Jumat, 28 September 2012

Masjid Masjid Warisan Muammar Khaddafi (Bagian-2)

Empat Masjid Muammar Khaddafi di empat negara Afrika ::: Kota Dodoma - Tanzania, Kota Freetown - Siera Leone, Kota Bamako - Mali dan kota Kigali - Rwanda

Muammar Khaddafi memang sudah tiada, dunia barat menyebutnya sebagai musuh besar demokrasi, dunia arab menyebutnya sebagai orang afrika dan tak mengakui nya sebagai bagian dari Arab, Media massa ramai ramai menyebutnya sebagai diktator di era modern yang terjungkal, sementara di belahan afrika dia dianggap sebagai seorang pahlawan Besar, Raja tak bermahkota bagi suku suku petualang dan pejuang di Afrika.

Bila dalam posting sebelumnya kita ulas tentang masjid masjid warisan Khaddafi di Bogor, Manila dan Kampala (Uganda) berikut ini kita tampilkan masjid masjid yang dibangun oleh nya di benua Afrika. Tak hanya masjid beliau juga membangun sarana pendidikan dan sarana pendukungnya termasuk beasiswa bagi para mahasiswa muslim dari berbagai Negara untuk kuliah di Libya atas tanggungan pemerintah Libya.

Gaddafi Education Centre and Mosque, Dodoma - Tanzania

Masjid Muammar Khaddafi di Dodoma, Republik Tanzania
Di Tanzania, salah satu republik di Afrika, Muammar Khadafi dikenang dengan sederet jasanya, salah satunya adalah membangun berbagai fasilitas termasuk Pusat Pendidikan dan masjid di kota Dodoma. Gaddafi Education Center and Mosque di kota Dodoma ini dibangun dengan dana sebesar 6 juta dolar, lengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung dan merupakan pilot project di Tanzania. Rencananya setelah proyek ini sukses, Khadafi akan membangun pusat pendidikan dan masjid ultra modern complex di ibukota Tanzania, Kota Dar Es Salam. Namun Khadafi sudah digulingkan dari singgasananya sebelum sempat mewujudkan janjinya kepada rakyat Tanzania.

Masjid Gaddafi di kota Dodoma ini mampu menampung hingga 3000 jemaah sekaligus dan diresmikan penggunaannya oleh Presiden Tanzania, Jakaya Kikwete pada tanggal 16 Juli 2010 yang lalu. Selain membangun masjid dan pusat pendidikan ini, khaddafi juga memberikan beasiswa bagi mahasiswa Tanzania untuk kuliah di Libya. Sheikh Shabaan, Imam masjid ini pun merupakan lulusan dari universitas Libya.

Gaddafi Mosque, Freetown - Siera Leone

Masjid Muammar Khaddafi di Freetown, Republik Siera Leone
Paska perang saudara di Siera Leon, Khaddafi tampil sebagai pahlawan dengan mengirimkan beberbagai bantuan kemanusian ke Negara di pantai barat Afrika ini. mulai dari bantuan makanan hingga bahan bakar minyak termasuk membantu muslim Siera Leone untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekah. Khaddafi juga membantu pemulihan infrastruktur di Negara tersebut. Meski sebelumnya warga Siera Leone sangat mengerti bahwa Khaddafi turut bermain dalam perang saudara tersebut.

Salah satu warisan Khaddafi di Siera Leone adalah Masjid Gaddafi atau Gaddafi Mosque in kota Freetown, Ibukota Siera Leone. Masjid yang berada di dalam komplek Rokupa Estate ini diresmikan pada tanggal 14 Agustus 2009. Bangunan masjid megah dilengkapi dengan plaza terbuka dan penataan landscaping yang cukup apik. Masjid ini mampu menampung hingga lebih dari 5000 jemaah sekaligus. dan seperti halnya masjid masjid yang dibangun Muammar Khaddafi lainnya, jemaah masjid ini juga menyelenggarakan sholat ghoib setelah mendengar kematian Muammar Khaddafi.

Muammar Gaddafi Mosque, Bamako – Republik Mali

Masjid Muammar Khaddafi di Bamako, Republik Mali
Di kota Bamako, Ibukota Republik Mali yang terletak di Afrika Barat, kematian Muammar Khaddafi meninggalkan duka bagi rakyat negeri itu. Di negeri ini mendiang Khaddafi tak segan untuk turun dari mobilnya untuk sekedar menyambut jabatan tangan dari orang orang yang berdiri di pinggir jalan melambaikan tangan padanya. Sosoknya dikenang sebagai tokoh anti imperialisme barat di bumi Afrika.

Di kota Bamako, ibukota Republik Mali yang berdiri di atas gurun pasir, sebuah masjid besar dibangun dengan dana dari pemerintah Libya dibawah Muammar Khaddafi. Uniknya, lokasi masjid ini berdiri benar benar bersebelahan dengan gedung kedutaan besar Amerika Serikat untuk Republik Mali di kota Bamako. Dua bangunan yang dibangun oleh dua seteru abadi. Di Mali, Khaddafi tidak saja membangun masjid tapi infrastruktur kota hingga komplek pemerintahan republik Mali senilai 100 juta dolar itu juga dibangun dari dana petro dolar yang dikucurkan dari Libya.

Muammar Gaddafi Mosque, Kigali – Republik Rwanda

Masjid Muammar Khaddafi di Kigali, Republik Rwanda
Berdiri megah di kawasan Nyamirambo di kota Kigali berseberangan dengan lapangan sepak bola terbesar di kota Kigali, ibukota Republik Rwanda. Masjid Gaddafi's merupakan masjid terbesar di Republik yang sempat mengalami kerusuhan etnis antara suku Hutu dan suku Tutsi beberapa tahun lalu. Masjid Gaddafi di kota Kigali juga berfungsi sebagai Islamic Cultural Centre.

Islam di Rwanda memang sedang populer dan mengalami perkembangan cukup pesat terutama di kota Kigali, pusat pusat keislaman juga bermunculan. Diperkirakan saat ini ada sekitar 20 persen penduduk Rwanda beragama Islam, sebagaimana disampaikan oleh  Mahfoud el-Roinia, direktur dari Islamic Cultural Centre Gaddafi ini dan Isaac Munyakrazi, direktur Sekolah Menengah yang juga dikelola oleh masjid Gaddafi Kigali.

Sumber sumber lain secara umum menyebut muslim di Rwanda sekitar 14%, mengalami lonjakan dari hanya sekitar 7%. Lonjakan ini justru terjadi setelah kerusuhan etnis di tahun 1994 lalu. Beberapa sumber termasuk dari para mualaf menyebutkan bahwa lonjakan pemeluk islam di negeri itu salah satunya karena ketertarikan dari non muslim terhadap Islam. Dan faktanya muslim memang tak terlibat dalam aksi pembantaian etnis dalam kerusuhan tahun 1994 di negeri itu.

Kembali ke bagian-1

Referensi

theafricapaper.com - ramadan-islam-in-rwanda

Kamis, 27 September 2012

Masjid Masjid Warisan Muammar Khaddafi

Warisan Muammar Khaddafi ::: Atas : Masjid Muammar Qaddafy di Bukit Az-Zikra, Sentul - Bogor. Kiri Bawah : Gaddafi National Mosque, Kampala - Uganda. Kanan Bawah : Masjid Al-Dahab (Masjid Emas), Manila - Philippina.

Kolonel Muammar Khaaddafi (June 1942 – 20 October 2011) dikenal luas oleh dunia internasional sebagai satu satunya presiden negara di dunia ini  yang naik ke kursi kepresidenan saat masih berpangkat Kolonel.  Naik tahta sebagai kepala Negara Libya setelah berhasil mengkudeta Raja Idris yang sedang berobat ke Turki di tahun 1969, dan ahir hidupnya pun di kudeta oleh begitu banyak orang dan kekuatan termasuk kekuatan asing yang memusuhinya. Muammar Khaaddafi  tewas dalam akumulasi dan kombinasi serangan para pemberontak dan serangan udara NATO di kampung halamannya sendiri pada 20 Oktober 2011 lalu.

Diktator kah Khadafi ? Apakah beliau pahlawan besar atau seorang Musuh besar ?.  jawaban dari pertanyaan itu sangat tergantung dari siapa yang yang menjawab. Lepas dari semua itu, semasa hidupnya Muammar Khaaddafi  meninggalkan warisan beberapa masjid yang tersebar dari pantai barat Afrika hingga ke Sentul – Bogor di Indonesia. Berikut ini saya ulas beberapa diantara masjid masjid warisan Muammar Khaaddafi .

Masjid Muammar Qaddafy Sentul Bogor

Masjid Muammar Qaddafy di Bukit Az-Zikra, Sentul - Bogor
Masjid Muammar Qaddafy di Sentul, Kabupaten Bogor ini, berada di atas bukit di tengah tengah perumahan khusus muslim Bukit Az-Zikra. Masjid dan perumahan ini memang terkait dengan Majelis Zikir Az-Zikra yang di asuh oleh Ustadz Arifin Ilham.  Masjid Muammar Qaddafy Sentul Bogor, ini juga merupakan sebuah Islamic Center bernama Qaddafy Islamic Center atau disingkat QIC. kawasan ini juga dilengkapi dengan sekolah Islam dan sarana pendukung lainnya termasuk bangunan menara setinggi 57 meter yang bisa dikunjungi hingga ke puncak menara menggunakan lift.

Pembangunan komplek QIC ini seluruhnya di danai oleh pemerintah Libya dibawah kepemimpinan Muammar Khaaddafi . Masjid Muammar Qaddafy diresmikan pada hari Ahad, 7 Juni 2009, Peresmian Masjid Muammar Qaddafy itu, dihadiri Wakil Presiden Yusuf Kalla dan istrinya Ny. Mufidah Kalla, serta Sheikh Mahmud H.Reeh, Ulama dari World Islamic Call Society, Tripoli Libya.  Tak lama setelah kematian Muammar Khaaddafi Masjid inipun berganti nama menjadi Masjid Az-Zikra.

Gaddafi  National Mosque -  Kampala, Masjid Nasional Uganda

Gaddafi National Mosque, Kampala - Uganda
Uganda dan Idi Amin, adalah nama nama yang membuat ngeri banyak orang. Uganda dikenal luas dunia internasional justru karena kekejaman presidennya, Idi Amin.  Kekejaman Idi Amin sudah seperti legenda sampai sampai tulisan tentangnya terkesan hiperbola. Semasa berkuasa Idi Amin bermimpi membangun masjid Negara di atas bukit Kampala tua di Ibukota Uganda namun sampai ahirnya Idi Amin terjungkal dari pemerintahannya di tahun 1979 lalu melarikan diri ke Jeddah (Saudi Arabia) hingga wafat tanggal 16 Agustus 2003 dan di makamkan di Mekah, Impian tersebut tak pernah terwujud.

Muammar Khaddafi yang kemudian mewujudkan impian itu, membangun sebuah masjid nasional untuk muslim Uganda di atas bukit Kampala Tua persis dilokasi yang di impikan oleh mendiang Idi Amin.  Masjid Nasional tersebut diresmikan pada tanggal 29 Maret 2008 langsung oleh Muammad Khaddafi yang disambut layaknya seorang Pahlawan Besar di Stadion kota Kampala. Masjid tersebut dinamai sesuai nama Khaddafi dalam dialek setempat “Gaddafi National Mosque”. Paska kematian Khaddafi, tak ada niatan dari pemerintah Uganda untuk mengganti nama Masjid Nasional mereka.

Masjid Al-Dahab Manila, Philippina

Masjid Al-Dahab (Masjid Emas), Manila - Philippina.
Masjid Al-Dahab (masjid emas) berdiri di kawasan Quiapo, pusat perdagangan kota Manila, Ibukota Philippina.  Pembangunan masjid ini sama sekali tidak menggunakan dana dari Muammar Khadafi ataupun pemerintah Libya, tapi di danani sendiri oleh pemerintah Philippina semasa kekuasaan presiden Ferdinant Marcos dan istrinya Imelda Marcos yang terkenal dengan gaya hidup bermewah mewahan itu.

Lalu apa kaitannya dengan Muammar Khaddafi ?. Masjid besar ini dibangun demi menghormati Muammar Khaddafi yang ketika itu berencana akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Philippina. Adalah Imelda Marcos sang first lady yang  mengomando langsung pembangunan masjid ini demi mengejar tenggat waktu,  untuk memastikan masjid ini selesai sebelum kedatangan Khaddafi di Manila tahun 1978.

Rencana kedatangan Khadaffi ke Philippina tersebut tak lain dan tak bukan adalah untuk menjadi mediator antara pemerintah Philippina dengan Para Pejuang dari Front Pembebesan Moro (MLF) yang bertikai di Philipina Selatan. Masjid telah selesai dibangun tapi khaddafi tidak pernah datang ke Philippina. Rezim Marcos sudah lebih dulu terguling oleh gerakan “people power” yang mengguncang Philippina.  Tapi muslim Manila menangguk berkah dari Kharisma Khadaffi yang luar biasa itu hingga kini. ***

Insya Alloh bersambung

Referensi


Minggu, 23 September 2012

Masjid Jamie An-Nur Kampung Jati, Tanjung Sari

Masjid Jamie An-Nur Kampung Jari, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Cikarang Utara. lokasinya berdiri berada di belakang pembangkit Listrik PT. Bekasi Power yang merupakan anak perusahaan PT. Jababeka Tbk. (lihat di panoramio)

Update foto udara tanggal 20 Juli 2000 di google earth menunjukkan kawasan disekitar masjid Jamie An-Nur Kampung Jati ini masih berupa lahan pesawahan, rawa rawa dan lahan kosong lainnya. Memang sampai beberapa tahun lalu belum bisa dibayangkan apa yang akan mengisi lahan lahan kosong itu. Lahan yang sudah sejak bertahun tahun sebelumnya memang sudah dibebaskan oleh PT. Jababeka.

Masjid Jamie An-Nur Kampung Jari, dari arah depan. Posisinya yang lebih tinggi dari jalan memaksa jemaah yang membawa kendaraan untuk parkir diluar pagar masjid ini tentunya (lihat di panoramio).
Ketika proyek pembangunan perluasan kawasan industry menyentuh wilayah ini, perlahan tapi pasti lahan kosong tersebut mulai di timbun dengan tanah, diratakan, dipetak petak lalu satu demi satu bangunan pabrik berdiri. Ketika  Jababeka mulai membangun Bekasi Power sebagai sebuah pembangkit listrik swasta lokasi masjid Jamie An-Nur ini yang dulunya berada di ujung kampung di kelilingi lahan pesawahan yang luas kini berada hanya beberapa meter dari pagar tinggi pembangkit listrik tersebut.

Lokasi Masjid Jamie An-Nur

Masjid Jamie An-Nur
Kampung Jati, Desa Tanjung Sari
Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi
Jawa Barat – Indonesia
Koordinat Geografi : 6°16'9.15"S 107° 9'32.49"E


Akses paling mudah menuju masjid ini adalah melalui jalan di samping kantor Dephub di Buni Asih yang biasa disebut warga sebagai pangkalan truk. Masuk jalan tersebut ikuti ruas jalan betonnya hingga berahir di depan sebuah sekolah madrasah, belok ke kanan sedikit disana masjid ini berdiri. Sekolah Madrasah itu juga bersebelahan dengan Bekasi Power.  Akses dari arah yang berlawanan cukup rumit dan harus melewati jembatan kayu yang (mungkin) merupakan jembatan darurat tapi permanen dipakai hingga kini.

:::Bukan menara masjid :::
Masjid Jamie An Nur di kampung jati desa Tanjung Sari ini dibangun dalam bentuk  masjid tradisional Indonesia dengan atap joglo bertingkat tanpa menara. Permukaan lantainya dibangun jauh lebih tinggi dari permukaan tanah disekitarnya. Sehingga untuk menuju pekarangan depan nya dari jalan raya pun harus melewati beberapa undakan tangga semen. Dari arah barat, memandang masjid ini seakan akan memiliki banyak menara, tapi bukan menara sebenarnya melainkan cerobong cerobong milik pembangkit listrik yang berdiri tepat di depan masjid ini. ***

Masjid Jamie Kampung Jati Desa Tanjung Sari

--------------------------------

Baca juga Artikel Masjid Masjid Cikarang Utara Lain nya



Sabtu, 22 September 2012

Masjid Roudlotul Jannah Graha Cikarang

Masjid Roudlotul Jannah Graha Cikarang ::: Lapangan olahraga di salah satu sisi masjid ini cukup menarik para remaja untuk ber-futsal-ria dilapangan yang sudah dilengkapi dengan pagar kawat ini.  [lihat di panoramio].

Graha Cikarang tempat masjid ini berdiri merupakan perumahan yang letaknya (kini) bersebelahan dengan Terminal Pelabuhan Kering Peti Kemas Cikarang (Cikarang Dry Port Terminal). Gerbang perumahan Graha Cikarang berada hanya beberapa meter di sebelah utara Rumah Sakit An-Nisa Cikarang.

Tumpukan peti kemas ::: dari salah satu pertigaan ruas jalan utama perumahan ini bila memalingkan muka ke arah kiri akan terlihat tumpukan peti kemas seperti foto di atas berjejer di belakang rumah rumah di blok paling selatan. [lihat di panoramio].
Saya sebut dengan “letaknya (kini)” bersebelahan dengan Terminal Pelabuhan Kering Cikarang. Karena memang dulunya saat perumahan ini berdiri, lahan tersebut masih berupa lahan pesawahan dan lahan kosong lainnya. Seiring dengan mulai beroperasinya terminal peti kemas tersebut, membuat salah satu blok di perumahan ini berada tepat bersebalahan dengan terminal tersebut. Tumpukan peti peti kemas tersebut terlihat dengan jelas dari ruas jalan utama ke perumahan ini, berada di belakang sederet rumah rumah di blok paling selatan .


Masjid Roudlotul Jannah [bahasa Indonesia = Taman Syurga] ini sendiri sebenarnya masih dalam tahap pembangunan dan baru sekitar 30% bangunannya yang sudah selesai dibangun. Namun bangunan yang sudah selesai ini tampak cukup molek dalam gaya arsitektur nya bernada era kolonial abad ke 19 terlihat jelas pada bentuk daun pintu dan jendela nya yang besar besar dan dilengkapi dengan kisi kisi lubang angin.

Klasik di era moderen ::: tak ada salahnya menggunakan gaya bangunan model apapun untuk bangunan masjid sepanjang tak melanggar hal hal yang sudah di atur secara syar'i. seperti pada bangunan masjid ini yang menggunakan bentuk jendela dan pintu bergaya kolonial.
Penggunaan daun pintu dan jendela dengan langgam seperti ini memang sudah sangat sulit ditemukan pada bangunan bangunan baru apalagi pada bangunan masjid. Salah satu contoh bangunan masjid tua di sekitar Cikarang yang menggunakan langgam yang sama ada di masjid-nya Laskar Hisbullah, Masjid Al-Mujahidin Cibarusah yang memang dibangun semasa kolonial Belanda.

Masih Butuh Banyak Dana ::: Sisi depan masjid Roudlotul Jannah ini masih membutuhkan banyak dana untuk penyelesaian proses pembangunannya. [lihat di panoramio].
Sisi depan masjid Masjid Roudlotul Jannah Graha Cikarang ini baru selesai proses pengecoran lantai dua dan masih membutuhkan sangat banyak dana untuk melanjutkan proses pembangunannya sampai selesai. Sebuah peluang emas terbuka lebar bagi yang ingin menanamkan amal jariahnya di masjid ini. (Cikarang, Sabtu 22 September 2012)***

Mushalla Under Construction ::: Salah blok di komplek perumahan ini juga sudah memiliki sebuah Musholla permanen yang sudah memasuki tahap penyelesaian ahir. [lihat di panoramio].

--------------------------------

Baca juga Artikel Masjid Masjid Cikarang Utara Lain nya


Masjid Al-Ikhlas Graha Ciantra Indah Cikarang Selatan

Masjid Al-Ikhlas Graha Ciantra Cikarang Selatan. [lihat di panoramio].
Masjid Al-Ikhlas yang satu ini berdiri di tengah tengah komplek perumahan Graha Ciantra Indah Cikarang Selatan di koordinat 6°20'45.57"S 107° 6'40.48"E. Komplek perumahan yang letaknya bersebelahan dengan komplek perumahan Villa Mutiara Cikarang. Bangunan masjid yang cukup megah dengan warna hijau dan kuning dengan bentuk atapnya yang tak lazim.  Graha Ciantra Indah dapat di capai dari pertigaan jalan disamping Masjid Al-Muqorrobin Kandang Roda.

Bentuk atappuncaknya memang tak lazim dipakai untuk atap atap masjid di Indonesia karena memang bentuk atap masjid seperti ini merupakan salah satu ciri khas dari masjid masjid di kawasan Tatar, Kaukasus, hingga Uzbek di wilayah wilayah dan pecahan Uni Soviet. Sekedar referensi atap masjid seperti ini masih digunakan untuk pembangunan masjid masjid yang terbilang masih baru di Russia seperti Masjid Memorial Moscow di kota Moskow, Russia.


Sejatinya atap masjid ini merupakan bentuk atap khas masjid Indonesia berupa atap limas (joglo) bertingkat, namun kemudian dimodifikasi ke dalam bentuk yang baru. Posisi masjid ini juga agak unik, berada di tusuk sate sebuah pertigaan yang tak sempurna. Dari arah gerbang utama perumahan masjid ini berada di tikungan ke kanan menuju ke pertigaan yang lokasi nya pas di depan gerbang masjid ini. Gerbang utama masjid ini dengan sendirinya berdiri lurus menghadap ke jalan yang membujur lurus di depannya.

Bangunan masjidnya dilengkapi dengan dua serambi. Serambi utama menghadap ke gerbang utama di sisi utara masjid.  Serambi lainnya berad di sisi timur menghadap ke gerbang timur di sisi jalan lingkungan perumahan. Ruang dalam masjid terasa lega dengan penataan plafon masjid yang mengikuti kontur atap. Ruang dibawah atap tertingginya dibiarkan terbuka untuk ventilasi udara dan cahaya, sisi dalamnya di cat dengan pola langit biru dan awan putih yang lagi popular di masjid masjid baru saat ini.

Malam Hari ::: Masjid Al-Ikhlas di malam hari, karena memang saya singgah ke sini diwaktu magrib dan foto foto yang ada disini diambil diwaktu magrib jadi hasilnya semuanya adalah foto foto di gelap malam. [lihat di panoramio].
Empat sokoguru betonnya di bentuk bundar dan di cat dengan pola retakan batu granit. Pola ini juga memang sedang popular pada bangunan masjid masjid baru saat ini. sedangkan mihrab masjidnya tidak dilengkapi dengan kaca es sebagai sumber cahaya di siang hari. Disengaja atau tidak,

Mihrab dengan rancangan tanpa kaca es ataupun tanpa bukaan kaca seperti ini memang lebih ramah kamera untuk difoto siang hari karena ketiadaan backlight yang akan membuat khatib sholat jum’at yang berdiri disana hanya tampil sebagai siluet saat di foto tanpa blitz dengan kamera saku apalagi dengan kamera hape.

Interior dan Ekterior Masjid Al-Ikhlas Graha Ciantra Indah
Tinggal sedikit lagi bangunan masjid ini akan menyelesaikan keseluruhan rangkaian pembangunannya. Hanya menyisakan sedikit perkerjaa di sisi selatan masjid, sepertinya sedang mengerjakan ruang secretariat atau sejenisnya disebelah area tempat berwudhu.

Alhamdulillah jemaahnya benar benar berdesakan saat sholat Jum’at. Ketika singgah ke sini untuk sholat Jum’at dua pekan lalu, kami hanya kebagian tempat di teras selatan bersebelahan dengan tempat wudhu, singgah kedua kalinya saat sholat magrib, sayangnya kami ketinggalan jemaah utama. Di masjid hanya tersisa beberapa jemaah yang sedang tadarus, dan beberapa anak anak yang sedang belajar mengaji.

Malam Sabtu ::: Bakda magrin hanya tersisa beberapa jemaah di dalam masjid dan beberapa anak anak yang sedang belajar mengaji.
Pengurus Masjid

Kepengurusan masjid ini ditangani oleh DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) yang dipilih secara berkala langsung oleh para jemaah. Saat ini DKM Al-ikhlas adalah sebagai berikut ::: Ketuai DKM : Bp. Ruri, Bendahara : Sukamto, Sekretaris : Bambang. W / Jaya.A,  Seksi Pembangunan : Wiryanto, Seksi Pendidikan : Ade Juwara / Kholid, Seksi Da'wah : Dadi Newmayadi / M. Topik, Seksi PHBI : Maryono & Gito, HUMAS : Sandy / Hasan / Supriyono / Arif / Sriyanto, Seksi Penggalangan Dana : Suyanto / Firmansyah / Salim / Nakim / Yuswanto, Seksi Perlengkapan : Sulis / Haris / Soleh / Jumadi / Sali, serta Marbot : M. Agus ::: ***

--------------------------------

Baca juga Artikel Masjid Masjid Cikarang Selatan Lain-nya



Senin, 17 September 2012

Masjid Jami An-Nur Kampung Jati Tonggoh

Updated : 10 Desember 2015
Gelap ::: Masjid Jami An-Nur Kampung Jati Tonggoh, Desa Sirnajati, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Suasana nya sudah gelap ketika singgah ke masjid ini. 

Singgah ke masjid ini bersama dengan Arya, pangeran kecilku dalam perjalanan melintasi tempat ini dari Situ Abidin di Bojongmangu menuju pertigaan Cibarusah. Kami sengaja singgah ke masjid ini karena sudah pasti tak akan sempat untuk sholat magrib di rumah yang masih terpaut puluhan kilo dari sini.

di dalam masjid An-Nur Kampung Jati Tonggoh.
Tiba di masjid ini ketika jemaah sholat utama telah usai. jadilah kami berjamaah berdua. bakda magrib tinggal tersisa dua orang jemaah senior di dalam masjid. satu orang khusuk berzikir dan seorang lagi sendirian mengaji bersender di salah satu dari dua tiang di dalam masjid ini.

Lokasi dan Alamat Masjid Jami An Nur

Masjid Jami An-Nur
Kampung Jati Tonggoh, Desa Sirnajati
Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi
Propinsi Jawa Barat - Indonesia




Di tahun 2012 ketika pertama singgah ke masjid ini, saya agak kesulitan menemukan lokasi persis masjid ini di dalam peta Google Maps ataupun Google Earth. Pencitraan satelit tahun 2000 di area ini tidak terlalu jelas. ditambah lagi saya baru pertama kali singgah ke masjid ini jadi agak kesulitan menemukan lokasi pastinya. Penanda yang saya letakkan di peta di atas merupakan perkiraan lokasi. Ketika melintas lagi disana ditahun 2015 google maps sudah mengenali daerah tersebut bahkan lengkap dengan street view nya. Hanya saja, bentuk fisik bangunan masjidnya sama sekali sudah berubah menjadi bentuk yang baru,  lebih modern. ditambah dengan suasana di sekitranya pun sudah berubah. 

Tampak Depan ::: Disebelah kiri foto adalah jalan raya, sebelah kanan foto merupakan pemukiman penduduk. Pintu besar yang terbuka di sebelah kiri adalah pintu utama, pintu disebelah kanan merupakan pintu ke ruang khusus jema'ah wanita. paling kiri adalah area berwudhu.
Masjid ini seperti masjid masjid tatar sunda lain nya dibangun dengan atap limas bersusun. hanya saja tiang penyangga atap di dalam masjidnya bukan empat, tapi dua tiang saja. mirip dengan rancang bangun masjid Jami' Al-Muhajirin RawaBanteng di Cikarang Timur yang juga hanya menggunakan dua tiang penyangga di dalam masjid.

Ekterior Masjid ::: Sepertinya memang harus kembali lagi ke masjid ini suatu hari diwaktu siang untuk mendapatkan gambaran lebih jelas. selain foto foto gelap ini.
Posisi masjid ini membujur segaris dengan ruas jalan raya yang membentang didepannya dari barat ke timur, seperti terlihat pada foto kanan bawah. Sehingga halaman depan masjid ini berada di sisi timur masjid, begitupun dengan satu satunya teras yang ada di masjid ini (foto kiri bawah). Meski gelap dan buta dengan lokasi tanpa GPS, papan nama masjid ini menjelaskan alamatnya dengan detil (foto atas).

Pintu di foto kiri atas adalah pintu ke ruang jemaah wanita, foto kiri bawah adalah salah satu sisi tembok dalam masjid. Kanan atas & tengah : suasana di dalam masjid. foto kiri bawah : teras depan masjid ke arah area berwudhu.
Ada ruang khusus untuk jemaah wanita yang letaknya disisi utara masjid ini bersebelahan dengan area tempat berwudhu. pintu akses ke ruangan ini berada disebelah kanan pintu utama. Halaman masjidnya sudah dipagar dengan dua pintu akses. Masing masing satu pintu menuju jalan raya sementara satu pintu lainnya menuju ke jalan kecil yang membentang disamping masjid ini. 

Updated : 10 Desember 2015

Tahun 2015 saat melintas lagi di depan masjid ini, suasana sudah berubah seluruhnya. Bangunan masjid yang lama sudah bermetamorfosis ke bentuk yang lebih modern, tanah kosong di sebelah nya kini sudah menjelma menjadi komplek Kantor Kepala Desa Sirnajati dan fungsi masjid pun kini pastinya sudah menjadi masjid Jami Desa Sirnajati. Alhamdulillah. 

-----------------------------------------------------

Baca juga Artikel Masjid Masjid Cibarusah Lain-nya


Masjid Jami’ Nurul Bayan Kampung Baleker

Masjid Jami Nurul Bayan, Kampung Baleker, Desa Waringin Jaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Kampung Baleker tempat Masjid Nurul Bayan ini, berada di belakang komplek perumahan Bumi Waringin Indah tempat berdirinya Masjid Asy-Syuukur yang sudah di ulas dalam artikel sebelumnya. Saya kurang tahu arti nama kampung ini atau mungkin memang hanya sekedar nama.

Kampung Baleker masuk dalam wilayah Desa Waringin Jaya di Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Seiring dengan berdirinya perumahan BWI, akses menuju kampung ini juga dapat melalui jalan yang sama dengan jalan menuju ke perumahan tersebut.

Lokasi dan Alamat Masjid Nurul Bayan

Masjid Jami Nurul Bayan
Kampung Baleker RT.001 RW.03
Desa Waringin Jaya, Kecamatan Kedungwaringin
Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Indonesia
            Koordinat Geografi : 6°15'2.15"S 107°14'52.29"E


Saya singgah ke masjid ini di suatu pagi Sabtu. Suasana disekitar masjid ini cukup ramai dengan parkir kendaraan bermotor, tapi bukan kendaran jemaah yang sedang ke masjid ini tapi sedang menhadiri acara halal bil halal yang diselenggarakan oleh salah satu tokoh masyarakat setempat yang sedang bersiap menunaikan ibadah haji.

Lokasi kediamannya yang tak jauh dari masjid membuatku cukup dapat ikutan menikmati lantunan pembacaan kitab Al-Barzanji lalu dilanjutkan dengan Sholawat dan Alma’surat. Suasananya mengingatkan ku pada tradisi di kota Bandung, tradisi yang sama persis dilaksanakan di rumah karib kerabat yang sedang bersiap menunaikan ibadah haji.

Masjid Jami Nurul Bayan ::: bangunan bewarna hijau itu adalah gedung sekolah Islam  di Kampung Baleker.

Arsitektural Masjid Jami Nurul Bayan

Masjid Jami Nurul Bayan dibangun dalam arsitektural masjid umumnya di Indonesia. Khususnya tanah Jawa. Sebuah masjid dengan atap limas lalu kemudian di beri kubah di puncak atap nya.  Empat sokoguru bundar dari beton berdiri ditengah masjid. Ruang dibawah atap limasnya dimanfaatkan dengan baik untuk menempatkan serangkaian  celah bagi ventilasi udara.

Teras sisi utara (sisi kanan dari arah depan) bersebelahan dengan area tempat berwudhu. Sumber air untuk berwudhu diambil dari sumur yang ada di areal tersebut. Musim kemarau panjang seperti sekarang ini sumur ini masih mampu memberikan pasokan air yang cukup untuk masjid ini meski memang airnya terlihat cukup dalam.

::: Masjid Jami Nurul Bayan ditengah Kampung Baleker :::

Mengingat ketiadaan pompa air listrik disana, dibutuhkan semangat lebih untuk menimba air dari sumur yang cukup dalam ini guna mengisi bak air untuk berwudhu di area ini. bak bak air itu dibuat memanjang setinggi sekitar 80 cm. keran air untuk berwudhu ditempatkan langsung di sisi bak penampungan tersebut. Airnya terasa sejuk alami dan tentu saja sama sekali tak ada aroma kaporitnya.

Ada pintu kecil dari kayu menuju ke area pemakaman umum dibelakang masjid dari area tempat berwudhu ini. area pemakaman di belakang masjid ini juga dapat di akses dari gerbang permanen di sebelah teras kiri masjid. Di pojok timur laut berdiri menjulang menara tunggal masjid ini. bangunan menara yang belum selesai di finishing. Menara itu yang tadinya menarik perhatianku ketika melintas di jalan samping perumahan BWI.

Interior Masjid Jami Nurul Bayan

Bangunan masjid rasanya tak lengkap bila tak ada beduk. Beduk di Masjid ini diletakkan di ruang bawah bangunan menara, mengarah ke halaman depan masjid. Halaman depan masjid ini sudah di pagar keliling dengan pagar permanen dengan dua pintu akses dari arah jalan utama. Masjid dengan warna kuning cerah ini terlihat anggun diantara rumah rumah dan pepohonan di tengah kampung Baleker.

-----------------------

Artikel Terkait :