Kamis, 08 Maret 2012

Singgah ke Masjid Besar di Setu

Masjid Besar di Setu, Kabupaten Bekasi - Jawa Barat
Singgah ke masjid ini di hari sabtu 3 Maret 2012 yang lalu untuk sholat Asyar, aku tak menemukan papan nama sebagai petunjuk nama masjid ini, itu sebabnya judul tulisan ini kuberi judul "masjid Besar" Setu, maksudnya adalah masjid besar yang ada di Setu.

Lokasi Masjid Besar Setu

Masjid ini berada diruas jalan raya setu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat, Indonesia. Lokasinya tepat di pertigaan jalan raya setu dengan jalan penghubung Setu - Cibarusah. Letaknya juga hanya beberapa meter dari Pasar Setu. Bangunan pasar Setu sendiri terlihat dengan jelas dari lantai dua masjid ini.


Lihat Masjid Besar Setu di peta yang lebih besar

Sejarah Masjid besar Setu

Saya belum memiliki data apapun terkait sejarah masjid ini. Jangankan sejarahnya, bahkan namanyapun saya belum tahu ::: punten ah:::

Namun jika dilihat dari bangunannya, sangat terlihat bahwa bangunan masjid yang kini berdiri merupakan perluasan dari bangunan masjid yang sebelumnya sudah ada disana.

Sisa sisa pilar bangunan lama masih berdiri meski terbengkalai di dekat menara masjid. Di lokasi ini tadinya sepertinya juga pernah diramaikan oleh anak anak sekolah yang belajar di sebuah gedung sekolah yang kini juga terbengkalai di dekat bangunan menara disisi utara halaman samping masjid.

Masjid besar di Setu ini posisinya sejajar dengan jalan raya Setu yang membentang di depannya. Artinya halaman depan masjid ini yang menghadap ke jalan raya berada disisi selatan masjid. Pintu utama dan halaman sampingnya berada di sebelah timur.

Di belakang bangunan masjid ini (disisi utara) terdapat pemakaman muslim. Jalan akses menuju pemakaman ini melalui gang disamping bekas bangunan sekolah di dekat menara.

:::: Jalan akses kesana yang berupa tembok bata yang dijebol memberikan suasana seakan akan tempat itu seperti sebuah lokasi shooting sinetron film misteri:::

Sedang dibangun

Sesungguhnya masjid besar ini masih dalam proses penyelesaian. Beberapa pekerja sedang sibuk memasang kusen dan jendela alumunium di lantai dua. Sedangkan bingkai bingkai jendela alumunium masih menumpuk menunggu untuk dipasang.

Dua jendela akses ke lantai dua yang diletakkan di sisi kiri dan kanan pintu utama (di sisi timur) bahkan belum dipasang railing (pegangan untuk pengguna tangga). Area lantai atas tempat tangga ini berada juga belum dilengkapi dengan pagar pengaman.

Menara yang serupa

Bagian dari Bangunan awal masjid ini yang masih utuh, hanya bangunan menaranya :::itupun sudah rusak dibagian puncaknya::: Memperhatikan menara masjid ini membuatku tertingat kepada beberapa masjid yang pernah kusinggahi sebelumnya.

Menara beton berdenah persegi enam dengan kubah batu di ujungnya, lalu keseluruhan sisi luarnya dihias dengan keramik bewarna merah.

Bentuk menara yang mirip dengan menara masjid jami Nurul Huda di Kaum Utara - Cikarang Utara, masjid di Rengas Bandung - Kedung Waringin, hingga menara Masjid Al-Jihad di depan Stasiun Kereta Api Tanjung Karang - Kota Bandar Lampung di propinsi Lampung. Boleh jadi masjid masjid itu dibangun di masa yang berdekatan dengan bentuk menara yang sedang trend kala itu.

Arsitektural Masjid Besar Setu

Masjid besar Setu berdenah segi empat. Bangunannya sendiri merupakan sebuah kubue berukuran besar, dinding tembok masif. Dua pintu utama masing masing di sisi selatan (sisi jalan raya) dan sisi timur serta beberapa pintu disisi utara yang menghubungkannya dengan teras yang cukup luas.

Memiliki dua lantai, dengan 12 tiang segi empat berukuran besar menopang lantai dua dan struktur atap berjejer di dalam masjid. Lantai dua sisi. Mihrab di buat terbuka untuk memungkinkan jemaah dilantai dua tetap dapat melihat aktivitas di lantai satu.

Sesuai dengan ukuran masjidnya, ruang mihrab masjid inipun dibangun cukup besar dalam bentuk lengkungan ganda. Mimbar kayu berukir diletakkan di dalam mihrab ini.

Kubah besar di bagian tengah atap beton masjid ini dilengkapi dengan jendela jendela kaca berukuran kecil untuk memberikan penerangan alami ke dalam masjid di siang harI.

Secara keseluruhan, masjid ini dirancang dalam bentuk sebuah masjid universal yang biasa disimbolkan dengan kubah besar dan bangunan menara. Saya juga belum tahu apakah masjid ini akan membangun menara baru atau akan tetap mempertahankan menara lamanya.

Layaknya sebuah masjid yang berada di sisi jalan raya yang cukup sibuk, kebisingan jalan raya tak mampu diredam seluruhnya dengan baik oleh tembok beton masjid ini. Tak urung kebisingan itu merambat ke dalam masjid.

So. seperti biasa, bila diantara anda ada yang memiliki informasi lebih atau ada koreksi dari apa yang sudah saya tuliskan di atas, jangan sungkan menuliskannya di kolom komentar ya.

Dan tentu saja No SARA:: NO Rasis :::