramio)

Bila di kecamatan Cibarusah ada Kampung Malaka dengan Masjid Jami’ Al-Muttaqiin-nya, di Cikarang Timur, ada kampung Ranca Malaka dengan Masjid Jami Al-Mutakin Ranca Malaka. Entahlah apa hubungan antara kedua tempat ini yang sama sama memiliki nama Malaka dan sama sama memiliki Masjid Jami dengan nama yang sama meski dengan penulisan yang berbeda. Apa pula hubungannya dengan Malaka di Semenanjung Malaya sana, ada yang tahu ?.

Yang pasti saya sendiri belum tahu keterkaitan antara nama nama tempat tersebut. Kampung Ranca Malaka ini berada diruas jalan yang menghubungkan kampung Bogel Salam dengan ruas Jalan Irigasi yang membentang dari Kali Malang ke Bojongsari. Berada di lingkungan kampung yang masih asri dengan bentangan sawah yang luas dan menghijau.

Masjid Jami Al-Mutakin Ranca Malaka
Kp. Ranca Malaka, Desa Hegar Manah
Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi,
Jawa Barat – Indonesia
Koordinat Geografi :  6°18'52.13"S 107°12'24.77"E


Posisi masjidnya membujur sepanjang ruas jalan di depannya. Bagian yang menhadap ke jalan raya adalah sisi utaranya. Di sebelah selatan masjid ini masih berupa lahan yang penuh dengan rumpun bambu, disebelah timur masjid ini masih ada empang milik warga tempat bebek berenang plus WC helikopter nya, di bawah rindang aneka pepohonan buah.

Bangunan Masjid Jami Al-Mutakin Ranca Malaka ini memiliki kemiripan dengan Masjid Jamie Al-Ikhlas di Kampung Bendungan, di artikel sebelumnya. Terutama pada bagian atapnya, atap masjid berbentuk Joglo tunggal tanpa tumpukan atap model masjid khas tanah Jawa. Di ujung atapnya diletakkan kubah tunggal, sebagai ornamen penanda khas bahwa bangunan ini adalah masjid.

di dalam kubah masjid 
Bagian yang cukup menarik dari masjid satu ini adalah bagian dalam kubahnya. Bila kita masuk ke dalam lalu melongok ke atas tepat di sisi dalam kubah betonnya ini, sebenarnya hanya dicat warna biru. Dan di keempat sisi landasan tempat kubahnya berdiri diberi ventilasi dari kaca. Cahaya matahari yang masuk dari ke empat celah ventilasi itu yang kemudian memantul ke bagian dalam kubah membentuk garis garis biru terang yang cukup menarik.

Pembangunan masjid ini seluruhnya menggunakan konstruksi beton bertulang termasuk struktur atapnya. Tak ada empat tiang beton di dalam masjid dan tak ada plafon menutup langit langitnya membuat suasana di dalam masjid terasa lebih lega. Layaknya semua bangunan masjid lainnya, masjid ini pun di rancang dengan jendela jendela kaca untuk penerangan alami siang hari.

lebih dekat ke Masjid Jami Al-Mutakin Ranca Malaka (lihat di Panoramio)
Bangunan masjidnya terlihat kokoh dengan jejeran pilar beton segi empat di ketiga sisi terasnya. Tempat berwudhu dan toiletnya berada di sisi selatan masjid. Pasokan airnya cukup bagus. Pengelola masjid sudah menyiapkan gentong besar penampung air yang ditempatkan di atas tiang cor, di pojokan area berwudhu.

Cukup nyaman mampir ke masjid ini. Pintu masjidnya tidak pernah dikunci. Dan seluruh halamannya juga sudah di rapikan dengan lapisan semen. Lebih nyamannya lagi lokasinya yang berada ditengah tengah kampung menhadirkan suasana tenang jauuuuh dari hiruk pikuk kendaraan dan polusi. Sekedar tambahan informasi, tak seberapa jauh dari lokasi masjid ini ada sebuah rumah makan khas sunda yang lokasinya berada di tengah tengah pesawahan, cocok banget untuk mampir makan siang***

Sisi timur Masjid Jami Al-Mutakin.
Di dalam Masjid Jami Al-Mutakin Ranca Malaka

 --------------------------------

Baca juga Artikel Masjid Masjid Cikarang Timur Lain-nya