Senin, 30 Juli 2012

Masjid Jami’ Desa Cicau’ - Cikarang Pusat


Masjid Jami' Desa Cicau' di pertigaan desa Cicau'. disebelah kiri foto adalah Kantor Kepala Desa Cicau'. Jalan ke arah kanan menuju Komplek Pusat Pemerintahan Kabupaten Bekasi, ke arah kiri menuju Pasar Serang. sedangkan tempat foto diambil adalah jalan menuju Cilangkara.

Sebenarnya nama masjid ini ada tertulis di dinding tempat wudhu dan toilet pada sisi jalan raya tapi nama masjidnya justru dihapus / terhapus dengan cat putih menyisakan tulisan yang terbaca samar samar. Jadi kita sebut saja sebagai masjid Jami’ Desa Cicau’ karena memang letaknya berdiri, berada diseberang kantor kepala Desa Cicau’ Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

dari arah Sukamahi / Pemkab Bekasi
Pengennya singgah ke masjid ini buat ngadem dari siang hari Cikarang yang panas sambil ngobrol dengan marbotnya. Tapi masjidnya sepi euy karena memang bukan waktu sholat berjamaah sih. Tapi lumayanlah buat ngadem dan merem sebentar. Di dalam masjid ada satu jemaah atau mungkin marbotnya yang tengah khusu’ banget, khusu’ zikir ?. bukan tapi lagi khsusu’ tidur siang Ramadhan. Ikut tiduran ah di dekat pintu setelah foto sana foto sini dalam senyap.

Koordinat Geografi :  6°22'4.82"S 107° 8'39.21"E


Lihat Masjid Jami' Desa Cicau' di peta yang lebih besar


Tapi saya gagal untuk nyenyak, lokasi masjid ini berada di sisi jalan raya. Pojok teras di barat daya masjid ini bahkan benar benar berada ditepian jalan raya membuat brisiknya kendaraan yang lewat terdengar nyaring ke dalam masjid terutama ditempatku rebahan tak jauh dari pintu masuk yang tak bisa diam ditiup angin terus saja membuka dan menutup sendiri.

bersebelahan dengan SDN 01 Cicau'
Kendaraan yang lalu lalang di jalan raya disamping masjid ini terdengar nyaring ke dalam masjid yang sedang sepi itu, apalagi bila giliran motor dengan knalpot. Masjid Jami’ Cicau’ selain berseberangan dengan Kantor Kepala Desa Cicau, tapi juga bersebelahan dinding dengan Sekolah Dasar Negeri 01 Cicau’.  

dari dalam gang gewung disamping masjid
Bangunan masjidnya sendiri beratap limas dengan empat sokoguru ditengah masjid. Area tempat wudhu berada di sisi selatan bersebelahan dengan jalan raya menghadap ke simpang tiga Desa Cicau’. Teras depan masjid dibangun lengkap dengan lengkungan lengkungan jendela dan pintu nya. Bentuknya yang seakan sudah sangat tua memberikan kesan antik pada teras ini.

Tumpukan Qur'an usang di teras Masjid
Di sudut teras masjid ini bertumpuk tumpuk Kitab suci Al-qur’an tua yang hampir semuanya terlihat usang dan tak bersampul lagi. Rak kayunya yang lapuk menambah lengkap kesan using pojok teras ini. Kitab kitab ini semestinya memang disimpan di dalam ruangan masjid dengan rak atau lemari buku yang layak bukan diletakkan di teras.

Interior Masjid
Ruang dalam masjid ini cukup besar dalam balutan warna putih keramik lantai nya. Ditengah masjid dipasang kain partisi sebagai pembatas area jemaah pria dan wanita, maklumlah saat ini sedang bulan suci Ramadhan, saat jemaah membludak ke masjid untuk sholat tarawih berjamaah, itu sebabnya partisi dipasang di tengah masjid untuk menampung jemaah wanita yang ikut serta sholat berjamaah Tarawih.

Kantor Kepala Desa Cicau' dilihat dari teras masjid
Mihrab dan mimbar disisi kiblat

--------------------------------

Baca juga Artikel Masjid Masjid Cikarang Pusat Lain-nya

Minggu, 29 Juli 2012

Masjid An-Nur Puri Sentosa, Cicau’


Masjid An-Nur Puri Sentosa, Desa Cicau', Cikarang Pusat
Berdiri diseberang danau di perumahan Puri Sentosa Cikarang Pusat, Masjid An-Nur Satu satunya masjid di komplek yang baru berdiri beberapa tahun lalu ini. masjid yang dibangun sebagai sarana ibadah bagi warga yang bermukim di komplek perumahan tersebut memang terlihat indah dengan latar depan danau kecil atau situ di sebelahnya.

Alamat Masjid An-Nur
Perum Puri Sentosa, Desa Cicau, Kecamatan Cikarang Pusat
Kabupaten Bekasi 17118, Jawa Barat
Sekretariat :
Puri Sentosa Blok D8 No. 9 Desa Cicau, Cikarang Pusat
Telepon : 021-97086458 / 0816-1372474


Lihat Masjid An-Nur Puri Sentosa, cicau di peta yang lebih besar

Rute perjalanan : dari Perempatan Lippo Cikarang ke arah Cibarusah, Dari pertigaan SPBU Pasar Serang belok ke kiri ke arah Cicau, di pertigaan Kantor Kepala Desa Cicau’ ambil jalan ke kiri, Perum Puri Sentosa ada sisi kanan Jalan.

Perum Puri Sentosa berada di dalam wilayah desa Cicau (dibaca ci-cawu’, Cau’ atau cawu’ dalam bahasa Sunda = Pisang), kecamatan Cikarang Pusat, kecamatan yang menjadi Ibukota Kabupaten Bekasi. Pusat pemerintahan kabupaten Bekasi memang tak telalu jauh dari perumahan ini.

Here's the masjid location's ::: lokasi masjid ini berikut komplek perumahaan tempatnya berdiri belum eksis di google map. di dalam peta dengan basis foto satelit itu seluruh daerah ini masih berupa lahan pesawahan.
Kawasan perbukitan Cicau tempat mangkalnya anak anak remaja cikarang di sore hari juga berada di dalam desa Cicau’. Sementara kawasan industri sudah mendesak hingga ke areal ini membuatnya terkepung oleh kawasan industri Delta Silicon II, Lippo Cikarang dan Deltamas.

Padahal dalam satu dekade lalu, melintasi desa ini dan kawasan sekitarnya masih terasa aroma keterpencilan. Menyaksikan satu persatu kawasan perumahan berdiri disana seperti melihat hal aneh mengingat lokasinya yang terasa begitu terpencil dan sunyi. Namun tak lama lagi suasana itu akan segera berubah total.

Get Closer to Masjid An-Nur
Rasa rasanya dalam beberapa tahun ke depan foto foto keindahan alam Cicau dan sekitarnya yang pernah saya upload di panoramio akan segera sirna berganti wajah sebagai sebuah kawasan industri berdesakan dengan kawasan perumahan dan pemukiman warga, termasuk perumahan Puri sentosa tempat Masjid An-Nur ini berdiri.

Selama bulan suci Ramadhan 1433H/2012M, DKM Masjid An-Nur dibawah pimpinan ketuanya Bpk. Ust. Zaenal, mengajak warganya untuk secara sukarela menyediakan ta’jil (hidangan ringan untuk berbuka puasa) di masjid An-Nur secara bergiliran bagi semua warga RW 07 Desa Cicau’ dalam lingkup RT 19 hingga 22. Warga di empat RT itu kebagian masing masing 7 hingga 8 hari secara bergantian.

Lebih Dekat
Tampak depan Masjid An-Nur Puri Sentosa 
Interior Masjid An-Nur Puri Sentosa
dan anak anak pun riang bermain di halaman masjid menunggu waktu asyar, sepertinya mereka begitu exiting untuk melantunkan azan lewat mikropon, sampai berkali kali masuk ke masjid hanya untuk memeriksa "sudah jam berapa ya" sambil melongo ke jam dinding di atas mihrab dan temannya menyahuti "masih lama asyar nya, sepedaan lagi aja yuk"
dan saya rangkumkan foto masjid ini untuk anda

--------------------------------

Baca juga Artikel Masjid Masjid Cikarang Pusat Lain-nya


Masjid Jami' Kampung Cikuya, Cicau’

Masjid Jami Kampung Cikuya, Desa Cicau' - Cikarang Utara
Nama masjid di pengkolah kampung Cikuya Desa Cicau’ ini cukup panjang, seperti ditulis di plakat pembangunannya, “Masjid Naurah Abdullah Al-Kholidi Wa’atharoh Al-Ghomadi Yarhamallah” nama masjid yang panjang sekali tentunya. Biasanya nama seperti ini adalah nama dari individu yang memberikan donasi bagi pembangunan masjid tersebut.

Saya tak menemukan papan nama lain yang menjelaskan nama masjid ini selain yang ada di plakat pembangunan yang tadi disebut, jadi biar lebih mudah, kita sebut saja nama masjid ini sebagai masjid Jami Kampung Cikuya.

Lokasi Masjid
Kampung Cikuya, Desa Cicau’, Kec. Cikarang Pusat
Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat, Indonesia.
Koordinat Geografi :  6°21'49.54"S 107° 8'24.80"E


Lihat Masjid Kampung Cikuya - Cicau di peta yang lebih besar

Dibangun pada tahun 2007 oleh Internasional Islamic Relief Org, Kerajaan Saudi Arabia bersama Cisel Construction & Development. Bangunan masjid ini berdiri megah di tikungan kampung Cikuya. Dari arah pasar serang ke Cicau’ masjid ini berada di sisi kanan tikungan jalan. Sementara disisi kiri beberapa puluh meter dari masjid ini sedang berjalan proyek perluasan kawasan industry Delta Silicon II dalam proses persiapan lahan hingga ke tepian jalan Serang – Cicau’.

Pelan namun pasti desa Cicau’ terkepung dan tergerus oleh ekspansi kawasan industri. Sawah sawah yang dulu menghijau di kawasan itu perlahan lahan berubah menjadi gedung gedung pabrik, sayangnya sebagian besar dari pabrik pabrik yang beroperasi di Cikarang dan di bagian lain negeri ini adalah milik para pengusaha asing.

Lokasi masjid ini berada pas di sisi dalam tikungan di tengah kampung Cikuya. foto di ambil dari arah jalan kecil masuk ke kampung. ke arah kanan Foto menuju ke pasar Serang, Ke arah kiri foto menuju ke Kantor Kepala Desa Cicau'
Kita mengundang para investor asing menanamkan modalnya di tanah air ini, mengubah lahan lahan sawah yang subur menjadi kawasan industri “demi membuka lapangan pekerjaan” sementara para mantan pemiliki lahan nyaris tak ikut menikmati derap kemajuan selain dari dana hasil menjual tanah mereka belasan atau puluhan tahun sebelumnya pada saat harga lahan disana masih teramat murah.

Daerah Cicau’ ini sebenarnya memang cukup nyaman untuk ngadem sore sore, sekedar melintas sore hari sambil ngabuburit menikmati pemandangan setidaknya sebelum semua landscape berbukit bukit itu digerus dan di ratakan untuk kawasan industri. Udaranya masih segar, angin semilir serta masih bisa menikmati tenang dan sunyinya suasana jauh dari hiruk pikuk dan dunia kapitalis individualistis.
Rangkuman foto foto Exterior & Interior Masjid Jami' Kampung Cikuya
Di masjid kampung Cikuya saya singgah sebentar untuk sholat zuhur, sekitar hampir jam dua siang dan tentu saja masjid sunyi senyap dari jemaah karena sudah lewat waktu sholat berjamaah. Hanya ada beberapa tukang yang sedang mengerjakan perbaikan pagarnya ditepian jalan raya.

Pasokan air dimasjid ini sangat baik walaupun sepertinya dipasok dari sumur pompa lalu ditampung dalam tendon air berukuran besar di atas tempat wudhu sebelum dialirkan ke keran keran yang dipasang disana. Mengingat saat ini sedang dalam bulan suci Ramadhan, ruang utama masjid dibagi dua dengan partisi dari kain warna biru membagi dua ruang masjid untuk jemaah pria di bagian depan dan jemaah wanita di bagian belakang.

Proyek ekspansi kawasan industri, hanya beberapa meter dari Masjid Jami Kampung Cikuya. dari arah Serang, masjid Jami Kampung Cikuya ada disisi kanan jalan sedangkan kawasan industri yang sedang tumbuh seperti dalam foto di atas ada di sisi kiri jalan menjelang bangunan masjid.
Bangunan masjidnya berdenah segi empat, atap limas bertingkat dua, dilengkapi dengan tiga pintu dua di sisi kiri / sisi selatan satu menghadap ke area wudhu yang lainnya menghadap ke pemukiman warga, sedangkan pintu utamanya yang menghadap ke pekarangannya yang tak begitu luas di sisi jalan raya.

--------------------------------

Baca juga Artikel Masjid Masjid Cikarang Pusat Lain-nya



Rabu, 25 Juli 2012

Masjid Hidayatullah, Oase di Tengah Kota Jakarta


Di dalam bangunan asli Masjid Hidayatullah, Jakarta

Masjid Hidayatullah di daerah Karet Setiabudi, Jakarta mencoba bertahan meski telah dihimpit oleh gedung-gedung perkantoran pencakar langit. Posisinya yang strategis membuat masjid ini menjadi semacam oase jiwa bagi siapa saja yang menemui kekosongan hidup ditengah keramaian kota Jakarta.

Masjid Hidayatullah merupakan salah satu masjid yang arsitektur bangunannnya terdapat sentuhan budaya Thionghoa. Salah stu sumber sejarah menyebut masjid ini dibangun pada tahun 1747 di atas lahan wakaf pengusaha Batik Mohamad Yusuf yang tinggal di daerah Karet.

Di sekitar masjid Hidayatullah terdapat makam orang muslim yang dirawat begitu apik, di antara rimbunan pepohonan rindang yang meneduhi kawasan ini. Sudah tiga kali masjid ini direnovasi, yaitu tahun 1921, 1948, dan 1996. Namun renovasi sama sekali tidak mengubah wajah asli masjid.

Jika melihat dari luar, masjid yang sempat akan digusur ini terlihat seperti bangunan khas Thionghoa, dengan atap bersusun tiga melengkung. Sementara kehadiran dua menara yang simetris adalah ciri budaya Hindu yang banyak terdapat di daerah Jawa Tengah. Namun saat memasuki lingkungan masjid, jamaah dapat merasakan budaya lain. Pintu-pintu dan jendela yang ada menunjukan gaya Betawi.

Masjid ini menjadi saksi bisu perjuangan umat Islam saat melawan penjajah. Saat penjajahan dulu sering dipakai sebagai tempat mengatur strategi. Dua menara menjulang tinggi di kanan dan kiri pintu masuk masjid dulunya juga dipakai untuk mengintai musuh. Melalui masjid inilah pengiriman senjata ke daerah Karawang dan Cikampek dilakukan.

Menurut A Heuken SJ dalam buku 'Masjid-Masjid Tua Jakarta', kemungkinan masjid ini berawal dari sebuah bangunan mushola/surau atau masjid kecil. Dua menara kembar yang terdapat di bagian muka masjid bisa jadi merupakan gaya arsitektur yang sedang digandrungi di Jakarta ketika itu.


Baca Ulasan tuntas Masjid Hidayatullah, disini

Ribuan Masjid Bersejarah Turki Direnovasi


Masjid Sultan Sulaiman salah satu masjid bersejarah di Turki.

Direktorat Jenderal Peninggalan Sejarah Turki telah merenovasi empat ribu masjid bersejarah, termasuk masjid Arab di Distrik Beyoglu, Istanbul Turki. "Kini, semua masjid bersejarah telah dibuka untuk umum," papar Wakil Perdana Menteri Turki Bulent Arinc, seperti dikutip aa.com.tr, Senin (23/7).

Bulent mengatakan Masjid Arab dibangun tentara Islam yang mengepung Istanbul pada rentang tahun 716-717 Masehi. Bangunan ini adalah masjid terbesar di Galata, Istanbul. "Masjid Arab" memiliki arsitektur khas Istanbul," komentar, Menteri Turki Bea dan Perdagangan, Hayati Yazici.

Yazici mengatakan, seharusnya setiap peninggalan sejarah dapat dikunjungi publik. Dengan demikian, masyarakat dapat mengenali identitas mereka. "Antara tahun 1998 dan 2002, terdapat 46 monumen sempat direnovasi namun dalam dekade terakhir jumlah direnovasi naik menjadi 6 ribu. Ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap peninggalan sejarah," kata dia.

Renovasi Masjid Arab dimulai tahun 2008 dan selesai beberapa waktu lalu. Selain Masjid Arab, renovasi juga dilakukan pada Masjid Fatih, Suleymaniye, Mihrimah Sultan, Pertevniyal Sultan, Yavuz Selim, dan Kilic Ali.

Sebelumnya, Turki berencana merenovasi masjid-masjid yang dibangun oleh Dinasti Utsmani di Libya dan Gaza. Seorang eksekutif yang bekerja di Konstruksi Nurol, Hilmi Ozkazanc, mengatakan Turki sedang merencanakan untuk memulai merenovasi Masjid Murad Agha di kota Tajura dekat ibukota Libya, Tripoli.

"Kami akan datang ke Tajura pekan depan untuk melihat apa yang harus kita lakukan untuk merenovasi masjid," kata Ozkazanc. Renovasi mungkin baru akan dikerjakan akhir tahun ini.



Minggu, 22 Juli 2012

Selama Ramadhan, Masjid Agung Pamekasan Sediakan 700 Ta'jil


Masjid Agung Assyuhada Pamekasan

Menurut Ketua Takmir Masjid Haji Abdul Mukti, takjil yang disediakan itu merupakan sumbangan dari warga Pamekasan dan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan pemkab.

"Takjil yang kita sediakan ini bagi orang-orang yang tidak mampu dan orang yang sedang dalam perjalanan dan menunaikan shalat magrib di masjid As-Syuhada," kata Abdul Mukti, Ahad (22/7)

Ia menjelaskan, takjil untuk berbuka puasa yang disediakan takmir masjid itu, jumlahnya sama dengan tahun sebelumnya, yakni sekitar 600 hingga 700 takjil.

Takjil itu merupakan dagangan kelompok usaha kecil yang ada di Pamekasan dan dimaksudkan sebagai bentuk pemberdayaan terhadap mereka. "Jika takjil yang kami sediakan lebih, biasanya kami bagi-bagikan kepada orang-orang miskin yang tinggal di sekitar masjid dan para abang becak," kata Abdul Mukti.

Sejak memasuki bulan suci Ramadhan ini, penjualan takjil oleh para pedagang kaki lima (PKL) di Pamekasan terlihat sangat banyak.
Mereka umumnya merupakan pedagang dadakan yang sengaja berjualan untuk mengais rizki dengan berjualan takjil kepada umat Islam yang sedang menunaikan ibadah puasa.

Tidak kurang dari 200 pedagang takjil baru yang membuka usaha menjual makanan yang minuman pada bulan Ramadhan 1433 Hijriah kali ini. "Nah, takjil yang kami berikan kepada kaum duafa yang berbuka puasa itu di masjid agung As-Syuhada Pamekasan itu juga dari pedagang takjil baru itu," kata Abdul Mukti.


Kamis, 19 Juli 2012

"Kampoeng Ramadhan 2012" di Masjid Al-Jihad Karawang


Kampung Ramadhan Karawang

Program "Kampoeng Ramadhan 2012" yang digelar Global TV kali ini mengambil tempat di Masjid Al-Jihad Karawang, Sabtu (21/7). Seperti pada tahun sebelumnya, Kampoeng Ramadhan 2012 digelar secara off-air maupun on-air.

Untuk program off-air akan diisi dengan berbagai macam kegiatan seru yaitu perlombaan fashion show Islami anak-anak, perlombaan qosidah dan marawis antarremaja masjid, pawai ngabuburit sambil menunggu buka puasa, kultum dari ustadz ternama setempat hingga ta’jil gratis untuk buka puasa bersama GlobalTV. Tersedia juga berbagai booth-booth menarik serta bazaar bagi umat muslim yang hadir ketempat acara.

Serangkaian acara on-air juga telah dipersiapkan bagi umat muslim yang datang dan hadir pada acara ini. Konser musik Islami dengan lantunan lagu-lagu religi dari artis-artis papan atas dalam negeri juga ceramah sebagai siraman rohani dari Ustadz Zacky Mirza setelah salat Tarawih berjamaah akan live pada jam 21.30 hingga 23.00 WIB. Tentunya seluruh kegiatan tersebut akan membuat suasana bulan Ramadan semakin meriah dan seru namun tetap khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa.


View Masjid Al-Jihad Karawang in a larger map

Kampoeng Ramadhan 2012 di Masjid Al-Jihad Karawang pada minggu pertama bulan Ramadhan 1433 H akan sangat meriah dengan hadirnya host Idan dan Caca yang akan membuat rangkaian program acara off-air semakin seru untuk diikuti. Ditambah dengan host Kemal yang akan berduet dengan Tasya Kamila akan membawakan program on-air dengan penampilan dari sederet artis ternama yaitu Budi Doremi, D’Massive, Rini Idol, Teamlo, Sulis, Max 5, dan Echa Paramitha.

Kampoeng Ramadhan 2012 di Masjid Al-Jihad Karawang adalah yang pertama kali di tahun ini dari program acara Kampoeng Ramadhan 2012 yang akan diselenggarakan di 4 (empat) kota berbeda setiap minggunya selama bulan Ramadhan 1433 H. Kampoeng Ramadhan 2012 akan meramaikan suasana Ramadan bagi seluruh muslimin dan muslimat dengan rangkaian acara yang khusyuk namun meriah dan seru.****


--------------------

Artikel Masjid Masjid Karawang




Rabu, 18 Juli 2012

70 Persen Masjid Cina Bergaya Timur Tengah


Masjid Nieujie, Beijing - China

Sekilas bangunan ini tampak menyerupai klenteng. Tidak salah bila melihat warna merah, kuning dan hijau mendominasi bangunan masjid, mulai dari dinding, pilar, dan genteng. Ketika melihat bagian puncaknya, di mana terdapat kubah kecil maka pengunjung  mulai menyadari bahwa bangunan ini adalah masjid.

Masjid itu bermana Nieuji. Masjid yang dibangun pada tahun 996 pada era Dinasti Liao ini merupakan saksi dari perpaduan dua budaya yakni Cina dan Timur Tengah. Dari masjid inilah, dalam dekade terakhir, berdiri masjid-masjid dengan gaya arsitektur serupa bermunculan.

Li Weijian, profesor Institut Sosial Agama-agama Dunia memperkirakan 70 persen masjid Cina bergaya Timur Tengah. Hal itu terjadi sejak 1978 atau tepatnya setelah revolusi kebudayaan. "Perpaduan budaya Islam dan Cina begitu terlihat di segala bidang dari budaya hingga komersial. Dari Politik hingga ekonomi," papar Li, seperti dikutip dari thenational.ae, Rabu (18/7).

Ia mengatakan sebagian komunitas muslim di Cina ketika membangun masjid lebih dominan memperlihatkan pengaruh Timur Tengah. Alasannya, membangun masjid dengan gaya tradisional Cina membutuhkan biaya besar. Ini karena, kayu sebagai bahan material utama begitu mahal.

"Faktor penentu lainnya, masuknya dana dari Timur Tengah, seperti yang dialami Muslim Indonesia dan Pakistan," ungkapnya.

Zang Xiaowei, pakar studi Cina Universitas Sheffield mengungkap organisasi-organisasi asing, khususnya yang berasal dari Arab Saudi, begitu aktif memberikan dana kepada komunitas Muslim Cina untuk membangun masjid. "Namun beda kasus dengan komunitas muslim di Xianjiang. Mereka banyak dipengaruhi budaya Turki dan Asia Tengah," kata Zang.

Jacqueline Armijo, pakar hubungan internasional Universitas Qatar mengatakan pengaruh Timur Tengah terhadap Muslim Cina mengancam karakter lokal. "Muslim yang belajar ke Timur Tengah datang dengan pengaruh Arab yang kuat, seperti misal penulisan kaligrafi. Selanjutnya, mereka tidak lagi bersedia menulis dengan gaya lokal," ungkapnya.

Baru-baru ini, ada upaya kembali menjaga tradisi lokal. Sebagai contoh, masjid bergaya tradisional Cina kembali dibangun. Namun, harus diakui tidak sebanyak masjid bergaya Timur Tengah.

"Muslim Cina mulai menyadari kekeliruan mereka meniru tradisi luar. Ini sangat penting, guna menjaga nilai otentik sejarah Islam di Cina," kara Armijo.



Senin, 16 Juli 2012

Masjid Pertama di Propinsi P.E.I Kanada Diresmikan


Masjid Dar-As-Salam dibangun seperti kebanyakan  bangunan setempat, tidak seperti bangunan masjid yang kita kenal dengan kubah besar dan menara

Muslim di kota Charlottetown, Propinsi P.E.I (Prices Edward Island), Kanada kini dapat tersenyum bahagia setelah sekian tahun lama nya mengimpikan memiliki sebuah masjid, ahirnya impian itu kini menjadi nyata dengan diresmikannya Masjid Dar As-Salam di kota Charlottetown, propinsi P.E.I. Kanada, yang menjadi masjid pertama di pulau yang merupakan propinsi terkecil di Kanada tersebut.

Kota Charlottetown merupakan Ibukota dari Propinsi Prince Edward Island (P.E.I) yang merupakan propinsi terkecil di Canada. Pulau Prince Edward terhubung langsung dengan daratan besar Kanada melalui sebuah jembatan laut sepanjang 13 kilometer bernama Jembatan Konfederasi (Confederation Bridge / Pont De La Confederation).

Peta lokasi Kota Chaelottetown di propinsi Price Edward Island, Canada
Masjid Dar As Salam diresmikan hari Sabtu pekan lalu (14/Juli/2012) dihadiri oleh seluruh muslim di propinsi pulau tersebut. Masjid Dar As Salam P.E.I ini berada di 15 MacAleer DriveKota Charlottetown, Propinsi Prince Endward Island, Kanada.

Merujuk kepada google earth / google map, lokasi masjid ini berada di ujung barat daya Bandara Charlottetown, dan hanya terpaut sekiat 200 meter dari Gereja Good News Baptist Church-Fundamental, atau sekitar 100-an meter dari gerbang Bandara Charlottetown.

Muslim Society of Prince Edward Island/ Masjid Dar-As-Salam
15 Macaleer Dr, Charlottetown, PE C1E 2A1
Find them in facebook


Pembangunan masjid ini diselenggarakan oleh Komunitas Muslim setempat dengan dana swadaya jemaah, proses pembangunannya telah dimulai sejak empat tahun lalu. Sebelum masjid ini dibangun komunitas muslim disana yang jumlahnya memang sangat sedikit menyelenggarakan ibadah sholat berjamaah dengan menumpang di aula gereja. Di hari minggu gereja dipakai oleh umat Kristen dan tiba di hari Jum’at digunakan oleh muslim disana untuk menunaikan ibadah sholat fardhu Jum’at.

Kini setelah masjid Dar As Salam resmi dibuka komunitas muslim disana dapat dengan leluasa menjalan aktivitas komunal mereka termasuk sholat berjamaah, aktivitas sosial dan budaya termasuk pendidikan bagi putra putri mereka, di masjid yang baru berdiri tersebut.


Pada saat peresmian masjid seluruh anggota komunitas berkumpul disana dengan membawa anggota keluarga mereka. Upacara peresmian ditandai dengan pemotongan kue oleh presiden komunitas muslim P.E.I, Najam Chishti. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa pembangunan masjid tersebut tidak akan terwujud tanpa kerjasama dari seluruh komponen masyarakat P.E.I.

Organisasi muslim setempat bernama The Muslim Society of P.E.I dibentuk tahun 1990 untuk menyatukan komunitas muslim disana. Upaya pembangunan masjid digulirkan dengan penggalangan dana dari seluruh jemaah. Komunitas kecil muslim di P.E.I ini kebanyakan berasal dari Timur Tengah termasuk Mesir….

Masjid Dar-As-Salam Charlottetown, P.E.I, Kanada, saat dalam proses penyelesaian ahir. sama sekali tidak mirip dengan bangunan masjid, lebih mirip dengan bangunan lain di kawasan tempatnya berdiri.
Pada saat rencana pembangunan masjid pertama kali digulirkan, panitia pembangunan hanya mengantongi dana kurang dari $100 ribu, rasanya tidak mungkin dapat dilakukan untuk mengumpulkan dana hingga setengah juta dolar hanya dalam waktu enam bulan. Namun berkat kerja keras dari panitia penggalangan dana yang diketua oleh Dr. Suleiman Sefau, sukses menangguk dana dari berbagai kalangan.

Metoda penggalangan dana dilakukan dengan mengirimkan ratusan surat, menelepon semua pihak yang dianggap dapat membantu termasuk kolega, sahabat dan saudar, malam penggalangan dana, bazaar makanan, permintaan dana dari individu ke individu lainnya sampai ahirnya berhasil mendapatkan dana yang dibutuhkan.

Interior Masjid Dar-As-Salam :: meski bangunannya tidak mirip masjid, namun arah masjid Dar-As-Salam ini tepat mengarah ke Kiblat. sehingga tidak perlu memiringkan sajadah di dalam ruangannya
Masjid Dar As Salam tidak saja menyelenggarakan kegiatan ibadah rutin, tapi juga berfungsi sebagai Islamic Center dengan menyelenggarakan program pendidikan Sunday School (Sekolah Minggu untuk anak anak –mirip dengan program Gereja), halaqoh, belajar membaca Al-Qur’an serta ta’lim bagi jemaah muslim dan muslimah. Masjid ini juga terbuka bagi non muslim dalam suasana yang  bersahabat guna menciptakan iklim yang baik bagi dialog lintas kepercayaan, perdamaian dan saling pengertian.

Acara peresmian tersebut turut dihadiri Walikota Charlottetown, Mayor Clifford Lee yang hadir dalam acara open house di masjid tersebut. Beliau sempat berujar  bahwa masjid tersebut merupakan satu contoh pengakuan akan pentingnya para imigran di P.E.I dan bagaimana masjid tersebut menjadi contoh sempurna bagi sebuah tempat dimana semua orang dari komunita masyarakat dapat datang dan berkumpul disana.

Jembatan Konfederasi (Confederation Bridge / Pont De La Confederation) yang menghubungkan Price Edward island dengan daratan utama Kanada. Besar ya dan panjang nya mencapai 13 kilometer, maklumlah karena memang jembatan lintas laut.
Komunitas kecil muslim di P.E.I yang sebagian besar adalah imigran telah menjadi bagian integral dari pulau tersebut, mereka secara aktif terlibat dalam semua aktivitas sosial kemasyarakatan termasuk dalam berbagai aktivitas penggalangan dana bagi pembangunan rumah sakit, Bank makanan, hingga penggalangan dana untuk palang merah Kanada.

Selamat untuk saudara saudara muslim di P.E.I

Sumber

nationsencyclopedia.com  - prince Edward island

Minggu, 15 Juli 2012

Masjid Fatima, Masjid Berbentuk Lonceng di Kuwait


Masjid Sheihka Fatima, Kuwait, unik dengan bentuk lonceng dan bermenara seperti lilin (foto dari mosqueplans.com)

Mungkin anda sudah sering menemukan foto masjid satu ini di dunia maya, Masjid Sheikha Fatima, namanya. Berada di kawasan sub urban Abdullah Al-Salem di kota Kuwait, menjadi salah satu masjid megah, modern dan mewah namun unik di Kota Kuwait. Seperti masjid masjid lainnya di Negara Kuwait, masjid inipun dipadati jemaah terutama selama bulan suci Ramadhan. Rancangannya begitu unik dengan bentuknya yang tak lazim, tidak seperti bangunan masjid seperti biasanya, apalagi letaknya yang notabene di tanah arab. Masjid Fatima dibangun menyerupai sebuah lonceng dalam ukuran super besar.

Sheikha Fatima Mosque
Abdullah Al-Salem, Kuwait City
Kuwait


Lihat Sheikha Fatima Mosque di peta yang lebih besar

Dibangun tahun 1982, Masjid Sheikha Fatima memadukan antara arsitektural tradisional dan teknologi konstruksi modern dalam sebuah harmoni. Bentuk lonceng pada masjid ini adalah Kubah masjid. Kubah di masjid ini tidak lagi sebagai sebuah komponen estetika melainkan masjidnya sendiri yang menciptakan ruang terbuka begitu besar di dalamnya, dengan sebuah teknologi konstruksi yang baru, inovatif dan unik.

Dibentuk dari bahan plastik dan kaca Alblaks, dihias dengan ukiran kaligrafi Al-Qur’an di atas material kayu dalam berbagai bentuk garis lurus dan geometris pada lampu gantungnya dipadu dengan material kaca anti noda. Tak sampai disitu keunikan masjid ini pun terlihat pada rancangan menaranya yang mirip sebatang lilin. Memberikan keseimbangan antara kemampuan rancangan arsitektural dari kubah lonceng, menara dan elemen lainnya.

Sumber

sketchup.google.com - fatima-mosque-in-kuwait
bestourism.com - Mosque-Fatima-in-Kuwait

Masjid Piramida, Kuwait

Masjid Sheikh Naseer Al-Sabah atau Masjid Piramida di Kuwait City (foto dari intlxpatr)

Kuwait, Selain memiliki masjid mirip Taj Mahal, masih memiliki masjid unik lainnya yakni Masjid Piramida. Masjid berbentuk tak biasa ini sebenarnya bernama Masjid Muhammad Nasser El Sabah Atau Masjid Sheikh Nasser, namun karena bentuknya yang memang berbentuk segitiga seperti piramida, maka kebanyakan pengunjung lebih menyebutnya sebagai Masjid Piramida.

Nasser Al-Sabah Mosque
Al Blajat Street
Kuwait


Lihat Nasser Al-Subah Mosque di peta yang lebih besar

Masjid Sheikh Nasser berada di kawasan Ras Salmiya di kota Kuwait. Ruang utama masjid ini berukuran 30 x 26 meter ditambah dengan  ruangan dua lantai dibelakangnya terhubung langsung dengan masjid yang merupakan area berwudhu dan kantor pengelola masjid di lantai dasarnya, sedangkan pada lantai dua merupakan area sholat khusus jemaah wanita, perpustakaan dan pusat riset Islam.

Berdiri di atas lahan seluas 2.150 meter persegi juga dilengkapi juga dengan menara tunggal setinggi 50 meter. Proyek pembangunannya selesai pada tahun 1981 yang lalu menghabiskan dana sebesar US$ 3.000.000 Dolar Amerika dan ditangani oleh biro Arsitek Bereau D’architecture, Henri Montoris dari Belgia.


Masjid [Seperti] Taj Mahal Kini Berdiri di Kota Kuwait


Masjid As-Sadiqa Fatimatul Zahra di kota Kuwait, dibangun dengan meniru bangunan Taj mahal di India (foto dari google.com


Warga Kuwait yang ingin menyaksikan keindahan bangunan Taj Mahal, kini tidak perlu jauh jauh ke India. Pemerintah Kuwait telah membangun sebuah masjid dengan meniru bentuk bangunan Taj Mahal di India. Taj Mahal – nya Kuwait itu diberi nama Masjid As-Sadiqa Fatimatul Zahra di kota Kuwait.

Masjid bergaya Taj Mahal ini merupakan salah satu tujuan wisata religi paling populer di Kuwait selain Masjid Agung Kuwait yang merupakan Masjid Nasional. Lokasi nya berdiri tak jauh dari Bandara Internasional Kuwait, menjadikannya sebagai salah satu pemandangan indah bagi para penumpang pesawat yang melintas.

Al-Sayeda Fatima Al-Zahraa Mosque ‎
Abdullah Al-Mubarak Block 6 Street 10
10 Street 10, Kuwait


Lihat Al-Sayeda Fatima Al-Zahraa Mosque di peta yang lebih besar

Tampilan luar masjid ini memang dibangun meniru Taj Mahal namun bagian dalamnya sama sekali berbeda. Taj Mahal dibangun sebagai Maosoleum (makam) bagi Mumtaz Mahal, Istri dari Shah Jehan (Raja dari Kerajaan Islam Mughal) tahun 1632 sebagai bentuk cintanya yang mendalam, namun Taj Mahal di Kuwait ini adalah sebuah Masjid, di dalamnya tentu saja berupa ruang sholat lengkap dengan mihrab dan mimbar.

Taj Mahal di India memang dilengkapi dengan bangunan masjid di sebela baratn-nya sebagai fasilitas penunjang dari Maosoleum tersebut. Masjid Taj Mahal di komplek Taj Mahal – India, dibangun kembar dengan bangunan istana peristirahatan kerajaan yang berada di sisi timur komplek Taj Mahal

Sisi dalam Masjid Taj Mahal di Kuwait ini dilengkapi dengan ukiran kaligrafi Al-Qur’an. Bangunan masjid nya sendiri berdiri di atas lahan seluar 3.316 meter persegi, dibangun atas ide dari anggota Majelis Al-Umma (parlemen) Kuwait, Hassan Johar. Menggunakan berbagai material bangunan yang juga di datangkan dari Mesir dan Iran. Hasan Johar merupakan salah satu tokoh parlemen dari kelompok Islam Syiah Kuwait.

Masjid Seperti Taj Mahal di Kuwait ini bukanlah satu satunya bangunan yang menjiplak Taj Mahal India, sejumlah gedung di Las Vegas (Amerika Serikat), Dubai (Uni Emirat Arab) dan Shenzen (China) juga meniru bangunan Taj Mahal.  Sementara di Bangladesh seorang milioner setempat juga tengah membangun bangunan yang mirip dengan Taj Mahal di Ibukota Negara tersebut, Dhaka. Pembangunan Masjid seperti Taj Mahal di Kuwait ini dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan dari Kedutaan Besar India di Kuwait.


-----------------------------

Baca Juga :