Sabtu, 09 Juni 2012

Masjid Nurul Barkah Bandara International Soekarno Hatta - Jakarta

Gerbang Timur Masjid Nurul Barkah Bandara Internasional Soekarno Hatta

Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soeta) atau Soekarno Hatta International Airport (SHIA), sudah identik dengan nama Jakarta di belakang namanya, meskipun sebenarnya wilayah Bandara Soeta masuk ke dalam wilayah Propinsi Banten.  Di Bandara Soeta ini disediakan dua Masjid berukuran besar sebagai fasilitas pendukung bandara Soeta.

dari balik gerbang timur
Dua masjid tersebut adalah Masjid Nurul Barkah dan Masjid Al-Furqon. Dua masjid dengan arsitektural yang sama sekali berbeda satu dengan lainnya. Masjid Nurul Barkah berarsitektur perpaduan Indonesia dan Timur Tengah, sedangkan Masjid Al-Furqon langsung dapat dikenali dengan bentuk bentuk kubahnya yang unik, mirip seperti es krim, atau kubah katedral Kremlin di Lapangan Merah, Moskow, Rusia.

Masjid Nurul Barkah berada di ruas jalan utama menuju dan dari bandara Soeta, tepatnya berada di antara jalan akses menuju Terminal I untuk penerbangan domestik dan Terminal II untuk penerbangan mancanegara, berhadap hadapan dengan kantor Angkasapura. Bila ke Bandara Soeta dipastikan akan melewati masjid satu ini. Dari arah jalan raya masjid ini dapat dikenali dari jejeran pilar pilar putih dari bangunan koridornya yang berjejer di utara masjid mengarah ke jalan raya.

Masjid Nurul Barkah
Jl. Kol Sediyatmo, Bandara Soekarno Hatta Tangerang
Benda, Tangerang 15125, Propinsi Banten, Indonesia
Telp. 021-5505485, 021-55916035

Rekening Bank Mandiri
No.116-009901704-9
a.n. H. Saechan Hadi Siswanto qq. Masjid


Lihat Mesjid Nurul Barkah Cengkareng di peta yang lebih besar

Pengelolaan Masjid Nurul Barkah berada di bawah Yayasan Yayasan Masjid Nurul Barkah yang dibentuk dengan akta Notaris Ny. Anna Sunarhadi , S.H.No. 69 Tanggal 25 April 1986. Dengan alamat seperti tersebut di atas. Dilihat dari lokasinya berdiri yang cukup jauh dari terminal kedatangan dan keberangkatan, masjid ini memang diperuntukan bagi karyawan yang bekerja di kawasan bandara Soeta, para pengguna jasa penerbangan, harus menyempatkan waktu khusus untuk mampir kesini.

bangunan utama Masjid Nurul Barkah, Beratap limas bersusun tiga khas Indonesia
Aslinya bangunan Masjid Nurul Barkah merupakan bangunan masjid dengan atap limas bersusun tiga khas Indonesia yang dipopulerkan oleh Yayayasan AmalBhakti Muslim Pancasila (YAMP) Bentukan Pak Harto (Presiden RI ke dua). Masjid Nurul Barkah ini memang salah satu masjid yang dibangun oleh YAMP sebagai fasilitas penunjang Bandara Soeta.

Lebih dekat ke bangunan Utama Masjid Nurul Barkah Bandara Soeta
Bangunan asli masjid  pertama kali diresmikan tanggal 9 Oktober 1987 Presiden Soeharto. Berupa sebuah bangunan masjid tanpa menara, dengan daya tampung 1200 jemaah. Jauh sebelumnya masjid megah di atas lahan seluas 3.600 meter persegi dan mampu menampung 4.000 orang ini berawal dari sebuah musholla yang terbuat dari bilik. Namun, setelah Bandara Internasional Soekarno Hatta (Bandara Soeta) diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1984, musolla tersebut semakin banyak didatangi jemaah.

Dari halaman tengah Masjid Nurul Barkah, sebelah kanan adalah bangunan utama masjid  yang dibangun oleh YAMP, sebelah kiri dan tengah merupakan bangunan tambahan sisi selatan.
Masjid Nurul Barkah kemudian diperluas dengan ditambahkan dua bangunan pendopo di sisi kiri (utara) dan kanan (selatan) bangunan utama. Bangunan pendopo ini memiliki ke-khasan sendiri dengan atap nya yang dirancang mirip dengan rancangan atap masjid Salman di Kampus ITB Bandung. Atap yang unik tak biasa berbentuk kawah terbalik. Layaknya sebuah pendopo, dua pendopo masjid Nurul Barkah ini dirancang terbuka tanpa dinding.

salah satu dari empat menara Masjid Nurul Barkah, bangunan di kiri foto adalah bangunan pendopo  utara Masjid Nurul Barkah
Selain dua pendopo proses perluasan juga menambahkan empat bangunan menara di empat penjuru masjid. Bila diperhatikan dengan seksama, empat menara masjid ini memang tidak terlalu tinggi untuk ukuran menara dari masjid yang berukuran cukup besar seperti masjid Nurul Barkah ini. Hal tersebut dapat dipahami karena memang lokasinya yang berada di komplek Bandara, memang tidak diperkenankan untuk membangun menara tinggi karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan. Proses pembangunan perluasan Masjid Nurul Barkah tersebut selesai dan diresmikan pada tanggal  31 Maret 2000 Miladiah bertepatan dengan tanggal 25 Zulhijah 1420 Hijriah oleh oleh Direktur Utama Angkasa Pura, Miskul Firdaus.

Ruang Sholat Utama Masjid Nurul Barkah

Aktivitas Masjid Nurul Barkah

Merujuk kepada blog masjidnurulbarkah,  Biaya operasional Masjid Nurul Barkah bisa mencapai Rp7,5 juta per bulan. Biaya tersebut ditanggung oleh PT Angkasa Pura II (APII) selaku pengelola bandara internasional Soekarno Hatta. Karena tingkat lalu lalang manusia yang tinggi, infak yang masuk tiap bulannya di Masjid Nurul Barkah bisa mencapai puluhan juta rupiah. Dana itu, lewat Yayasan Amal Zakat, Infaq dan Sadakoh (Yazis) disalurkan pada masyarakat tidak mampu di sekitar Bandara Soeta empat kali setahun. Bahkan dari hasil infak itu juga, Yayasan Nurul Barkah tiap bulan rutin memberi beasiswa kepada 50 siswa SMP dan SMA berprestasi di sekitar bandara.

Foto Foto Masjid Nurul Barkah Bandara Soeta

di dalam Pendopo sisi Utara Masjid Nurul Barkah
dua menara Masjid Nurul Barkah Bandara Soeta
rangkaian koridor ini selain berfungsi sebagai ornamen pelengkap keindahan juga menjadi area tambahan sholat saat daya tampung masjid tak mencukupi.
dari sisi utara Masjid Nurul Barkah
Gerbang Utara Masjid Nurul Barkah Bandara Soeta.

Detil Arsitektur Masjid Nurul Barkah Bandara Soeta

mihrab dan mimbar Masjid Nurul Barkah Bandara Soeta
di bawah atap tertinggi Masjid Nurul Barkah
Ornamen Kayu dan lampu gantung dari tembaga mewarnai langit langit Masjid Nurul Barkah Bandara Soeta
Tembus cahaya : Jendela Masjid Nurul Barkah Bandara Soeta dari sebelah dalam
Jendela Masjid Nurul Barkah dari sebelah luar.
Detil menara Masjid Nurul Barkah