Jumat, 24 Agustus 2012

Jum’atan di Masjid-nya Laskar Hisbullah Fisabilillah di Cibarusah

Masjid Al-Mujahidin Cibarusah ::: Dimasa revolusi kemerdekaan masjid ini dijadikan sebagai markas pelatihan perang pasukan Laskar Hisbullah Fisabilillah, itu sebabnya kini masjid Al-Mujahidin ini dijadikan sebagai “Monumen Sejarah Pusat pelatihan perang Laskar Hizbullah Fi-Sabilillah”.

Jum’at 24 Agustus 2012 Cikarang masih sepi, mungkin lebih dari separoh penghuni kota ini masih di kampung halaman menikmati sisa sisa libur lebaran 1433H. jalanan lengang seperti dua hari ini memang hanya bisa dinikmati sekali dalam setahun. Tapi beberapa perusahaan sudah mulai beraktivitas meski separoh dari karyawan masih menikmati masa masa cuti lebaran. 

Ketika pukul 12.15 keluar dari kantor untuk sholat Jum’at, terlintas ide untuk Jum’atan di Masjid Al-Mujahidin di Cibarusah, maklum sudah lama tidak singgah ke masjid yang di masa perjuangan dulu merupakan pusat latihan perang para pejuang Laskar Hizbullah Fi-Sabilillah. Jarak tempuh kesana sepertinya bisa capai dalam suasana jalanan sepi sekarang ini. dan Bismillah, tarik jabrik . . . mari menuju kesana. 

Tiba di Masjid Al-Mujahidin bertepatan dengan azan pertama berkumandang. Tradisi Sholat Jum’at di Masjid Al-Mujahidin ini dengan dua kali azan sebelum khutbah dilaksanakan. Sudah dapat ditebak tentunya sholat subuh disini pastinya dengan doa qunut di rekaat ke dua-nya. Seluruh ruang di masjid ini benar benar dipadati jemaah sholat Jum’at, wajar bila kemudian DKM berkeinginan untuk memperluas masjid ini dual antai ke atas. 

Masjid Al-Mujahidin 
Kampung Babakan CIbarusah, Desa Cibarusah Kota 
Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi 
Jawa Barat – Indonesia



Alhamdulillah, khatibnya tidak berpanjang panjang, hanya sekitar 15-20 menitan, jadi saya pun tak perlu khawatir terlambat kembali ke kantor. Dan benar saja selesai sholat Jum’at di Masjid ini , pukul 13 kurang 10 menit saya sudah tiba kembali ke kantor, sesuatu yang rasanya mustahil untuk dapat di ulangi lagi di hari biasa saat lalu lintas Cikarang benar benar tenggelam dalam kemacetan yang sudah akut. 

Sudah banyak perubahan di masjid ini sejak terahir berkunjung ke sini beberapa waktu lalu. bangunan di samping masjid sudah rapi dan dipakai sebagai area sholat tambahan. Area termpat wudhunya juga sudah tertata dengan rapi dan bersih. Interior masjid pun tampak lebih cerah, sepertinya baru di cat ulang. 

Pemakaman umum di samping masjid yang berisikan makam makam tua, makam para syuhada kemerdekaan hingga makam muslim setempat sudah begitu rapi, bersih dan tertata. Bahkan semua makam itu saat ini sudah diberi nomor kode masing masing untuk memudahkan pendataannya. Daftar nama mereka yang dimakamkan disana juga terpampang di atas pagar mengarah ke halaman masjid.

Mihrab masjid ini dibangun begitu kokoh. Lambang kesatuan Laskar Hizbullah Fisabilillah terukir dalam warna emas di tengah tengah fasad depan mimbar masjid ini. sementara dua kaligrafi Allah dan Muhammad dalam ukuran sangat  besar mengapit mimbar ini di sisi kanan dan kiri.

Masjid ini memang menyimpang sejarah panjang, sama panjangnya dengan sejarah terbentuknya Cibarusah sendiri yang bermula dari kekalahan pangeran Jayakarta Wikrama dalam perang melawan Belanda di Jayakarta (kini Jakarta) tahun 1619. Klik disini untuk membaca Sejarah lengkap masjid ini di blog bujangmasjid

Pertama kali dibangun oleh putra dari Pangeran Jayakarta Wikrama yang bernama Pangeran Senapati bersamaan dengan pembukaan hutan Jati menjadi perkampungan yang kini kita kenal sebagai Cibarusah. Meski tidak diketahui secara persis tahun berapa peristiwa itu terjadi namun dapat dipastikan bahwa masjid ini sudah berdiri jauh sebelum tahun 1935. 

Hal tersebut dapat dipastikan dari plakat di salah satu tiang masjid ini yang menyebutkan bahwa masjid Al-Mujahidin di renovasi tahun 1935-1937, artinya sebelum tahun 1935 masjid tersebut sudah eksis. Ketika wafat Pangeran Senapati dimakamkan di Cibarusah sedangkan makam Pangeran Jayakarta berada di komplek Masjid Jami’ As-Salafiah Jatinegara Kaum, Jakarta Timur. 

Monumen Perjuangan 

Dimasa revolusi kemerdekaan masjid ini dijadikan sebagai markas pelatihan perang pasukan Laskar Hisbullah Fi-Sabilillah, itu sebabnya kini masjid Al-Mujahidin dijadikan sebagai “Monumen Sejarah Pusat pelatihan perang Laskar Hizbullah Fi-Sabilillah”. Lambang kebesaran Laskar Hizbulloh Fisabilillah di abadikan di fasad depan masjid seperti di foto di atas dan pada bagian depan Mimbar di dalam masjid. 

Butuh bantuan semua pihak untuk mewujudkan rencana besar renovasi Masjid ini.
Di dinding depan masjid terpampang spanduk ukuran besar yang menjelaskan rencana renovasi besar besaran terhadap Masjid Al-Mujahidin ini. sebuah rencana yang digagas dalam upaya menjadikan masjid ini tidak sekedar sebagai tempat ibadah tapi juga sebagai monumen perjuangan ulama/ummat Islam untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebuah proyek yang tentunya membutuhkan banyak dana untuk mewujudkannya. Panitia pembangunan masjid ini sangat membutuhkan bantuan dari semua pihak guna mewujudkan rencana besar tersebut, termasuk dari anda yang kini membaca artikel ini. Ingin menyumbang ? bisa diantar langsung ke kotak amal di masjid ini, dapat juga dikonsultasikan langsung dengan panitianya di nomor +6221- 89950356 atau komunikasi via email di alamat monumenlaskarhizbulloh.sabilillah@gmail.com.

-----------------------------------------------------

Baca juga Artikel Masjid Masjid Cibarusah Lain-nya